
Keesokan harinya terjadi peristiwa yang jauh lebih menghebohkan di Rusia. Salah satu tempat penyimpanan minyak Oilzprom diledakkan oleh sekelompok orang yang tidak dikenal.
Walaupun tidak ada korban jiwa, kerugian yang dialami oleh Fadeyka Energy sangat besar. Tuan Dmitry langsung menuju ke lokasi kejadian ditemani Stefan.
Tuan Dmitry menghela napas berat sambil mengawasi puing-puing bekas ledakan. Beliau menggeleng tak percaya. “Stefan, kau harus bertanggung jawab. Bagaimana sikapmu menghadapi peristiwa ini? Apa yang akan kau lakukan terhadap Presiden Direktur Oilzprom yang merupakan sahabat dekatmu?”
Stefan menguatkan diri dan menjawab, “Aku akan bicara dengan dia, Ayah. Aku akan mengadakan rapat penting terkait hal ini. Aku akan mencari tahu siapa dalang di balik peristiwa ini.”
Sementara itu di ETH Zurich, pihak kampus mengumumkan kepada seluruh dosen, peneliti, dan mahasiswa, meminta kesediaan untuk membantu menyelesaikan masalah yang sedang menimpa CERN.
Ada puluhan orang yang memberikan tawaran untuk menjadi relawan dalam pencarian dalang di balik peretasan dan pencurian partikel di CERN. “Kita selaku penggiat dan civitas akademika kampus terbaik di Swiss harus berkontribusi.” ujar Profesor Alexander berbicara dengan lantang.
Setelah dilakukan proses seleksi yang panjang, akhirnya terpilih dua orang, yaitu Zahid dan Hanz. Zahid dipilih dengan alasan dia merupakan salah satu pekerja di CERN, sedangkan Hanz sudah belasan kali mengamankan sistem keamanan ETH yang sempat ingin diretas hacker, kemampuannya tidak mungkin diragukan.
Mereka berdua dimasukkan ke ruangan tertutup di ETH. Di ruangan ini sudah lengkap semua perangkat komputer dengan sistem keamanan canggih. Mereka berdua tidak akan kekurangan jaringan internet.
Tiba-tiba Hanz mengacung. “Prof, biarkan aku dan Zahid bekerja di rumahku. Bukankah sering aku mengamankan data-data rahasia kampus dengan hanya bekerja di rumahku? Aku lebih nyaman berada di sana.”
Para petinggi ETH menyetujui saran dari Hanz. Begitu sampai di rumah, tepatnya di ruang tamu, Hanz bilang pada Avraam. “Kau silakan berada di sini saja. Kau amankan kalau ada orang yang mau masuk.”
Avram hanya mengangguk, lalu sekelebat dia melirik mata Zahid dengan pandangan ketus.
Zahid diajak masuk oleh Hanz ke ruangan yang disebut Warnet Mini ini. Zahid terperangah saat Hanz menyalakan lampu. Ruangan ini hanya tiga kali tiga meter, tidak begitu luas.
“Kenapa nuansanya hijau?” tanya Zahid meluaskan pandangan.
“Biar lebih hidup. Minumlah kopimu, Zahid, sebentar lagi kita akan masuk ke dalam dunia maya yang banyak orang bermain di dalamnya, tapi mereka tidak paham apa itu dunia maya.”
Zahid masih mengerling. Dilihatnya CPU satu ukuran kecil dan satu ukuran sedang. Keyboard yang berkerlap-kerlip. Protektor menembakkan layar hijau yang bertuliskan huruf dan angka yang Zahid sedikit pun tidak mengerti.
“RAM dan processor seratus kali lipat lebih baik daripada laptop yang biasa kita pakai.”
Zahid masih takjub. Tidak ada satu pun kabel yang dia lihat. Semua tertata dengan rapi.
__ADS_1
“Trackball, lightpen, digitizer, semuanya, tidak pernah kau jumpai di tempat lain, Zahid. Ada sepuluh perangkat komputer yang tersambung secara simultan. Lihatlah!”
Zahid melongo takjub. “Dinding ini kedap udara.”
Hanz menjawab dingin, “Aku merancangnya dengan komposisi sepuluh macam logam. Tempat ini tidak akan terdeteksi oleh server mana pun. Coba kau buka pintu itu.”
Zahid melihatnya dengan jeli. Rupanya memang pintu. Pas dibuka, “Super komputer!”
“Di sanalah machine sesungguhnya.” Hanz tersenyum.
Zahid tercengang. “Kenapa kau kuliah sains? Inikah pelayan cafe yang dulu pernah mengantarkan kopiku? Astaga. Terlalu banyak hal yang kau sembunyikan dari dunia. Hm, kalau aku ingin belajar jadi programmer, apa yang harus aku lakukan di awal-awal? Word? Excel?”
