VAGRANT

VAGRANT
Semua Keluarga Bermasalah


__ADS_3

"Pencuri?"


Qi Ling menoleh kearah Yuna, menatapnya dengan badan yang masih setengah membalik. Perempuan itu menaruh kedua lengan panjangnya ke belakang pantat. "Berikan pendapatmu, Qi Ling."


"Mengenai apa?"


Mata Yuna yang tadi berkedik, kini membalas tatapan Qi Ling. "Disaat ibu mengurus kalian, aku bertemu dengan pria yang membunuh ayahku."


Qi Ling kembali memunggungi Yuna, lalu pergi mencari jamur. Gadis dibelakangnya itu menyusul, mengekor sambil bercerita. "Dia juga pencuri, sama seperti kami. Dia kesal dengan kami yang selalu datang lebih dulu darinya. Dan pada hari itu, dia mengancamku dan berkata akan datang kerumah kami tepat pada malam ini."


"Malam ini?"


"Ya."


"Yue tahu?"


"Sepertinya tidak."


Qi Ling dengan segera membalik badannya dan berlari menuju rumah Yue, refleknya itu membuat Qi Ling meninggalkan Yuna sendiri disana tanpa sadar.


Hanya Tuhan yang tahu betapa takutnya Qi Ling pada menit itu. Janji diantaranya dengan Qi Yuan, ibu dari Qi Feng, yang juga berarti tante dari Qi Ling bisa saja hancur pada menit itu. Bahkan bukan menit, Detik!


Ia harus menepati janjinya. Kemarin di provinsi Xu, ia telah menyelamatkan Qi Feng dari keputusasaan. Sekarang, Qi Ling harus menyelamatkannya juga dari kematian.


...----------------...


"Hey!! apakah sudah semuanya?" Tanya Qi Feng yang sedang berada diatas loteng.


"Masih ada banyak." Jawab Yue, dengan tangan yang sedang membawa setumpuk hartanya untuk ditaruh keatas loteng.


"Boleh aku bertanya?" Izin Qi Feng. Yue mengangguk, sambil memberikan harta ditangannya pada Qi Feng. "Kenapa tiba-tiba dipindahkan?"


"Sekelompok perampok akan datang kerumah malam ini." Jujur Yue. "Pemimpin mereka adalah pembunuh suamiku. Hari ini dia akan datang lagi kerumah ini untuk mengambil seluruh harta yang kami curi di pertempuran."


"Astaga, apakah Yuna tahu mengenai hal buruk ini?" Tanya Qi Feng.


Yue menggeleng lembut. "Tidak. Maka karena itu, aku menyuruhnya untuk menyusul Qi Ling memetik jamur."


Qi Feng melamun sebentar. Ia terkejut karena ternyata, Yue benar-benar telah mempercayai omong kosong yang di lontarkan olehnya. Yue benar-benar mengira kalau Qi Feng lebih kuat dari Qi Ling.


"Ada apa, Qi Feng?" tanya Yue, yang sudah kembali dari gudang, membawa setumpuk harta terakhir dirumahnya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa." Bohong Qi Feng, ia merebut tumpukkan harta itu dari tangan Yue, lalu menaruhnya berjejer diatas loteng.


Bersamaan dengan ditutupnya pintu Loteng, terdengar bunyi gedoran dari pintu depan. Yue menatap Qi Feng, seolah mengatakan padanya bahwa kelompok perampok itu sudah tiba.


"Qi Feng, Yue! Buka pintunya!"


"Qi Ling?" Qi Feng berlari menuju pintu, lalu membukanya lebar-lebar. Terlihat di baliknya, terdapat Qi Ling yang tengah mencuri napas berusaha mengatakan sesuatu pada dirinya serta Yue.


"Malam ini akan ada bahaya!" Seru Qi Ling, diselingi napas terburu.


"Tahu darimana?" Curiga Yue. Setelahnya, ia melihat seorang gadis cantik yang tengah berlari ketakutan, menyusul Qi Ling. "Apakah Yuna memberitahu?"


Qi Ling mengangguk kencang, membuat Yue membulatkan mulutnya.


Mereka pun dibawa masuk kedalam rumah. Sampai malam hari tiba, mereka akan merencanakan sebuah perangkap yang dapat mengakhiri hidup Ting An, si ketua dari kelompok perampok, dalam sekali serang.


...----------------...


"Yue! Buka pintunya!" Raung seorang pria berbadan kekar yang menggelegar sampai kesepenjuru hutan. Dia adalah Ting An, ketua dari kelompok perampok.


Mereka mendobrak pintu masuk hingga jatuh ketanah dan menghempaskan setumpuk debu yang berserakan. "Bersihkan rumah ini dari harta secara keseluruhan!" Perintah Ting, sambil melangkahkan kakinya menuju kamar Yue yang pintunya sengaja dibuka lebar.


"Yue, bagaimana dengan *Baijiu?" Pinta Ting.


