Tuan Muda Jenius

Tuan Muda Jenius
Bab 38


__ADS_3

Keesokan harinya....


Avraam mengajaknya latihan gulat, tapi Hanz menolak karena dia baru saja tersadar akan sesuatu. Hanz lantas meninggalkan Avraam dan masuk ke warnet mini-nya.


Hanz mencurigai satu hacker di sini.


Lucunya, namanya bukan BlackCarbon. Entahlah. Hanz sangat yakin bahwa orang ini merupakan anggota BlackCarbon.


Hanz pun berhasil masuk ke server-nya secara langsung. Bukan main. Orang itu tak berkutik sama sekali pas Hanz memberi kejutan padanya. Ya, data-data penting CERN dipegang oleh orang ini.


Oh, rupanya.....


Hujatan terhadap BlackCarbon itu rupanya dikeluarkan oleh orang BlackCarbon sendiri. X.Zero9, SunDown, dan AnonimRed adalah orang mereka sendiri.


Umpatan itu hanya alibi biar mereka yang mengumpat tidak dicurigai sebagai anggota BlackCarbon.


Cerdiknya Hanz, dia tahu bahwa ketiga nama itu berada dalam satu server yang sama dan dioperasikan oleh orang yang sama pula.


Sebab, nama-nama itu tidak lebih dari tiga hari, sementara para penghuni di darknet ini sangat jarang sekali tiba-tiba menghilang.


Prediksi Hanz tidak meleset. Satu orang ini rupanya anggota BlackCarbon. Hanz menggunakan Avanced IP Scanner dan melacaknya dengan traceroute.


Hanz mengetik : nbtstat dan IP-nya pada command prompt. Hasilnya, bahkan Hanz berhasil memperoleh MAC Adress pelaku.


Bang!


Moskow!


Namun, transaksi mereka telah selesai, data-data CERN telah berhasil diperjualbelikan beberapa saat yang lalu.


Hanz tersandar lemas di kursinya sambil menggeleng-geleng tak percaya. Dia hanya telat beberapa menit saja.


Hanz langsung berkoordinasi dengan FSB Rusia agar si hacker segera di ringkus sebelum si hacker memanipulasi data.


Tak sulit bagi FSB dan kepolisian Rusia, sepuluh menit setelah Hanz melapor, si pelaku pun dibekuk petugas.


Hanz masih tak puas. Data CERN jatuh ke tangan siapa?


...


Mengetahui hal tersebut, Avraam berangkat ke Rusia. Di kantor kepolisian sudah ada Instepktur Alfred dan Pak Wiliam.


“Avraam, informasikan kepada Tuan Dmitry, bahwa sampai saat ini sudah ada  dua puluh delapan anggota BlackCarbon yang berhasil kita amankan. Terdiri dari dua belas hacker dan enam belas gangster.”


“Baik, Tuan Inspektur.”


Lantas Avraam menemui pelaku terakhir yang baru saja tertangkap.  “Siapa nama asli kau?” tanya Avraam agak membentak.


“Ivanovic,” jawab pria itu dari balik jeruji.


“Siapa orang yang menyuruhmu?”


“Tidak ada.”


“Bagaimana bisa kau bisa jadi anggota BlackCarbon?”


“Aku bukan anggota mereka. Aku cuma iseng pakai nama itu.”


“Hei! Kau tidak usah belagak bego yah. Kau tidak usah bohong! Sebelum tertangkap, kau sudah menjual data-data itu kepada pihak lain.”


Pria ini memelas. “Aku menemukan data-data itu di salah satu situs di darknet. Aku tidak sengaja menemukannya. Pas dilihat, rupanya data berharga, jadi aku ambil saja.”


Pak Wiliam menggeleng. “Kau ini mabuk? Atau terlalu sering berada di depan komputer?”


“Saya sehat dan normal, Pak.”

__ADS_1


Avraam makin geram saja. “Dua puluh tujuh orang lainnya yang berada di sebelah, apa kau kenal?”


“Tidak sama sekali. Pernah kami berbincang di darknet. Dan tidak pernah bertemu sama sekali.”


“Mengaku saja kalau kau ini anggota BlackCarbon karena petugas sudah banyak bukti-bukti.”


Setelah sekian lama didesak akhirnya pria ini mengaku juga bahwa dia merupakan salah satu anggota BlackCarbon.


“Jika bergabung, aku akan langsung dibayar seribu dollar. Lalu kami akan mendapatkan berbagai misi, dan jika misi telah selesai, kami akan mendapat bayaran sesuai dengan besar kecilnya misi tersebut. Nah, bayaran yang akan aku terima dalam penjualan data itu sebesar lima ribu dollar.”


“Berarti ada orang yang menyuruhmu!”


“Iya betul, Pak, tapi di darknet kami tidak memberikan identitas asli. Ketika sudah masuk grup, kami hanya memberikan nama samaran di sana dan tidak ada tahu wajah di antara anggota.”


“Terakhir, ada berapa anggota di sana?” tanya Avraam penasaran.


“Di grup itu  terakhir ada tiga puluhan anggota yang aktif. Anggota akan terus bertambah karena BlackCarbon berani memberikan bayaran yang besar dengan tugas yang tidak terlalu sulit.”


“Tapi kau sudah mengorbankan nyawa dan keselamatan kau sendiri. Pekerjaanmu ini sangat berisiko sekali. Apa kau tidak menyesal setelah masuk penjara?”


Pria ini tertunduk lesu. “Aku menyesal sekali,” jawabnya lemah.


Kemudian Avraam menghampiri anggota BlackCarbon yang dulu sempat menyandera Zahid.


