
Hanz akhir-akhir ini lebih banyak makan untuk menambah berat badannya, setidaknya dia butuh sepuluh sampai lima belas kilo agar punya tinggi dan berat badan proporsional.
Dia mendapat siraman rohani dari Zahid bahwa otak saja tidak cukup sebab orang di luar sana terkadang suka meremehkan fisik seseorang.
Karena terlalu sibuk dengan berbagai macam hal, dia berhenti sebagai pelayan cafe dan fokus dengan kuliah dan tugas yang sekarang dia emban.
Di tengah kesibukannya tersebut, Hanz lebih sering berolahraga seperti joging dan workout. Dia belajar kepada Zahid bagaimana cara bermain badminton, tenis, basket, renang, sepak bola, dan lainnya.
“Kata Avraam, kau jago bela diri. Ajarkan aku ya,” pinta Hanz.
“Siap. Sebentar lagi kami akan sparing. Avraam sudah menunggu di lapangan. Apa kau mau ikut?”
“Aku masih ada tugas, Zahid. Besok atau lusa kita belajar.”
“Siap, Hanz. Sebelumnya, aku ingin belajar banyak darimu. Jujur, aku kagum dengan karakter sigma sepertimu ini. Aku ingin belajar banyak darimu, Hanz. Kau ini sepert Lone Wolf. Sendiri, cerdas, percaya diri, produktif, mampu memecahkan masalah berat.”
Zahid terpana dan memberikan pujian terhadap Hanz. “Aku menilai pribadimu beberapa waktu belakangan ini. You are not attention seeker, good listener, enjoy being alone, walk slower, learn to observe, adapt to new things, take risk, act confident in every situations, talk less about your self, think outside the box. Hal yang aku paling salut adalah take risk, kau berani mengambil risiko besar, padahal kau berada dalam ancaman dalam menyelesaikan misi ini. Kau sungguh berani.”
Hanz menudungkan kepalanya dengan penutup kepala dari sweater hoodie-nya layaknya para hacker keren di dunia. “5 things to increase your respect: Don’t depend on others, Don’t be smart in front of others, Never tell your secrets, Believe in your self, and Don’t argue with others.”
“To the point sekali, Bro! Berikan aku kata-kata bijak lagi!”
Hanz memutar kursinya, lalu menatap mata Zahid. “3 ways to be strong: Avoid drama, be less reactive, and stay calm, but don’t be calm all the time, be agressive sometime.”
“Thanks, Sigma! Nanti akan aku ajarkan cara menjatuhkan tubuh Gerald dan Mark dalam satu kali sapuan.”
Hanz kembali menghadap semua layar komputernya. Dia harus segera menemukan hacker yang sudah meretas sistem CERN dan Fadeyka Energy.
Hanz beberapa kali mendapat tawaran dari FSB dan Fadeyka juga menawarkan akan mengirim seorang ahli cyber, tapi Hanz menolak karena dia lebih suka bekerja sendiri di rumahnya.
Zahid bergegas menuju lapangan dan langsung menemui Avraam. Dia melihat Avraam sedang push-up.“Sudah dua ratus?” tanya Zahid.
“Lebih dong!” Avraam bangkit.
Di saat yang bersamaan, di beberapa sudut sana ada beberapa orang berpakaian hitam yang selalu menjaga keamanan mereka.
__ADS_1
“Zahid, kau tahu bahwa kita menjadi target selanjutnya? Rupanya para penjahat bukan hanya hacker, tapi gangster juga. Mereka akan mengincar kita bertiga.” Avraam melemparkan pistol ke arah Zahid. “Ambil itu. Kita akan belajar menembak. Bela diri sepertinya kau sudah tidak perlu diragukan. Apalagi, musuh kita ini pegang senjata.”
Zahid ternganga. Seumur hidup baru kali ini dia pegang pistol.
Para petugas sudah menyiapkan beberapa sasaran tembak untuk melatih skill mereka.
Avraam mendekatkan kekeran pistol ke dekat mata kanannya, setelah membidik beberapa detik, dia melepaskan tembakan.
Duaarr!!!
Tepat mengenai sasaran di titik paling tengah.
Zahid menghembuskan napas, lalu menoleh ke arah Avraam. “Kau mahasiswa ETH?” Zahid ternganga. Apa sekarang dia tidak salah lihat?
