Tuan Muda Jenius

Tuan Muda Jenius
Bab 32


__ADS_3

Tersiar kabar bahwa Oliver selaku Presiden Direktur Oilzprom beserta dua pejabat di bawahnya telah diculik dan akan dibunuh. Para penculik dengan terang-terangan memberi tahu identitas mereka bahwa merupakan bagian dari BlackCarbon dan tiga orang sandera sedang berada di Swiss.


Tuan Dmitry lantas memerintahkan Inspektur Alfred untuk segera menuju Swiss serta mengajak beberapa orang anggota Kepolisian Rusia, lalu segera bekerjasama dengan pihak Kepolisian Swiss.


Avraam mendapat tugas khusus dari Tuan Dmitry untuk menjadi kapten pasukan keamanan Fadeyka dalam tugas pencarian pelaku penyanderaan Oliver beserta dua orang lainnya.


Sebelum berangkat, Avraam berpamitan kepada Hanz dan Zahid.


“Kami percaya padamu, Kapten!” Zahid memberikan semangat.


Avraam bersama lima orang anggota keamanan Fadeyka kemudian berangkat dan akan bergabung dengan petugas kepolisian. Frank belum tertangkap, sekarang sudah ada kasus lagi.


Sementara itu di rumah Hanz hanya menyisakan dua orang penjaga dari Fadeyka yang akan setia memberikan penjagaan.


Hanz dan Zahid tengah berada di Warnet Mini.


“Mereka semua menyerang Fadeyka Energy. BlackCarbon merupakan organisasi peretas, pencuri, pengebom, dan pembunuh. Mereka seperti *******.”


“Apa kau tahu apa motif mereka melakukan semua ini, Hanz?”


“Ideologi!”


Zahid terperangah. “Apa hubungannya dengan ideologi?”


“Kau cukup paham filsafat. Apa kau tidak sadar motif mereka melakukan semua serangan itu merupakan proses mewujukan ideologi mereka?”


Agak lama Zahid berpikir. “Mereka mengincar para kapitalis.”


“Tepat!” Hanz menatap mata Zahid lurus-lurus. “Ideologi itu analoginya kacamata dan jalan. Cara kita memandang sesuatu dan penentu ke mana arah tujuan hidup. Motif semua peristiwa bukan hanya karena uang dan dendam, tapi ini menyangkut masalah besar pandangan hidup orang-orang di sana.”


“Feofan dan Stefan dibunuh lantaran dua orang itu anak seorang kapitalis dan akan menjadi kapitalis.”

__ADS_1


Menurut persepsi Hanz, tidak ada yang salah dengan kapitalis. Hanya saja bagaimana orang mampu mengemasnya dengan baik dan tidak menjadikannya sebagai pisau yang akan menyakiti banyak orang. 


BlackCarbon bukan ingin melumpuhkan Fadeyka Energy, tapi ingin memberantas kekejian dari sistem kapitalis di atas tanah mereka. Semenjak Fadeyka berdiri, kadangkala mereka aman dan tidak ada masalah-masalah besar seperti ini. 


“Ketika dipimpin oleh kapitalis Amerika, banyak sekali yang membenci bahkan ingin membunuh mereka.”


“Betul, Hanz, ini menyangkut ideologi. Oliver dan dua orang lainnya merupakan orang Amerika, walaupun tidak sekeji Stefan, tapi jiwa liberalisnya tidak bisa ditutupi.”


“CEO sebelumnya, Tuan Wilson, merupakan cucu dari seorang anggota Partai Bolshevik,” ungkap Hanz dengan wajah serius.


“Revolusioner dan garis keras,” komentar Zahid.


“Presiden Direktur Oilzprom sebelumnya, Pak Harry Gorbachev, merupakan keturunan dari Filsuf Perancis yang mengangkat Sosialisme di masa awal-awal industrial Eropa. Meskpun sampai sekarang masih sangat utopis, namun anak cucunya masih bermimpi agar masyarakat sosialis bisa hidup tentram dan egaliter di era kontemporer.”


