
Zahid hendak berangkat ke Jerman mengurus bisnisnya di sana, namun belum sampai di bandara, dia dihadang oleh sekelompok orang.
“Mau apa kalian?” Zahid mengawasi mereka satu per satu.
“BlackCarbon!” teriak seorang berjas hitam. Outfit pria ini paling keren. “Aku pimpinan gangster ini. Cepat ikut kami!”
Zahid mundur dan ingin kabur, tapi empat orang mengerumuninya. Merasa terancam, Zahid memberikan pukulan kepada satu orang, lalu menyepak perut satu orang lainnya.
Tapi satu orang yang lain langsung memeluknya dari belakang dan satu yang lain memukuli perut Zahid berkali-kali.
Zahid melawan. Dia mengeluarkan teknik pukulan terbaiknya, hook dan uppercut mematikan. Zahid berhasil memberikan perlawanan.
Sementara itu di jalanan memang sedang sepi, sepertinya Zahid memang sedang diincar oleh BlackCarbon di saat-saat yang pas.
Meskipun telah mengeluarkan segenap usahanya, akhirnya Zahid keok. Dia pun dimasukkan ke dalam mobil.
Zahid dibawa ke sebuah rumah di pinggiran Bern, sangat jauh dari pusat kota Zurich.
Mereka licik, untuk menghilangkan jejak Zahid supaya tidak terlacak oleh siapa pun, mereka memanipulasi data seolah-olah Zahid tidak lagi berada di Swiss.
Tubuhnya terikat di sebuah tiang di dalam rumah. Mulutnya dibiarkan terbuka karena BlackCarbon membutuhkan informasi.
Zahid melihat wajah orang itu. “Kau bukan pemimpin organisasi ini. Kau hanya anak buah.”
“Kau banyak tahu, Anak Muda, makanya kau sangat kami butuhkan.”
“Apa yang kalian mau?!”
“Slow! Masih ada banyak waktu untuk berdiskusi. Apa kau mau kopi?”
Di saat yang bersamaan, tiba-tiba Hanz menerima sebuah kabar yang telah sampai di layar-layar komputernya yang menginformasikan bahwa Zahid sedang disandera.
Hanz langsung menghubungi Zahid untuk memastikan, tapi teleponnya tidak nyambung. Dia pun mengutak-atik komputernya untuk mencari posisi Zahid sekarang. Sepuluh menit masih belum dapat.
PLAAKK!!
Hanz menepuk meja.
“Aaaggrrhh!!!”
Hanz bangkit dari kursinya lalu melangkah tak tentu arah dan menonjok dinding.
Mendengar ada kegaduhan dari ruang IT, Avraam pun langsung masuk dan mendapati Hanz sedang menyeringai marah. Hanz sangat marah sekali. Wajahnya merah.
“Ada apa Hanz?”
“Kau lihat itu, Avraam. BlackCarbon menyandera Zahid.”
__ADS_1
Avraam langsung menjambak rambutnya sendiri. Dia benar-benar kaget. “Apa mereka akan membunuh Zahid. Kita harus segera melaporkannya ke FSB dan polisi.”
“Jangan! Mereka akan tahu kalau kita melapor. Hacker BlackCarbon bahkan bisa melihat kita sedang apa sekarang. Jika kita melapor, mereka akan membunuh Zahid sekarang.”
Avraam panik. Dia mondar-mandir tidak keruan. “Apa yang mereka cari, Hanz? Aku kira mereka sudah menghilang karena sudah lama tidak kabar.”
“Zahid akan selamat dengan beberapa syarat. Pertama, aku harus membuka jalan kepada mereka agar mereka bisa kembali masuk ke jaringan CERN dengan cara melepas program HF03. Mereka masih ingin mendapatkan beberapa data dan partikel di CERN. Kedua, aku tidak boleh mencari tahu lagi keberadaan mereka. Ketiga, sekarang kita tidak boleh melaporkan masalah ini kepada siapa pun.”
Jika satu jam ke depan syarat itu tidak terpenuhi, mereka akan membunuh Zahid.