Avraam senyum dan mengangguk, kemudian dia menembak lagi.
Duuaarr!!
Pas lagi.
“Giliranmu, Zahid. Tenangkan dirimu. Kuatkan genggaman tanganmu dan jangan sampai tubuhmu bergerak sedikit pun. Terus lepaskan tembakan dengan penuh percaya diri.”
Mengenai sasaran, tapi tidak tepat di titik tengah lingkaran.
“Wow! Kau bisa, Bro! Cobaan pertama yang luar biasa. Harus lebih fokus lagi! Musuh kita adalah orang yang ingin menghancurkan CERN dan Fadeyka. Kau harus percaya diri!”
“Apa Hanz bisa melakukannya?”
“Bahkan dia biasa pakai AK dan AWM.”
Zahid terpana, matanya membesar. “Kau tidak bercanda, Avraam?”
“Untuk apa aku berbohong. Itulah hobi kami pas libur kuliah selain daripada berkuda. Makanya kami berdua tak pandai permainan olahraga seperti sepak bola, basket, badminton dan lainnya karena kami hobinya ya ini. Memanah juga.”
“Kenapa kau tidak mengajarkannya teknik gulat?”
__ADS_1
“Dia tidak suka. Tapi, sepertinya dia mau kau ajarkan karate dan pencak silat. Ajarilah dia. Kalau dia bisa bela diri, tak tahu aku dia akan jadi seperti apa.”
“Nanti kami akan belajar bersama.”
“Ayo tembak lagi! Kalau sudah cukup bisa, nanti kita pakai AK, senjata andalan Rusia, atau kau mau M4?”
Zahid makin ternganga. “Aku tidak bisa memahami semua ini, Avraam. Aku tidak bisa menebak-nebak dan aku juga tidak ingin kepo siapa kalian sebenarnya. Tapi, aku yakin suatu saat identitas kalian berdua pasti akan terkuak.”
Avraam malah senyum lalu menembak tiga kali dan semuanya tepat sasaran.
Mereka berdua lantas duduk di sebuah bangku tepat di bawah sebuah pohon rindang.
Avraam menyuruh para petugas untuk mengambilkan dua buah AK yang sudah penuh terisi peluru.
Kemudian Avraam mengajarkan pada Zahid cara penggunaannya. “Damage-nya besar tapi recoilnya parah. Jadi, tanganmu harus kuat memegangnya, jika tidak, tembakanmu akan ke mana-mana.”
Avraam meminta maaf kepada Zahid bahwa dulu dia sempat menaruh kecurigaan terhadap Zahid. Selama ini Avraam salah menilai. “Sekarang kita harus menjaga diri dari serangan musuh. Mereka tahu bahwa kita telah membantu CERN dan Fadeyka. Mereka akan mencari tahu keberadaan kita. Untuk lokasi, kita aman, karena Hanz sudah mengatur semuanya sehingga mereka tidak akan menemukan kita di sini.”
“Di antara kita, Hanz-lah yang paling mereka incar.”
Sementara itu, di ruang kerjanya, Hanz senyum lalu menyandarkan badannya di kursi.
Hanz beberapa hari ini mengintai di Dark Web, kalau-kalau saja mereka mengakses situs ini, dan benar saja ada sesuatu yang mencurigakan.
Ada sekelompok orang yang menjual data CERN dan Fadeyka dengan harga yang sangat fantastis.
Hanz mencurigai bahwa mereka menggunakan dana hasil dari penjualan ini untuk biaya operasional mereka selama ini.
Hanz terus mengintai mereka, hingga akhirnya Hanz mengetahui keberadaan mereka.
Setelah itu, Hanz mengutus satu penjaga di sini untuk segera ke CERN dan memasang sebuah program yang telah dia rancang bernama “HF03” agar dipasang di sistem keamanan CERN.
Dia juga mengirim satu utusan lagi untuk segera berangkat ke kantor Fadeyka Energy untuk melakukan hal yang sama.
Hanz yakin mereka kembali akan menembus firewall CERN dan Fadeyka untuk mencuri data-data lainnya.
__ADS_1
Kenapa data? Sebab, data sama berharganya dengan partikel dan minyak.
Mereka semua berada dalam satu organisasi yang sama: BlackCarbon.