
Toktoktokk
Kriieeett
Pintu terbuka menampilkan seorang cowok tampan sedikit lebih dewasa dari Ralissa. Dia adalah Arion kakak sepupu Ralissa, anak dari Theron dan Irine.
"Kenapa kakek memanggilku?" Tanya Arion. Ia tak sempat melihat Ralissa karena terfokus pada Thomas.
"Ckckck! Kakak tak mau menyapaku dulu?" Tanya Ralissa menarik turunkan alisnya ketika melihat kakak sepupunya itu.
Seketika Arion menoleh pada Ralissa. "Hay, Ra. Kapan kau datang?" Sapa Arion spontan.
Ralissa mendengus mendengar sapaan Arion yang terlambat. Ia memilih untuk meminum ramuan yang telah Anna buatkan untuknya.
"Apa ramuan itu langsung bereaksi?" Bisik Thomas pada Anna.
"Tentu saja." Jawab Anna bangga pada dirinya sendiri.
Thomas merasa lega dan segera melepas sihir yang ia gunakan pada Ralissa.
Ralissa mengecap rasa ramuan yang tersisa di mulutnya. Pahit dan sedikit asam, ingin muntah tapi ia tahan dengan menelan kembali sisa ramuan itu.
"Rasanya aneh! Lebih tepatnya pahit!" Jelas Ralissa mencak-mencak tak jelas.
"Mana ada ramuan manis! Kau pikir itu sirup?" Balas Arion menggelengkan kepalanya melihat tingkah adik sepupunya itu. Ralissa mendengus lagi.
"Dasar anak kecil! Gitu aja marah. Entar cepat tua loh." Ucap Arion lagi kini sudah menarik Ralissa untuk keluar dari ruangan khusus itu.
"Arion dan Ralissa pergi dulu kek, nek. Karena Arion sudah tahu alasan kakek memanggil Arion." Pamit Arion langsung membawa Ralissa keluar.
"Wah anak itu benar-benar." Gumam Thomas melihat ke arah pintu yang telah tertutup.
"Bukankah sifatnya itu tidak asing?" Tanya Anna melipat kedua tangannya di depan dada.
"Entahlah." Jawab Thomas tanpa melihat Anna yang memerhatikannya.
"Cih, tak mau mengakui kalau cucunya mewarisi sifat menyebalkannya itu." Gumam Anna terdengar jelas di telinga Thomas.
Thomas tersenyum devil dan langsung menggendong Anna ala bridal style.
"Kyaaa! Apa yang kau lakukan?" Pekik Anna berteriak.
"Tentu saja memberimu hukuman." Balas Thomas segera menuju kamar mereka.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ralissa melirik Arion yang ada di sampingnya. Saat ini mereka berdua sedang jalan-jalan di hutan, sekalian untuk mencari portal yang menuju dunia lain.
"Kak, apa kakak menggunakan sihir?" Tanya Ralissa, merasa ragu kalau ramuan Anna sudah mulai bekerja. Bukan meragukan, melainkan ia berpikir mungkin ramuan itu akan bekerja setelah beberapa menit atau jam berlalu.
"Tidak. Bukankah, kau sudah meminum ramuan yang di buat nenek?" Jawab Arion dan bertanya.
"Iya, aku hanya takut kalau ramuannya belum bereaksi karena aku pernah mendengar kalau ramuan yang nenek buat bisa bereaksi beberapa jam setelahnya. Bahkan aku pernah mendengar rumor kalau nenek membuat ramuan yang mulai bereaksi saat menjelang malam." Jelas Ralissa.
"Yah, aku juga pernah mendengar itu. Nenek membuat ramuan untuk orang yang ditahan di penjara bawah tanah." Balas Arion.
"Aku jadi takut sama nenek." Ucap Ralissa mengusap bulu kuduknya yang berdiri.
"Tenang saja. Nenek tidak akan menyakiti keluarganya."
