Tuan Muda Jenius

Tuan Muda Jenius
Bab 35


__ADS_3

Tuan Harley bergeras menuju Villa Chernyy setelah mendapat panggilan mendadak dari Tuan Wilson dan Harry. Dan sesampainya dia pun langsung disambut hormat oleh para penjaga.


“Vodka?” tawar Harry.


“Tentu,” jawab Tuan Harley.


Tuan Wilson lalu memperbaiki posisi duduknya. “Aku suka dengan situasi Fadeyka Energy saat ini. Lihatlah, ketika tidak dipimpin oleh pria berdarah Fadeyka itu, perusahaan itu kembali membaik.”


“Sekarang Oilzprom kembali naik tingkat atas, menggeser Govatek dan Lukgaz serta perusahaan migas lain,” ujar Harry sambil meneguk vodkanya.


Tuan Harley mengawasi mereka berdua. “Julya sudah kembali bekerja di kantor, rencana investasi Red York dan Fadeyka akan terus berlanjut.”


Tuan Wilson tertawa ngakak. “Ha ha. Mendengar Stefan mati dan Fadeyka hampir bangkrut saja aku sudah senang rasanya. Tapi, aku lebih senang mendengar para pekerja Rusia di sana menjadi sejahtera sekarang.”


Harry meneguk vodkanya lagi. “Feliks dan Hermanov sangat cocok menggantikan posisi kita di sana.”


“Mereka berdua adalah para juniorku sewaktu kuliah. Jelas mereka pemegang bendera celurit dan palu. Mereka akan memprioritaskan hak para pekerja.”


“Tuan Wilson, sepertinya tujuan Anda untuk memperbaiki situasi di Fadeyka sudah tercapai, apa kita harus stop dalam menjalankan organisasi ini?”


“Tuan Harley, keadaan baru saja membaik. Kita jangan lengah. Kita akan tetap beroperasi. Kita masih punya bisnis jual beli data dan partikel. Lagipula, sebagian hacker dan gangster kita berhasil ditangkap. Kita masih dalam incaran petugas.”


Tuan Harley mengangguk. “Baiklah, Tuan. Kita akan kembali menerukan rencana-rencana.”


“Tuan, bagaimana kabar Frank?” tanya Harry.


“Sekarang dia berada di Thailand. Temannya sewaktu di Tripoli menawarkan bisnis jadi bandar judi online. Dia akan berpenghasilan di sana.”


Tuan Wilson menghela napas. “Keberadaan kita tidak diketahui oleh siapa pun. Nanti kita akan mengikutcampurkan pemerintah agar bisa mengintervensi Fadeyka. Jika Oilzprom berhasil diambil alih oleh pihak pemerintah, kita akan mendapat bagian besar.”

__ADS_1


Harry terkinjat. “Maksud Tuan, Oilzprom akan diambil alih oleh pemerintah, lalu bagaimana dengan kantor pusat Fadeyka Energy di Lakhta Center?”


“Biarkan mereka memindahkan kantornya dari Rusia. Terserah mereka mau punya seratus perusahaan migas, asal jangan di Rusia. Dari dulu aku tidak senang dengan Fadeyka dan Dmitry. Aku jijik para pelaku dollar memutarkan uangnya di sini.”


Tuan Harley dan Harry mengangguk takzim dan sangat paham apa maksud dari Tuan Wilson. Biarkan keuntungan Oilzprom yang sangat besar itu dikuasai oleh pihak pemerintah Rusia, dan selebihnya mereka akan mendapat jatah yang besar juga.


Tentu mereka akan senang jika melayani penguasanya sendiri daripada melayani para kapitalis yang sadar atau tidak sadar menginjak harga diri mereka. Mereka bertiga terlalu tua untuk diremehkan oleh Keluarga Fadeyka karena mereka bertiga ini bukan orang sembarangan.


Tuan Wilson bertemu dengan Arthur seorang General Manager di Govatek beberapa waktu lalu membahas Oilzprom harus seperti Govatek, sepenuhnya dikelola oleh negara. Tentu Tuan Wilson sangat setuju jika rencana itu dijalankan.


Tapi, Tuan Harley agak ragu. “Pekerja Fadeyka mendapatkan hak-hak mereka. Gaji mereka di atas rata-rata. Apa mereka akan setuju jika dilakukan perubahan direksi dan management? Sementara sekarang mereka tidak dirugikan.”


“Semua bisa diatur, Tuan Harley. Ini bukan soal uang, tapi harga diri masyarakat Rusia.”


Tapi, Harry juga pesimis. “Pekerja Fadeyka mendapatkan banyak bonus dan fasilitas, tidak seperti pekerja Govatek ataupun semua perusahaan energi lain, Tuan.” Jika saja Oilzprom diambil alih oleh pemerintah, Harry rasa kebanyakan mereka tidak akan setuju sebab dikhawatirkan pihak pemerintah tidak akan memberikan kepada mereka seperti apa yang diberikan Fadeyka sekarang. “Belum lagi pekerja Rusia yang berada di kantor Fadeyka Energy, mau ke mana mereka nanti?”


Tuan Harley dan Harry tak banyak komentar lagi meskipun mereka berdua tidak sepakat dengan rencana Tuan Wilson. Alasannya adalah sangat sulit untuk bisa mewujudkannya dan tidak semudah yang direncanakan.


