VAGRANT

VAGRANT
Senja di Malam Hari


__ADS_3

Keadaan kian memburuk setelah kematian Frost di sore hari tadi. Beberapa hewan gaib yang semakin ganas kini tengah memburu nyawa Eunchae dari balik kegelapan malam. Perempuan itu tidak kunjung terlepas dari ketegangan yang dimulainya di beberapa jam lalu. Eunchae harus menemukan raga Dusk dan membunuhnya untuk bisa terbebas dari situasi buruk ini.


Eunchae tahu kalau dia bisa saja membunuh Yin Chen yang sedang mengejarnya membabi buta untuk mempermudah kondisinya, tetapi hal tersebut terasa sangat mustahil untuk dilakukannya karena biksu kekar itu telah mempercayai keselamatan dirinya kepada Eunchae.


Eunchae juga tahu kalau dia tidak bisa semena-mena mendekati Dusk, karena kemungkinan untuk Dusk bisa merasuki fisik lemahnya sangatlah besar.


Eunchae harus terus mencari kesempatan sambil terus membunuh hewan gaib dalam setiap menitnya. Sebuah pertarungan yang mematikan rasa empatinya dan meningkatkan egonya. Pertarungan yang Eunchae butuhkan agar bisa berkembang dan memenuhi harapan Silver yang belum pernah tercapai.


...----------------...


Dengan tubuh yang tengah di penuhi rasa sakit dari dalam, Ling berjalan jauh dari desa Jiangsu kembali ke hutan gelap. Tangannya tidak bisa berhenti bergetar, tapi tanggung jawabnya masih berada di atas altar.


Dengan kekuatan baru yang ia dapatkan dari mantan Apotheosis pertama, yakni Gilgamesh, Ling akan menyelamatkan semua orang yang ia kasihi.


Saat ia berhenti untuk meminum air dari aliran sungai, ia bertemu dengan seseorang dengan energi jiwa seorang Apotheosis. Pria itu duduk diam di sisi seberang, wajahnya sangat familiar di kepala Ling.


Saat pria itu membuka matanya lebar, pertarungan pun tidak bisa dihindari lagi.

__ADS_1


...----------------...


Eunchae yang masih berlari di bingungkan dengan perubahan sikap semua hewan gaib kepadanya. Pancaran energi jiwa Dusk juga menghilang tiba-tiba seolah terbunuh. Rasa penasarannya membuat Eunchae pergi menghampiri lokasi Dusk.


Penampakan yang ia lihat bukanlah pemandangan yang ia bayanhkan. Tubuh Dusk sudah terbuka lebar-lebar di atas tanah, dan di sampingnya terdapat Susanoo yang tengah menatap kematian lelaki tersebut dengan tatapan terpesona.


Sebuah perkelahian dari sisi yang sama, pengkhianatan yang menandakan adanya sebuah retakan dalam hubungan antaranggota, kematian yang mengartikan kekejaman Susanoo, si Apotheosis pertama milik negara air saat ini.


Dari belakang Yin Chen membekap mulut Eunchae, lalu menariknya kebalik pohon. Ia memerintahkan puluhan hewan gaib untuk berlalu lalang di sekeliling mereka agar menyembunyikan energi jiwa mereka dari deteksi energi jiwa milik Susanoo.


"Mari kita jauhkan diri kita darinya untuk sekarang." Kata Yin Chen, sambil berjalan mundur dari sana secara perlahan.


...----------------...


Ken, Apotheosis ke-6. Pria berkulit hitam yang muncul sekali dalam chapter 14, merasa iba yang tidak seharusnya kepada Ling.


Lelaki itu berhenti menyerang, lalu memulihkan luka-luka di tubuh Ling dengan pengendalian darahnya. "Seharusnya luka pada kaki mu bisa disembuhkan bila saja telaga emas tidak di hilangkan oleh Malthael." Jujur Ken.

__ADS_1


Ling tidak merubah tatapannya, lelaki itu masih ingin bertarung dengan Ken.


"Pada fase peleburan nanti, Malthael akan membutuhkanku untuk memindahkan darah putri Haerin dan Feng Lian ke tubuh barunya." Ungkap Ken. "Aku bisa membantumu, Ling."


"Kenapa?" Tanya Ling. "Kenapa kau ingin membantuku?"


"Beberapa hari yang lalu, Susanoo membunuh Caius dan Red di dalam selnya. Hal itu tidak sesuai sama sekali dengan janji Malthael. Semenjak itu, Aku tidak bisa lagi mempercayai semua kalimat yang dipantulkan okeh malaikat pembohong dibalik kaca." Jelas Ken. "Musuh kita sama, Ling. Mengapa kita tidak bekerja sama?"


Ling diam, lalu duduk di atas sebuah batu. "Bagaimana dengan Vaas? Sejauh ini hanya dia yang aku khawatirkan."


"Setelah melenyapkan telaga emas, Vaas menghilang entah kemana, membuat hanya Susanoo lah yang berkuasa."


"Kalau begitu, semua jadi lebih mudah." Ucap Ling. "Oh, ya. Apa itu fase peleburan?"


"Semua bola arwah yang telah dikumpulkan akan kembali berubah wujud menjadi satu kesatuan, kami menyebut wujud tersebut Orochi X. Dan pada saat itu datang, Susanoo akan membunuh wujud tersebut sesuai dengan legenda Yamata no Orochi. Lalu tubuh Orochi X akan dijadikan wadah oleh Malthael, sehingga dia akan menjadi satu-satunya malaikat hidup yang berjalan di atas bumi." Tutur Ken. "Namun untuk terus hidup, Malthael akan membutuhkan darah regenerasi super kuat yang dimiliki oleh Feng Lian dan putri Haerin. Nah, disitulah peranku, Malthael membutuhkanku."


Ling nampak menimbang-nimbang. "Berarti kita harus menyerang markasnya sekarang, bukan?"

__ADS_1


Ling berdiri diatas tongkatnya, lalu berkata: "Hari ini, kita akan menghancurkan rencana malaikat."


__ADS_2