
Seorang pria dengan selendang merah terkutuk yang tersangkut di atas pundaknya, memantau sebuah pertarungan unik antara manusia dengan ular raksasa.
Menurut spekulasinya, pertarungan itu sangat mustahil untuk dimenangkan oleh pihak manusia. Tapi semakin lama pertarungan itu berlangsung, semakin terlihat bahwa manusia lah yang mendominasi pertarungan tersebut.
"Hm, bukankah itu...?" Mata pemuda itu menyipit, seolah dia merasa tidak asing dengan apa yang dilihatnya sekarang. "Ling?"
"Eunchae, Fokus pada tubuhnya!" Titah Ling yang sedang mengalihkan perhatian dari Orochi. Ular itu tengah mengejarnya tanpa ampun sedikitpun.
Strategi hipnotis Haerin berakhir gagal, wanita itu belum sepenuhnya ahli dalam mengontrol pikiran seekor hewan gaib, apalagi yang berwujud raksasa. Hal tersebut membuatnya kehabisan tenaga secara instan dan kehabisan napas di dalam lapisan kain dewi.
Eunchae melompat dari atas pohon ke pohon yang lain, untuk mendapatkan ruang bidik yang pas. "Kena kau!"
Eunchae menembakkan panahnya berulang kali, dan beberapa dari mereka mengenai tubuh panjang milik Orochi. Membuat pergerakkan dari hewan gesit itu jadi melambat di setiap detiknya dikarenakan efek pembekuan.
Ling yang dari tadi hanya sibuk berlari kini berhenti untuk memasang kuda-kuda tebasan sempurna kepada Orochi yang masih membuta.
"Maaf."
Tubuh Orochi secara tiba-tiba terbelah menjadi dua bagian, darahnya terciprat kemana-mana, semua terjatuh keatas tanah dengan Ling yang masih berdiri diam, tepat di antara keduanya.
"Osh! kita bisa istirahat dengan tenang sekarang." Ujar Ling, sebelum memasukkan kembali pedangnya kedalam sarung.
Eunchae nyengir, lalu melompat kebawah. Saat ia mendarat, ia mampu merasakan sebuah gempuran energi jiwa yang sangat luarbiasa besar dari arah belakang Ling.
Ling yang juga merasakan hal tersebut langsung menghindar, dengan tangan kanannya yang menarik Eunchae bersamaan.
Sebuah laser berwarna merah darah, tertembak kesembarang arah, menjatuhkan banyak pohon yang ditabrak tanpa belas kasih olehnya.
"Apa-apaan?" tanya Ling, lima jemarinya sudah menggenggam erat gagang katana.
Eunchae juga sudah menarik tali busurnya, bersiap untuk memberikan bantuan.
Terlihat dari balik asap debu yang berkibaran, seorang pria bertubuh tinggi tegap, dengan kulit ular disepanjang tubuhnya, mengangkat sebuah sabit raksasa, yang merupakan salah satu Hocrux terkuat dari bukit gaib.
Pria itu melirik kearah mereka berdua, membuat sensasi merinding yang tidak pernah Ling rasakan sebelumnya.
"Eunchae, sebaiknya kita kab--"
__ADS_1
Sebuah ayunan sederhana dari sabit milik Orochi mampu membelah banyak pohon disekitarnya, bahkan pohon yang dijadikan tempat bersembunyi oleh mereka. "Sial!!"
Orochi mulai berjalan kearah mereka, namun entah karena kekuatannya yang belum mencapai maksimal atau bukan, tetapi monster itu tidak bisa bergerak terlalu gesit seperti sebelumnya.
Ling pun memakai kesempatan itu untuk kembali menarik lengan Eunchae, berusaha membawanya kabur dan bersembunyi dibalik kain dewi milik Haerin.
Takut.
Ling takut dengan Orochi.
Mahluk itu terlihat lebih besar saat tubuhnya sekecil manusia dibandingkan dengan dalam wujud raksasanya.
Ling tidak bisa melihat apa yang akan terjadi setelahnya, dan itu semua membuat Ling takut.
Ling harus melindungi Eunchae, Eunchae dan Haerin adalah prioritas utama Ling pada saat ini. Kedua perempuan itu harus selamat.
