
Hari pernikahan telah tiba setelah rencana dirancang sepenuhnya oleh Urana. Raie sama sekali tak membantu. Ia maklumi. Toh, lelaki yang akan mendapingi hidupnya sampai tua itu sibuk mengurusi masalah antar wilayah. Tentu menguras energi dan pikiran.
Hari pernikahan ini harusnya jadi momen paling membekas di sejarah hidup seseorang. Urana mestinya bahagia, pada akhirnya ia tak melajang lagi. Sayang sekali, Urana tak merasakan perasaan tersebut. Ia----dengan gaun putih yang bagian bawahnya mengembang karena puluhan lapis kain sutra----hanya duduk tenang depan meja rias, mengamati seluruh gurat yang memperindah wajahnya. Hanya berlapis bedak; kelopak mata dipoles sesuatu warna merah persik; dan bibir berlumur gincu warna merah jambu. Rambut ikal pirangnya pun ditata sekadarnya, yang penting Urana tetap cantik.
"Nona Urana." Seseorang memasuki ruangan sakral Urana. Perempuan dengan pakaian pelayan. Kali ini, usia wajahnya sedikit tua dari yang ia temui. Senyum dia pun lebih manis ketimbang Eve yang mengandalkan tatapan indahnya sebagai seorang pelayan istana.
"Saya turut bersukacita atas pernikahan ini." Dia membungkuk hormat, sangat dalam untuk sosok seperti Urana. "Saya mewakili para pelayan istana, berjanji akan melayani Anda dengan penuh cinta."
Ramahnya orang ini.... Hati Urana sedikit melunak. Kerasnya raut di wajahnya ikut meleleh. Ada segaris senyum di bibirnya.
"Terima kasi atas sambutannya," katanya meminta sang pelayan untuk berdiri tegak. "Siapa namamu?"
"Camile, Nona." Pelayan itu menjawab sambil membungkuk singkat. Ah, lihatlah bagaimana dia sedekapkan tangan di drpan rok panjang hitam yang sedikit mengembang itu. Sangat ... elegan. "Bila Anda berkenan, saya mohon untuk mendampingi Anda menuju pelaminan."
__ADS_1
Mendampinginya, ya? Urana tertegun memandang Camile dengan sorot mata meneduhkan itu. Sangat bertolak belakang ketimbang para pelayan di istana keluarganya. Di sini, Urana merasa nyaman.
Ada sang mertua yang jauh lebih sayang padanya, meski suaminya berkelakuan sebaliknya.
Lalu, sikap para pelayan yang elegan inilah yang membuatnya makin nyaman.
Urana menginginkan kenyamanan itu lebih lama lagi.
"Tentu, Camile." Setidaknya, Urana takkan merasa terancam oleh kehadiran Raie saat pertemuannya di pelaminan.
Walau masih tanpa ekspresi dan tatapan jijik untuk sang istri sendiri, ia akui Raie cukup tampan dengan seragam serba putih. Di sekitar pundaknya terdapat renda manik-manik seputih mutiara. Setiap garis jahitan pada seragamnya yang rapi membuat Raie semakin terlihat gagah, andai dia perhatikan rambutnya yang panjang dan menutupi hampir seluruh wajahnya.
Sial, yang Urana rasakan malah amarah yang meletup-letup. Ia remas buket bunga di genggamannya sekuat mungkin demi tahan emosi. Begitu Raie sibak tudung sutra di kepala Urana, sorot mata dingin Urana menyambut dia. Tatapan mereka saling adu untuk menempati seberapa bengisnya dia. Dari sesi ucapkan janji suci agar saling menjaga satu sama lain, hingga acara selesai.
__ADS_1
Tatapan Urana selalu bernilai sama: aku-akan-membunuhmu.
****
"Ini hidangan untuk Anda, Yang Mulia."
Sepiring kukis dan secangkir teh hitam tersaji indah di hadapan Count, langsung dari tangan seorang wanita dengan piyama putih panjang dan rambut pirang yang tergerai panjang.
"Loh, Urana?" Mata keriputnya membeliak samar. "Kenapa kamu yang masak? K-kamu sekarang bagian dari keluarga kami, setidaknya bisa minta bantuan para pelayan."
"Tak apa, Yang Mulia." Urana tersenyum lembut, kemudian duduk di kursi dekat Count.
"Panggil aku Ayah sekarang, Urana," kata beliau dengan cepat, begitupun pudarnya senyum Urana. Tangan Count terulur menuju kepala tunangannya, mengelusnya dengan setulus hati. "Kamu adalah Urana Shourette, bagian dari keluarga kami, bagian dari anakku. Kau ... adalah anakku juga."
__ADS_1
Urana masih membeku atas perlakuan beliau. Count.... Warna ungu di matanya mulai bercahaya, berkilauan bak langit malam. Sosok inilah ... yang Urana idamkan.
"Tentu, Ayah." Akhirnya, senyum manis terbit di bibir semerah dahlia. Bagi Count yang terperangah akan reaksi Urana, senyum itu sangat legit untuk wanita macam dia.