Sementara itu, di Bern, Zahid terus diancam agar memberikan banyak informasi tentang CERN dan partikel.
“Untuk apa kalian masih saja menginginkan partikel itu?” tanya Zahid dengan raut wajah cemas.
Pria berkumis lebat itu berkacak pinggang, lalu dengan congkaknya dia menjawab, “Bisnis! T3ror1s di luar sana akan membayar mahal kepada BlackCarbon. Mereka berani bayar dua puluh juta dollar. Hm, begini, bagaimana kalau kita teken kontrak kerja sama. Jika mau, kau akan dapat lima persen. Bagaimana?”
“Aku tidak akan mau!”
“Kau jual mahal. Bukankah dulu kau mau bekerjasama dengan Prof. Paul? Ha ha ha.”
Zahid merengut dan mendenguskan napas kesal. “Di mana terorisnya?”
“Itu bukan urusanmu! Sekarang, kalau temanmu Hanz tidak melaksanakan perintah kami, berarti dia ingin kau mati sekarang.”
Dua orang dari mereka sudah menodongkan pistol ke kepala Zahid. “Waktu tidak lebih dari tiga puluh menit lagi. Apa mungkin Hanz sedang liburan ke Jerman? Katanya, dia punya proyek pengerjaan alat di sana. Ha ha.”
Pria itu menggeleng. “Kami tidak punya bos. Kami lah BlackCarbon yang kalian cari selama ini. Ha ha ha.”
“Kalian bohong!”
Hanz kembali mendapat pesan singkat dari hacker BlackCarbon, isinya: Waktumu tidak lama lagi! Kami masih belum bisa masuk ke jaringan CERN. Cepatlah!”
Hanz menghembuskan napas berat. Sangat dilematis, antara nyawa sahabatnya dan tanggung jawab pekerjaan. CERN sudah mempercayainya selama ini, dan jika sistem CERN berhasil dibobol, berarti dia tidak punya komitmen.
Namun, di lain sisi, dia tidak ingin Zahid mati, terlebih di tangan BlackCarbon. Tempo lalu BlackCarbon mengkonfirmasi bahwa Hanz tidak akan terancam sama sekali selama dia tidak ikut campur dalam urusan pencarian orang-orang BlackCarbon oleh para petugas.
Oh, bahkan Avraam tidak bisa berbuat apa-apa. Avraam tersandar lemas di sebuah sofa dan tidak bisa berkata apa-apa.
Hanz memejamkan matanya sebentar, kemudian menguatkan dirinya sendiri. Dia mengutak-atik keyboard dan mousenya. Di layar menampilkan bahasa pemrograman yang sulit dimengerti. Bahasa inggris dan angka-angka acak.
Hanz sadar sekarang hacker BlackCarbon sedang menunggu masuk. Setelah dia menonaktifkan HF03 miliknya yang terpasang di sistem keamanan CERN dengan cara merusaknya, tak lama kemudian BlackCarbon pun berhasi menembus firewall dan menguasai beberapa sistem.
Selanjutnya Hanz mengirim pesan kepada hacker tersebut bahwa tidak semua sistem bisa mereka kuasai karena saat ini Hanz masih punya kendali mengontrol semuanya. Hanz akan membuka semuanya jika Zahid mereka lepaskan.
Pada saat hacker BlackCarbon berhasil merebut 80% data CERN, Hanz terus mengirimkan pesan kepada hacker tersebut supaya memberikan bukti bahwa Zahid dalam keadaan aman.
Tiba-tiba ponsel Hanz berdering. Panggilan video call dari Zahid.
__ADS_1
“Aku sudah aman, Hanz! Sekarang sedang di mobil dan akan menuju Zurich lagi. Aku tidak jadi berangkat ke Jerman.”
“Cepatlah kau lari dari tempat itu. Selamatkan dirimu!”
Hanz mendapat pesan lagi dari hacker:
“KAU CURANG! PROGRAM HF03 BELUM KAU MATIKAN TOTAL! KAMI MASIH BUTUH 20% DATA LAGI.”
