Tuan Muda Jenius

Tuan Muda Jenius
Bab 12


__ADS_3

Tuan Harley menuju Libya. Dia menjemput sepupunya yang tepat pada hari ini keluar dari salah satu penjara seram Tripoli. Tuan Harley berkata dingin, “Dua puluh empat tahun adalah waktu yang sangat lama, Frank.”


Pria itu merapikan topinya. Rambutnya hampir botak. Dia menjawab, “Sampai-sampai seorang staff sekarang bisa menjadi CEO di Red York. Apa kabar putriku, saudaraku?”


“Putrimu Julya baik-baik saja.” Bagaimana tidak, semua biaya hidup Julya dari kecil hingga tamat kuliah, semua ditanggung oleh Tuan Harley. “Istrimu jahat, dia menelantarkan putrimu.”


Frank Solonik adalah pembunuh anak dari Tuan Dmitry Fadeyka! Dan pada hari ini dia bebas. Frank sangat terkejut begitu tahu berita dari sepupunya bahwa ternyata Tuan Dmitry masih mempunyai anak laki-laki lain bernama Stefan.


Dan yang mengejutkan lagi adalah saat ini putrinya Julya menjadi sekretaris Stefan Fadeyka di Fadeyka Energy. “Setahuku dia berhasil punya anak perempuan sebelum kematian istrinya.”


Tuan Harley mengedikkan bahu, lalu membalas, “Dmitry menyembunyikan semuanya selama dua puluhan tahun. Jangan-jangan, bisa jadi dia masih punya anak laki-laki lain selain dari Stefan.”


Sesampainya di Saint Petersburg, Tuan Harley langsung membelikan satu rumah buat Frank. “Kau suka tempat ini, saudaraku?” tanya Tuan Harley sambil mengerling.


Frank tersenyum puas. Matanya bercahaya. “Oh, Harley, kasur empuk dan toilet bagus ini tidak ada di dalam penjara. Minuman soda dan anggur itu juga tidak ada di sana. Sangat lama aku menderita . Tempat ini semacam surga kecil bagiku. Aku berhutang padamu.”


Frank ingin membalas semua kebaikan itu, namun Tuan Harley mengatakan tidak perlu, karena selama ini Julya telah banyak membantu bisnisnya bersama Fadeyka Energy.


Kemudian, Tuan Harley langsung mengajak Frank menuju suatu tempat di pinggiran Saint Petersburg. Di sebuah cafe yang jauh dari keramaian. Tuan Wilson, Harry dan Jones sudah tiba duluan. Aliansi semakin kuat setelah bergabungnya Frank.


Frank menjadi Kartu As aliansi ini. Tidak ada satu pun orang di dunia yang berani mengusik secara langsung apalagi membunuh anggota Keluarga Fadeyka, kecuali Frank.


Selama mendekam di dalam bui, Frank seperti raja, semua penghuni takut dan menghormatinya. Tanpa diadakan pemilihan, Frank menjadi idola selama lebih dari dua puluh tahun karena kasusnya paling prestisius, yakni membunuh anak Tuan Dmitry Fadeyka.


“Kopi? Bir? Anggur? Vodka” tawar Tuan Wilson, seorang CEO yang terbuang.

__ADS_1


“Frank, kapan kau terakhir minum itu semua?” tanya Tuan Harley, seorang CEO yang direndahkan.


“Di sana aku hanya bisa minum kopi,” jawab Frank, seorang buruh yang diperlakukan semena-mena.


Harry, sang mantan direktur yang dicampakkan, memanggil pelayan. “Divnomore, Cabernet Sauvignon!” Dia menatap mata Frank dengan sangat tegas. “Anggur terbaik buat mantan pemimpin semua kepala kamar penjara di Tripoli.”


Semua orang bertepuk tangan buat Frank!


Orang-orang berkelas seperti mereka semua berkumpul bukan tanpa alasan. Ya, jelas, mereka menyuarakan misi balas dendam terhadap Keluarga Fadeyka.


“Aku namakan aliansi kita “BlackCarbon”, biarkan hati kita sehitam minyak Fadeyka Energy,” ujar Tuan Wilson sambil menggeram.


Tuan Harley mengangkat cangkir anggurnya dan berkata, “Tuan, aku akan melepas seluruh kerjasama dengan Fadeyka Energy, lalu membantu perusahaan-perusahaan migas lain dengan dana besar agar bisa bersaing dengan mereka, seperti Lukgaz.”


Frank membusungkan dada dan berkata bangga, “Aku lebih senang jika ditugaskan membunuh keturunan Fadeyka. Aku yang akan menyingkirkan Stefan dengan caraku sendiri.”


