Tuan Muda Jenius

Tuan Muda Jenius
Bab 28


__ADS_3

Frank mencekik leher Stefan. “Kau bodoh, Anak Dmitry yang sok hebat! Apa kau tidak sadar bahwa Julya pintar membuat Pirozhki ha? Benar sekali, kalau cinta itu bisa membuat buta, buta akal. Apa kau tidak tahu bahwa ponsel Julya sudah kami retas?”


Stefan termegap-megap karena susah bernapas.


“Aku adalah Frank, yang pernah membunuh kakakmu. Alasannya untuk melampiaskan amarahku pada bapakmu itu. Dan sekarang, kau pula yang berani macam-macam denganku, sekarang kau ambil putriku, dan kau akan mati sekarang.”


Stefan berusaha meronta, tapi ikatannya terlalu kuat. Lima orang lainnya pada siap menodongkan pistol ke kepala Stefan.


Frank menyeringai marah dan membentak. “Bukankah, kau, bapakmu, dan kakekmu ingin menindas kami para masyarkat miskin komunis Rusia ha?! Kalian adalah keluarga kapitalis paling arogan di seluruh dunia. Pindahkan kantor kalian dari Rusia! Berikan Oilzprom pada kami! Dan kau akan selamat!”


Stefan tidak mungkin bisa bicara karena mulutnya terkunci.


PLAKK! 


Frank memukul wajah Stefan. Darah mengalir dari hidungnya. “Puas kalian sudah menghancurkan hidup keluargaku? Sekarang, riwayat Fadeyka akan tamat dan kerajaan bisnis kalian akan musnah.”


Stefan mendengus-dengus mencoba mengatakan sesuatu.


Frank terus mencecar bengis. “Kau tidak akan pernah mendapatkan restu dariku untuk menjadi suami Julya, Bodoh! Bahkan, kau tidak akan pernah melihatnya kembali!”


Tiba-tiba Frank mendapat pesan dari anggota BlackCarbon bahwa keberadaan mereka sudah diketahui.


Frank meludahi wajah Stefan, lalu menyepak wajanya dengan keras. “Tembak dia!”


Lima orang itu pun menembakkan ke dada kanan dan wajah Stefan secara berbarengan. Darah bercucuran di sekujur tubuh Stefan.


Frank bersama lima anak buahnya kabur.


Para petugas tiba di lokasi kejadian dan terkejut melihat mayat Stefan. Setelah dilakukan autopsi, mayat tersebut langsung dibawa ke Istana Valaam.


Tuan Dmitry menangis hebat. Tak menyangka bahwa putranya akan mati mengenaskan sama seperti Feofan dulu. Sungguh di luar nalar.


Julya juga menangis tak henti. Air matanya banjir. Semua petinggi Fadeyka Energy hadir pada acara pemakaman Stefan di Istana Valaam.


Suarana haru menyelimuti di hari yang mendung ini.

__ADS_1


Semua bersedih atas meninggalnya Stefan.


Hanz dan Avraam juga turut hadir.


Avraam merangkul Hanz dengan erat sekali.


Tuan Dmitry mendekati Tetua Romanov. “Apa sekarang waktunya?”


Tetua Romanov menggeleng jelas dan menjawab, “Jangan sekarang. Keadaan masih belum baik. Bisa-bisa nanti dia menjadi korban selanjutnya. Biarkan dulu dia bekerja. Setelah pelakunya ketahuan dan berhasil dihukum, barulah kau umumkan.”


Setelah acara pemakaman selesai, sesuai dengan masukan dari Tetua Romanov, Tuan Dmitry mengumumkan kepada semua pekerjanya bahwa beliau sudah menunjuk CEO baru bernama Feliks. “Untuk sementara ini kalian semua harus patuh terhadap pemimpin kalian ini! Tidak ada lagi yang protes.”


Julya masuk ke kamarnya dan kembali menangis. Dilihatnya foto Stefan yang terpajang di atas meja kerjanya. Ditaruhnya jam tangan dan kalung pemberian Stefan. Dia benar-benar bersedih sekali. Masih saja dia tidak menyangka kalau Stefan bakal mati di usia semuda itu.


Padahal, hari Minggu ini mereka berencana menghabiskan akhir pekan di Danau Ladoga dan Stefan juga bilang di sebuah kertas ini bahwa mereka bakal bertunangan. Namun, semua rencana manis itu tidak akan pernah terjadi. Semua tinggal kenangan. Semua tidak akan pernah terjadi.


Malam harinya Julya langsung menemui Tuan Dmitry dan melaporkan bahwa kemungkinan besar pembunuh Stefan adalah ayahnya sendiri.


“Frank?” Tuan Dmitry mengernyit.


Hanz yang sedang berada dalam satu meja bersama mereka mendengar percakapan itu. Hanz kemudian berbincang cukup lama bersama Julya.


Selanjutnya, Hanz meminjam laptop Julya dan mengutak-atiknya sebentar.


HUP!


Layar menampilkan wajah Frank.


