
..."... Terlepas apa yang engkau percayai...
...Tetap takkan ada yang dibawa mati...
...Kembali ke tanah dan tumbuh cemara."...
Seorang pria berparas tampan dengan rambut hitam yang berantakan, menatap Lotus dengan sebal. Muridnya itu gagal dalam menangkap si pengkhianat, dan kini mereka semua harus kembali kejar-kejaran dengan orang yang sama.
"Sudahlah, jangan bertengkar." Lerai seorang gadis yang berpakaian serba putih.
"Jangan ikut campur!" Ne Zha (dibaca neta) si temperamen mengayunkan tombaknya kearah wanita itu. Namun, seorang pria tiba-tiba saja muncul, dan menahan serangan kuatnya seolah bukan apa-apa.
"Kau ingin mencari masalah dengan Tn. Caius?" Tanya Noel, murid Caius yang ke-2. Badannya berotot besar, rambutnya cepak, dan pakaiannya sangat terbuka, seolah-olah memang dibuat untuk memamerkan urat-urat hitam yang membungkus tubuhnya.
Ne Zha menarik kembali tombak saktinya, lalu pergi meninggalkan mereka semua dengan wajah yang cemberut. Bertepatan dengan itu, Red datang bersama muridnya yang berkulit hitam. Dia adalah Ken, dia sangat tinggi, dan dia sangat pendiam.
Red meledek Ne Zha, membuat lelaki pendek itu tambah murka.
"Caius, bukankah sudah waktunya kita pergi memburu?" Panggil Red.
Caius menoleh, dan tersenyum kecil. "Pengkhianat akan mati di hari ini. Karena aku, aku adalah pria yang tepat janji."
Disisi lain pulau Abadi, You Ming yang sedang merancang sebuah rencana bersama Yin Chen disisinya, didatangi oleh Feng Lian yang muncul entah darimana.
Feng Lian kemudian memberitahukan kalau dia tidak pergi sendirian ke tempat tersebut. Melainkan di temani Vaas dan beberapa orang lainnya.
Yin Chen cukup terkejut mendengar hal itu. Sebab kini semua Apotheosis, secara tidak terencana, berkumpul dikawasan yang sama, kecuali Apotheosis ke-1. Kebetulan tersebut terasa terlalu sempurna di mata Yin Chen, sehingga dia merasa bahwa ada sebuah maksud dibalik semua itu.
Dan yang mengejutkannya, Yin Chen mengatakan bahwa pulau abadi tersebut tidak lain merupakan tubuh dari Apotheosis ke-7 yang bernama Sefirot.
"Semua berawal dari 17 tahun yang lalu, Sefirot mendapatkan sebuah perintah dari para pendeta untuk menyatukan dirinya dengan pulau Abadi." Belum selesai Yin Chen bercerita, Red tiba-tiba saja datang dan menyerang mereka semua dengan hujan pisau darah.
Yin Chen memanggil seekor burung raksasa dari atas langit dengan sihirnya, lalu kabur menjauh dengan itu. You Ming beserta Feng Lian ikut melompat keatas burung itu setelahnya.
Saat Silver berniat untuk membantu You Ming, Vaas memperingati Silver, jika dirinya terlibat, maka dirinya akan berhadapan dengan lawan yang sangat kuat, yaitu Apotheosis kegelapan yang 6 tingkat berada diatas Silver. Belum lagi, Silver akan dianggap sebagai pemberontak jika ikut membantu You Ming. Dan bila saja hal tersebut benar terjadi, Vaas tidak bisa berjanji akan membantu Silver dikemudian hari.
Lebih jauh, Vaas juga memprediksi bahwa pertempuran untuk menghancurkan You Ming dan Feng Lian tersebut akan menyebabkan bencana besar, terutama bagi kota Shin yang berada tidak jauh dari pulau Abadi. Sebab, Yin Chen pasti akan menggunakan kemampuan mengendalikan hewan gaib miliknya untuk melawan para Apotheosis.
__ADS_1
Hal tersebut membuat Ling bingung, dia merasa bahwa hal tersebut sangatlah mustahil. "Yin Chen tidak mungkin melakukan hal seperti itu."
"Tapi bila dia merasa bahwa kebenaran berada ditangannya, maka dia akan rela melakukan apapun untuk menjaga kebenaran itu." Balas Vaas.
Sementara itu, Caius yang baru tiba, menatap geli kepergian You Ming. "Jangan biarkan dia kabur." Titah Caius dengan tenang, kepada kedua muridnya.
Menyadari hal tersebut, Yin Chen langsung membawa mereka semua ketengah laut. Kemudian, mengerahkan hewan gaib dalam jumlah yang sangat besar untuk menyerang balik para Apotheosis. Baik dari air, langit bahkan dari daratan, semua hewan gaib mengikuti perintahnya, dan pergi kesatu arah yang sama.
