
Gala baru saja sampai di kantornya dengan wajah merengut. Dia memang agak terlambat berangkat menuju kantor. Sebelumnya ia mendapatkan ceramah dari mamanya perkara ia berangkat kerja.
Perusahaan Gala bergerak di bidang obat-obatan. Kusuma Farmasi berawal karena ide Gala yang melihat peluang besar.
Papanya sangat mendukung keinginannya. Papanya memberikan dukungan modal kepadanya dengan jumlah yang tidak sedikit.
Gala berusaha keras untuk membangun Kusuma Farmasi dengan cepat. Dia juga menyadari cepatnya perkembangan perusahaan tidak lepas dari papanya dan bagian keluarga Kusuma yang lain.
Jika tidak ada rumah sakit Kusuma di mana - mana, ia yakin akan menemukan jalan buntu. Akan tetapi dengan banyaknya rumah sakit Kusuma, maka. Ia dengan cepat bisa memperbanyak cabangnya.
Memang ada masalah yang di timbulkan saat itu. CEO perusahaan farmasi yang biasanya bekerja sama dengan rumah sakit Kusuma menjadi emosi saat itu. Namun semua itu bisa diatasi oleh pamannya Galuh yang masih menjabat sebagai petinggi Kusuma Group. Dan akhirnya bisa membuat sama - sama menguntungkan bagi perusahaan Gala dan perusahaan itu.
"Kenapa muka lo bete kayak gitu?" Gala kaget mendengar suara Novia yang sudah berada di ruangannya.
Gala tidak sadar ketika Novia masuk ke ruangannya. Dia memang tidak bisa marah kepada wanita itu karena wanita itu memang sering masuk keruangannya.
"Kamu bikin kaget aja Nov." ucap Gala.
"Kamu sih datang - datang sudah pasang wajah bete."
"kamu sok tahu ah."
"Sok tahu gimana, orang aku tadi lihat kamu datang wajahnya udah bete gitu." maaf ya tidak mau kalah.
__ADS_1
"Emang kamu dari kapan di sini?"
"Aku sudah menunggu kamu selama 1 jam di sini, kamu saja yang tidak melihat aku di dalam." jawab wanita itu.
"Kamu kenapa?" tanya Novia sambil pindah duduk ke meja kerja Gala.
"Kamu kapan pulang dari Paris?" tanya Gala karena malas menjawab pertanyaan Novia. Karena baginya ini adalah aib keluarganya.
"Jangan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan tuan gala Sky." ucap Novia tersenyum.
"Hahaha, kamu ini datang - datang sudah menguasai ruangan aku."
"Jadi kenapa kamu bete?"
"Nggak ada, biasalah perjalan ke sini, aku hanya banyak kerjaan di kantor." jawab Gala.
"Benaran?" tanya Novia merasa ada yang di sembunyikan oleh sahabatnya itu.
"Iya."
"Kamu butuh bantuan aku nggak?"
" Nggak, kamu rencana mau kerja di mana? apa kembali mengajar di kampus?" tanya Gala.
__ADS_1
Sahabatnya itu pergi tiba - tiba tanpa berpamitan sebulan yang lalu. Dia bahkan tidak tau tentang kepergian wnaita itu.
Gala tau bahwa wanita itu pergi ke Paris setelah seminggu pernikahannya. Gala mencoba menghubungi Novia namun tidak tersambung. Gala juga mencoba mengirimkan pesan lewat media sosial.
Novia tidak pernah menanggapi pesannya di Minggu pertama. Namun di Minggu kedua barulah wnaita itu mulai membalas pesannya. Dan sampaikan wanita ini di dalam ruangannya.
"Boleh nggak aku kerja di sini?" tanya Novia membuat Gala ragu.
Jika dulu wanita itu meminta pekerjaan kepadanya, bekerja akan memberikan posisi asistennya. Namun sahabatnya itu meminta pekerjaan di saat ia sudah menikah.
"Alangkah baiknya kamu mengajar lagi, bukankah itu tujuan kamu sejak awal?"
"Aku bosan mengajar, sepertinya menjadi anak buahmu sangat menyenangkan." jawab Novia tersenyum.
"Aku tidak akan menerima kamu karena aku tau tempat terbaik kamu, aku mau kamu tetap menjadi dosen, agar farmasi Indonesia semakin maju." ucap Gala mencoba menolak Novia dengan lembut.
"Apa hubungannya? Ayolah terima aku bekerja."
"Tidak, jika kamu sebagai karyawan aku maka hilang profesinal aku, aku nggak mau pokoknya, aku akan kembalikan kamu menjadi dosen terbaik di negeri ini."
"Ah sayang sekali, aku kesal sekali sahabatku menolak aku bekerja di tempatnya." ucap Novia.
"Tidak tetap tidak, aku akan menghubungi ketua yayasan tentang lanjut di sana, semua fasilitas akan aku berikan seperti semula." ucap Gala mencoba menenangkan Novia.
__ADS_1