Saat mereka berdua hendak mengenai tebasan Orochi yang berasal dari titik buta, seorang pemuda dengan tombak saktinya muncul secara tiba-tiba didepan mereka dan menahan serangan itu dengan sigap.
"Kembalikan Lotus padaku, Ling." Ucap Ne Zha, yang sedang melayang diatas udara.
Langkah api adalah salah satu kekuatan sihir yang dimiliki oleh Ne Zha. Dia adalah mantan Apotheosis ke-3. Dia sama sekali tidak hadir di pertarungan daratan Sean. Dia sudah mengkhianati Malaikat Malthael sejak kematian Lotus, muridnya.
Dia mampu menjatuhkan ribuan hewan gaib pada peristiwa "musim gugur" tanpa bantuan penghentian waktu dan lain-lainnya. Dia adalah iblis yang dimaafkan, sama seperti Ling.
Maka dari itu, NeZha selalu melihat dirinya di dalam Ling dan ini juga menjadi salah satu alasan mengapa pada waktu itu NeZha mengirim Lotus untuk membunuh Ling dan bukan dirinya sendiri.
"Bawa mereka pergi dari sini." Titah NeZha.
Ling mengangguk, lalu berkata: "terimakasih."
Mereka pun pergi melesat dengan cepat dari tempat itu. Ling menggendong tubuh lemah Haerin diatas punggungnya, wanita itu sedang tertidur lelap.
"Kemana kita akan pergi?" Tanya Eunchae.
Ling menjawab: "Kembali berkumpul dengan Yin Chen. Ini semua tidak sesuai dengan rencananya."
...----------------...
__ADS_1
Yin Chen menaruh kepala Feng Lian keatas sebuah batu rendah. Wanita itu kehabisan banyak darah, luka diperutnya terlalu besar.
"Atur nafasmu, fokus pada regenerasi." Himbau Yin Chen sebelum mengalirkan energi jiwa miliknya kepada Feng Lian yang sedang terbaring didalam genggamannya.
"Haerin..."
"Ada apa dengannya?" Tanya Yin Chen.
"Ikatan yang kubuat pada malam itu bekerja dua arah."
...----------------...
NeZha menghantamkan tombak saktinya kepada Sabit Orochi, lalu mereka saling tatap dalam diam cukup lama. Kemudian mereka kembali bertarung dengan pergerakan yang sangat luwes.
NeZha mampu menyeimbangi kekuatan dari sesosok monster yang hampir saja membunuh kedua tim sempurna yang telah disusun oleh Yin Chen.
"Matilah!"
NeZha menusuk dada Orochi dengan tombak saktinya, membuat manusia ular itu tumbang seketika.
Merasa bahwa dirinya telah berhasil, NeZha pun lengah.
Sebuah teknik sihir hitam tiba-tiba saja kembali menyusutkan raga manusia milik Orochi, dan merubah bentuknya menjadi sebuah bola arwah yang kemudian pergi terbang entah kemana.
Melihat kejadian janggal tersebut, NeZha pun berkata bahwa: "Apapun yang sedang kalian hadapi, ini semua sudah berada diluar jangkauanku."
...----------------...
Haerin yang sudah terbangun dari tidur panjangnya, kemudian dipaksa untuk mulai berlatih sihir hipnotis yang baru dimilikinya.
Di mulai dari hewan-hewan kecil, hingga hewan gaib yang berukuran cukup besar.
Setelahnya, Haerin diminta untuk memanggil seekor burung raksasa yang sama seperti yang dimiliki oleh Yin Chen. Mereka lalu pergi melalui jalur udara ketika sudah berada di luar jangkauan sistem pengawasan milik Yeoul beserta Frost.
Sebelum memulai pemburuan Orochi, mereka semua sudah berjanji untuk kembali berkumpul di tengah hutan gelap jika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan rencana awal.
Mengetahui sifat Yin Chen, Ling yakin kalau biksu tua iu sudah berada disana lebih dulu. Menunggu mereka dengan mata yang sedang tersenyum.
__ADS_1
"Tunggu aku, Yin Chen."