Tuan Muda Jenius

Tuan Muda Jenius
Bab 16


__ADS_3

Barusan hujan reda. Jalanan di sekitar Lakhta Center masih basah digenangi air. Julya memarkirkan Porsche-nya di halaman parkir kantor. Lalu dia pun masuk ke ruangannya.


Setelah mengecek beberapa pekerjaannya, Julya menuju ruangan Stefan. “Tuan, sepertinya Anda butuh minum karena kemarin-kemarin dihadapkan masalah pelik. Saya sudah bawa wiski terbaik.”


 “Tuangilah untuk kita berdua,” perintah Stefan sembari menghembuskan napas.


Setelah berbincang beberap saat, Stefan tertidur karena kebanyakan minum. Julya memasukkan flashdrive ke laptop Stefan lalu pergi. Julya kemudian menuju ruangan bagian IT. “Pak, barusan saya ditugaskan oleh Tuan Stefan untuk meminta beberapa data penting. Beliau butuh akses untuk masuk ke database perusahaan.”


Si Data Engineer mempersilakan. “Biar saya bantu, Bu Julya. Sini flashdrivenya. Kenapa Tuan Stefan tidak ke sini? Database sangat rumit, nanti beliau kesusahan mengolahnya.”


“Biar saya nanti yang turut membantu beliau. Kalian para programmer tenang-tenang saja di sini,” tukas Julya.


Setelah tugas selesasi, Julya masuk ke ruang kerjanya, lalu mengerjakan tugas kantornya.


Tidak lama kemudian seorang pria asal Amerika Serikat bernama Brian yang menjabat sebagai manager di AK Enterprise datang menemui Julya di ruang kerjanya. “Baiklah. Kami akan berinvestasi di proyek pengeboran Pechora. Tuan Oliver bilang proyek pengerjaannya akan berlangsung dua minggu lagi.”


“Kontraknya akan segera saya urus, lalu saya serahkan kepada Tuan Stefan. Kami juga menawarkan investasi lain dengan AK Enterprise. Masih tiga perusahaan lain yang sedang butuh dana.”


Sore harinya, ketika Stefan telah sadar, Julya memberikan kabar gembira ini. Mendengarnya, Stefan sangat bahagia. Dia langsung memberikan kabar gembira ini kepada ayahnya melalui telepon.


...


Sementara itu, Avraam mengetahui bahwa Zahid desas-desusnya merupakan informan dari gembong hacker, pencuri, dan pelaku peledakan di Oilzprom.


Lantas dia melaporkan kepada pihak Fadeyka Energy bahwa di Swiss ada salah satu sindikatnya. Tuan Dmitry dan Stefan lalu mengirim lima orang utusan ke Zurich bermaksud menemui Zahid.


Sesampainya di lokasi yang telah diberikan oleh Avraam, di salah satu sisi kota Zurich, tepatnya di rumah Hanz dan Avraam sendiri, rombongan Fadeyka Energy langsung mengamankan Zahid.

__ADS_1


“Kau harus ikut kami ke Rusia!” Salah satu dari mereka memberikan pukulan ke perut Zahid. Sementara dua orang merangkul Zahid dari sisi kiri dan kanan. Zahid terus digeret ke luar rumah.


“Gara-gara dia Oilzprom meledak!” teriak Avraam kesal. “Bawa saja dia ke Rusia lagi, Pak!”


Hanz sedang sibuk berada dalam ruang IT-nya. Tidak tahu apa yang sudah terjadi di luar sana.


“Sebentar, Pak!” Zahid meronta. “Kami sudah ada perjanjian dengan pihak CERN, FSB, Cyber Swiss dan Pertahanan Rusia. Kalian tidak tahu isi perjanjiannya.”


Sempat ada perundingan sebentar.


Avraam menghampiri mereka. “Dia berbohong! Sekarang dia memanfaatkan saudaraku, Hanz, dia ingin memanfaatkan Hanz untuk terus melancarkan aksinya, Pak. Bawa saja dia pergi dari sini, Pak!”


Zahid mengelak. “Kau jangan mengada-ada, Avraam! Hanz tidak sebodoh itu. Kami sudah melakukan pertemuan dengan para tim sewaktu di kantor FSB. Semua sudah sepakat. Sementara kau tidaak hadir di sana.”


Zahid terus digeret menuju mobil. Tapi dia terus mengelak dan tidak mau dibawa pergi. “Aku mahasiswa ETH dan pekerja di CERN. Kalian tidak boleh semena-mena membawaku pergi. Silakan kalian bertemu dengan Pak Louis di Pertahanan Rusia dan Pak William di FSB. Aku tidak mungkin berbohong.”


Seorang dari mereka lantas masuk ke dalam rumah dan tidak mendapati siapa-siapa. Lantas dia mengobrak-abrik isi rumah. Mendengar kegaduhan itu, Hanz tersadar lalu membuka pintu rahasianya. Dia terkejut melihat apa yang sudah terjadi. “Siapa kalian? Kenapa tanpa izin masuk ke rumahku?”