“Aku mendapati identitas salah satu dari mereka,” ujar Hanz.


“Ya, itu ayahku,” balas Julya.


Hanz pun memberikan informasi tersebut kepada pihak berwajib. Berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan akhirnya pihak berwajib menetapkan Frank sebagai tersangka dan buronan Kepolisian Rusia dan Ukraina.


Pagi harinya, sebelum pulang ke Swiss, Tuan Dmitry memeluk Hanz dengan erat sekali. “Selesaikanlah kuliahmu. Fadeyka Energy sedang butuh.” 

__ADS_1


Hanz masih belum bisa menghapus kesedihannya. “Aku tidak bisa berkerja di sini saat ini. Izinkan aku menjalankan misi ini dari Swiss.”


...


Di hari senin pagi ini, Hanz dan Avraam agak telat masuk kuliah. Mereka berdua tiba saat kelas sudah dimulai satu jam yang lalu.


Setelah kelas selesai, Hanz menemui Pak Altherr dan salah seorang ilmuwan ETH yang dari tadi telah menunggu kehadirannya.


“Bagaimana, Hanz, sudah tahu keberadaan BlackCarbon?”


“Mereka berada di tiga titik: Moskwa, St. Petersburg, dan Sevastopol. Saya tidak tahu apakah mereka berada pada tiga server yang berbeda ataukah semuanya hanya satu dan membuat manipulasi seolah-olah tiga. Tapi, berdasarkan analisa dariku, hacker yang bertugas untuk meretas sistem CERN, Fadeyka, dan merencanakan pembunuhan Stefan, tidak mungkin satu orang saja.” Hanz memprediksi bahwa mereka ada banyak dan berada di posisi yang berbeda.


“Berada dalam satu kendali yang sama?” tanya Pak Altherr.


“Betul, Pak. Mereka dikendalikan oleh satu orang pemimpin di organisasi. Dalam organisasi ini terdapat hacker dan gangster. Mereka semua punya peran dalam peretasan, pencurian, dan pembunuhan.”


“Jika pihak kepolisian berhasil menemukan pelaku yang membunuh Stefan, maka kita akan mudah mencari mereka semua, termasuk pemimpinnya.” Pak Alterr mengoles dagu.


Hanz menjawabnya dengan cukup cerdas. “Tidak semudah itu, Pak Altherr. Pada kasus Jones, dia tidak berani buka mulut sedikitpun untuk membeberkan rahasia BlackCarbon. Saya punya rencana untuk membongkar keberadaan mereka tapi secara perlahan. Ada beberapa hacker BlackCarbon yang berkhianat, mereka tidak melaksanakan perintah pemimpin mereka.”


“Apa motifnya?” tanya ilmuwan ETH.


Hanz menatap mata dua pria yang hampir tua ini secara berganti, lalu berbicara dengan tenang. “Tiga hacker yang sudah diketahui keberadaanya tersebut menjual data-data yang mereka curi dengan harga yang cukup mahal. Saya sudah mengelabui mereka makanya saya tahu keberadaan mereka sekarang dengan cara pura-pura membeli data tersebut di Dark Web.”


Hari ini juga Hanz bermaksud melanjutkan penawaran mereka. Dia bilang kepada para hacker itu bahwa dia sangat butuh dengan data tentang partikel CERN sebagai bahan perkuliahan. Bahkan, Hanz mau memberi mereka satu juta dollar hanya untuk satu buah data saja.


Ketika sedang berada di ruang IT-nya dan proses transaksi sedang berlangsung, rupanya IP Adress hacker tersebut berubah. Hanz membatalkan transaksi dengan alasan takutnya akan ditipu karena sang penjual berusaha memanipulasi.


Karena terus didesak oleh Hanz agar orang itu memberikan IP Adress asli, akhirnya orang itu pun menyetujui, dan pada saat Hanz tahu keberadaan orang itu, benar titiknya pas dengan data yang pernah dulu dia dapatkan, yakni di sebelah utara Sevastopol, akhirnya Hanz pun memberikan semua informasinya kepada FSB, Pertahanan, dan Kepolisian Rusia. Tim cyber Swiss dan orang Fadeyka juga hadir dalam penyergapan.


Seorang pria mantan pekerja IT Fadeyka berusia dua puluh delapan tahun tertangkap di sebuah cafe di pinggiran kota Sevastopol. Pria itu berambut pirang dan bertopi. Dia tidak bisa berkutik.


Benar perkataan Hanz bahwa pelakunya jika tertangkap tidak akan membocorkan informasi apa pun soal BlackCarbon walaupun terus dipaksa dengan disiksa.


Hal tersebut sangat menyulitkan Hanz dan semua petugas yang terlibat karena mereka mencari keberadaan BlackCarbon tidak bisa langsung menemukan kepala atau biang keroknya.

__ADS_1


Pria tersebut rupanya tumbal. Dia merupakan pekerja yang habis dipecat oleh Stefan beberapa hari lalu.


__ADS_2