VAGRANT

VAGRANT
Daratan Sean dan Kehancurannya


__ADS_3

..."Mengenalmu adalah sebuah berkat."...


Red yang baru saja sampai di reruntuhan Sean, tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan Bless yang dikendalikan oleh Yin Chen. Sedangkan Yin Chen sendiri masih berada di bawah kendali Dusk.


Red yang menyadari jika dirinya tidak cukup kuat untuk melawan Yin Chen, kemudian berusaha melarikan diri. Namun sayangnya, upaya yang ia lakukan tersebut gagal. Yin Chen tetap saja bisa mengejarnya dan kemudian menghajarnya habis-habisan.


Di lain tempat, Silver dan teman-temannya kembali menemui masalah karena mereka tidak bisa menemukan jalan yang benar menuju altar darah. Sebab, tempat tersebut sudah dirubah menjadi labirin oleh Apotheosis ke-1 bumi dalam pertarungan melawan Vaas sebelumnya.


Ditambah lagi, mereka tidak bisa menggunakan jalur udara karena Daratan tersebut ditutupi oleh awan yang tidak bisa ditembus.


Hal tersebut hampir saja melemahkan semangat mereka untuk terus melanjutkan misi. Tapi keberuntungan lagi-lagi berpihak kepada mereka, sebab kekuatan telekinesis Feng Lian kini sudah lebih kuat dari sebelumnya. Di mampu menghancurkan tembok-tembok Daratan Sean yang tengah menghalangi jalan mereka.


Sesampainya di altar darah, Silver pun meminta Haerin untuk segera melakukan tugasnya.


Ling yang sudah menunggu momen ini hendak berjalan mendahului Haerin, tetapi gadis itu menahannya dan memintanya untuk tidak melakukan itu. "Aku merubah pikiranku." Cetus Haerin, membuat Ling tersentak bingung. "Aku akan ikut berpartisipasi dalam misi ini, aku akan menjadi kunci untuk kalian!"


Haerin pun memasukan lengan panjangnya ke dalam mulut berhala singa yang merupakan lubang kunci. Perempuan itu dapat merasakan bahwa didalamnya terdapat banyak sekali gerigi tajam yang siap menguras darah suci Haerin sehabis-habisnya.


Wanita itu mendesah kesakitan, bersamaan dengan gerbang altar darah yang perlahan-lahan semakin terbuka lebar.


Dari tempat itu, Silver, Feng Lian, bahkan Eunchae akan meneruskan perjalanan tanpa Ling dam Haerin. Karena Haerin harus tetap berada di altar darah untuk memastikan gerbang menuju penjara Neraka putih tetap terbuka, sementara Ling, dia akan menjaga tubuh perempuan itu dari banyaknya ancaman.


Setelah melewati jembatan penghubung, akhirnya Silver, Eunchae, dan Feng Lian sampai didepan neraka putih, yakni tempat dimana Gilgamesh tengah dikurung. Namun, rintangan terakhir tersebut adalah rintangan yang paling berat dan merupakan penentuan apakah misi mereka akan berhasil atau tidak.


Oleh karenanya, Silver pun berpesan kepada Eunchae jika dirinya gagal melepaskan Gilgamesh, maka Eunchae harus segera kembali untuk membawa Ling, Haerin, dan Yin Chen keluar dari tempat tersebut.


Silver bahkan kembali mempertegas jika Eunchae tidak boleh memasuki penjara Gilgamesh apapun yang terjadi. Tidak lupa, Silver juga memberikan Hocrux miliknya kepada Eunchae.


Hal tersebut secara tidak langsung seolah mengisyaratkan jika hari itu adalah kali terakhir Eunchae bisa melihat Silver.


Setelah itu, Silver dan Feng Lian pun segera melanjutkan perjalanannya. Sedangkan Eunchae bertugas untuk berjaga di luar dan memastikan gerbang utama tersebut tetap terbuka dengan terus memasukkan berbagai macam Hocrux ke dalam lubang kunci.


Sementara Silver dan Feng Lian sendiri harus bisa melewati segala rintangan terakhir yang begitu berat karena disepanjang lorong menuju penjara Gilgamesh tersebut dipenuhi oleh mahluk gaib yang akan memangsa siapapun yang berusaha melewati tempat itu.


...----------------...


Haerin yang sedang bertahan, menjaga gerbang di altar darah tiba-tiba dihampiri oleh Caius. Tanpa basa-basi, Caius kemudian langsung mengayunkan Hocrux-nya kearah lengan Haerin.


