
Gala bingung melihat Reni mendiamkannya sejak tadi. Wanita itu benar-benar tidak mengajaknya berbicara sejak tadi.
Reni memang kesal kepada Gala. Sejak pulang dari kantor siang tadi, lelaki itu tidak mencoba menjelaskannya apa yang terjadi di ruangannya.
Reni langsung menuju tempat tidur setelah keluar dari kamar mandi. Dia benar-benar kesal dengan suaminya itu.
"Tetap aja dia nggak mau jelasin, jika memang menyukai wanita itu,kenapa dia nggak mau menceraikan aku?" bathin Reni.
Gala menghela nafas saat melihat istrinya membelakanginya. Gala menyadari bahwa wanita itu sedang cemburu.
Gala juga tersenyum senang karena kecemburuan wanita itu membuat wanita lupa bahwa mereka hampir berdekatan dalam waktu yang lama.
Melihat Reni yang sudah tertidur membuat Gala juga ikut berbaring di sebelah wnaita itu. Gala mengusap perut wanita itu sebelum memejamkan matanya. Dia juga mencium perut sang istri. Setelah itu mencium pipinya.
"Selamat tidur, aku tidak tau apa yang ada di hati ini, namun aku cemas ketika kamu sakit, aku tidak mau kamu di sentuh orang lain, karena tidak satupun milikku yang bisa di sentuh oleh orang lain." ucap Gala.
Gala memandang wajah cantik Reni yang tertidur dengan tenang. Gala karena merasa lelah juga tertidur dengan cepat.
...****************...
Momo telah sampai di rumah mamanya. Dalam beberapa hari ini dia akan menginap di sana karena Rey sendang perjalanan dinas.
Sebenarnya di rumah Momo sudah banyak penjagaan. Namun dia merasa ini waktu yang tepat bersama keluarganya.
Selain membawa anak-anaknya, dia juga membawa baby sister anak - anaknya.
"Ma itu bubur buat siapa?" tanya Momo ketika mendapati mamanya sedang memasak bubur.
"Ohw ini untuk Reni, kamu udah sarapan?" tanya Mama Ami sambil mengaduk buburnya.
"Sudah tadi bersama mas Rey ma, kok mama yang masakin Reni? Emang dia nggak bisa masak ma? Atau bibi gitu."
"Nggak apa-apa, mama hanya pengen memberikan yang terbaik untuk cucu mama."
"Emang mama yakin itu cucu mama?"
"Kenapa kamu berbicara begitu? Zahran tidak mungkin melakukan hal yang seperti itu."
__ADS_1
"Bang Zahran tidak, tapi bagaimana dengan dia, kan bisa jadi dia berhubungan dengan lelaki lain ma, seperti mamanya."
Reni tertegun berdiri tidak jauh dari keduanya. Hatinya begitu sakit mendengar tuduhan yang di lontarkan oleh Momo.
"Apalagi dia juga dekat dengan papa tirinya, keluarga papa tirinya aja nggak suka dengan dia ma." ujar Momo lagi.
Gala yang mengekor di belakang Reni juga kaget dengan omongan Momo.Dia terdiam ketika melihat Reni menjatuhkan air matanya.
Gala hendak berjalan mendekat Momo dan mamanya. Namun Reni menahan Gala. Reni tidak mau ada pertengkaran di pagi hari karena dirinya.
Reni menarik tangan Gala menuju lantai dua. Mereka kembali masuk kedalam kamar. Reni menutup pintu kamar dengan rapat.
"Kenapa ke kamar lagi? Apa kamu mau memberikan jatah aku pagi ini?" tanya Gala dengan mengeringkan matanya dengan nakal.
"Apaan sih? udah sering main bersama Novia pun."
"Iya sih, Novia seksi dan cantik."
"Ya udah, sama sama Novia." ucap Reni dengan kesal.
"Paling kalau melihat kalian seperti itu, aku siram air raksa wajah wanita itu."
"Wow keren, aku dukung sih." jawab Gala.
"Kamu nggak berangkat kerja?" tanya Reni kepada Gala.
"Kamu? sejak kapan kamu memanggilku kamu haaa?" tanya Gala tidak sadar senang di panggil begitu.
"Tau ah." ucap Reni duduk di atas ranjang.
"Hari ini Abang memang sibuk, mungkin nanti pulang malam." ucap Gala juga duduk di sebelah kanan Reni.
"Ikut, boleh?"
"Di rumah aja, nanti kecapean."
"Abangggg, boleh ya aku ikut ngantor, sepertinya anak kita pengen melihat papanya bekerja." bujuk Reni.
__ADS_1
Gala paham bahwa istrinya tidak nyaman di rumah semenjak mendengar ucapan adiknya. Gala berjanji akan menegur adiknya untuk tidak berbicara sembarangan.
Gala berpikir memang untuk hari ini Reni harus ikut. Dia tidak mau wanita itu stres sehingga harus kehilangan anak mereka.
"Baiklah, karena abang tidak ada kelapangan hari ini, maka kamu bisa ikut, tapi ingat di sana harus banyak istirahat."
Reni lansung senang sehingga dia memeluk Gala. Gala tersenyum melihat istrinya memeluknya dengan erat.
"Sepertinya akting kamu sudah berakhir, buktinya kamu sudah tidak mual lagi di dekat Abang dari semalam." ujar Gala mengingatkan Reni pada suatu hal. Dia lupa melanjutkan akting berpura-pura ngidam karena saking cemburunya kemaren siang.
"Ya mungkin memang anak kita ingin dekat dengan papanya." jawab Reni tidak berani menatap mata suaminya.
Gala tersenyum lagi saat Reni menggunakan calon anak mereka Sebagai tameng.
"Jika ibunya yang pengen dekat - dekat juga tidak apa - apa."
"Udah ah, aku mau siap - siap dulu." ucap Reni berdiri karena salah tingkah.
Setelah sarapan pagi, mereka berangkat ke kantor. Reni tau bahwa Momo masih belum menyukainya. Namun dia tidak begitu peduli.
Selama di perusahaan, Reni merasa kebosanan. Gala hanya memperbolehkan dia hanya duduk di sofa. Sesekali lelaki itu memandangnya lalu tersenyum.
Reni awalnya ingin membantu Gala. Reni dulunya pernah menjadi sekretaris Azam Adha. Pengalamannya dalam bekerja juga tidak malu - maluin. Dia termasuk karyawan terbaik di kantor Adha.
"Bang kamu butuh sekertaris nggak?" tanya Reni bertanya kepada suaminya.
"Tidak , kenapa?"
"Jika kamu butuh, maka kamu bisa menjadikan aku sebagai sekretarisnya."
Gala tidak menanggapi ucapan wanita itu.Sehingga wanita itu kesal dengan membawa bantal sofa menuju Gala. Reni memukulkan bantal itu ke tubuh Gala sky.
"Ngeselin tau." ucap Reni dengan memonyongkan bibirnya.
Melihat bibir merah alami milik Reni membuat Gala menarik Reni sehingga wanita itu terduduk di depan pangkuan suaminya.
"Kalau kamu udah siap melakukan ritual malam kita, kamu boleh pakai baju yang aku belikan untuk kamu." bisik Gala membuat wajah Reni memerah karena malu.
__ADS_1