
Hanz mendapat imbalan besar dari CERN dan Fadeyka Energy karena sejauh ini telah berhasil menemukan para hacker BlackCarbon. Namun, pelaku yang sudah tertangkap tetap tidak mau mengaku dan tidak pula bersedia memberi tahu keberadaan pencuri partikel dan pelaku peledakan di Oilzprom.
CERN memberikan uang sebanyak dua ratus ribu dollar dan Fadeyka memberikan uang sebanyak lima ratus ribu dollar dan jika semua pelaku termasuk otak pelakunya berhasil ditangkap, maka CERN dan Fadeyka akan memberikan bonus tambahan.
Meski demikian, Hanz tidak ada ambisi apa pun untuk mendapatkan uang yang banyak. Berulang kali dia menolak pemberian itu tapi CERN dan Fadeyka terus memaksanya agar tetap menerimanya. Hanz membantu semua tugas murni karena kebaikan hatinya.
Pak Louis utusan dari Pertahanan Rusia, Pak Wiliam perwakilan dari FSB, dan Pak Altherr ketua Tim Cyber Security Swiss mengucapkan terimakasih yang banyak kepada Hanz sehingga tugas-tugas mereka dapat terbantukan.
Namun, sekali lagi, Hanz masih tetap ingin mencari tahu keberadaan BlackCarbon, apalagi mereka telah berhasil mencuri beberapa data penting dari CERN. Hanz khawatir akan terjadi hal yang tidak diharapkan nantinya.
Pada liburan kuliah akhir tahun ini dia dan Avraam mendapat undangan khusus dari Tuan Dmitry, sementara Zahid pulang kampung ke Indonesia. Hanz dan Avraam sudah tiba di Istana Valaam setelah mendapat tumpangan jet pribadi milik Fadeyka.
Tuan Dmitry mengajak Hanz dan Avraam berkeliling taman di sekeliling istana. Beliau menceritakan situasi terkini di perusahaannya. “Keadaan Fadeyka Energy mulai membaik lagi. Hanz, perkiraanmu, masih ada berapa lagi jumlah hacker dan gangster BlackCarbon?”
Hanz yang sedari tadi celingukan memandangi pepohonan dan bunga-bunga jadi tersentak dilempar pertanyaan oleh Tuan Dmiry. “Saya belum tahu pasti, Tuan. Perkiraan, tidak lebih dari sepuluh saat ini untuk jumlah hackernya. Sebabnya anggota mereka terus bertambah.”
Avraam juga menjawab. “Ketika saya tanya pada saat interogasi mereka selalu tutup mulut, Tuan.”
“Sekarang, kalian berdua terus melanjutkan tugas. Hanz kau harus buru hackernya. Dan kau Avraam cari terus keberadaan gangsternya.”
Kedua anak muda itu mengiyakan.
Hanz kemudian menoleh ke arah Tuan Dmitry. “Motif dan tujuan mereka juga tidak pasti, Tuan. Tuan tahu sendiri peristiwa yang terjadi belakangan. Terakhir ini mereka memanfaatkan data CERN untuk mereka jual ke *******.”
Tuan Dmitry mengoles dagu. “Anehnya sekarang, mereka tidak lagi meretas sistem Fadeyka Energy, tidak pula melakukan aksi peledakan dan panyanderaan pekerja.”
“Maaf, Tuan, saya ingin menyampaikan sesuatu.” Hanz lebih serius. “Saya pernah melakukan diskusi dengan Zahid dan kami mendapatkan sebuah kesimpulan yang agak mengejutkan.”
Tuan Dmitry tidak heran dengan Hanz. Idenya selalu membuat orang pada terpukau. “Silakan kau sampaikan.”
“BlackCarbon dibentuk atas dasar ideologi, bukan hanya kebencian terhadap keluarga Tuan dan bukan juga hanya sebatas uang. Lalu, seiring waktu berjalan dan tidak ada kekompakan dari mereka, sebagian yang lain berkhianat dan sebagian lagi mengubah tujuan mereka menjadi bisnis. Lihatlah, setelah Fadeyka Energy dipimpin dan banyak pula diisi oleh orang-orang komunis Rusia, semua aman terkendali, di saat inilah BlackCarbon mengubah tujuan mereka menjadi bisnis. Sekarang mereka seperti menghilang.”
__ADS_1
Tuan Dmitry paham. “Ke mana sekarang Wilson dan Harry setelah mereka saya pecat?”
Hanz menghunjamkan pandangannya ke arah mata Tuan Dmitry. Dia berbicara dengan pelan dan tegas. “Karena tidak punya bukti otentik, kita tidak bisa menuduh mereka, Tuan.”
Tuan Dmitry senyum. “Berhentilah memanggilku, Tuan, Hanz.”
Avraam malah bersiul-siul mengiringi kicauan burung-burung yang sedang hinggap di pepohonan. Dia malah agak menjauh dari Tuan Dmitry dan Hanz.
