Tuan Muda Jenius

Tuan Muda Jenius
Bab 19


__ADS_3

Efek domino dari ledakan di Oilzprom dan naiknya harga minyak mereka adalah hilangnya pelanggan setia mereka. Total kerugian yang diderita Fadeyka Energy sangat besar sekali mencapai ratusan milyar dollar US. Tidak sampai di situ, banyak pekerja mereka yang tiba-tiba mengundurkan diri karena mereka pikir nasib Fadeyka akan segera tamat. Jadi, sebelum mereka di-PHK secara massal, lebih baik mereka mengundurkan diri secara terhormat.


AK Enterprise membatalkan rencana investasi besar-besaran mereka sehingga kekosongan dana di tiga perusahaan Fadeyka belum juga tertutupi. Sementara pengeboran di Pechora tidak jelas nasibnya. Jika dibiarkan begitu saja, pihak pemerintah akan mengambil alih pengeboran tersebut sehingga Fadeyka makin menderita kerugian besar.


Di istana Valaam sedang terjadi perundingan besar. Tuan Dmitry berbicara serius dengan penasehatnya. “Tetua Romanov, Anda adalah orang kepercayaan ayahku sewaktu beliau mengurus bisnis ini. Anda banyak tahu tentang bagaimana bisnis ini dibangun dari nol hingga menjadi kerajaan besari Eropa. Apakah dulu ayahku pernah dihadapkan pada situasi seperti ini?”


Pak Romanov yang sudah sangat tua menyeruput tehnya, lalu menjawab, “Pernah, Tuan Dmitry. Beliau sering dihadapkan situasi yang berat. Dulu beliau bahkan pernah diusir dari tanah Rusia karena dicurigai sebagai antek kapitalis Amerika. Untungnya, beliau sangat cerdas dalam bernegosiasi. Beliau dekat dengan orang pemerintahan. Walaupun anti-komunis, beliau tetap menghormati para komunis di sini, tak segan beliau mengeluarkan banyak uang untuk pemerintah dan para komunis di sini untuk memperjuangkan bisnisnya. Bukankah Tuan Dmitry sering juga dihadapkan dengan masalah berat tapi dengan tenang mampu menghadapinya?”


“Tapi, saya tidak sebaik dan secerdas beliau ketika dihadapkan situasi yang pelik. Mengusir kedua anakku dari Rusia merupakan tindakan bodoh dengan berharap mereka tetap bisa hidup.” Tuan Dmitry bicara penuh penyesalan.


Pak Romanov mengernyit. Dia mendenguskan napas.  “Anda mau bisnis ini hancur berantakan? Sementara para musuh sedang mengulitimu secara perlahan-lahan. Apakah Anda terpikir kira-kira semua yang terjadi ini karena ulah siapa? Jelas dari musuhmu, musuh ayahmu, dan musuh Stefan. Dari dulu saya sering bilang kepada mendiang ayahmu, jangan terlalu keras dengan orang-orang Rusia, apalagi terhadap para komunis. Tidak perlu melibatkan perang dingin dalam bisnis.”


Tuan Dmitry jika sudah berhadapan dengan penasehatnya, lebih sering nurut.


Pak Romanov kembali menatap Tuan Dmitry. “Sama seperti Anda dan Stefan. Jika bisnis ini dapat berjalan dengan baik dan aman, buanglah idealisme buruk itu. Saya harap anakmu menuruni watak ibunya sebagai orang asli Rusia. Untungnya, dia tidak besar di Amerika, jadi karakternya tidak akan dibentuk oleh pergaulan liberal dan sekuler.”


Tiba-tiba Tuan Dmitry menunduk. “Apa sekarang saya harus memulangkannya?”


Pak Romanov mengatur napasnya. “Jangan sekarang. Temukan dulu pelaku peledakan dan peretas yang sudah mengacaukan harga minyak Fadeyka Energy. Kehadirannya sekarang hanya akan mempersulit masalah, bisa-bisa dia dan Stefan akan menjadi korban karena aku yakin nantinya mereka akan mengincar anak-anakmu.”


...


Zahid memindahkan semua barangnya ke rumah Hanz. Sebenarnya tempat tinggal ini adalah sewa, lalu dibeli oleh Zahid dan dijadikan tempat tinggal untuk mereka berdua dan Avraam. Setelah pulang dari kuliah, mereka bertiga diantar ke rumah dengan menggunakan mobil yang telah disiapkan oleh Fadeyka Energy.

__ADS_1


Biasanya Hanz dan Avraam pulang-pergi kuliah menggunakan sepeda, namun kali ini mereka ke mana-mana akan diantar. Hanz dan Zahid masuk ke dalam rumah. 