Ada percakapan antara Frank dan Julya. Frank menceritakan ringkas soal masa lalunya bersama istrinya ketika dia di penjara. Menurut pengakuan Frank, istrinya terhasut oleh rayuan dari orang suruhan Tuan Dmitry, agar istrinya tersebut meninggalkan dirinya dan memilih pria tersebut.


Mengetahui hal itu, akhirnya Julya pun kecewa dengan Keluarga Fadeyka dan ada kebencian timbul pada hatinya, tak terkecuali kepada atasannya sendiri, Stefan Fadeyka. Maka atas perintah ayahnya, Julya akan melakukan sesuatu sesuai dengan perintah ayahnya.


Kebetulan Stefan memang sedang pusing sehabis dimarahi oleh Tuan Dmitry lantaran kasus mantan pacarnya Calina dan terputusnya hubungan kerjasama dengan Red York, belum lagi tunangannya sekarang mulai tidak betah berada di istana.


Maka pagi ini di ruang kerja Stefan, Julya dengan setelan kantornya sungguh menawan. Dia mirip Lizzie di film Peaky Blinders, sekretarisnya Thomas Shelby. Wajahnya manis dan sedap dipandang. Badannya bukan kurus, tapi langsing dan menggoda.


Dia berkata dengan nada rayuan, “Tuan suka Vodka?” tawar Julya dengan alunan suara menggoda. Parfum Ladanika yang disemprotkannya semerbak.

__ADS_1


“Aku benci minuman Rusia!” Stefan melengos sambil mencebik.


“Pasti Tuan pernah mendengar Havana Club.”


Stefan sungguh terkesan dan berkata, “Wow! Itu rum asli Kuba. Tapi sayangnya di sana aku belum pernah mencicipinya.”


“Hari ini Tuan Stefan tidak hanya mencicipi, tapi benar-benar menikmatinya.” Julya membuka tasnya. “Ini hadiah dariku buat Tuan Stefan yang sedang ditimpa banyak masalah.”


Karena punya track record buruk selama tinggal di Amerika, di mana waktu itu Stefan menghabiskan masa mudanya dengan hidup dalam gemerlap, minum, narkoba, wanita, dan judi, maka matanya tampak berbinar dan tidak sabar ingin menikmatinya.


Stefan minum sampai mabuk. Matanya berkunang-kunang. Dia mengerjap-ngerjap, meyakinkan diri sendiri bahwa di hadapannya adalah Julya. Saat ini, Stefan meracau sesuka hatinya, menceritakan masa lalunya. 


“Calina meninggalkanku karena aku bukan siapa-siapa. Lalu, aku bertemu dengan Anouskha. Dia miskin dan hanya anak seorang petani, tapi hatinya baik.”


Sekarang Julya sudah cukup tahu beberapa informasi yang dibutuhkan, namun ada rahasia yang harus dia ketahui sekarang juga, dan informasi ini tentu sangat ditunggu oleh ayahnya. “Saya ingin menanyakan sesuatu kepada Tuan. Maaf karena agak privasi. Apa Tuan masih punya saudara kandung selain Misha?”


Stefan menghela napas, lalu meneguk rumnya lagi. “Ada. Saat aku berangkat ke Amerika, dia diberangkatkan ke Swiss. Jangan tanya namanya karena aku lupa. Sama sepertiku, dia tetap dalam pengawasan dan penjagaan ketat tapi tetap tanpa sepengetahuan orang banyak.”


Stefan tidak bisa menguasai dirinya. Dia tertidur pulas. Julya memandangi Stefan dengan perasaan bercampur aduk. Di satu sisi, dia benci terhadap pria ini lantaran dendam ayahnya. Namun, di sisi yang lain, dia juga kagum, betapa bahagianya jika bisa bercinta dengan keturunan orang terkaya di dunia!


Saat terbangun jam tujuh malam, Stefan langsung mendapat perintah tegas dari Tuan Dmitry untuk segera pulang ke istana. Dan untuk ke sekian kalinya Stefan mendapat semburan amarah dari ayahnya.


“Kau bikin ulah lagi, Stefan!” sungut Tuan Dmitry menyeringai. Darahnya mendidih. “Ayah menyesal sudah punya anak sepertimu. Seharusnya kau sama seperti adikmu! Tidak berantakan seperti ini!”


Jika Stefan tidak bisa menyelesaikan semua urusannya dalam waktu dekat, bisa jadi adiknya akan segera dipulangkan untuk dijadikan CEO yang baru menggantikan dirinya.

__ADS_1


Oh, Stefan menyesal menghabiskan masa mudanya di lingkaran setan kaum liberal. Seharusnya dia belajar sungguh-sungguh, lalu mencari pengalaman yang cukup sebelum memimpin perusahaan ini. Stefan kian termangu.


__ADS_2