Wanita Bernasab Ibu

Wanita Bernasab Ibu
bab 26


__ADS_3

Gala menggempalkan kepala tinjunya setelah mendapatkan telepon dari Novia.


Untuk kali ini, Gala tidak ingin ceroboh. Dia hanya ingin semua selesai tanpa ada kekerasan. Apalagi Novia adalah teman baiknya. Tapi dia tidak paham apa yang di inginkan oleh Novia.


Rey yang tau istrinya di culik Novia menjadi marah. Rey juga mendengar bagaimana Novia mengancam Gala jika tidak ingin menikahinya.


"Itu yang kamu sebut Sahabat?" tanya mamanya kepada Gala.


"Aku juga tidak tau kenapa dia berbuat begitu, dan aku bingung kenapa Momo yang di culik bukan Reni?" tanya Gala.


"Karena dia tau bahwa kamu tidak mencintai aku, jika dia menculik Momo maka kamu tidak akan punya pilihan lagi, pergilah dan aku tidak apa - apa jika kamu menikah dengan Novia."


"Ngomong apa kamu yang? Aku nggak akan menikah dengan dia." ucap Gala tidak suka mendengar ucapan istrinya.


Semua terdiam saat mendengar kata yang keluar dari mulut Gala.


"Sepertinya Gala udah mencintai Reni." bathin Bella.


"Jadi ini bagaimana?" tanya Reni bingung.


"kamu jangan banyak berpikir, kamu istirahat aja Reni, biar kami yang cari solusi, Gala kamu bawa Reni ke kamar." ucap Alan.


"Aku nggak apa-apa om, aku hanya ingin membantu Momo."


"Aku akan datang ke sana, tetapi semua berjaga-jaga di belakang, aku akan berpura-pura mau menikah dengannya, aku minta tolong jaga Reni." ucap Gala.


Lalu Gala menatap istrinya dan memegang tangannya dengan lembut.


"kamu istirahat di rumah, aku tidak akan menikahi wanita manapun selain kamu, ingat aku mencintaimu." ucap Gala lalu mencium kening sang istri.

__ADS_1


"hmmmmm." ucap Zahran dan Azzam iseng mengejek Gala.


Semuanya tersenyum senang karena akhirnya mereka bisa saling mencintai. Tapi Rey masih cemas dengan kondisi istrinya. Apalagi sang anak selalu menangis menanyakan mamanya.


Gala dan rombongan telah sampai di tempat Novia. Gala sengaja memakai jas seolah-olah dia siap menikah dengan Novia.


Gala melihat Novia berdiri tidak jauh darinya dengan beberapa anak buahnya. Dia telah menunggu Gala dengan memakai baju kebaya.


"Sayang kamu cantik sekali." ucap Gala berpura-pura memuji Novia.


"Kamu kok lambat sekali?" tanya Novia.


"Kan aku menyiapkan pak KUA dulu, kamu yakin kita menikah di sini? nggak mau di tempat yang ramai?"


"Kamu kenapa bisa menerima aku? karena ancaman itu?"


"Ya nggak lah, tanpa kamu mencuri Momo, aku tetap akan menikahi kamu, kita itu udah lama saling mengenal, masa kamu nggak tau bahwa aku menyukai kamu." ucap Gala merayu wanita itu.


"Jangan pikirkan dia, aku hanya mau ada kamu dan aku." ucap Gala.


Gala sebenarnya merasakan hal yang memuakkan di dalam hatinya. Akan tetapi dia melakukan untuk keselamatan adiknya.


"Ayo pak KUA kita mulai di dalam." ucap Novia.


Saat Novia membalikkan badannya, tiba-tiba Gala menodongkan senjata ke kepala Novia.


"Turunkan senjata kalian, atau bos kalian aku bunuh."


"Biarkan aku mati, tapi kalian bunuh juga adiknya." ucap Novia tersenyum tanpa ada ketakutan.

__ADS_1


Gala salah memprediksi ancamannya. Dia berpikir Novia akan menyuruh anak buahnya menurunkan senjata.


"Silahkan kamu bunuh aku Gala, tapi kamu juga akan menemukan lumayan adikku." ucap Novia.


Gala lansung melemas mendengar ucapan wanita itu.


Akan tetapi di luar prediksinya Gala, Rey sudah berdiri di belakang anak buah Novia.


"Kalian turunkan senjata,atau bos kalian aku pecahkan kepalanya." ucap Rey menodongkan pistolnya ke kepala bos anak buah Novia.


Prediksi Rey berhasil karena lelaki itu langsung ketakutan.


" Cepat turunkan senjata kalian semua, Aku tidak mau mati konyol seperti ini." ucap bosnya dengan marah.


Novia salah kesal mendengar perintah lelaki itu.


"Kalian ikuti perintah saya."


"Perintah saya." ucap lelaki itu.


Semua anak buahnya meletakkan senjata mereka di atas tanah. Setelah itu, anak buah Gala lansung keluar dari persembunyiannya.


"Penghianat, pembohong." ucap Novia marah.


Novia juga melihat ada polisi di sana. Gala lansung menyerahkan Novia ke polisi. Sedangkan Rey lansung mencari keberadaan sang istri.


Melihat Rey datang membuat Momo lansung terharu. Dia bersyukur karena suaminya bisa menemukan keberadaannya.


"Sayang,kamu nggak apa-apa?"

__ADS_1


"Nggak apa-apa mas, Terima kasih atas bantuannya mas."


"Tentunya, kamu itu istri aku,tentu aku akan selalu melindungi kamu sayang." ucap Rey mencium kening istrinya.


__ADS_2