Silver pun membuat sebuah pertahanan dengan Hocrux miliknya. Ia kemudian memerintahkan Ling juga Eunchae untuk tinggal didalam pertahanan itu, sementara dirinya pergi berperang melawan seluruh hewan gaib yang datang kearahnya.
Pertahanan yang Silver gunakan untuk kedua muridnya adalah Kain dewi, yakni Hocrux yang dimiliki oleh Yeoul, murid pertama Caius.
Kain dewi berbentuk lingkaran, dan berdiri disatu tempat, dia bisa membuat segala serangan menembus kainnya dan melindungi orang yang ada didalamnya.
Kain dewi yang dimiliki oleh Silver hanyalah sebagian kecil dari kain dewi yang sebenarnya. Pakaian yang Yeoul gunakan, adalah kain dewi itu sendiri.
"Aku akan pergi." Ucap Ling.
"Apa kau gila? Guru meminta kita untuk tinggal disini!"
Di luar sana, Ling melihat tsunami yang tidak terbuat dari air, melainkan hewan gaib. "Apa yang kau lakukan, biksu?"
Ling kemudian berlari, mencari Silver yang sedang kesulitan. Hewan gaib bukanlah hewan biasa. Mereka memiliki sihir, bertubuh lebih besar, dan secara naluri lebih buas dan siap mati.
Silver terus menghujani mereka dengan Hocrux, namun fisik hewan gaib terlalu cepat, mereka mampu menghindari itu semua, dan menyerang Silver yang sedang tidak waspada.
"Silver!" Ling berseru, sambil melompat dari atas sebuah batu raksasa, lalu menebas salah satu Hewan gaib dengan Hocrux berbentuk katananya. "Berikan aku izin untuk bertarung. Ini bukan pertarunganmu seorang diri!"
"Bagaimana dengan Eunchae?"
Hewan Gaib yang hendak menyerang keduanya tiba-tiba saja terjatuh karena ditembak oleh anak panah yang terbuat dari es. "Disini!" Jawab Eunchae, dengan lantang.
Ling tersenyum, begitu juga dengan Silver.
Mereka lalu lanjut bertarung dengan gigih dan melindungi satu sama lain, dengan Eunchae yang terus menjaga punggung mereka dari kejauhan atas tebing.
Hocrux busur yang dimiliki Eunchae bukanlah busur biasa. Selain anak panahnya yang tanpa batas, jarak juga kedalaman lukanya lebih hebat dari busur biasa.
__ADS_1
"Ketemu!" Seru Yin Chen. "Tepat dibawah sana, ada sebuah gua. Sefirot tersembunyi didalamnya."
"Bagaimana kau bisa seyakin itu?" Tanya Feng Lian.
"Selama diatas pulau, aku sudah memerintahkan seekor semut untuk mencari sumber energi jiwa milik Sefirot." Jelas Yin Chen. "Kerusuhan ini sengaja ku buat hanya untuk pengalihan. Sisanya, sisanya sudah sesuai dengan rencana."
"Bagus. Feng Lian, pergilah kesana dan temui Sefirot." Titah You Ming. "Yang ada disini, serahkan saja pada kami."
Feng Lian mengangguk.
Seekor burung pun dipanggil oleh Yin Chen dan diperintahkan untuk mengantar Feng Lian pergi kesana.
Melihat kepergian Feng Lian, Yeoul pun mengikuti jejaknya.
Sesampainya didalam goa, Feng Lian tiba-tiba saja mendengar suara seorang lelaki yang memintanya untuk mendekat. Feng Lian kemudian berusaha untuk berkomunikasi dengan suara tersebut, dan ternyata suara itu tidak lain adalah Sefirot yang dirinya cari. Sesuai dengan namanya, Sefirot kini berbentuk seperti pohon kehidupan. Dia memperingati Feng Lian jika yang sedang dirinya dan gurunya hadapi bukanlah Apotheosis biasa. Bahkan Sefirot menggelari Caius dan yang lainnya sebagai monster. Sefirot juga menutup akses jalan keluar, sebab dirinya bisa merasakan kalau salah satu pengikut Caius telah mendekat. Walau begitu, Sefirot tidak bisa menghentikan pengikut Caius itu, dia hanya bisa memperlambatnya saja.
Di tempat lain, Vaas muncul disebelah burung Yin Chen dan mencoba untuk memperingati Yin Chen bahwa tindakannya itu bisa membahayakan nyawa banyak orang yang tidak bersalah. Yin Chen pun mengakui hal tersebut, untuk itu, dia pun memohon dengan sangat kepada Vaas untuk membantunya menangani para hewan gaib yang sudah terlanjur diperintahkannya.