Namun, tanpa disadari Caius, Ling tiba-tiba muncul dari ruang hampa dan menangkis serangan Caius dengan Hocrux katana miliknya. "Dimana murid-muridmu?"

__ADS_1


"Mereka sedang mengurus kerajaan selatan." Jawab Caius, sebelum menggandakan dirinya menjadi empat.


Ling tersenyum, lalu memanggil belasan Hocrux dari bukit gaib untuk menyerang Caius dengan segala-galanya.


Pertarungan pun tak bisa dielakkan.


Kemampuan mereka sangat seimbang, membuat bahkan Caius sendiri pun tidak mempercayai kedua bola matanya. Seorang murid mampu beradu pedang dengannya tanpa lengah sekalipun.


Ling benar-benar sesuatu yang unik, Ling adalah suatu keajaiban.


Disaat keduanya sedang menjaga jarak, Caius teralihkan dengan kedatangan Red yang berusaha memperingati Caius. Jika mereka berdua sebenarnya sedang diburu oleh pendeta dan Apotheosis baru.


Mendengar hal tersebut, Caius pun segera mengajak Red untuk pergi menyelamatkan diri. Tapi sayangnya, usaha pelarian tersebut sia-sia saja. Yin Chen menghalangi jalan mereka, bahkan cermin gaib andalan Caius juga tidak bisa memberikan bantuan yang berarti.


Terpaksa, Red dan Caius pun mengubah rencana mereka, yang mana Red akan berusaha menahan Yin Chen sebisa mungkin, sementara Caius bertugas untuk menghabisi Frost dan juga Dust.


Pada awalnya, Red dan Caius mampu mengungguli pertarungan tapi keadaan seketika membalik pada saat Vaas tiba dilapangan. Karena ternyata, Vaas juga merupakan kaki tangan Malaikat Malthael dan merupakan satu-satunya Apotheosis lama yang tidak akan digantikan kedudukannya.


Sedangkan alasan Malaikat Malthael ingin menyingkirkan Red dan Caius adalah tidak lain karena mereka berdua secara diam-diam sudah mengetahui rahasia besar para Malaikat.


Sehingga keberadaan mereka berdua akan menjadi ancaman besar bagi Malaikat Malthael, selaku penguasa di negeri air.


Setelah itu, Vaas lalu mendatangi Eunchae didepan neraka putih, sementara Frost dan Dusk kini sibuk bertarung dengan Ling yang secara konsisten melindungi Haerin dari segala serangan.


Awalnya, Eunchae mengira jika Vaas akan memberikan pertolongan. Tapi kemudian Eunchae menyadari, kalau mereka berdua berada di pihak yang berbeda.


Bahkan Vaas mencoba menggoyahkan kesetiaan Eunchae kepada Silver. Dengan mengatakan bahwa Silver akan lebih mengutamakan Gilgamesh daripada Eunchae bahkan setelah semua perjalanan yang mereka lewati. Meski begitu, Eunchae akan tetap berpegang teguh pada pendiriannya. Ia akan tetap berada di pihak Silver apapun yang terjadi. Eunchae juga rela jika memang harus berkorban nyawa demi Silver.


Vaas kemudian mengatakan jika usaha Silver untuk menyelamatkan Gilgamesh akan berakhir sia-sia saja. Sebab sangat mustahil baginya, untuk bisa melewati kutukan yang berada dipenjara Gilgamesh.


Sebuah kutukan yang diciptakan oleh tangan Vaas sendiri, yang mana ia sudah memanipulasi ruang dan waktu ditempat tersebut menjadi sangat lambat. Hal tersebut juga menjelaskan kenapa Vaas adalah satu-satunya Apotheosis yang tidak pernah digantikan posisinya oleh Malaikat Malthael.


Karena sebenarnya, kekuatan Vaas lah yang sudah mengurung Gilgamesh selama ini.


Sebelum pergi, Vaas pun menghancurkan patung Hocrux yang merupakan lubang kunci. Membuat gerbang neraka putih kembali tertutup rapat untuk selama-lamanya.


...----------------...


Disisi lain, Ling telah membunuh Dusk. Menyisakan hanya Frost seorang disana. Pertarungan diantara keduanya cukup liar, hingga pada akhirnya mereka malah menghancurkan tubuh dari altar itu sendiri dengan segala ledakan yang bermunculan dari raungan energi jiwa milik kedua pihak. Hal tersebut menyebabkan Haerin tidak bisa lagi mengaliri altar darah dengan darah miliknya, dan juga kematian dari Apotheosis ke-6 yakni Frost.

