Tuan Muda Jenius

Tuan Muda Jenius
Bab 20


__ADS_3

Stefan mengadakan briefing singkat pagi ini di hadapan karyawan kantor. Di hadapannya adalah para petinggi perusahaan. Di sebelahnya ada Julya. “Sistem sudah aman karena pekerjaan dua mahasiswa ETH itu. Ada lebih dari sepuluh orang pekerja IT di sini. Tugas mereka hanya mendesain, buat WEB, buat aplikasi, memperbaiki komputer rusak, mengatur sinyal wifi dan menonton Youtube! Kalian semua ke sini.”


Belasan orang menghadap Stefan.


Stefan mendengus dan berteriak. “Kepala dan semua anggota aku pecat! Pergi kalian dari sini! Sampah!” Semuanya enyah dari kantor Fadeyka tanpa banyak protes. “Itulah akibatnya kalau tidak bisa menjaga sistem keamanan perusahaan sebesar Fadeyka. Programmer yang tidak bisa diandalkan!”


Stefan melihat satu per satu bawahannya. “Aku CEO di Fadeyka Energy punya hak untuk memberhentikan siapa pun yang tidak becus dalam bertugas. Para analis dan petugas marketing, aku perintahkan kepada kalian agar para customer kita bisa kembali membeli minyak dan gas kita. Kita sudah rugi ratusan juta dollar. Mau kalian semua aku pecat ha?!”


Mereka semua tertunduk.


“Pergi sana kalian! Bekerjalah!” Stefan melangkah ke ruangannya didampingi oleh bodyguard dan Julya. Sesampainya di ruangannya, Julya menawarkan minum kepada Stefan.


“Bir, wiski, atau rum, Tuan?”


Stefan mengucek matanya. “Aku selalu sial kalau habis minum. Aku sedang pusing, Julya. Jangan kau ganggu aku untuk semantara waktu ini.”


Julya tak sampai hati. Dia menghampiri Stefan dan mengelus rambutnya. “Maafkan, kalau kerjaku tidak maksimal selama ini, Tuan Stefan.”


“Kau tidak bersalah sama sekali, Julya. Kau tidak perlu meminta maaf. Aku lebih pusing, sekarang Anouskha sudah pulang ke rumahnya, tidak lagi tinggal di istanaku.”


Julya tersentak. “Dia menolak jadi calon istri Tuan?”


“Iya, dia tidak tenang hidup dengan kemewahan. Dia tidak kuat dimaki-maki oleh Calina. Dia juga tidak bisa sabar ketika aku dihadapkan masalah bertubi-tubi.”

__ADS_1


Julya terenyuh. “Apa yang bisa saya bantu, Tuan Stefan?”


“Tidak ada untuk saat ini. Jika disuruh menemui orang Red York, AK Enterprise, dan beberapa perusahaan lain untuk meminta mereka memberikan dana investasi, tentu kau akan menolak karena tugas ini berat sebab mereka terlanjur kecewa dengan kita. Ini semua salahku. Hidupku benar-benar hancur sekarang.” Stefan tertunduk.


Julya ikut menunduk. “Aku akan membantu Tuan.”


Stefan berkata lemah. “Tidak bisa, Julya. Nilai jual saham kita jatuh sekali. Mereka akan membeli dengan harga murah pastinya. Kita yang akan menanggung kerugian kalau begitu. Sekarang adalah situasi yang sangat sulit.”


Kunci kehancuran sebuah perusahaan adalah tiga : Management buruk, investor angkat kaki, dan pelanggan lari. Jadi wajar para analis dan ekonom di luar sana memprediksi bahwa Fadeyka akan segera bangkrut.


Wajah Stefan sangat masam. Dia makin lama makin terpukul. “Terakhir, aku mendapat teror, aku akan dibunuh. Sementara ayahku sedang sakit sekarang dan tidak akan bisa mengurus perusahaan ini Ada enam puluh lebih perusahaan di bawah Fadeyka Energy, baru satu saja diserang, aku sudah tidak sanggup mengatasinya.”


Julya tersentuh hatinya. “Hm, Tuan, jangan pesimis begitu. Yakinlah Tuan Stefan akan bangkit dan mampu mengatasi masalah-masalah ini. Yakinlah!” Bagaimanapun keadaannya, Julya tetap tidak tega melihatnya.


Stefan menyandarkan badannya. “Aku ingin wiski.”