“Siapa dari kalian ketuanya?”


Seseorang mengacung dari balik jeruji besi, dia pun berdiri dan berucap, “Namaku Sam. Aku ketua dari mereka.”


Avraam menatapnya tajam. “Siapa yang menyuruhmu?”


“Sumpah kami tidak tahu. Kami melihat di sebuah situs di darknet. Ada dua pilihan, apakah ingin menjadi hacker atau gangster, lantas beberapa orang dari kami bersedia menjadi gangster. Setelah mendaftar, kami dibayar seribu dollar pertama. Lalu kami mendapat misi, karena cukup berat, masing-masing anggota akan dibayar sebesar sepuluh ribu dollar jika misi ini berhasil bahkan akan dibayar lebih dari itu. Khusus kepalanya, akan dibayar dua puluh ribu dollar.”


“Darknet? Berarti kalian ini hacker juga, tapi lebih milih jadi gangster dengan tugas benaran.”


“Karena kami tidak begitu menguasai ilmu cyber, ditambah kami tidak mampu meretas sistem keamanan seperti CERN dan lainnya.”


Sam terdiam.


“Kenapa kalian tidak bekerja?”


“Empat dari kami semua merupakan mantan pekerja di Fadeyka Energy. Dua pernah bekerja sebagai programmer. Kami dipecat secara tidak hormat oleh Tuan Dmitry dan Stefan.”


Avraam membuang pandangannya dari mereka semua. “Mau jujur atau bohong, kalian semua dua puluh delapan orang ini merupakan anggota BlackCarbon. Sementara organisasi ini telah banyak menyebabkan kerugian besar dari beberapa pihak, bahkan harus ada korban jiwa. Kalian semua akan medapatkan hukuman setimpal atas perbuatan kalian.”


Avraam bersama tim Fadeyka pun kembali ke Swiss dan langsung menemui Hanz di rumah. Dia pun menceritakan semuanya.


Hanz punya ide dan langsung menuju ruang IT-nya. Dia memalsukan IP Adress-nya, lalu mencari grup yang disebut-sebut itu. Tak perlu waktu yang lama berada di darknet, Hanz masuk ke grup tersebut.


Tampilan di beranda situs menampilkan sebuah pengumuman:


Tugas Khusus: Meretas sistem keamanan FBI Amerika Serikat dan mencuri data-data berharga


Bayaran : 250.000 dollar US



Tawaran ini sudah tiga hari dan tidak ada anggota yang sanggup melakukannya.


Anggota Online : 47


Hanz tidak bisa mengakses ke situs ini karena dia belum mendaftar.



Hanz lalu mengklik daftar. Tidak bodoh, Hanz tidak akan memberikan identitas aslinya. Setelah mendaftar, Hanz langsung mendapat seribu dollar pertamanya, tapi uang itu tidak bisa ditarik kecuali jika sudah menyelesaikan satu buah misi.

__ADS_1


Nama pengguna : BC000178


ID pengguna : 098900178


Level : 0/5


Misi yang telah diselesaikan : 0/5


Selanjutnya Hanz mendapat sebuah misi yang paling awal untuk seorang beginner di organisasi ini.


Misi 01:


Ada dua pilihan:


Hack akun FB dan Instagram Harrison, seorang pekerja Oilzprom asal Amerika


Hack wa Christiana, seorang akuntan di kantor Fadeyka Energy asal Amerika


Waku pengerjaan : 24 jam


Silakan kirimkan bukti jika misi telah selesai!


Note: Jika sudah menyelsaikan misi pertama, Anda berhak mendapatkan bonus anggota baru sebesar 1000 dollar US, serta berhak meneruskan misi selanjutnya.


Terpaksa Hanz melakukannya, tapi dia berjanji nanti akan memulihkan media sosial di Harrison. Tak butuh waktu lama, cukup lima menit Hanz mamu meretasnya dengan meninggalkan jejak berupa postingan foto berlogo BlackCarbon di media sosial Harrison.


Level : 0/5


Misi yang telah diselesaikan : 1/5


Untuk menaikkan level, Hanz harus menyelesaikan lima misi.


Misi 02 : Mencuri jawaban dari soal ujian semester Univesitas Negeri Moskow


Bayaran : 500 dollar US


Waktu pengerjaan : Satu minggu


Hanz kaget. Pantas saja para pelaku tidak ada yang saling kenal dan tidak mau memberikan informasi keberadaan bos mereka.


Hanz mendapat info dari Avraam bahwa pelaku penyanderaan Zahid, kepala dan anggotanya level tiga ke atas.


Hanz mengalihkan tugas-tugas ini. 


Tampilan situs BlackCarbon di darknet tidak begitu menarik seperti situs-situs normal yang sering dikunjungi orang-orang non-hacker.


Anggota online : 63


Hanz mengklik fitur chat grup. 


<63/178>


BC000112 : “Apa kalian tahu HF03? Program itu senjata kuat firewall CERN.”


BC000136 : “Program itu juga terpasang di ETH. Aku mentok di level 2/5 misi 8/15.”


BC000066 : “Aku merancang sebuah virus untuk menghancurkan program itu tapi sulit sekali.”


BC000112 : “Bagaimana kalau kita serang program itu bersama-sama? Aku yakin kita akan mampu menembusnya.”


Hanz terus men-scoll obrolan yang sudah-sudah.


BC000005 : “Siapa yang sudah level 4? Ada misi besar berhadiah satu juta dollar.”


BC000024 : “Level 3/5 misi 18/20. Sedikit lagi, Bro!”

__ADS_1


Hanz makin terkinjat.


Organisasi apa ini?!


__ADS_2