
Ada pertemuan serius hari ini di kantor Fadeyka Energy guna membahas soal kejadian yang sangat menggepemparkan. Stefan selaku CEO Fadeyka Energy dituntut untuk segera mengusut kasus ini, jika tidak, posisinya sebagai CEO akan terancam.
Stefan menggagahkan diri dan berkata, “Oliver, sebagai Presiden Direktur di Oilzprom, kau harus segera mengambil tindakan!”
“Baik, Tuan Stefan. Saya sudah menghubungi dua mahasiswa ETH yang sudah berhasil memecahkan masalah ini. Kita akan bekerja sama dengan mereka berdua dalam mencari tahu siapa sebenarnya dalang di balik peristiwa ini.”
Pak Louis ikut berkomentar, “Kita akan menuju kantor FSB. Di sana Pak William sudah menunggu. Sementara itu kita juga akan dibantu oleh Pak Altherr dan Profesor Alexander.”
Stefan mengawasi semua peserta pertemuan. “Kalian semua berkumpul di sini atas perintah Tuan Dmitry dan Presiden Rusia. Saya selaku CEO Fadeyka Energy memohon kerjasamanya. Terimakasih.”
Semua rombongan akhirnya tiba di kantor FSB Rusia.
Salah seorang petugas menghampiri Pak William. “Kita tidak bisa melacak keberadaan mereka.”
Pal William menghadap kepada para rombongan. “Hanz dan Zahid silakan kalian membantu para petugas di sini. Kalian berdua sangat diperlukan sekarang. Gunakan semua fasilitas lengkap di sini.”
Hanz mengedarkan pandangan. “Ya, di sini memang lengkap, Pak William. Tapi aku tidak terbiasa bekerja dengan situasi ramai seperti ini. Biarkan aku dan Zahid bekerja di tempatku, di Swiss.”
“Nak, masalah ini menyangkut organisasi besar, perusahaan ternama, dan masuk dalam urusan negara. Kalian tidak bisa bekerja sendiri.”
“Yakinlah, Pak William. Kami akan berusaha semampunya mencari tau keberadaan hacker dan pencurinya. Kami akan menghubungi Bapak jika kami butuh bantuan.”
Hanz dan Zahid dijanjikan imbalan uang yang besar dari CERN dan Fadeyka Energy jika berhasil mencari tahu keberadaan penjahat cyber dan sains itu.
Dalam situasi tersebut, tiba-tiba Zahid mengajak Profesor CERN untuk berbicara empat mata di sebuah ruangan di kantor ini. “Prof, ada yang mau aku bicarakan. Penting, terkait partikel yang dicuri. Prof, beberapa waktu lalu, ada seorang pria dari Royal Society yang menemuiku, dia mengajakku bekerjasama di sebuah lembaga riset di Inggris. Profesor Paul. Dia juga sering berkunjung ke CERN.”
“Aku pernah dua kali berkunjung ke Royal Society, tidak pernah aku mendengar nama Paul di sana. Apa yang kau bicarakan sama dia?”
“Aku memberikan banyak informasi tentang CERN karena kami nantinya akan masuk ke sebuah proyek besar di Inggris. Dia butuh banyak informasi.”
Profesor dari CERN terperanjat kaget. “Astaga! Zahid, apa yang sudah kau lakukan itu sangat berbahaya.”
__ADS_1
“Profesor Paul menjanjikan keuntungan besar padaku, bahkan dia sudah membayar separuhnya.”
Petinggi CERN ini menatap Zahid dengan tajam, lalu berkata, “Jangan sampai masalah ini diketahui oleh orang CERN yang lain, Fadeyka, dan tim cyber di sana. Kau bisa menjadi salah satu tersangka atas bocornya sistem CERN dan ledakan di Oilzprom. Dia itu sindikat.”
Zahid terhenyak. “Maksud Prof, orang itu hanya penipu yang bertujuan mencari informasi saja?”
“Jelas sekali! Sistem CERN tidak mungkin bocor begitu saja jika mereka tidak mengetahui banyak tentang CERN. Ini bahaya.”
“Dua hari lagi aku akan kembali bertemu dengan Prof. Paul di rumahku.”
“Melanjutkan proyek? Pasti kau tidak pernah diajaknya ke Inggris. Iya kan?”
Zahid mengangguk. “Benar, Prof. Dia hanya butuh informasi. Itu saja.”
“Kau sudah dimanfaatkannya, Zahid. Jaga rahasia ini baik-baik.”