Hanz menaikkan alisnya dan berkata, “Tapi, nanti ajarkan aku mengurus bisnis. Kau mau?” tawarnya.
Zahid mengerutkan kening dan bertanya, “Bisnis? Kau akan diterima bekerja di mana pun, Hanz. Kenapa malah kau ingin menjadi pebisnis?”
“Tidak usah kau tanya. Kalau deal, akan aku ajarkan kau program John the ripper, Nikto, Acunetix, Wireshark, Social engginer toolkit. Terus program seperti Hackcode, lucky pathcer, ettercap, termux, dan banyak lagi program dasar untuk menjadi seorang hacker dan programmer.”
“Melihat ini semua saja aku sudah puas rasanya. Tidak perlu kau ajarkan aku soal IT. Akan aku ajarkan cara mengurus bisnis, tapi kau harus bantu beberapa tawaranku waktu itu. Deal?”
“Setelah tugas ini selesai, barulah kita bekerjasama.”
“Siap! Apa yang harus aku bantu sekarang?” Zahid duduk di samping Hanz menghadap tiga layar sekaligus. Zahid pening karena tak ada gambar apa pun di sana.
Selanjutnya Hanz meminta banyak informasi mengenai CERN dan soal partikel yang dicuri. Pembicaraannya berlangsung selama satu jam. Selagi ngobrol, Hanz terus mengutak-atik mouse dan keyboardnya.
“Sekarang kita baru masuk ke tahapan reconnaissance atau information gathering.”
ENTER!
Login Succes!
__ADS_1
“Selanjutnya scanning. Firewall CERN benar-benar diobrak-abrik oleh mereka. Tidak hanya mencuri data, peretas ini juga merusak sistem dan meninggalkan virus. Kalau tidak segera ditangani, mereka akan mengulanginya lagi.”
Hanz berhasil masuk ke jaringan inti CERN. Semua data rahasia CERN terpampang di tiga layar ini.
“Banyak info baru yang tahu sekarang,” kata Zahid sambil terpana.
“Baiklah, sekarang kita akan mencari tahu server yang sudah masuk ke jaringan inti CERN beberapa hari lalu.”
“Bagaimana kau bisa tahu, Hanz?”
“Mereka berjalan di atas salju di musim dingin. Ke mana mereka pergi pasti akan dapat, asal segera kita mencarinya, jika tidak, jejak kaki mereka akan tertumpuk oleh butiran-butiran salju.”
Dua jam kemudian barulah ada jawaban.
Hanz berkata dingin, “Mereka memangsa seperti elang, dan terbang seperti burung hantu.”
“Maksudmu mereka jeli dan kejam, terus tidak terlihat dan terdengar?”
“Tepat sekali. Mereka bukan orang CERN. Tapi memanfaatkan orang CERN dalam proses peretasan dan pencurian. Sama seperti kita berdua. Kau hanyalah sumber informasi, tapi akulah yang meretas, lalu aku menyuruh orangku untuk mencuri partikel-partikel tertentu setelah sistem keamanannya sudah kurusak.”
Zahid tersandar dan mengernyitkan kening. “Terus, untuk apa mereka partikel itu?” tanyanya heran.
Mereka berdua saling tatap.
“Tempat penyimpanan minyak Oilzprom?” tanya Hanz terkejut.
Zahid hanya bergeming dan mengangguk.
Suasana hening beberapa saat. Zahid mondar-mandir, tidak pernah dia segelisah ini.
Hanz berkata, “Aku sudah dapat IP Adress mereka. Rusia. Mereka berada di Rusia. Tapi mereka dengan cerdik mengubah-ubah data, sehingga titik lokasinya tidak bisa dipastikan.”
Hanz dan Zahid langsung memberikan laporan kepada ETH.
__ADS_1
Perwakilan ETH pun menemui Tim Cyber-security Swiss dan Federal Security Service Rusia (FSB), bermaksud memberikan informasi tersebut. Setelah dilakukan penyelidikan lebih mendalam, akhirnya dapat sebuah kesimpulan jelas.
Pak Louis, Kepala Divisi Cyber Kementerian Pertahanan Rusia, mengumumkan di hadapan para wartawan. “Kami memastikan bahwa partike-partikel yang dicuri di CERN dipakai sebagai alat untuk meledakkan tempat penyimpanan minyak Oilzprom di Rusia. Kami semua dari beberapa lembaga dan organisasi di Rusia dan Swiss akan bekerjasama mencari tahu siapa dalang di balik peristiwa besar ini.”