__ADS_1


Namun Haerin tidak ingin menyerah begitu saja, ia ingin terus berjuang untuk memastikan gerbang altar darah terus terbuka. Oleh sebab itu, Haerin pun meminta Ling untuk melukai lengannya sehingga altar darah bisa kembali terisi.


Disaat bersamaan, para utusan Malthael kembali mendatangi mereka. Para utusan tersebut adalah Apotheosis baru ke satu yang bernama Susanoo, dan ketiga muridnya yang bernama Fuxi, Nuwa, dan JiangZiya.


Kekuatan utama mereka adalah dapat menguras habis kekuatan gaib milik musuh, sehingga mereka bisa dengan mudah mengalahkan Red, Caius, Ling dan juga Haerin. Tidak hanya itu, mereka juga membekukan altar darah yang membuat gerbang altar darah kini benar-benar tertutup rapat.


Sementara itu, Silver juga gagal untuk membebaskan Gilgamesh, padahal sedikit lagi impiannya tersebut akan terwujud.


Perlahan, rambut Eunchae pun berubah menjadi pirang dan memanjang yang mengartikan jika Silver sudah benar-benar mati. Dan kini Eunchae secara otomatis akan menjadi Apotheosis ke-8 pengganti Silver.


Wanita itu berteriak parau didepan gerbang Neraka putih, rasa sedihnya yang mendalam tidak lagi dapat diartikan. Seluruh kenangannya bersama Silver kini menghujani dirinya bersama dengan rasa sesal tanpa henti.


Vaas dengan bangganya melaporkan kepada Malthael jika dirinya sudah menyelesaikan misi yang diberikan oleh Malthael. Sang Malaikat kemudian memerintahkan para anak buahnya untuk tidak membunuh Haerin juga Feng Lian, sebab sang pendeta sudah merencanakan sesuatu untuk mereka berdua.


Saat melihat tubuh Haerin dibawa pergi, Ling kembali bangkit dan bertarung dengan Susanoo. Mereka bertarung cukup lama, Susanoo kemudian mencoba untuk menyerap habis kekuatan Ling. Tapi tidak disangka-sangka, Ling bangkit tanpa energi jiwa ditubuhnya.


Lelaki itu seolah telah di atur untuk terus berdiri demi melindungi Haerin.


"Melayani seseorang, membantu banyak orang, membentuk sebuah keluarga..." Ling menatap Susanoo dengan tatapan paling kejam didunia, membuat lelaki itu gentar dan ketakutan. "Aku akan terus hidup, untuk menyelesaikan ketiga perintah itu!!!!"


Ling mengamuk, energi jiwa meledak-ledak dari dalam tubuhnya. Untuk pertamakali selama seumur hidup, Susanoo dipertemukan dengan sesosok iblis dari neraka.


Setelah bertarung cukup sengit, pertarungan pun dimenangkan oleh Ling. Tapi sayangnya, Ling tidak sempat menghabisi pria itu karena Susanoo telah lebih dulu diselamatkan oleh Vaas.


Vaas mendelik ngeri kearah Ling. Lelaki bermata iblis itu bisa membunuh 4 Apotheosis hanya dalam kurun waktu semalaman.


Semua utusan Malthael pun langsung memundurkan diri, dan setelah itu, semua gerbang yang menghalangi mereka tiba-tiba saja runtuh ketika gerbang neraka putih telah terbuka. Lalu secara perlahan terlihat ada seseorang yang keluar dari sana.


Seseorang yang bukan Silver, melainkan sosok yang lebih kuat.


Daratan Sean bergetar hebat, seolah bertemu dengan titik kehancurannya. Ling yang sedang menggendong tubuh Haerin, didatangi oleh Yin Chen dengan Orochi dibawahnya.


Biksu itu ternyata telah menyelamatkan Eunchae, beserta Feng Lian lebih dulu. Tidak kunjung mendapati sosok Silver membuat Ling mengerti dengan cepat mengenai kondisinya.


"Apa yang sebenarnya terjadi pada Daratan Sean?" Tanya Ling, kepada Yin Chen.


"Daratan Sean akan hancur bila yang dijaganya sudah terlepas."


Ling menganga lebar, tak percaya. "Maksudmu--"

__ADS_1


"Ya. Benar. Gilgamesh, mantan Apotheosis ke 1 negeri laut sudah terbebas dari penjaranya."


__ADS_2