Namun, untuk seorang ambisius seperti Tuan Wilson semua akan terasa lebih mudah. Suatu siang dia pergi menemui Alexei Shulginov Menteri Energi Rusia dan membicarakan permasalahan ini.


Dua hari setelah itu Pak Alexei bersama rombongan pemerintah pun menemui Feliks di kantor Fadeyka Energy.


Karena masih baru, Feliks tak berani mengambil keputusan makanya dia minta didampingi oleh Julya. Tapi, Julya juga tidak berani.


Pak Alexei dan rombongan pun akhirnya menghubungi Tuan Dmitry bahwa mereka akan berangkat ke menuju Istana Valaam.


Besoknya, Pak Alexei dan rombongan disambut oleh Tuan Dmitry. Mereka semua duduk di sebuah ruangan istimewa karena yang hadir kali ini adalah seorang menteri.


Setelah mengetahui maksud dan tujuan pihak pemerintah, Tuan Dmitry mengernyit. “Kalian sudah gila! Berapa pajak yang kami berikan untuk negara ini setiap tahunnya? Seberapa besar perhatian kami terhadap masyarakat Rusia terutama di Pulau Valaam ini. Enam puluh lebih perusahaan Fadeyka Energy di seluruh dunia, Rusia mendapatkan keuntungan dari pajaknya, sedangkan kalian dengan enaknya mau mengambil alih Oilzprom.”

__ADS_1


Pak Alexei mengerti sekarang ini dia berhadapan dengan siapa. “Ada banyak pelanggaran yang dilakukan oleh Fadeyka Energy.”


Tuan Dmitry menoleh ke Tetua Romanov. “Pak Romanov, pelanggaran apa yang kita buat?”


Tetua Romanov angkat bicara. “Kepemilikan saham tujuh puluh persen di Oilzprom dimiliki oleh orang non-Rusia.”


Tuan Dmitry terbelalak. “Pak Alexei, saya merupakan orang kelahiran Rusia, bagaimana mungkin saya melakukan pelanggaran?”


“Tuan Dmitry berdarah Amerika karena Mendiang Tuan Fadeyka merupakan orang kelahiran Amerika. Pihak pemerintah tidak berani membicarakan ini karena menghormati Keluarga Fadeyka,” balas Pak Alexei.


Bagaimanapun, Tuan Dmitry tidak bakal menyerahkan Oilzprom begitu saja.


Meski demikian, Pak Alexei menjelaskan bahwa tidak ada jalan lain, selain dari melepas Oilzprom dan menjadikannya sebagai perusahaan milik negara. Alasan lain adalah Oilzprom terlalu besar dibandingkan dengan Govatek dari segi produksi dan penjualan. 


“Kami selaku pihak pemerintah tidak bisa menerima selama ini perusahaan asing lebih tinggi daripada perusahaan milik negara.”


Tetua Romanov mengiyakan semua perkataan Pak Alexei. “Selama ini Oilzprom terlalu besar dan gagah di Rusia, sementara Govatek selaku perusahaan migas milik negara seperti kalah bersaing, Tuan Dmitry, jadi wajar kalau pemerintah mengambil tindakan.”


Tuan Dmitry ngamuk. “Tidak akan! Fadeyka sudah menjalin kesepakatan dengan pihak pemerintah bahwa pemerintah tidak boleh ikut campur dalam bisnis kami sesuai kesepakatan yang ada karena pajak yang kami berikan sudah terlalu besar daripada semua perusahaan asing dan swasta lain di sini. Terlebih, pimpinan dan sistem yang sudah ada sekarang dikendalikan oleh orang Rusia sendiri.”


Namun, Pak Alexei terus memberikan desakan bahwa Oilzprom harus diambil alih oleh negara. “Terlalu banyak pelanggaran yang dibuat oleh Fadeyka Energy, seperti melakukan PHK secara sepihak. Terlalu banyak laporan dari mantan pekerja Fadeyka, terakhir Tuan Dmitry sendiri memecat Wilson dan Harry secara tidak hormat.”


Tuan Dmitry tidak bisa mengelak, tapi dia berusaha memberikan alasan. “Merupakan hak saya untuk mempekerjakan atau memberhentikan pekerja saya.”


“Tapi, di sini punya aturan, Tuan Dmitry, walaupun memang Tuan akan memberikan pesangon sesuai dengan aturan dan kebijakan yang berlaku, kita membahas soal etika dalam dunia bisnis dan profesional. Jika kembali menengok sejarah, ada ratusan karyawan yang di-PHK secara tidak hormat semenjak mendiang Tuan Fadeyka yang mengurus perusahaan ini.”


Tuan Dmitry bermaksud bermain licik, seperti biasa, jika negosiasi tidak berhasil, maka uang akan menjadi pelicin, namun Pak Alexei tidak tergiur sedikit pun, apalagi Tetua Romanov melarang Tuan Dmitry bermain suap karena dinilai akan berbahaya.


Pak Alexei menatap Tuan Dmitry dengan tegas. “Kita masih ada waktu dua tahun untuk pengambilalihan Oilzprom. Tinggal menunggu keputusan presiden saja.”

__ADS_1


__ADS_2