
Momo sudah berada di sebuah kafe bersama dengan Novia. Novia senang karena akhirnya Momo mau menemuinya.
Novia tau bahwa akhir - akhir ini wanita itu nampak menghindarinya. Namun dia tidak tau penyebabnya. Namun setelah melihat Momo mau menemuinya, maka dia yakin bahwa wanita itu masih mendukungnya untuk menjadi Kakak iparnya.
"Apa kabar Mo? Kamu makin cantik aja." ucap Novia berbasa basi.
"Baik kak, kakak gimana?" tanya Momo sambil duduk di kursi di depan Novia.
"Yah beginilah, ini semua karena wanita itu."
"Wanita mana?" tanya Momo pura - pura tidak mengerti.
"Siapa lagi jika bukan istri pura-pura Gala, masa dia melempar rantang ke aku karena aku dan Gala berpelukan." adu Novia.
"Dia melempar kakak dengan rantang?" tanya Momo tidak percaya mendengar ucapan Novia.
"Iya, ini tangan aku merah karena kena kuah sop, gila kan itu cewek." ucap Novia.
"Iya sih, tapi seru juga." ucap Momo.
Novia semakin kepala karena Momo tertawa mengejek dirinya.
"Kakak memang pantas mendapatkan itu, jika suami aku yang di peluk wanita lain, maka aku akan buat wanita itu kehilangan tangannya." ucap Momo senang akhir Reni menunjukkan cintanya kepada abangnya.
"Momo kenapa kamu berbicara seperti itu kepada kakak? di sini wanita itu yang merebut Gala dari kakak, kamu harus ingat itu Mo."
"Tapi bang Gala tidak pernah mengakui kakak pacarnya, dan mereka sudah resmi menikah jadi kakaklah yang pelakor di sini."
ucap Momo lansung berdiri.
"Maaf aku rasa kita nggak cocok bertemu, aku takut aku ternoda jika dekat - dekat dengan pelakor." ucap Momo dengan sombongnya.
Melihat sombong dan angkuhnya Momo membuat Novia semakin marah. Dia tidak terima wanita itu meremehkannya serta menghinanya.
Ketika Momo berjalan menuju parkiran, Novia segeralah menelpon seseorang.
"Habislah kau Momo." ucap Novia sambil tersenyum jahat.
Hari sudah malam, Gala memang tidak berangkat ke kantor hari ini. Gala rasanya berat untuk meninggalkan sang istri di rumah. Dia tau bahwa istrinya pasti butuh bantuannya karena tubuhnya lelah.
Gala hanya ingin bertanggung jawab karena telah membuat istrinya lelah. Itu semua karena dirinya yang selalu tidak berhenti mengajak istrinya untuk olahraga bersama.
Gala turun dari lantai dua hendak mengambil air putih. Dia melihat mamanya duduk dengan gelisah diruang tamu sendirian.
__ADS_1
Gala mendekati mamanya. Dia tidak tau apa penyebab mamanya gelisah.
"Ada apa ma? Apa papa belum pulang?" tanya Gala bertanya kepada mamanya.
"Ini bukan papa, tapi Momo, sampai sekarang dia belum pulang." ucap mamanya.
"Kemana dia tadi ma? Mungkin pulang ke rumahnya." tanya Gala.
"Dia tidak di rumah, tadi mama udah nelpon kerumahnya, dan anak - anaknya juga masih di sini." jawab mamanya.
Telpon rumah berdering.Mama Gala lansung berjalan mengangkat telepon dengan cepat. Dia berpikir bahwa ini adalah Momo yang menelpon memberikan kabar.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam ma, ma apakah Momo ada di rumah? soalnya ponselnya nggak aktif dari tadi?" tanya Rey suami Momo.
"Itulah Rey, mama juga tidak tau, dia juga belum pulang sampai detik ini, tadinya cuma pamit ke kafe bertemu temannya." ucap Mama Gala dan Momo.
Gala yang mendengar itu menjadi panik. Dia lansung menelpon anak buahnya untuk mencari adiknya. Apalagi ini sudah pukul 10 malam.
Baik ma, aku akan pulang malam ini ma." ucap Rey merasa tidak tenang.
Rey menyesal karena mengikuti keinginan istrinya untuk tidak memakai bodyguard. Dia lupa bahwa istrinya adalah keturunan Kusuma. Pasti sangat banyak musuh di luar sana karena persaingan bisnis.