“Mimpi para proletariat agar dunia ini tetap seimbang dengan tidak dikuasai semata oleh para borjuis. Tapi, sampai sekarang tidak ada negara yang murni dan konsisten mampu menerapkan satu ideologi tunggal. Di negaraku, orang-orang yang menyuarakan bebas berpendapat menolak komunisme, tapi mereka berkeinginan kuat bekerja di sebuah perusahaan milik negara atau BUMN.”


Hanz mengulas senyum dan membalas, “Ironi. Sama seperti kau membenci pemanasan global tapi masih saja pakai kendaraan bermotor sambil merokok.”


Mereka berdua sepakat bahwa sosialisme dengan kesetaraan kelas sosial-ekonomi tetap akan menjadi angan-angan manis bagi para pemimpi. Sementara pasca revolusi besar-besaran Eropa, para feodalis berganti kulit seperti ular lalu berubah menjadi kapitalis untuk menyingkirkan para aristokrat yang selama ini membusungkan dada.


Hanz paham alur bisnis Fadeyka semenjak masih disebut Soviet. “Tuan Dmitry mengimplementasikan neoliberalisme yang pada waktu merupakan musuh utama Lenin-Marx dengan cara membuka pasar bebas internasional melalui cara-cara politis dan diplomasi ekonomi, melanjutkan project kerja mendiang ayahnya. Hebatnya, Fadeyka Energy berhasil mengintervensi pemerintah.”


“Untuk meningkatkan efisiensi korporasi, apakah pada waktu itu Tuan Dmitry berusaha menolak atau mengurangi kebijakan hak-hak buruh seperti upah minimum, dan hak-hak daya tawar kolektif?”


“Walaupun Tuan Dmitry terlepas dari pengaruh pemerintah Rusia, di dalam perusahaan terdapat beberapa orang kepercayaan Tuan Dmitry yang merupakan tangan kanan Mendiang Tuan Fadeyka, mereka para komunis sejati dan selalu membela hak para buru.”


Terlebih setelah pernah terjadi demo besar-besaran, akhirnya atas usulan para tangan kanan dan anak buah, Tuan Dmitry memberi kebijakan baru dalam bisnisnya sehingga hak-hak buruh tetap terpenuhi.


“Jadi, Tuan Dmitry tidak bisa menjaga diri sebagai neoliberal.”


“Tuan Dmitry dengan neoliberlisme-nya tidak bisa lepas dari pengaruh masyarakat komunis walaupun mereka terbebas dari intervensi pemerintah.”

__ADS_1


Zahid tersenyum miring. “Ya, memang para pekerja dibuat senang oleh para borjuis, tapi semangat para neoliberalis adalah melihat kehidupan sebagai sumber laba korporasi dan para pekerja tetaplah sebagai budak korporat yang tidak akan pernah berkembang.”


“Tapi, tidak sepenuhnya para orang kaya itu jelek. Aku ingat perkataan Adam Smith: Masyarakat pasar kapitalis adalah masyarakat yang bebas dan produktif. Kapitalisme bekerja menghasilkan kedinamisan, kesempatan, dan kompetisi. Individualisme dan jiwa pragmatis pribadi adalah motor penggerak masyarakat bergerak dinamis.”


“Aku setuju. Jika komunisme yang utuh benar-benar diterapkan, hidup kita akan monoton dan tidak akan pernah terjadi persaingan dalam dunia bisnis karena kita tidak akan pernah berpikir kreatif dan bermimpi yang tinggi. Hanz, pada awal-awal masa kejayaan Islam, aristokrat, borjuis, dan proletar bisa hidup dengan tenang dan egaliter. Apa kau percaya?”


Hanz menggeleng. “Sulit dipercaya. Bisa saja tercapai, tapi hidup mereka tidak akan sebebas pendukung patung liberty dan penikmat menara Eiffel.”


Zahid menganggap bahwa kekayaan, kebahagiaan, dan ketenangan itu tempatnya di hati. Selagi tidak ada rasa iri dan benci, semua akan terasa setara meskipun perbedaan nominal harta si kaya dan si miskin sangat jauh. 