__ADS_1
"Benarkah? Berarti kakak belum pernah dengar kalau nenek pernah meracuni kakek karena kesal?" Tanya Ralissa yang langsung dijawab dengan gelengan oleh Arion.
Arion menghentikan langkahnya ketika melihat apa yang ada di hadapannya.
"Inikah portal itu?" Ucapnya tak yakin ketika melihat bayangan pintu yang terlihat transparan itu.
Ralissa mengikuti arah pandang kakak sepupunya itu. Dengan ragu ia mendekat ke arah portal yang ia tak tahu menuju kemana portal itu.
Arion langsung menarik tangan Ralissa saat Ralissa hendak menyentuh portal itu.
"Kau mau ngapain?" Tanya Arion menatap Ralissa tajam.
Ralissa hanya membalas Arion dengan cengiran khasnya. "Oh, ayolah! Aku penasaran portal ini akan pergi kemana." Ucap Ralissa secara tidak langsung menjawab kalau ia ingin melewati portal itu.
"Tidak boleh!" Balas Arion tidak setuju dengan Ralissa.
"Sekali saja! Lagian kakak kan bisa sihir dan lagi aku sudah memimum ramuan dari nenek. Itu berarti energi kakak tidak akan habis." Pinta Ralissa memelas.
Arion tampak menimbang-nimbang. "Besok saja. Lagi pula, kita sudah tahu letak portalnya di mana. Lebih baik kita cari tahu lebih detail tentang portal ini agar mempermudah kita besok." Usul Arion.
Ralissa menghela nafasnya dan mengangguk. Ia sedikit kecewa tapi yang dikatakan Arion itu benar.
Mereka pun kembali ke mansion pack silver moon setelah mendapatkan hasil dari jalan-jalan mereka, yaitu mengetahui keberadaan portal yang mereka cari.
.
.
.
.
.
Ralissa menatap Arion dengan enggan, sedikit kesal dengan keputusan yang kakak sepupunya itu ambil. "Masih marah?" Tanya Arion mulai risih melihat tatapan yang dilontarkan padanya.
"Aku penasaran dengan tujuan portal itu! Aku takut kalau portal itu berpindah-pindah tempat." Jelas Ralissa.
"Kenapa kau tidak menanyakan tentang portal itu pada ayahmu? Seingatku, ia sering bepergian melalui portal untuk pergi ke suatu tempat." Usul Arion.
"Jadi, kau ingin mencoba portal yang bukan buatan sihir, begitu?" Simpul Arion mendengar penjelasan Ralissa.
Ralissa mengangguk semangat. "Dasar kakak tidak peka!" Cibir Ralissa pada Arion.
Arion mencubit hidung Ralissa karena mendengar cibiran yang ditujukan padanya.
"Kalau mau mencibir, usahakan untuk tidak terdengar oleh orangnya!" Saran Arion. Ralissa mengerucutkan bibirnya.
"Kau mau pulang atau menginap?" Tanya Arion ketika sampai di depan pintu kamarnya. Ralissa tidak pernah menginap karena takut hilang kontrol akan dirinya jika berdekatan dengan makhluk lain. Tapi sekarang, ia bisa setelah meminum ramuan yang dibuatkan Anna khusus untuknya. Hal itulah yang membuat Arion bertanya, karena selama ia hidup Ralissa tidak pernah menginap di pack Silvermoon.
"Aku akan pulang." Jawab Ralissa cepat.
Jawaban yang tidak terduga itu membuat Arion mengerutkan keningnya. "Kenapa? Bukankah sekarang kau bisa bergaul dengan orang lain? Bahkan, kau bisa bertemu dengan matemu tanpa takut kalau kau akan menyakitinya."
"Aku ingin menunjukkan hal ini pada ayah dan ibu." Jelas Ralissa secara tidak langsung menjawab semua pertanyaan Arion.