Para prajurit kota Shin tentu saja sangat kewalahan dalam menghadapi serangan dari para hewan gaib yang tidak pernah mereka duga sama sekali. Ribuan anak panah pun mereka lesatkan, namun sayangnya, hal tersebut tidak mampu membendung serangan dari para hewan gaib tersebut. Kini seisi kota sudah dipenuhi oleh hewan gaib, banyak nyawa tidak bersalah menjadi korban. Keadaan pun semakin mencekam, karena tidak ada siapapun yang membantu mereka untuk menghentikan amukan dari para hewan gaib tersebut. Tapi beruntunglah, tidak lama kemudian Vaas pun datang. Vaas langsung menggunakan kekuatan manipulasi ruang dan waktu miliknya. Sehingga membuat pergerakan dari para hewan gaib jadi melambat. Keadaan pun seketika membalik, kini prajurit kota Shin lah yang membantai para hewan gaib. Vaas terpaksa turun tangan, membantu para prajurit di medan tempur.
Setelah itu, Vaas kembali pergi menuju tempat Ling dan Silver. Namun, baru saja ia sampai, tiba-tiba terjadi guncangan hebat ditempat tersebut, disusul dengan sebuah badai yang amat mengerikan. Lalu, terjadi sebuah ledakan energi jiwa yang amat besar. Dan kemudian, terlihat Yeoul terlempar dari dalam goa, sementara Feng Lian kembali terbang keudara dengan burung milik Yin Chen. Yeoul lalu meminta bantuan dari Caius untuk segera menghabisi Feng Lian. Sebab jika aliran jiwa Feng Lian telah sampai ke titik kesempurnaan, dan membuat Feng Lian menjadi seorang Apotheosis seutuhnya, maka mereka tidak akan mampu lagi untuk menghabisinya. Karena ternyata, Sefirot sudah menyerahkan kekuatan jiwanya kepada Feng Lian sebelum dia mati, dan kekuatan tersebut adalah yang paling besar jika dibandingkan dengan semua Apotheosis pada saat itu.
Caius kemudian segera memerintahkan para Apotheosis dan pengikutnya untuk segera membunuh Feng Lian, dan You Ming. Bahkan Caius pun berani mengatasnamakan para Malaikat atas perintah tersebut.
Mau tidak mau, Vaas, Silver, Caius, Noel, dan Ne Zha bahkan Lotus pun segera bergegas melaksanakan perintah tersebut. Dan tidak diduga, You Ming malah mengorbankan dirinya untuk memperlambat para Apotheosis. Sehingga Feng Lian muridnya bisa pergi menyelamatkan diri bersama Yin Chen.
You Ming pun berakhir ditangan Ne Zha dan Caius. Namun ledakan jiwa terakhir dari You Ming, berhasil menghancurkan jalan es yang dibuat oleh Yeoul, untuk jalannya para Apotheosis. Sehingga membuat mereka semua terjatuh dan tidak bisa lagi mengejar Feng Lian.
Dengan kematian You Ming, maka Feng Lian sebagai pengikutnya, akan otomatis berubah menjadi apotheosis ke-5 sebagai pengganti You Ming. Sekaligus Apotheosis ke-7 karena mendapatkan kekuatan Sefirot. Pertama kali sepanjang sejarah para Apotheosis, hanya Feng Lian lah yang mampu menjadi Apotheosis ganda, dan pastinya, kekuatan yang Feng Lian miliki juga tidak akan bisa ditandingi oleh Apotheosis yang lain.
Feng Lian yang ingin membalaskan dendam You Ming, terpaksa harus menunda niatnya, karena ternyata terjadi konflik antara aliran jiwa ke-5 dan ke-7 didalam tubuhnya.
Caius yang mengetahui hal tersebut, segera memerintahkan para Apotheosis yang lain untuk kembali mengejar Feng Lian. Karena, itu adalah satu-satunya kesempatan mereka untuk bisa menghabisinya. Segera NeZha, Noel, dan juga Silver pun berangkat, namun entah kenapa, Silver malah mempercepat larinya dibandingkan yang lain. Dan ternyata, kini Silver malah berbalik ingin melindungi Feng Lian.
Ling dan Eunchae hanya terdiam menyaksikan kejadian itu dari kejauhan. Dia sama sekali tidak tau apa yang sebenarnya sedang terjadi diantara para Apotheosis tersebut, dan setelah kejadian itu, para Apotheosis tiba-tiba menghilang begitu saja, termasuk Silver.
Eunchae yang ditinggal Silver menjadi tidak punya arah tujuan. Tidak begitu berbeda dengan Ling, dirinya juga sudah tidak memiliki arah tujuan. Meski begitu, Ling memutuskan untuk kembali ke kerajaan selatan dan menunggu Silver disana. Sebab ia sangat yakin, kalau Silver pasti akan kembali untuk menjemput mereka. Begitu juga dengan Eunchae, dia juga memutuskan untuk kembali ke kerajaan Selatan bersama dengan Ling.
__ADS_1