“Cukup banyak kapitalis muslim yang benar-benar kaya, namun mereka tidak seperti kapitalis di era sekarang. Apa ada sekarang seorang pengusaha yang menyedekahkan setengah hartanya?”


Hanz melihat layar komputernya, lalu melirik Zahid. “Aku tidak pernah mendengarnya.”


“Silakan kau baca sejarah Islam. Banyak sahabat Nabi yang kaya raya karena sukses dalam bisnis, tapi mereka sangat dermawan sekali sehingga masyarakat miskin pada waktu itu tidak begitu termarginalkan oleh keberadaan para kapitalis kaya.”


Hanz mengernyitkan kening dan bertanya, “Apa mungkin sistem kapitalisme seperti itu bisa diterapkan di era digital seperti sekarang?”


“Ya jelas bisa.”


Rusia merupakan negara komunis. Sekarang mereka hanya bahas komunis yang menyangkut segi sosial-ekonomi, tidak membicarakan soal agama dan kepercayaan.  Bagaimana bisa Fadeyka Energy bisa berjaya di atas tanah komunis Rusia? Siapa yang bisa memprediksi? Semua tidak menyangka. Tapi faktanya bisa. 


Begitu pula jika Kapitalisme yang berdasarkan syariat Islam diterapkan di sini. Lagipula, Islam sangat menomorsatukan kesejahteraan manusia, apa pun rasnya dan dari mana pun asalnya serta apa pun agamanya. Karena yang dibahas adalah tentang kemanusiaan.


 Zahid yakin sekali kapitalisme yang sesuai dengan syariat islam akan sangat diterima. Pada saat Fadeyka Energy dipimpin oleh orang sosialis atau pun komunis, perusahaan aman-aman saja, ya mungkin ada juga konflik tapi tidak sampai perusahaan akan bangkrut dan sampai ada yang terbunuh.”


Untuk sebuah perubahan di Fadeyka Energy tidak butuh revolusioner radikal yang harus mewujukan egaliter dengan cara keras dan keji, tapi cukup berlaku revisioner dan moderat.


Hanz telah memahami motif dari segala perisitiwa yang terjadi beberapa waktu lalu. Dari segenap informasi dari fakta-fakta yang ada maka dia berkesimpulan bahwa otak utama atau setidaknya beberapa anggota BlackCarbon merupakan orang Fadeyka Energy sendiri yang pernah bekerja di sana dan berideologi berseberangan dengan ideologi yang dibawa oleh Mendiang Fadeyka beserta anak dan cucunya.


Mekipun dugaan itu sangat kuat, tapi Hanz masih belum punya bukti otentik bahwa Tuan Wilson dan Pak Harry punya kaitan erat atas semua peristiwa yang terjadi. Namun, dia yakin sekali nanti identitas BlackCarbon akan segera terungkap. Terlebih pada saat Feliks menjabat sebagai CEO baru di Fadeyka Energy dengan melakukan cukup banyak perombakan struktur organisasi, seperti memberikan kepada orang asli Rusia menempati CMO dan COO. Feliks langsung menunjuk Presiden Direktur baru Oilzprom dan dua pejabat di bawahnya yang merupakan orang asli Rusia.

__ADS_1


Hanz membaca semua situasi yang ada. Ketika semua berjalan selama beberapa hari, saham Fadeyka Energy kembali naik, minyak dan gas mereka laku keras, dan tidak ada peristiwa peretasan ataupun penculikan. Bahkan anehnya, ketika semua sudah aman, Oliver dan dua orang lainnya lalu dipulangkan oleh pihak BlackCarbon tanpa menyakiti mereka bertiga sama sekali.


Meskipun para korban telah dipulangkan, pihak kepolisian dan keamanan Fadeyka tetap memburu para pelaku. Semua pelaku akhirnya berhasil diringkus di Swiss. Mereka mengaku bahwa merupakan bagian dari BlackCarbon tapi tidak mau berterus terang siapa yang telah menyuruh mereka dalam melancarkan misi ini.


__ADS_2