
Dengan modal berbagai data dari Jones tentu akan mempermudah langkah-langkah Hanz dalam mencari tahu keberadaan BlackCarbon. Selama berjam-jam dia berada di dalam ruang IT-nya sendirian. Sementara Zahid dan Avraam tetap sibuk dengan latihan militer di lapangan sana.
Setelah sekian lama melakukan pencarian, akhirnya Hanz mengetahui bahwa Jones kemarin-kemarin sibuk berkeliling Rusia, tepatnya di Saint Petersburg.
Namun sayangnya, dia tidak bisa melacak keberadaan posisi yang pasti di mana mereka berada. Hanz menyadari bahwa hacker BlackCarbon sangatlah jenius, buktinya mereka dengan cepat memanipulasi data-data yang ditinggalkan Jones, kecuali menyisakan jejak sedikit saja.
Pada saat tertangkap, Jones membuang ponselnya untuk meninggalkan jejak karena dia tidak ingin polisi mencari tahu banyak informasi dengan dia takut anaknya nantinya akan ikut dijadikan tersangka.
Hanz masih bisa mengabil beberapa informasi dari ponsel itu. Kemudian, dia memberikan informasi tersebut kepada FSB agar segera ditindaklanjuti.
Jones menutup semua rahasia meskipun harus menanggung beban berat di penjara. Dia terus disiksa oleh petugas di Amerika supaya buka mulut tapi dia tetap bergeming menyembunyikan semua informasi.
Di saat bersamaan Tuan Harley dan Frank terkejut mendengar kabar bahwa Jones tertangkap di sana. Oleh karena itu dia segera menyuruh semua anak buahnya untuk memanipulasi data agar keberadaan mereka tidak terlacak.
“Frank, apa kau tahu bahwa ini semua ulah mahasiswa ETH itu ha? Baru saja anak buah kita memberi tahu bahwa ada seorang IT jenius yang berada di Swiss yang telah menghancurkan semua misi kita.”
“Jones itu sakit! Tidak disangka dia menipu kita. Syukurlah orang seperti dia sekarang berada di penjara. Kita tidak butuh orang seperti itu.”
“Kita harus bertemu dengan Tuan Wilson untuk menyusun rencana selanjutnya.”
Malam harinya mereka berdua menuju Villa Chernyy.
“Bajingan Jones itu!” Tuan Wilson marah besar.
Frank berkata dengan lemah. “Tuan, sekarang Julya berada di pihak Stefan. Apa yang harus kita lakukan sekarang?”
“Sesuai dengan keinginanmu, Frank. Kita akan membunuh Stefan. Apa kau sudi berbesan dengan Keluarga Fadeyka?”
Frank memberengut. “Tidak akan pernah sudi, Tuan. Aku benci sekali dengan mereka. Aku malah ingin keluarga itu hancur dan angkat kaki dari Rusia.”
Tuan Wilson mengawasi wajah-wajah mereka satu per satu. “Aku sebagai ketua BlackCarbon mengutusmu sebagai ketua gangster. Aku sudah menyiapkan dua puluh anggota. Jika tertangkap, kau harus tetap merahasiakan keberadaan kita sebagaimana keberadaan hacker kita sampai saat ini belum diketahui oleh siapa pun.”
Tuan Harley mempercayakan misi ini kepada Frank. “Tugasmu sangat berisiko, Frank. Kau bisa dipenjara lagi seumur hidup bahkan bisa langsung mendapatkan hukuman mati.”
“Aku tidak punya siapa-siapa sekarang ini. Fadeyka telah merenggut istri dan anakku. Aku sudah pasrah sekarang. Hidupku benar-benar hancur. Jadi aku sudah tidak peduli apa yang akan terjadi denganku nantinya. Tenang saja, aku akan merahasiakan keberdaan kita. Jika aku tertangkap, aku akan membawa alasan pribadi, bukan organisasi.”
Harry menepuk-nepuk pundak Frank. “Anggur terbaik buat mantan napi terkejam di Tripoli!”
Mereka berempat bersulang.
Sementara itu, di sekitar Villa Chernyy puluhan orang bersenjata lengkap menjaga pertemuan itu. Mereka ditugaskan menjaga empat orang penting BlackCarbon.
...
Julya langsung ditempatkan di Istana Valaam. Stefan beserta rombongan mengantarnya. Mereka disambut oleh Tuan Dmitry.
“Julya, sepertinya kau masih syok,” kata Tuan Dmitry. “Kau harus segera istirahat. Kau akan tinggal di sini dan bekerja di sini saja.”
__ADS_1
Julya menjelaskan semua kejadian kepada Tuan Dmitry dan Stefan. “Tuan jangan pernah marah. Sekali lagi saya meminta maaf. Dan berjanji akan menebus semua kesalahan saya.”
“Kami tidak pernah marah sama kau, Julya. Kau merupakan salah satu profesional terbaik Fadeyka.”
“Benar, Julya,” imbuh Stefan. “Kau akan aman berada di sini.”
Tuan Dmitry memberikan pelayanan khusus kepada Julya. Beliau memberikan kamar tidur yang nyaman bekas kamar tidurnya Anouskha. Julya sangat berterimakasih sekali.