"Hmm, baiklah kalau itu maumu. Tapi, kau harus sering bermain ke sini." Ucap Arion. Kali ini Ralissa yang mengerutkan keningnya, bingung.
"Kenapa?"
"Karena saat aku bersamamu. Semua shewolf yang mengejarku tidak berani mendekat." Jawab Arion dengan tampang mengesalkan siapapun yang sedang berbicara dengannya.
"Jangan ge-er deh. Tampang 'pas-pasan' kayak gitu dibanggain." Ucap Ralissa mengejek.
Arion tak terima kalau wajah tampannya dibilang 'pas-pasan'. Ia pun melirik sekitarnya dan melihat maid bersembunyi tak jauh darinya.
"Kau tak percaya? Itu salah satu buktinya." Tunjuk Arion. Maid itu jadi, salah tingkah karena ketahuan.
Arion menyuruh maid itu mendekat. "Apa kau sedang memperhatikan ku?" Tanya Arion.
"A-anu it-itu-" Maid itu gagap karena takut Arion akan murka.
"Kau boleh pergi." Ucap Arion lagi karena tahu jawaban dari pertanyaannya.
Maid itu pun hormat untuk pamit lalu ia pergi meninggalkan kedua saudara sepupu itu.
__ADS_1
"Sudah puas?" Tanya Arion dengan senyum penuh kemenangan. Ralissa jengkel melihatnya.
"Aku pulang sekarang. Tolong bilang sama semuanya ya. Bye, kak." Ucap Ralissa terdengar sedikit malas.
"Biar aku mengantarmu sampai gerbang." Ucap Arion sedikit memaksa. Tidak ingin berdebat, Ralissa mengangguk mengiyakan.
Mereka berdua pun berjalan menuju gerbang mansion pack Silvermoon.
To be Continue
Keterangan :
Immortal World : Tempat tinggal kaum immortal. Seperti artinya immortal adalah keabadian, semua makhluk yang hidup di dunia immortal abadi, lebih tepatnya berumur panjang. (Dalam cerita ini ya 😁😁)
Ciri-ciri dunia immortal: Dalam bayangan author selagi menulis cerita ini: pertama, penuh dengan pemandangan alam sangat berbeda dengan dunia manusia; kedua, Clasic terutama pada suasana dalam mansion bangsa Werewolf maupun kerajaan Vampire. Sudah bisa dibayangkan??
Kasta di dunia immortal :
Demon (kasta tertinggi) paling kuat. pemimpin demon adalah pemimpin untuk semua makhluk immortal.
Vampire dan Werewolf. Berada ditingkat yang sama karena anak dari pemimpin bangsa vampire (Lord) menikah dengan anak dari alpha terkuat bangsa Werewolf.
Witch.
Mermaid.
Dst,.
Lain-lain:
Alpha : Pemimpin pack
Beta : Tangan kanan alpha (asisten)
Mate : Jodoh makhluk immortal
Shift : Bergantian menguasai tubuh antara jiwa wolf dengan jiwa manusia
Wolf : Serigala
Werewolf : Manusia serigala
Witch : Penyihir
Mermaid : Putri duyung
Other Side : Sisi lain/kepribadian lain
Rogue : Serigala pemberontak
Pack : Wilayah kekuasaan
Vampire/Vampir : Makhluk immortal yang meminum darah
Reject : menolak mate atau memutuskan hubungan dengan mate
Maid/omega : Pembantu/Dayang
Lord : Pemimpin kerajaan Vampire
Luna : Pendamping alpha
Immortal : Makhluk yang dianggap mitos
Devil/Demon : Iblis (di cerita ini demon yang paling berkuasa di dunia immortal, bisa dibilang kasta tertinggi di kaum immortal, muncul di Vampirewolf)
Potion : Ramuan
Poison : Racun
Shewolf : manusia serigala wanita
Hewolf : manusia serigala laki-laki
Don't forget to votement Guys...
__ADS_1
see you next..