Tuan Muda Jenius

Tuan Muda Jenius
Bab 22


__ADS_3

Di Villa Chernyy, pinggiran Saint Petersburg, yang sangat jauh dari hiruk pikuk keramaian. Hembusan angin pagi menghapuskan embun dari sisa-sisa dingin semalam. Dedaunan rontok karena sekarang masuk musim gugur. Pohon-pohon di pinggir jalan di sana, yang tersisa hanya ranting, sedikit sekali menyisakan dedaunan yang sudah terlanjur layu.


Sepertinya layunya Fadeyka Energy sekarang....


Tuan Wilson mengangkat gelas wiskinya lagi. “Tuan Harley, Pak Harry, Frank, dan Jones. Mari kita bersulang.” Tuan Wilson yang rambutnya hampir beruban tersenyum lebar. “Dmitry pikir, bocah kemarin sore itu bisa menjadi CEO dengan sekejap mata, padahal lulusan negara liberal itu tidak punya pengalaman apa pun.”


Tuan Harley yang berkumis tebal meneguk wiskinya tiga kali, kemudian berujar, “Itulah akibat dari merendahkan Red York. Bocah itu tidak tahu sebesar apa Red York di Eropa.”


Pak Harry yang berwajah tampan dan berhidung mancung tersenyum tipis seolah meremehkan. “Baru hitungan bulan bertugas saja satu tangki di Oilzprom meledak. Dmitry pikir Presiden Direktur baru itu bisa mengawasi bisnisnya dengan baik.”


Frank berwajah keras memperlihatkan tatonya di hadapan orang-orang. “Itulah akibat suka menindas para buruh. Rasakan akibatnya! Tunggu saja, tidak lama lagi para buruh Fadeyka akan menuntut hak-hak mereka. Fadeyka Energy akan hancur.” Frank meneguk wiskinya enam kali.


Jones si kepala botak dan berwajah seram menggeram dan mengepalkan tinjunya. “Itulah akibat mempermainkan perasaan anakku. Sekarang tunangannya kabur dari istana. Setelah nama Stefan buruk di mata keluarga dan mata orang banyak, barulah Calina mengakui bahwa dia hanya membuat cerita bohong bahwa dia telah hamil.”


Harry mengawasi wajah-wajah mereka. “Paul hampir tertangkap. Sebenarnya bisa saja pihak keamanan menangkap Paul pada saat dia berada di rumah orang Indonesia itu. Tapi mereka punya rencana lain. Pemuda bernama Hanz, atas saran dialah Paul dibiarkan bebas bertemu dengan Zahid, malah Paul diberikan informasi penting oleh Zahid, supanya pada saat kita anak buah kita mengakses ke server CERN, Hanz akan menguntit pergerakan anak buah kita. Hanz ini cerdas.” Saat ini Paul telah melarikan diri ke Amerika.


Tuan Wilson menanggapi. “Harry, untung anak buah kita cerdas juga soal IT. Keberadaan kita di sini tidak akan pernah terlacak karena anak buah kita akan memakai server bukan di tempat ini. Justru mereka akan berpindah-pindah server bahkan berpindah lokasi.”


Tuan Harley mengangkat gelasnya lagi. “Selain dana yang kita berikan besar terhadap mereka, sebenarnya mereka punya rasa dendam terhadap keluarga Fadeyka karena mereka semua merupakan mantan pekerja.”


Harry senyum. “Apa kalian tahu bahwa para pekerja IT yang baru saja dipecat oleh Stefan mencari keberadaan kita, lalu bersedia bergabung? Aku akan menyuruh anak buah untuk menginterogasi mereka, jika mereka benar-benar ingin bekerja untuk BlackCarbon dan tidak macam-macam, tentu mereka akan kita terima.”


Tuan Wilson ikut senyum. “Aku kenal siapa mereka karena mereka semua adalah karyawanku. Biar aku yang memerintahkan pada mereka. Kita butuh orang-orang seperti mereka.”


Jones mengoles dagu. “Ngomong-ngomong, AK Enterprise perusahaan dari Amerika membatalkan investasinya di Fadeyka karena hasutanku dan Calina, terlepas dari turunnya nilai saham Fadeyka.” Saat ini Calina telah kembali ke Amerika dengan perasaan tenang dan bahagia, sebagaimana keinginannya dahulu, yakni ingin agar Stefan terpuruk dalam hubungan asmaranya dan bisnis keluarganya berantakan.