Setelah makan malam bersama, Stefan mengajak Julya berkeliling taman istana.
Stefan memetik setangkai mawar, lalu diberikannya kepada Julya.
“Indah sekali, Tuan.”
“Sepertimu.”
“Bagaimana jam tangan dan parfumnya, apa Tuan suka?”
Stefan senyum. “Sangat suka. Akan aku pakai keduanya besok pas berangkat kerja.”
“Dana dua milyar dollar investasi Pechora sudah dikirim oleh AK Enterprise. Tiga lainnya besok akan mereka transfer.”
“Semua berkat kerja kerasmu, Julya. Kau sangat bisa diandalkan. Hari minggu nanti temani aku berlibur di Danau Ladoga.”
“Tuan ingin mandi di sana?”
Julya membalasnya dengan senyuman.
Mereka terus berjalan mengitari taman. Lampu-lampu kuning menyatu dengan dedaunan. Gemercik air mancur terdengar halus dan menenangkan.
Pagi harinya Julya menyiapkan sarapan untuk Stefan. Dia mendatangi Stefan yang tengah mengenakan kemeja dan jas. Buru-buru dia membantu Stefan.
Dari belakang Julya merapikan dasi yang dipakai oleh Stefan. Sementara Stefan melihat wajah Julya melalui cermin yang ada tepat di hadapannya.
“Kau juga perhatian, Julya. Ayahku suka dengan wanita sepertimu.”
“Apa ayahmu tahu bahwa pelaku pembunuhan Feofan adalah ayah kandungku?”
Stefan mengangguk. “Beliau sudah melupakannya. Pelakunya ayahmu. Bukan dirimu.”
“Ayo kita sarapan.”
Di meja makan terhidang Medovik, Blini, Kulebyaka, dan Pirozhki. Ada juga susu segar dan air mineral.
Misha tepat berada di sebelah Julya berucap, “Kak Anouskha tidak bisa memasak itu semua. tapi Kak Julya bisa. Nanti ajarkan aku ya, Kak.”
Julya tersenyum cerah. “Nanti kita akan belajar masak sama-sama, Misha. Kau suka Pirozhki?”
__ADS_1
“Itu roti isi kesukaanku. Kami selalu membeli. Baru kali ini buat sendiri. Enak lagi. Kak Julya hobi masak?”
“Pas sedang libur kerja biasanya masak di rumah.”
“Jarang-jarang ada sekretaris yang jago masak.”
Tuan Dmitry menikmati sarapannya. “Salmon di kulebyaka terasa sekali. Julya, apa kau pernah bekerja di restoran?”
“Tidak pernah, Tuan. Saya belajar sendiri lewat video di internet.”
“Kau pintar sekali masak. Makanan ini kualitas restoran. Nanti buatkan aku olivier salad dan potato okroshka.”
“Kalau Tuan Dmitry masih bisa memakan daging nanti juga akan dibuatkan shashlik.”
“Saat ini aku tidak bisa makan. Cukup dua tadi saja.”
“Baiklah, nanti siang akan saya buatkan untuk Tuan.”
Setelah sarapan, Stefan pun menuju lapangan terbang, dia menuju St. Petersburg pakai jet pribadinya.
Julya memulai aktivitas barunya di Istana Valaam. Tuan Dmitry menyuruh petugas untuk memindahkan seluruh barang-barang Julya ke istana.
Tidak seperti Anouskha yang selalu canggung dalam setiap suasana, karena terbiasa dengan lingkungan kantor dan sering bertemu dengan orang-orang besar, Julya tak butuh waktu lama beradaptasi di Istana Valaam.
Setelah menyiapkan pesanan Tuan Dmitry, dia belajar bersama Misha di sebuah ruang kelas yang selama ini dipakai oleh Misha untuk belajar bersama guru-guru privatnya. Fasilitas ruang kelas di sini sangat lengkap. Ruang seluas sepuluh dikali dua puluh meter ini terdapat perpustakaan, laboratorium sains, komputer tercanggih, dan proyektor termahal dan perlengkapan lainnya.
Julya memberikan pengalamannya selama kuliah bisnis dan bekerja sebagai sekretaris di Fadeyka Energy. Dengan cepat Julya bisa akrab dengan Misha.
“Aku tidak punya satu orang pun teman,” kata gadis berusia tujuh belas tahun itu.
“Sekarang kau punya teman, Misha.”
“Kak Anouskha sangat pendiam dan tidak bisa mengajarkan aku apa-apa. Walaupun dia sangat baik hati.”
“Berarti kau punya teman sebelumnya.”
“Aku tidak menganggapnya sebagai teman.”
“Jangan begitu. Kita harus menghormati orang lain bagaimana pun keadaannya.”
“Lagipula sekarang dia tidak berada di sini lagi.”
Setelah belajar dan bermain bersama Misha, Julya menuju kamarnya. Di sini sudah disetel sedemikian rupa mirip dengan ruang kerjanya di kantor Fadeyka Energy. Dokumen dan semua peralatan juga sudah dipindahkan ke sini.
Julya terpana pas melihat ada foto Stefan di atas meja kerjanya. Ada juga selembar kertas.
Tertulis:
__ADS_1
Tidak lama lagi kita akan bertunangan.