Melihat kondisi Stefan yang sepertinya akan hancur, Julya makin tidak tega. Namun, ada alasan lain, setelah tahu bahwa Stefan tidak lagi berhubungan dengan Anouskha, sepertinya ada sebagian dari hati Julya yang terbuka.


Lima belas menit kemudian kopi mereka diantarkan. Julya terpana. “Baru kali ini aku melihat Tuan Stefan senyum gembira. Senyum yang lebih manis dari latte.”


Stefan terlena dan membalas, “Wanita Rusia tidak lebih cerdas menggombal dibandingkan wanita Amerika.”


“Saya bisa membuat puisi atau pantun jika Tuan mau?”

__ADS_1


“Tapi Tuanmu terbiasa dengan musik dj dan goyangan. Tidak suka dengan hal seperti itu. Tapi, okelah, coba kau bacakan.”


Julya dengan menakjubkan mampu membacakan sebuah puisi yang dikarangnya pada saat ini juga.


Stefan terkesima. Kemudian, dia mengeluarkan sebuah kotak dari laci meja kerjanya. “Jam termahal dari Swiss. Ada butiran berlian di dalamnya. Rencananya akan aku hadiahkan buat Anouskha, tapi dia keburu pergi dari kehidupanku. Ini untukmu, Julya.”


Julya tersentak kaget. Dia menggigit bibirnya, lalu berkata, “Tuan, tidak salah menghadiahkan ini untukku?”


Stefan senyum lagi. “Hadiah untuk wanita yang sering hadir di saat aku sedang sedih, di saat aku sedang membutuhkan perhatian, di saat aku sedang hancur-hancurnya. Sadar atau tidak sadar, dari semua orang yang aku kenal, hanya kau yang mau mendengar omonganku, Julya. Kau sering aku marahi bahkan aku pukuli, tapi anehnya kau tidak marah dan tetap sabar. Seharusnya kau sudah resign dari tempat ini karena melihat tingkahku seperti ini, dan aku yakin kau tidak akan kesulitan mencari pekerjaan karena kau punya kapasitas dan pengalaman, satu lagi, kau cantik dan manis. Tidak pernah aku bertemu dengan orang cantik dan manis tapi dia sabar, baik hati, dan cerdas. Anouskha memang cantik, manis dan baik hati, tapi dia tidak sabar dan tidak pula secerdas kau, Julya.”


Mendengar pujian itu, Julya terasa terbang. Dia sering dipuji dan digombali, tapi kalau dipuji dan digombali oleh anak orang terkaya merupakan prestasi yang luar biasa, apalagi baru saja dia dikasih hadiah jam termahal dari Swiss. Bukankah Swiss sangat terkenal dengan jam tangannya?


Julya benar-benar bangga. Wajahnya berseri-seri. Tatapan Stefan membuatnya malu. Karena tidak enakan, dia makin bergeming.


“Julya, apa kau tau sekarang tentang kondisiku yang sedang hancur?” Stefan bertanya dengan nada yang sangat lemah dan getir.


Julya hanya mengangguk.


“Bukan hanya dicopot dari jabatan, tapi aku akan dibuang dari keluarga Fadeyka kalau gagal dalam mengurus bisnis ini, jadi nasibku benar-benar berada di ujung tanduk sekarang.”


Julya mengangguk lagi dan matanya makin berkaca-kaca.


“Jika aku gagal, aku akan ditelantarkan, aku akan dibuang dari keluarga Fadeyka. Bisa-bisa aku akan dibunuh oleh penjahat yang sampai saat ini belum diketahui keberadaannya. Hidupku hancur.” 

__ADS_1


Stefan ingin menangis tapi ditahannya. “Tidak ada yang perhatian denganku saat ini. Bahkan orang-orang di perusahaan sudah membenciku. Ya, aku tahu mereka membenciku, tidak hanya di Rusia, perusahaan Fadeyka di Eropa, Asia, dan Amerika, mereka, banyak yang membenciku karena aku adalah biang kerok dari semua masalah ini. Bahkan, aku saja sudah muak dengan diriku sendiri. Tidak ada lagi yang peduli sekarang.”


“Tuan Stefan, kami sangat peduli dengan Tuan.” Julya harus melakukan sesuatu. Di wajahnya, ada rasa penyesalan, dan dia harus menebus penyesalannya tersebut.


__ADS_2