Pimpinan organisasi ini adalah para konglomerat, terutama Tuan Harley yang merupakan CEO Red York dan Tuan Wilson yang merupakan mantan CEO Fadeyka Energy. Mereka rela menyumbangkan dana jutaan dollar agar organisasi ini tetap berjalan.


Saat ini sudah lebih dari seratus orang bekerja di BlackCarbon dan mereka semua mendapatkan gaji layaknya bekerja di sebuah perusahaan. Sementara uang yang mereka terima besarnya tergantung dari tugas yang mereka jalankan.

__ADS_1


Beberapa hari yang lalu Tuan Harley menemui Mikhailovic Lukinov. Lukgaz merupakan salah satu perusahaan migas yang menjadi pesaing berat Oilzprom, beliau memberikan dana investasi yang besar di Lukgaz agar bisa mengalahkan Oilzprom dengan syarat memberikan keuntungan lebih di balik investasi tersebut.


Mikhailovic sangat setuju karena sudah lama dia ingin mengalahkan Oilzprom. Terang saja, ketika penjualan Oilzprom sedang merosot, Lukgaz kebanjiran orderan minyak dan gas dari negara-negara di Eropa. Bahkan Mikhailovic menambah bonus besar ke Red York karena dukungan yang telah diberikan. Bonus-bonus itulah yang digunakan oleh Tuan Harley untuk membiayai BlackCarbon.


Sebenarnya Tuan Harley, Tuan Wilson, Pak Harry, Frank dan Jones tetap beraktivitas seperti biasa di Rusia. Mereka menyembunyikan identitas mereka sebagai orang penting di BlackCarbon karena sampai saat ini nama BlackCarbon sendiri belum terendus oleh siapa pun termasuk Pertahanan Rusia, Kepolisian Rusia, FSB, CERN, Fadeyka Energy, begitu pula oleh Hanz dan Zahid.


Organisasi ini begitu tersembunyi, apalagi keberadaan Villa Chernyy yang berada di ujung St. Petersburg tidak dijamah oleh khalayak. Villa tua ini berada di sekeliling hutan. Ketika ada pembicaraan penting, barulah mereka para pentolan organisasi berkumpul. Setelah pertemuan selesai, mereka pun bubar dan sibuk dengan urusannya masing-masing.


Sementara itu, Tuan Harley dan Frank pulang ke rumah dengan menggunakan mobil yang sama.


“Aku sudah tidak sabar ingin membunuh Stefan,” ungkap Frank menyeringai.


Tuan Harley membalas, “Sabar, Frank. Kita di sini punya aturan dan tidak boleh bertindak sesuai kemauan sendiri. Jika tidak, keberadaan kita akan terancam.”


Frank sampai di rumahnya, sementra Tuan Harley menuju kantor Red York untuk bekerja.


Di dalam rumah, Julya sedari tadi menunggu kedatangan ayahnya.


Julya melengos dan mengernyit. “Kenapa Ayah terlalu membenci dia?”


“Tidak perlu dijelaskan seperti apa watak kapitalis arogan seperti dia itu, Julya. Sekarang, ada tugas baru untukmu. Ayah ditugaskan oleh Tuan Wilson agar kau masuk ke Istana Valaam. Bilang ke Stefan dan ayahnya bahwa kau ada tugas penting dengan para karyawan yang bekerja di istana sana.”


Julya makin mengernyit. “Tugas apa lagi, Ayah? Apa Ayah tidak berpikir, aku bisa mati kemarin kalau saja ketahuan bahwa aku yang sudah membuat sistem Fadeyka Energy rusak hingga akhirnya hampir bangkrut seperti ini? Gara-gara aku, Fadeyka hancur sekarang. Aku menyesal sudah membantu tugas-tugas Ayah. Kenapa Ayah begitu kejam menjadikan aku sebagai tumbal?” Julya berkata dengan penuh rasa penyesalan.


