
Seorang bocah dengan kayu bakar yang bertumpuk diatas punggungnya, sedang asik menjahili seekor katak yang tengkurap. Suara tawa imutnya di selingi suara langkah kaki yang perlahan mendekat, membuat anak itu tertoleh dan terkejut akan itu. Ia berlari ketakutan, dan masuk kedalam sebuah desa bernamakan desa Shengcun untuk melapor kepada orangtuanya.
Qi Ling sudah pulang dengan penampilan yang sangat berbeda. Ia terlihat kotor, aroma badannya juga sangat menyengat.
"Qi Yuan, Chou Yu... Qi Feng masih hidup." Gumamnya.
...----------------...
"Ibu!" Panggil seorang bocah yang tengah berlari diatas ladang gandum berukuran empat puluh lima hektar untuk menemui seorang wanita yang sedang bekerja disana, dipanggilnya Ibu.
"Qi Tan, apakah tugasmu untuk hari ini sudah selesai?" Sahut seorang perempuan beranak 4 dari 2 suami yang berbeda, bernama Qi Yuan.
"Lupakan soal pekerjaan! Ada sesuatu yang harus kusampaikan padam--"
Tamparan keras mengenai wajah Qi Tan. "Aku bertanya, apakah tugasmu untuk hari ini sudah selesai!!? Kita ini keluarga Qi, keturunan dari pekerja keras yang dibanggakan. Kamu tidak boleh menodai reputasi itu."
Sambil mengusap pipinya yang terasa panas, Qi Tan berkata. "Tapi, aku bertemu Qi Ling."
Mata Qi Yuan membulat, mulutnya terbuka tipis. Wanita berusia 30an itu sedang dalam tahap bimbang dengan anak terakhir yang dimilikinya itu. "Benarkah?" Tanyanya.
"Apakah Qi Feng sudah pulang?!" Tanya Qi Yuan pada warga di desa Shengcu yang sedang mencuci pakaian.
"Qi Yuan... ini sudah hampir setahun. Aku tahu perasaanmu, tapi mungkin ini sudah saatnya. Kau harus merelakan kepergian Qi Feng." Saran seorang bapak dari keluarga yang sedang menjemur pakaian.
Qi Yuan menggampar pria itu didepan keluarganya. "Hei, aku tahu kau disegani didesa ini, tapi untuk apa menamparku sekencang itu?!"
"Qi Ling, keponakanku yang pergi berperang bersama Qi Feng sudah pulang!! Itu berarti, Qi Feng-ku juga sudah pulang!!" Seru Qi Yuan.
"Apa?! Si kembar pembawa malapetaka..?"
"Cari mereka! Kita harus menyambut mereka dengan layak!" Perintah Qi Yuan.
Qi Yuan adalah perempuan yang terkenal tegas didesa Shengcun. Walau usianya sudah memasuki kepala tiga, wanita itu masih dan selalu terlihat cantik pula seksi. Maka dari itu, banyak sekali lelaki bujangan yang masih sering menaruh mata padanya. Menggodanya setiap hari, mengetahui kalau wanita itu sudah memiliki empat anak dari dua suami yang berbeda.
"Tidak mungkin aku menyerah pada kepergianmu, Qi Feng. Tidak mungkin!" Monolog Qi Yuan yang sedang duduk didepan rumahnya. "Sebagai tunangan dari Qi Feng, Chou Yu harus mengetahui kabar baik ini."
__ADS_1
Wanita itu sempat tersenyum, namun dalam hitungan detik, ia kembali murung. "Qi Feng, pulanglah dalam keadaan hidup. Jikalau Qi Ling tidak membawanya pergi... dia seharusnya sudah menikah sekarang, dan dia pasti akan menjadi ahli waris yang terhormat untuk keluarga Qi."
"Bajingan itu... jangan bilang kalau kau pulang kemari tanpa membawa Qi Feng bersamamu! Kau sudah berjanji padaku, Qi Ling!"
Melihat segerombolan pria berzirah hitam melewatinya, Qi Yuan langsung mengekor dan menguping.
"Tidak ada disini!" Lapor salah satu tentara.
"Kemana dia bersembunyi?!" Balas tentara yang lain.
"Sepertinya dia belum pulang kerumahnya.
Tentara penjaga terdengar saling bersahutan, dan saat mereka hendak kembali kearah yang berlawanan, mereka menjumpai Qi Yuan yang sedari tadi hanya diam memperhatikan tingkah laku mereka semua.
"Cantik sekali." Celetuk salah satu tentara berhidung besar.
"Sedang apa kemari? Apakah anda salah satu anggota dari keluarga Qi?" Tanya yang lainnya.
"Ya, benar. Aku adalah pemimpin keluarga Qi. Apa yang membawa kalian kemari?" Balas Qi Yuan.