“Siapa sekarang yang mengatur perusahaan Bapak Dmitry?”
Tuan Dmitry bergidik. Beliau tersentak pas dilempar pertanyaan seperti itu. Memang hingga saat ini perusahaan terus membaik, tapi beliau tidak sering ikut campur tangan dalam banyak hal, ujung-ujungnya banyak pihak yang mulai mengintervensi beliau, seperti pihak pemerintah yang akhir-akhir ini ingin mengambil alih Oilzprom.
“Kau benar, Hanz, sepertinya ada sekelompok orang yang ingin menyingkirkan keluarga Fadeyka.”
“Bukan lagi sekelompok orang, Bapak Dmitry, terlalu banyak orang yang ingin menyingkirkan Fadeyka Energy dari Rusia.”
“Neoliberlisme yang Bapak bawa itu sekarang menjadi musuh utama mereka. Selebihnya, mereka tidak ingin ada orang dari luar Rusia yang berkuasa di sini.”
“Kenapa kau tadi menjauh begitu, Avraam?”
Avraam tersenyum sebelah dan mengangkat alisnya. “Aku tidak ingin menganggu. Lagipula, aku tidak punya pemikiran sebagus itu, Hanz.”
“Tapi kau juga ditugaskan oleh Tuan Dmitry.”
“Tuan atau Bapak?”
Hanz melengos, pandangannya ke arah air danau yang jernih.
“Zahid mengajak liburan ke Indonesia. Apa kau mau?”
“Bali?”
__ADS_1
“Kau itu tahunya hanya Bali saja. Kita akan berjelajah ke beberapa kota besar di sana. Bagaimana?”
“Untuk Tuan Muda, apa yang tidak?”
“Hm, kau ditawarkan apa oleh Tuan Dmitry setelah tamat kuliah nanti?”
Avraam mempermainkan nada bicaranya seperti mengolok. “Aku... ditawarkan oleh Bapak... eh.... Tuan Dmitry menjadi bagian kepala keamanan Fadeyka. Atau juga seorang manager di Oilzprom.”
“Kau itu seorang insinyur, Avraam. Pakailah skillmu itu.”
“Tentu, Tuan Muda. Nanti aku akan bekerja untukmu.” Avraam mengedip-ngedipkan matanya ke arah Hanz. “Jangan sok cold!”
Hanz mendengus. “Seperti inilah aku. Tidak ada gimmick apa pun.”
Sementara itu di Istana Valaam, Tetua Romanov memperingatkan Tuan Dmitry jangan sampai salah mengambil keputusan. “Tuan, kita akan tetap punya saham kepemilikan Oilzprom. Pemerintah akan mengambil alih sebanyak lima puluh satu persen. Sisanya Fadeyka Energy tetap memilikinya sebanyak empat puluh sembilan persen. Dari tujuh puluh ke empat puluh sembilan tidak terlalu jauh, Tuan.”
“Angka empat puluh sembilan memang besar, Pak Romanov, tapi kita tidak punya andil besar untuk mengatur Oilzprom, sementara Oilzprom sendiri merupakan perusahaan kita dengan penghasilan terbesar, dan Oilzprom merupakan perusahaan pertama ayahku. Tidak mungkin begitu saja saya melepasnya.”
“Tuan, langkah-langkah yang kita ambil ini semata-mata untuk kebaikan Fadeyka Energy sendiri ke depannya nanti. Saran saya sebelum anak Tuan mengurus perusahaan ini, lebih baik serahkan saja Oilzprom kepada negara sebelum akan terjadi tindakan radikal.”
“Tidak akan, saya tidak akan memberikan Oilzprom kepada negara. Apa pun alasannya.”
“Selama ini kita terlalu dipermudah oleh pihak pemerintah, tapi era kepemimpinan terus berubah, Tuan, pejabat sekarang tidak seperti pejabat di era Tuan ataupun di era mendiang Tuan Fadeyka.”
Tuan Dmitry terus didesak oleh Tetua Romanov agar segera melepas Oilzprom, tapi beliau tidak bisa begitu saja melepasnya. Di usianya yang semakin tua dan ditambah sakit yang beliau derita, beliau tidak bisa lagi mengurus bisnis sebesar Fadeyka.
“Menurut Pak Romanov, apakah dia sudah bisa mengurus bisnis Fadeyka Energy?” Tuan Dmitry berharap ada jawaban bagus dari penasehatnya.
Namun, Tetua Romanov malah menjawab lain. “Dia terlalu muda, Tuan, jangan sekarang, dikhawatirkan dia akan seperti Stefan, lalu organisasi BlackCarbon akan kembali beraksi dan membuat onar di perusahaanmu, sementara sekarang ini semua sedang baik-baik saja. Apa Tuan mau dia mati seperti Stefan?”
Napas Tuan Dmitry makin sesak. Beliau perlahan tersandar di kursi. Sakitnya makin kambuh. Dokter yang bertugas di istana pun segera mengurus beliau.
__ADS_1