Frank tersandar lemas. Benar juga, pikirnya, dia mengorbankan nyawa anaknya supaya misi ini bisa terjalankan dengan baik dan sekarang dia kembali akan mengorbankan nyawa anaknya. “Julya, maafkan, Ayah. Ini semua Ayah lakukan untuk membalaskan dendam keluarga kita kepada mereka.”


Tiba-tiba Frank melihat jam tangan yang dipakai oleh anaknya. “Uang dari mana kau bisa membeli itu, Julya. Perlu kerja seumur hidup untuk bisa membeli barang mewah itu. Stefan yang memberimu?”


Julya merengut dan tidak menjawab.

__ADS_1


“Bicara, Julya! Jawab pertanyaan, Ayah!” sentak Frank.


Lantas Julya menatap mata ayahnya dengan tegas. “Mulai sekarang aku tidak mau lagi menuruti perintah, Ayah.”


Frank masih memaksa Julya agar menuruti permintaan terakhirnya, namun Julya tetap menolak. Frank mengangguk-angguk dan mulai paham. “Sepertinya anak Ayah sedang jatuh cinta. Dia rela tidak menurut omongan ayahnya dengan alasan kasihan terhadap pria yang dicintainya.” Frank sadar ada yang tidak beres pada putrinya.


...


Keesokan harinya, sebelum terbang ke New York, Julya berpamitan dengan Stefan. “Semua berkas sudah  kusiapkan, Tuan Stefan. Saya harap pihak AK Enterprise bisa kembali diajak bekerjasama.”


Stefan menegakkan badannya, lalu meluruskan kedua lengannya dan memantapkan telapak  tangannya di atas meja kerjanya, seolah kesan sebuah keseriusan, ketetapan, kemantapan, keyakinan, keterbukaan, dan ketulusan. “Aku mencintaimu, Julya.” Kemudian Stefan memberikan sebuah kalung buat Julya.


Tiba-tiba wanita cantik itu lemas seketika. Niat ingin berangkat ke Amerika rasanya ingin dia batalkan saja. Niat ingin menyampaikan sesuatu yang pahit ingin dia urungkan. Namun, keadaan memaksanya agar tetap bergegas dan jujur. Dia harus menelan pil pahit ini. “Saya juga mencintaimu, Tuan Stefan,” lirihnya sangat pelan sekali. “Tapi,...”


“Tapi apa, Julya?”


“Tuan harus berjanji tidak akan benci, marah, apalagi memukuliku, dan tidak akan memecatku, karena fakta ini sangat mengguncang perasaan Tuan Stefan.”


Stefan menggeleng. Dia berusaha meyakinkan Julya bahwa dia tidak akan berlaku buruk. “Jujurlah, padaku.”


Julya menunduk. “Semua masalah di Fadeyka Energy karena ulahku.”


Stefan tercengang. Dia heran kenapa bisa Julya berkata demikian? “Sekarang kau jelaskan, Julya.”


“Baiklah. Saya membuat Tuan sering mabuk biar Tuan kacau pas bekerja. Saya sengaja melakukan itu. Saya menyetujui agar Red York melepas semua sahamnya di Fadeyka Energy. Saya yang menghasut AK Enterprise supaya tidak berinvestasi. Saya membuat Tuan tertidur, lalu pergi ke ruang IT dan memasang virus dan program di sana agar para hacker bisa menembus sistem Fadeyka. Saya membantu para penjahat itu. Saya sudah menghancurkan Fadeyka Energy.” Julya menangis.


Stefan tersandar lemah di kursinya. Dia tidak bisa berkata apa-apa karena perbuatan Julya memang benar-benar kelewatan. Stefan menutup wajahnya karena tidak menyangka.


Julya sangat menyesali semua perbuatannya dan berjanji selepas dari tugasnya di Amerika, dia akan membantu Stefan untuk bangkit. Dia berjanji akan menebus semua kesalahannya.

__ADS_1


Dada Stefan berdebar-debar. Dia berusaha menenangkan dirinya. “Mereka benci dengan keluargaku. Mereka memanfaatkanmu, Julya. Kau tidak perlu meminta maaf. Berangkatlah ke Amerika. Setelah itu, bantu aku di sini.”


Stefan benar, Julya hanya diperalat.


__ADS_2