Rey memang sedang berada di sebuah desa korban bencana. Dia turun bersama beberapa dokter dalam membantu korban bencana.
Jika untuk sampai ke pusat kota mereka memerlukan waktu selama kurang lebih 3 jam.
Rey tidak pasrah begitu saja. Dia mencoba menghubungi Daffin Arkarna yang merupakan masih menantu keluarga Kusuma. Namun ternyata sebelum lelaki itu mengangkatnya, papa mertuanya terlebih dahulu mengirimkan helikopter.
Di tempat lainnya Momo barulah terbangun dari siuman. Dia menyadari bahwa dia telah di sekap di sebuah gudang. Dia mencoba mengingat kembali apa yang terjadi.
Momo geram ketika mengingat apa yang terjadi. Ketika dia mengendarai mobilnya, tiba-tiba ada yang meminta pertolongan. Momo lansung menghentikan mobilnya, dan tanpa pikir panjang segera membantu wanita itu. Namun saat dia turun dari mobil, tiba-tiba ada yang membekapnya dari belakang.
Ceklek.
Novia masuk dengan tersenyum menatap Momo.
Tap
Tap
Tap
__ADS_1
Terdengar langkah kakinya di lantai. Momo hanya menatap wanita itu dengan kebencian.
"Hahahaha, adik iparku apa kabar?" tanya Novia duduk di sebuah kursi.
Novia memberikan kode agar pengawalnya membuka lakban di mulut Momo.
"Aku tidak tega melihat kamu terikat seperti ini adik ipar, namun kamu sih kurang aja sama kakak iparmu ini." ucap Novia sambil tertawa.
"Kamu liat aja apa yang akan di lakukan Gala jika tau kamu melakukan ini kepada aku."
"Justru aku ingin tau, apa yang akan di lakukan oleh Gala kepada aku."
"Wajar Gala nggak tertarik dengan kamu, karena hari kamu busuk." ucap Momo.
Novia tidak terima dengan ucapan Momo. Dia menampar Momo dengan kencang. Lalu ia menyuruh anak buahnya menutup mulut wanita itu lagi.
"Mulutmu tajam jadi lebih baik di tutup saja, dengan begini aku yakin bahwa Gala akan mau mengikuti permainan aku." ucapnya lalu tertawa sepuasnya.
...****************...
Rey nampak duduk terdiam di pagi hari. Sejak semalam dia tidak menemukan jejak istrinya. Bahkan anak buah keluarga Kusuma tidak berhasil menemukannya sampai pagi ini.
Rey belum tidur sejak tadi malam. Begitu juga dengan mama Ami yang hanya menangis. Dia tidak pernah kehilangan anaknya.
Berbeda dengan Amar yang mIsh tenang. Amar memang tidak bisa memprediksi siapa pelakunya. Karena keluarga mereka emang banyak pesaing.
Semua keluarga Kusuma sudah berada di kediaman Amar. Rumh itu nampak ramai sekali karena Galuh datang dengan ketiga anaknya, dan Bella juga datang bersama anak - anaknya.
Untuk hari ini yang datang memang baru keluarga inti. Mereka datang tanpa membawa anak dan pasangannya.
"Aku sudah menghubungi anak buahmu, semoga ini mempercepat." ucap Galuh kakak pertama Amar.
"Jika masih tidak di temukan, aku akan meminta pertolongan kepada Daffin." ucap Mezza anak pertama Galuh.
"Aku sudah mengerahkan semua anak buahku." ucap Zayyan adik Mezza.
"Sabar Rey, Momo pasti akan kita temukan dengan selamat, kamu lupa sekuat apa sepupuku?" Zahran mencoba menghibur suami sepupunya itu.
Sedangkan Gala hampir sama dengan Rey. Dia masih tidak tenang jika belum menemukan adiknya. Dia berjanji akan memberi pelajaran kepada pelaku penculikan adik satu-satunya.
Tiba-tiba ponsel Gala berdering. Dia melihat yang menelpon adalah Novia. Gala menolak telepon itu seperti biasanya.
Tidak lama kemudian ponsel Amar berdering. Amar mendapatkan laporan bahwa semua CCTV di jalan sudah di retas. Kali ini mereka sangat yakin bahwa penculik Momo adalah orang yang sudah memprediksikan semuanya dengan baik.
__ADS_1