Hanz masuk ke ruang sebelahnya. Dia mengerling dan mengelilingi super komputer rancangannya. “Aku harus mematikan sebagian jaringan di sini. Lalu kembali menaikkan level HF03.”
HF03 sempat Hanz turunkan levelnya karena dia rasa BlackCarbon tidak akan menyerang, namun nyatanya sekarang mereka mengobrak-abrik sistem di sini.
Untuk menjaga keseimbangan, Hanz mematikan separuh super komputer dan tetap menyalakan sebagian yang akan dinaikkan levelnya.
Selanjutnya Hanz mengirim pesan kepada hacker:
“ORANG CERN MENGETAHUI BAHWA KALIAN TELAH MENCURI DATA MEREKA. SEGERA KALIAN PERGI! JIKA TIDAK, KALIAN PASTI AKAN KETAHUAN. BIARKAN 20%-NYA AKU YANG MENGIRIMKAN LANGSUNG KEPADA KALIAN KARENA SISA DATA INI CUKUP BESAR SEHINGGA BUTUH WAKTU YANG CUKUP LAMA.”
Sang hacker setuju. Hanz kembali mengaktifkan HF03 di CERN dan di rumahnya dan sebelum diketahui oleh mereka, buru-buru Hanz kembali memperbaik firewall yang telah dirusak supaya tidak kembali dimasuki oleh mereka.
Hanz bertemu dengan mereka di Dark Web. Sebenarnya Hanz ingin semua data yang dicuri dihanguskan saja, tapi mereka keburu menyimpannya, sebab Hanz sudah menyiapkan virus besar di sisa 20% ini.
Karena tidak bisa menghilangkan semua data yang sudah dicuri, akhirnya virus ini hanya diandalkan untuk melemahkan server mereka agar tidak bisa menembus sistem keamanan CERN dan rumahnya, kemudian virus ini berfungsi untuk mengetahui keberadaan mereka.
Di saat sudah aman dari BlackCarbon, Hanz memerintahkan kepada Avraam segera menghubungi Zahid agar segera berkoordinasi dengan kepolisian Swiss. Avraam yang sudah geram dari tadi dan dibantu tim keamanan Fadeyka langsung menuju lokasi yang sudah diberikan oleh Hanz dan dipastikan oleh Zahid via telepon.
Pihak kepolisian Swiss dan Avraam berserta rombongan langsung menuju lokasi di pinggiran Bern.
Sesuai dengan lokasi yang diberikan Hanz, pelaku tidak lagi berada di rumah tempat mereka menyandera Zahid tadi dan sudah akan kembali ke Zurich.
Mereka terus mengejar mobil para pelaku. Terjadi kejar-kejaran yang seru di jalanan Bern. Para pengguna jalan terheran-heran melihat ada dua mobil yang sedang ngebut. Suara mobil polisi yang meraung-raung memastikan bahwa mereka sedang mengejar penjahat.
Merasa terancam, para pelaku pun terus menggeber mobilnya dan tidak ingin kedapatan oleh para petugas.
Namun, setelah sekian lama berkejar-kejaran, akhirnya mobil pelaku menabrak sebuah pohon dan para pelaku pun langsung diamankan di kantor polisi Bern.
Avraam geram nian. “Kalian mengaku BlackCarbon. Pasti kalian tidak akan memberi tahu keberadaan bos kalian.”
Avraam kemudian meminta izin kepada para polisi untuk menghajar mereka satu per satu.
Lantas Avraam dengan beringas memukuli wajah mereka semua. “Kalian mau membunuh sahabatku?!”
Zahid tiba di rumah Hanz hampir larut malam.
Melihat Zahid, Hanz bernapas lega.
“Bagaimana data-datanya, Hanz?”
__ADS_1
“Mereka berhasil mendapatkan beberapa data penting, tapi tidak seluruhnya. Data yang sangat penting sekali masih bisa aku jaga. Virus yang aku hadiahkan kepada mereka itulah yang membuat pelaku bisa ditangkap. Tapi, satu hacker ini berhasil menghilangkan jejak.”