
Feliks selaku CEO baru Fadeyka Energy mengunjungi proyek pengeboran Pechora, Artik.
“Pak Herminov, berapa lama proyek ini akan berjalan?” tanya Feliks seraya mengitarkan pandangan ke area proyek.
“Estimasi yang diberikan oleh insinyur Oilzprom bisa mencapai waktu delapan tahun, Tuan Feliks,” jawab Presiden Direktur Oilzprom yang baru saja dipilih.
“Setidaknya satu bulan sekali kau harus mengawasi proyek ini. Tapi, tenang saja, konsultan dan kontraktornya semua dari Rusia. Kita percayakan proyek besar ini pada orang-orang kita.”
“Walaupun investornya AK Enterprise, Tuan.”
“Seharusnya dana pengerjaan ini dari Red York. Stefan tidak mengerti apa-apa soal perusahaan ini.”
“Untungnya dia sudah mati. Tuan Harley masih tergiur dengan proyek Pechora, tapi keburu diambil oleh AK Enterprise.”
Feliks melipat tangannya di dada sambil melihat alat-alat berat di seberang sana. “Apa kau tahu apa itu AK?”
Hermanov menggeleng. “Tidak tahu, Tuan.”
“Anti-Komunism!”
Hermanov terperanjat dan matanya membesar. “Tuan bercanda?!”
“Jika kau tanyakan masalah ini pada Tuan Dmitry atau semua karyawan Fadeyka Energy di seluruh dunia yang berasal dari Amerika, mereka akan menjawab Alexander Kay, nama pendiri perusahaan itu. Tapi, tanyakanlah kepada orang netral semuanya dan juga orang Rusia. Bagi orang yang paham bisnis internasional, mereka akan menjawab seperti apa yang aku jawab.”
Hermanov menarik napas. “Yang aku tahu orang AK Enterprise kenal dekat dengan Tuan Dmitry dan Stefan.”
“Ya karena mereka dari sana, Pak Heramanov. Oke, ke depannya kita akan kembali menjalin kerjasama dengan Red York. Jangan sampai gaji kita berasal dari duit para orang berbahasa Inggris-Amerika.”
Selanjutnya mereka berdua berkeliling proyek juga ditemani beberapa asisten dan pengawal. Khsus untuk Feliks tidak akan mendapat pengawalan ketat seperti halnya Stefan karena Feliks tidak akan pernah diincar oleh BlackCarbon karena sudah diumumkan sendiri oleh organisasi terlarang itu bahwa mereka tidak akan mengincar Feliks.
“Pak Hermanov, sisakan segelintir saja orang Amerika dan Inggris di Oilzprom, terutama dari direksi dan management, bulan depan aku tidak ingin meliha banyak wajah-wajah mereka di Oilzprom.”
__ADS_1
“Siap, Tuan. Akan aku sisakan mereka dua puluh atau tiga puluh persen saja.”
“Jika dihabiskan total, nanti Tuan Dmitry akan curiga. Perlakukan mereka dengan baik, tapi jika mereka berontak, kita harus keras terhadap mereka. Khusus para komunis Rusia, manjakan mereka seperti kita memanjakan anak-anak kandung kita sendiri.”
“Baik, Tuan Feliks. Aku juga telah mengurungkan niat para buruh untuk berdemo. Awalnya mereka merencanakan demo, tapi setelah kematian Stefan dan atas perintahku, mereka tidak akan mogok kerja.”
“Mereka tidak mungkin mengeluh soal gaji, tapi perlakuan yang mereka terima. Kita jangan seperti Stefan atau pun Tuan Dmitry, memang tempat ini adalah milik mereka, tapi ingat, tanah yang mereka pijak ini adalah tempat lahir kita.”
Feliks langsung terbang ke St. Petersburg dan menuju kantor pusat Fadeyka Energy. Banyak tugas-tugas yang sudah menunggunya. Dia meminta Julya agar kembali berkantor karena dia butuh seorang sekretaris untuk menyelesasikan tugas-tugas ini.
Setelah mendapat izin dari Tuan Dmitry, akhirnya Julya berangkat ke kantor dan langsung menemui Feliks. Julya dipersilakan duduk.
Feliks mengedikkan bahu dan berkata, “Govatek dan Lukgaz masih berada di atas Oilzprom, Julya. Kita harus berbenah. Bagaimana Stefan itu bekerja? Dalam hitungan bulan saja perusahaan sekelas Fadeyka Energy hampir rubuh dibuatnya.”