"Apakah dia melakukan hal buruk?" Tanya Qi Yuan.
"Ya, Benar sekali. Dia menerobos perbatasan provinsi dan membunuh dua orang dari pasukan kami."
"Apakah dia datang sendiri?" Dengan topik yang sama, Qi Yuan terus berusaha untuk mengalihkan pembicaraannya menuju keberadaan Qi Feng.
Pasukan tentara itu menatap satu sama lain, lalu menggelengkan kepalanya.
Isakan Qi Yuan pun tak terbendung, perempuan itu bertekuk lutut, lalu menangis lepas dihadapan para tentara yang sekarang jadi kebingungan.
"Bawa aku ke pimpinan kalian." Pinta Qi Yuan, membuat para tentara nampak cemas dan memberikan berbagai macam alasan palsu untuk mencegahnya. "Kalian akan kesusahan dalam menangkap Qi Ling. Desa akan membantumu, tapi pertemukan aku dengan pimpinanmu terlebih dahulu." Jelas Qi Yuan.
Dengan keadaan pasrah, para tentara membawa dan mempertemukan nona Qi Yuan dengan ketua mereka yang sedang menepi di kuil Shengcun.
"Tidak heran kalau anda kesulitan dalam menangkap Qi Ling. Dia adalah anak aneh yang menghabiskan sebagian besar waktunya di pegunungan! dengan kata lain... dia adalah binatang buas. Dia akan memakan burung, kelinci, atau bahkan kulit pohon. Dia akan mempertaruhkan segalanya, untuk menghindari pasukanmu." Terang Qi Yuan. "Begitu binatang buas melarikan diri ke gunung, dia berada di luar jangkauan manusia."
__ADS_1
"Maaf, tapi aku belum menangkap namamu." Ucap si ketua.
"Aku adalah pemimpin terakhir keluarga Qi. Ibu dari Qi Feng, juga tante dari Qi Ling... namaku adalah Qi Yuan." Sahutnya.
"Hmmm, dan kau?"
Sang ketua kini menaruh matanya pada seorang wanita anggun nan rupawan yang berdiri di sebelah Qi Yuan. "Aku Chou Yu." Jawabnya.
"Chou Yu! Berbicaralah lebih sopan!!" Tegur Qi Yuan.
Chou Yu memanyunkan bibirnya, lalu membuang pandangannya kesamping.
"Dia adalah tunangan anakku. Dia memiliki kebencian yang sama pada Qi Ling!! Bukan begitu Chou Yu?" Qi Yuan menoleh kepada Chou Yu, dan perempuan itu kini sedang melamun. "Chou Yu!"
"Eh??"
"Bukan 'eh', Ya!" Koreksi Qi Yuan, lalu memijat pelipisnya pelan karena merasa pusing. "Tolong maafkan Chou Yu, dia adalah anak yatim piatu sejak kecil."
"Kamu harus tumbuh dewasa kalau kamu memang ingin menjadi seorang pengantin dari keluarga Qi!!" Cecar si wanita janda.
...----------------...
Pada malam harinya, Qi Yuan membacakan berbagai bentuk doa dalam teduh untuk keselamatan Qi Feng dihadapan lilin yang menyala.
"Qi Feng, tolong hiduplah dan pulanglah ketangan ibumu ini..." Tutup Qi Yuan dengan suara yang sangat lirih. Ia meniup api lilin hingga padam untuk mengakhiri doa panjangnya, lalu berjalan keluar dari rumah tua itu untuk kembali bertemu dengan ketua pasukan tentara, yang juga merupakan seorang perwira, bernama Yong Kai.
Yong Kai. Pria itu sedang mencalonkan diri sebagai gubernur di daerah Jian Ning. Maka dari itu, dia datang kesana juga kemari untuk mencari massa melalui teknik simpati dengan membantu masalah diberbagai tempat.
Saat pintu keluar dibuka, Qi Yuan bertemu dengan seorang pria yang mengingatkannya dengan Qi Feng. Pria itu terlihat sangat berantakan, pakaiannta kotor. Bau badannya juga menyengat hidung Qi Yuan sampai perempuan itu mengernyit jijik. "Qi... Qi Feng?"
"Bukan, tante." Lelaki itu berjalan mendekati Qi Yuan, dan mencoba untuk menyentuh pundaknya. "Qi Feng, dia sed--"
Pisau pendek diayunkan secara mendadak oleh Qi Yuan.
Qi Ling menghindar, lalu menepis benda tajam itu. Badannya yang lebih besar maju mendekat dengan sangat cepat, membuat tubuh Qi Yuan bergetar, dan tanpai dia sadari, dia telah terjatuh pada pelukan Qi Ling yang erat. "Tante, Qi Feng masih hidup."
__ADS_1