Wanita Bernasab Ibu

Wanita Bernasab Ibu
kemarahan Momo


__ADS_3

Ketika Reni mau masuk ke dalam mobil tiba-tiba dia mendengar ada yang memanggilnya. Dia menoleh ke belakang dan menemukan Momo.


"Kak Reni." panggil Momo lagi.


Reni melihat Momo berjalan menghampirinya. Reni melihat ada kemarahan di mata Momo.


"Aku tau kakak masih mencintai bang Zahran, jika kakak masih mencintai Bang Zahran tinggalkan bang Gala."


Reni cukup terkejut mendengar ucapan. Dia tidak paham dengan semua ini.


"Maksud kamu apa mo?"


"anggap udah pura - pura tidak paham, jika kakak masih mencintai bang Zahran, kenapa kakak dulu meninggalkannya? Harusnya Kaka pertahankan bang Zahran, aku tau bahwa Kakak menikahi bang Gala karena mama kakak, kakak juga tidak mencintainya, jika kalian tidak sama - sama mencintai kenapa malah melanjutkan pernikahan bodoh ini?" ucap Momo dengan emosi.


Mata Momo memerah karena menahan marah. Dia sudah lama mengenal Reni dan tau bagaimana dia akrabnya dengan Azzam dan Zahran yang merupakan Sepupunya.


"Aku tidak ada rasa lagi dengan Zahran seperti yang kamu tuduhkan."

__ADS_1


"Buktikan, lagian kamu jangan egois, jika kamu nggak suka bang Gala kamu lepaskan saja, apalagi dengan status kamu anak dari lelaki yang hampir saja membunuh keluarga kami, apa kamu nggak malu?"


Reni cukup sakit hati mendengar ucapan yang keluar dari mulut Momo. Dia tidak menyangka bahwa kata-kata itu akan keluar dari mulut manisnya adik iparnya.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu? bukankah kamu juga tahu bagaimana rasanya tidak dicintai oleh suamimu sendiri? kamu lupa itu?"tanya Reni membuat Momo semakin marah.


"Kamu nggak tahu apa-apa tentang hidup aku, lagian aku mencintai suamiku, bukan kayak kamu, ingat ucapanku, tinggalkan abangku jika kamu tidak bisa memberinya kebahagiaan." ucap Momo berbalik ke belakang karena Tante Bella memanggilnya.


"Ada apa Momo dan Reni? Kok bicara di luar?"


"Tidak ada apa - apa Tante." jawab Momo dengan cepat.


Setelah berpamitan dia pergi meninggalkan rumah Tante Bella. Reni pulang dengan hati yang berkecamuk.


Setelah malam harinya, Reni tidak berani untuk bertanya kepada Gala. Ia hanya terdiam dan mencoba bersikap seperti biasa saja.


Hari berlalu begitu saja, Gala bingung ketika melihat ada perubahan di diri Reni.

__ADS_1


Walaupun wanita itu bersikap seperti biasa namun ada yang ganjal pada diri wanita tersebut. Tapi tidak tahu apa yang terasa aneh.


Berhari hari Reni bersikap seperti itu. Perubahan juga dirasakan oleh dua orang tua Gala. Sikap menantunya yang terlihat tertekan akhir - akhir ini.


Mama Ami dan papa Amar juga heran kenapa menantunya berubah. Walaupun menantunya bersikap seperti biasa.


Mama Ami mencari tau sendiri penyebab menantunya berubah menjadi tertekan. Dia akhirnya marah Kartika Momo menceritakan yang sebenarnya.


"Jadi mereka pura-pura mencintai? Jadi Reni memanfaatkan Gala untuk dirinya sendiri."


"Iya ma, mama sih marah - marah bang Gala melulu, mama nggak tau bahwa Reni itu masih menyukai bang Zahran."


"Kamu tau darimana?"


"Nggak penting darimana ma, ibu sumber terpercaya, nanti aku cari buktinya ma jika mama nggak percaya." ucap Momo.


"Baiklah, mama tunggu laporan dari kamu, tapi jangan sampai papa tau dulu, bisa - bisa Abang kamu kena marah papa, apa Reni yang meminta tolong Abang kamu?"

__ADS_1


"Sepertinya ma, mereka seperti ada perjanjian mungkin ma."


Mama Ami tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Dia kecewa dengan anaknya yang bisa - bisanya mempermainkan pernikahan. Apalagi istrinya masih mencintai sepupunya.


__ADS_2