Sementara Avraam berbincang dengan para rombongan penjaga di lapangan.  “Baru kali ini kalian benar-benar tampak.”


Seorang petugas tersenyum. “Kami lebih senang bertugas seperti pengintai. Kalau seperti ini, kami seperti satpam.”


Seorang dari mereka bertanya, “Kapan kita terakhir bertanding, Tuan Avraam?”


Avraam meremas jari-jemarinya. “Pas libur kuliah. Empat bulan yang lalu. Sebenarnya aku sempat bertanding beberapa hari yang lalu. Apa kalian tahu bahwa Zahid itu jago karate dan pencak silat. Aku dua kali dijatuhkan oleh dia.” Avraam berdecak kagum.


Seorang petugas terperanjat. Alisnya naik. “Apa mungkin Tuan Avraam sudah lama tidak latihan? Atau bisa jadi karena saat itu Tuan sedang tidak enak badan?”


Avraam mengangguk. “Lain kali kalian harus coba bertarung dengan dia. Badanku yang besar saja berhasil dia jatuhkan.”


Avraam adu pukulan dan sepakan. Walau bertanding biasa, Avraam tetap serius. Sepuluh menit bertanding, dia berhasil melepaskan beberapa pukulan yang cukup keras. Lawannya menyerah.


“Kau pula! Ayo!” tantang Avraam.


“Seharusnya kau tidak kuliah, Tuan. Seharusnya kau berseragam seperti kami.”


“Hm, tapi inilah tugasku!” Avraam berjalan ke samping memutari lawannya sambil mengepalkan tinju dengan semangat. Ketika lawannya melemparkan pukulan, dia dengan sigap memberikan tangkisan, lalu dengan cekatan memberikan serangan balik bertubi-tubi. Lawannya kalah.


Avraam merapikan pakaiannya.  “Apa kalian berdua sudah lama tidak latihan?”

__ADS_1


Salah seorang dari mereka membalas, “Semenjak Fadeyka Army tidak didatangi Tuan Avraam, banyak anggota yang malas latihan.”


Avraam tersenyum renyah dan berkata, “Nanti kita akan banyak-banyak latihan. Zahid yang akan melatih kalian!”


Sementara itu di warnet mini, Hanz sedang mengelus keningnya. Baru saja orang Fadeyka memberi tahu soal peretasan sistem di sana sehingga saham Fadeyka anjlok total.


Banyak para hacker IT yang menolak tawaran Fadeyka Energy yang ditugaskan mencari pelakunya karena mereka merasa berat, sebab bagi mereka para pelaku bukan orang sembarangan, dan jika mereka bersedia, nyawa mereka juga akan terancam.”


Zahid mengerutkan kening dan bertanya, “Lantas, kenapa kau mau membantu Fadeyka Energy?”


Hanz menatap Zahid dengan tajam. “Apa pun akan aku lakukan untuk Fadeyka Energy!”


Hanz lantas memperlihatkan sebuah dokumen kepada Zahid. “Kita resmi bekerja untuk mereka. Silakan kau tandatangani ini.”


Misi mereka adalah mencari para pelakunya. Di kantor FSB telah dilakukan pertemuan lagi antara FSB, Pertahanan Rusia, Kepolisian Rusia, Fadeyka dan CERN. Melibatkan banyak pihak karena yang sedang dihadapi sekarang adalah organisasi. Mereka semua menyimpulkan bahwa para pelakunya berada dalam satu organisasi yang sama.


Melibatkan petugas negara karena sasaran mereka bukan lagi perusahaan atau organisasi. Jika para pelaku masih mau bertindak buruk, warga Rusia sedang terancam sekarang.”


Zahid mengoles dagu dan berkata heran. “Ngomong-ngomong, kita masih punya data Profesor Paul. Kenapa kau tidak melacaknya?”


“Itulah yang menjadi alasan kuat bahwa Profesor Paul ada kaitannya dengan para hacker, karena keberadaannya tidak bisa aku temui,” jawab Hanz dingin. Tiba-tiba satu layar komputer Hanz menampilkan suasana di ruangan IT kantor Fadeyka Energy. Beberapa saat dia mengutak-atiknya, lalu muncul sebuah program yang tertanam di sana.


Hanz tersandar. “Mereka pakai orang dalam. Mereka memanfaatkan orang Fadeyka Energy agar para hacker bisa masuk ke server, lalu menguasai database dan mengatur sistem. Harga minyak naik dua kali lipat, mereka yang mengatur. Rencana mereka sangat terorganisir.”

__ADS_1


Siapakah orang dalam tersebut yang mau bersedia bekerja sama dengan para pelaku peretasan dan peledakan?


__ADS_2