"Kau tahu dimana aku simpan minuman itu, ambil sendiri." Balas Yue, ketus.


"Bahkan perampok memiliki kode. Aku harus mengecek rumahmu." Ucap Ting.


"Hah... aku belum mencuri apapun." Bohong Yue.


"Jadilah istriku, Yue. Dan nanti, kau tidak perlu hidup seperti ini." Pinta Ting, dengan suara pelan.


Yue menoleh, dahinya berkerut benci. Alisnya berteru, matanya memicing tajam kearahnya. "Perempuan seperti apa yang menikahi pembunuh suaminya?" Cecar Yue. "Wajahmu... membuatku ingin muntah."


Ting tersenyum, lalu memberi perintah pada pasukannya. "Cek loteng."


Yue mengumpat, lalu kembali membelakangi Ting.


Salah seorang pasukan Ting membuka lemari rumah, dan menemukan Yuna yang sedang bersembunyi didalam sana. "Ada anak kecil didalam sini." Lapornya.


"Perkosa dia." Perintah Ting.

__ADS_1


Pasukannya itu langsung menarik Yuna keluar dari sana dan menelanjanginya dengan paksa. Ting terkekeh, lalu membuka celananya dan masuk kedalam kamar Yue.


Saat kaki kanannya baru menyentuh lantai kamar itu, Qi Feng yang terburu-buru langsung mengayunkan pedangnya, membuat semua rencana yang telah dirancang dengan hati-hati kacau balau. Serangan itu meleset, dan hampir mengenai Qi Ling. "Sialan! Qi Feng!" Umpat Qi Ling.


Ting menghajar wajah Qi Feng, lalu melemparnya keluar dari ruangan. Para pasukan perampok yang hendak memperkosa Yuna, jadi tertoleh.


Qi Ling berdiri, dan menyerang Ting dengan pedangnya. Ting menepis serangan itu, lalu menghajar wajah Qi Ling hingga lelaki itu terjatuh. Ia mencengkram wajah Qi Ling, lalu membantingnya kelantai berulang kali. "Brengsek!"


Yue menarik Yuna keluar dari rumah dan bersembunyi selama kerusuhan itu berlangsung.


"Kalian urus bocah itu (Qi Feng). Aku akan menghabisi yang satu ini." Ting mengeluarkan pedangnya dari selongsong. Namun, Qi Ling menyerangnya pada saat lengah.


Qi Ling menghantam kepala Ting begitu kencang, sehingga kepala Ting mengalami kebocoran. "Aku tidak menyesali kepergianku dari desa." Ucap Qi Ling. "Kau mungkin seorang perampok, tapi kau tetap saja seorang Jendral."


Qi Feng tersenyum kearah Qi Ling, lalu berdiri dan mengarahkan pedangnya kearah pasukan perampok yang sedari tadi masih terdiam.


"Aku akan memenggal kepalamu, dan pulang ke desa Shengcun dengan perasaan bangga." Imbuh Qi Ling.


Qi Feng berlari kearah pasukan perampok, lalu menebas mereka semua dengan asal-asalan. Pedangnya yang terlalu tajam mampu membelah segala macam benda yang sudah menjadi targetnya.


Qi Ling menatap Ting dengan mata buasnya. Kekuatan serta kepercayaan diri terpancar dari mata itu. Ting pun berlari ketakutan, meninggalkan pasukan-pasukannya yang satu persatu mulai dijatuhkan oleh Qi Feng.


Qi Ling mengejar Ting hingga kepedaleman hutan.


"Dasar pengecut! Bagaimana bisa kau kabur secepat ini, dan masih memanggil dirimu sebagai seorang pemimpin!" Ledek Qi Ling.


Saat Ting tersandung akar pohon, hidupnya sudah berakhir. Qi Ling memotong kedua sendi lututnya, sehingga kaki Ting tidak bisa berlari lagi.


Qi Ling melempar pedangnya kesamping, dan menghajar wajah Ting hingga hancur berantakan. Saat sudah puas, Qi Ling membelah kepala itu, dan pulang ke rumah Yue.


Disana, Qi Feng sudah menunggu kehadirannya dengan wajah yang serius. "Anak buahnya sangat lemah, bagaimana dengan ketuanya?"


"Tidak berbeda sama sekali." Jawab Qi Ling, dengan senyum tulus yang menyertai.


Qi Feng ikut tersenyum lebar, lalu merangkul Qi Ling dengan perasaan bahagia. "Qi Feng dan Qi Ling dari desa Shengcun, akan mengalahkan semua orang!!" Deklarasi Qi Feng.


Yue dan Yuna telah kembali dari persembunyiannya.


Mereka melihat Qi Ling juga Qi Feng yang sedang menari-menari diatas rumput bersimbah darah.


"Mereka seperti anak kecil." Ucap Yue. "Anak kecil yang bermain darah." Imbuhnya.

__ADS_1


__ADS_2