Namun, percakapan mereka berdua secara tidak sengaja didengar oleh Pak Altherr, Ketua tim cyber-security Swiss. Pada saat rombongan ingin memulangkan Hanz dan Zahid ke Swiss, tiba-tiba Pak Altherr berbicara dengan lantang.
Pak Louis dan Pak William terperanjat. Semua orang di sini tersentak dan fokus mendengarkan.
“Saya selaku kepala FSB jadi penasaran apa maksud omongan Pak Altherr?”
“Orang Indonesia ini bekerjasama dengan komplotan itu, Pak William. Ini, Zahid, mahasiswa ETH yang dibanggakan karena pernah meraih Nobel Fisika, rupanya ada main dengan para komplotan jahat Eropa. Segera interogasi anak muda ini sebalum dia kita pulangkan ke Swiss.”
Zahid terbelalak.
Pak Louis selaku pihak yang paling berwenang tak tinggal diam. “Kalian jangan pulang sekarang! Mari kita bicarakan!”
Semua rombongan sekarang berada di sebuah ruang pertemuan dan duduk dengan rapi. Semua mata tertuju pada Zahid.
Hanz tidak habis pikir. Apa mungkin benar apa yang pernah dikatakan Avraam kalau Zahid ini memang berbahaya. Hanz berpikir, bisa jadi Avraam benar? Ternyata selama ini Zahid mendekatinya memang ada sebuah maksud.
__ADS_1
Zahid pergi ke Fadeyka Energy dengan maksud berinvestasi rupanya ada maksud dan tujuan lain. Saat ini Hanz melengos dari wajah Zahid. Dia benar-benar karena selama ini Zahid hanya menipu dan punya maksud buruk.
Pak Altherr dan Pak William selaku pimpinan dari dua lembaga cyber menjadi berang. Mereka berdua tak habis pikir kalau ternyata selama ini ada penyusup yang berhasil masuk dan memberikan informasi kepada para komplotan hacker.
Pak William menegakkan badannya lalu berbicara di hadapan rombongan. “Zahid, jika terbukti bersalah, kau akan segera kami amankan sekarang, kau bisa dipenjara. Pikirkan itu baik-baik!”
Zahid tetap tenang. Dia tidak boleh salah omong kali ini kalau ingin nasibnya selamat dan kalau ingin namanya tidak tercoreng.
“Sejak kapan kau menjadi anggota mereka?” tanya Pak Altherr.
Zahid menguatkan diri dan menjawab, “Saya bukan sama sekali anggota mereka.”
“Kenapa kau membocorkan rahasia CERN?” cecar Pak Altherr.
Zahid menarik napas lalu menghembuskannya dengan perlahan. Dia berusaha menegarkan dirinya di tengah situasi mencekam ini..
Profesor CERN membela Zahid. “Anak muda ini telah ditipu.”
Zahid tertunduk dan menutupi wajahnya. Dia terpikir sekarang, karena ulahnya semua masalah besar ini terjadi. Jika saja dia tidak memberikan data itu, tentu partikel tidak akan dicuri dan tidak akan terjadi di Oilzprom.
Matanya berkaca-kaca. “Sumpah demi Tuhanku! Aku tidak bekerjasama dengan mereka. Aku sudah ditipu. Aku juga merasa bersalah karena memberikan informasi tentang CERN. Maafkan aku.”
Hanz galau. Sekarang dia dihadapkan pada dua keadaan yang saling berlawanan. Namun, dalam hatinya yakin bahwa Zahid tidak mungkin berlaku sejahat itu. Dia melihat saat ini Zahid benar-benar menyesal.
“Jangan penjarakan aku, Pak William!”
Profesor CERN terus membela Zahid. “Kita butuh anak muda ini untuk mencari tahu keberadaan mereka, Pak William. Dua hari nanti Zahid akan kembali bertemu dengan Profesor Paul. Akan ada pembicaraan lagi. Sepertinya mereka masih butuh banyak infomasi. Aku yakin sekali mereka akan mengulangi aksinya. Mereka ada proyek riset berbagai macam partikel lain dan satu lagi, yaitu anti-matter. Mereka butuh banyak sekali data dan contoh partikel untuk proyek mereka. Liciknya, mereka menjual nama Royal Society dan sebuah lembaga sains di Inggris.”
Pak William mengangguk. “Zahid, kau tidak akan dihukum. Dengan syarat, kau akan menumbalkan dirimu untuk mencari tahu siapa mereka.”
Zahid menatap mata Pak William dengan tegas, lalu mengawasi wajah-wajah peserta pertemuan pada hari ini. “Aku akan menebus kesalahanku.”
__ADS_1