Hanz mengatakan sebenarnya. “Kalian salah informasi. Dia teman baikku. Dia sudah ditugaskan oleh Pertahanan Rusia dan FSB  untuk membantu tugasku.”


“Tapi kami ditugaskan oleh Tuan Dmitry Fadeyka.”


Hanz mengawasi mereka dan berkata dengan sungguh-sungguh. “Bilang kepada Bos kalian, bahwa Hanz yang tinggal di Swiss tidak mengizinkannya. Sekarang silakan pergi dari sini.”


Hanz lantas keluar rumah. Dia melihat Zahid sedang dipukuli. “Berhenti kalian memukulinya! Atau kalian akan berhenti dari pekerjaan kalian? Silakan kalian pergi dari sini!”


....

__ADS_1


Di rumahnya, Zahid berusaha memenangkan dirinya. Sebab, sebentar lagi dia akan kedatangan seorang tamu istimewa, yang katanya merupakan orang Royal Society.


Namun, kali ini dia yang akan mencari banyak informasi, bukan sebaliknya. Saat ini banyak pihak yang mempercayakan dirinya.


Zahid mempersilakan Prof Paul masuk dan duduk di ruang tamu. Dia menyediakan teh hangat supaya obrolan ini tidak begitu tegang.


“Urusan kuliah sepertinya membuat kau begitu kaku, Zahid. Atau mungkin sudah lama tidak berlibur. Air terjun Rhine dan Gunung Philatus merupakan tujuan yang bagus kalau kau pencinta alam.”


Zahid malah senyum. Dia menatap wajah Prof Paul dengan tegas. “Aku sedang tidak butuh hiburan ke wisata alam, Prof. Aku belum pernah ke Royal Society. Ada beberapa ilmuwan Royal Society yang menjelekkan jurnalku. Aku ingin berdiskusi dengan mereka.”


“Sekarang kita tidak akan membahas jurnalmu. Kita akan membicarakan partikel di CERN. Rupanya CERN masih menyimpan banyak rahasia. Aku tahu mereka tidak mau rahasia ini bocor di tangan orang yang salah. Tapi, bukankah sesama ilmuwan kita harus menjadikan sains lebih terbuka dan transparan.”


“Benar, sesuai kesepakatan, Prof. Tapi, aku ingin sekali berkunjung ke sana. Kita bisa mendiskusikan masalah partikel ini lebih dalam. Akan aku ajak seorang profesor CERN untuk berdiskusi dengan kita di Royal Society.”


Prof Paul melengos. “Aku hanya butuh kau, Zahid, dan cukup di sini. Kita tidak perlu menghabiskan banyak waktu dan biaya berangkat ke Inggirs. Terus kita tidak perlu melibatkan banyak orang dalam bisnis ini. Apa kau mau bayaranmu dipotong hanya untuk membayar ilmuwan itu? Malah bisa jadi bayarannya lebih besar daripada kau.”


Zahid menghela napas panjang, lalu berkata, “Oke. Baik. Tapi, aku ingin tahu keadaan di Royal Society seperti apa. Kemudian aku juga ingin tahu lembaga di Inggris yang sudah membiayai proyek ini, Prof.”


Namun, Prof Paul selalu menampik. “Itu rahasia, Zahid. Kau tidak perlu tahu nama lembaga itu. Kau harus menyelesaikan kontrak kerja kita. Kita hanya butuh satu pertemuan lagi setelah hari ini. Setelah itu selesai. Dan kau akan mendapatkan sisa pembayaran.”


Zahid berjalan ke arah jendela. Dia melihat langit seolah-olah berusaha mencari jawaban yang akan turun dari langit. Zahid membalik badannya lalu mengawasi Prof Paul. “Aku punya data yang sangat berharga. Jika Prof mau memberi tahu profil lembaga atau organisasi itu padaku, akan aku kasih tahu, dan Prof tidak perlu membayar separuhnya.”


Prof. Paul berpikir sejenak. Dia menggeleng. “Ini proyek rahasia. Tidak mudah diberitahukan kepada orang sembarangan.”


Zahid memberikan opsi lain. “Kontrak kerja ini kita anggap selesai, ketika aku beri tahu data berharga itu. Prof tidak mungkin menolak. Data inilah yang Prof cari selama ini dan memang diincar oleh para ilmuwan di luar sana.” Dia berkata dengan nada penuh keyakinan, dan pasti Prof Paul akan tergiur.


Prof. Paul terpana. “Baiklah, kita sepakat. Pertemuan ini adalah yang terakhir. Sore ini juga akan aku transfer sisa pembayarannya.”

__ADS_1


Di luar dugaan, Zahid memberikan semua akses masuk ke database CERN. Di sana tersimpan data-data berharga, cara pembuatan dan penggunaan partikel X. Posisi di mana anti-matter berada. Dan apa saja terkait soal sub-atomik yang diincar banyak orang. “Waktu aksesnya dari jam delapan sampai jam sembilan malam nanti. Pada saat itu server di sana aku buat mati secara otomatis. Pada saat itu juga jaringan dan sistem keamanannya mudah ditembus.”


Prof. Paul mengangguk takzim. “Siang ini juga aku langsung terbang ke Inggris.”


__ADS_2