Julya tak mampu menjawab. “Tuan Feliks benarkah ingin kembali menawarkan kerjasama dengan Red York?”
“Ya, kekosongan di India, China, dan Indonesia itu biarkan mereka semua yang mengisi. Dengar, Julya, utamakan Red York dan investor dari Rusia lainnya daripada AK Enterprise. Mengerti?”
Dengan Porsche-nya Julya melalui jalan-jalan pusat kota, setelah lima belas menit berkendara, dia pun sampai dan langsung masuk ke ruangan Tuan Harley.
Bukan membahas investasi, Julya malah marah sama pamannya. “Ke mana sekarang ayahku, Paman?”
“Kau tidak perlu tahu di mana ayahmu berada sekarang, Julya.”
“Aku menyesal sekali kenapa ayahku mau bergabung dengan organisasi ini. Kenapa Paman mengajak ayah jadi seperti itu? Coba biarkan ayah bekerja di Red York saja.”
Tuan Harley tertunduk. Dia merasa bersalah karena Frank menjadi buronan memang karena idenya sendiri yang telah mengajak Frank masuk ke dalam BlackCarbon. “Ayahmu baik-baik saja, Julya. Tenangkan dirimu.”
“Bahkan dengan teganya ayah dan paman mengorbankan nyawaku. Aku hampir saja mati. Jika saja aku tidak sayang dengan ayah dan paman, jika saja aku tidak ingat semua jasa-jasa ayah dan paman, sekarang pihak kepolisian dan orang Fadeyka akan ke sini dan menangkap paman. Tapi, aku masih ingat semua kebaikan ayah dan paman.”
“Kau seorang wanita dan masih muda, Julya. Kau tidak paham tentang bisnis pria tua seperti kami-kami ini. Paman meminta maaf karena sudah menyusahkanmu. Mulai detik ini paman tidak akan mengulanginya lagi padamu.”
__ADS_1
“Ayahku tidak akan bisa hidup tenang. Ke mana pun dia pergi terus akan dicari karena orang yang dia bunuh adalah anak Tuan Dmitry. Kalau dapat, ayah pasti dihukum mati.”
“Maafkan paman, Julya. Sekarang, jalanilah kehidupanmu yang baru. Lupakanlah ayahmu.”
Kontrak kerjasama antara Red York dan Fadeyka Energy kembali terjalin. Sesuai dengan perintah dari Feliks bahwa Red York akan kembali membeli saham yang sempat mereka jual.
Begitu pun dengan para investor lain yang sempat lari dari Fadeyka Energy kini kembali menandatangani kerjasama investasi.
Karena hasil dari kinerjanya sangat memuaskan, akhirnya Tuan Dmitry memberikan kewenangan utuh kepada Feliks untuk memimpin semua perusahaan Fadeyka di seluruh dunia.
Setelah dari Oilzprom, Stefan melanjutkan kunjungan kerjanya ke Platonic Petroleum.
“Di sini sudah memanfaatkan teknologi Carbon Capture, Utilization and Storage melalui enchanced oil recovery atau EOR,” jelas salah seorang manager.
“Minggu depan kalian akan kedatangan rekan kerja baru dari Rusia yang bertugas sebagai manager produksi. Manager yang lama akan dimutasikan ke India.”
Feliks selanjutnya berkeliling kantor Platonic Petroleum.
“Ada keluhan soal pendapatan?” tanya Feliks kepada Direktur Keuangan.
“Tidak ada sama sekali Tuan. Semua karyawan kita puas dengan kebijakan yang ditetapkan oleh pusat di Rusia.”
“Syukurlah, Pak. Bulan depan akan ada sepuluh karyawan baru asal Rusia yang akan menjadi staff kantor. Saya mendapat laporan ada beberapa karyawan di sini yang tidak bisa menuruti aturan dan kebijakan, terpaksa mereka ada yang saya mutasikan dan sebagian lagi terpaksa saya PHK.”
Semua keputusan berada di tangan Feliks sekarang. Makanya tidak mungkin akan ada protes.
Selama satu bulan ke depan Feliks melanjutkan kunjungan kerjanya di beberapa negara Eropa, seperti Inggris, Perancis, Jerman, Spanyol, dan Portugal.
Di sela-sela tugasnya, dia bersama rombongan, ketika berada di Inggris, menonton pertandingan Chelsea di London.
Saat di Stamford Bridge dan menyaksikan para pemain idolanya, Feliks berbincang dengan semua anak buahnya.
__ADS_1
“Aku senang klub biru ini karena pernah dimiliki oleh Roman Abramovic.”