Wanita Bernasab Ibu

Wanita Bernasab Ibu
Bab 18


__ADS_3

"Reni jangan membentak mama." ucap Gala.


"Kamu liat kan gimana istri kamu, berani - beraninya bentak mama, nggak heran sih mama."


"Mama yang memulai duluan, mama yang....." ucapan Reni terputus karena dipotong oleh Mama mertuanya.


"Kamu banyak bicara, di sini sudah jelas siapa kamu, tapi saya nggak lupa sih siapa kamu, bahkan saya tidak lupa perlakuan nama kamu kepada keluarga Kusuma di waktu muda, nama kamu juga yang selalu jahat sama Bella, bahkan mama kamu rela membayar orang menculik Bela untuk mendapatkan Alan Adha, mama kamu rela membayar preman itu dengan tubuhnya sendiri." perkataan mama Ami membuat Reni sangat kaget.


Dia tidak tau bahwa mamanya sehina itu. Dia tidak tau bahwa mamanya akan tega seperti itu.


Begitu juga dengan Gala sky. Dia melihat wajah Reni menegang karena nampak kaget mendengar ucapan mamanya.


"Ma udah ya, nggak baik bongkar aib orang yang sudah tiada."


"Biarin saja, biar dia tau diri di mana dia berasal, kamu nggak perlu kasihan sama dia, kamu nggak perlu merendahkan harga diri kamu untuk melindungi dia, mama kadang takut jika dia sama saja dengan mamanya, makanya dia menikahi kamu untuk mendapatkan Zahran lagi, buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya." ucapan Mama mertuanya membuat Reni semakin naik hitam. Dia sudah tidak tahan lagi.


"Apapun ucapan mama malam ini sungguh melukai perasaan saya, tidak harus mama mengatakan masa lalu Mama saya, Karena bagaimanapun masa lalu Mama saya, yang saya tahu Mama saya sudah berubah, Mama saya membesarkan saya dengan baik, banyak mengajarkan hal baik kepada saya." ucap Reni dengan mama memerah.


Ingin sekali ia menangis sejadi-jadinya.Hatinya terluka karena mertuanya membuka aib mamanya yang ia rasa tidak pantas untuk di buka lagi.


"Jika mama takut saya berbuat begitu, dan mama takut anak mama saat khianati, mama bisa suruh anak mama untuk menceraikan saya " ucap Reni lalu mengelap air mata yang berlinang di pelupuk matanya.


"Nah kamu dengar Gala, ceraikan istri kamu itu, mama nggak apa-apa kamu dapat janda tapi terhormat."


Gala pusing mendengar pertengkaran keduanya. Baginya mamanya juga keterlaluan berbicara seperti itu. Dia merasa mamanya sikapnya keterlaluan malam ini.


"Ma udah, mama kembali ke kamar mama ya, ini udah malam." bujuk Gala membawa mamanya dari kamar itu.


"Gala sky, ceraikan aku sekarang."


Gala kaget karena mendengar Reni tiba - tiba berteriak. Suara Reni memenuhi ruang dalam rumahnya.


Reni berteriak begitu karena ia sudah tidak tahan lagi dengan semuanya. Dia juga tidak ingin hidup dari gelas kasihan Gala Sky.


"Wanita seperti itu yang akan kamu pertahankan? Lebih baik kamu ceraikan dia."


"Mama." teriak Amar sang suami.


Wajah Amar nampak memerah mendengar ucapan istrinya. Dia tidak suka istrinya yang selalu ikut campur urusan anaknya.


"Ayo ke kamar, jangan ikut campur urusan rumah tangga anak." ucap suaminya.


"Aku hanya ingin yang terbaik untuk Gala pa, hanya itu."


"Ayo turun." perintah Amar.


Amar heran dengan sikap Ami. Ami yang ia kenal bukan seperti ini. Ia paham bahwa orang tua akan bersikap cerewet. Tapi apakah istrinya sudah masuk ke fase seperti itu.

__ADS_1


Mama Ami berjalan mengikuti sang suami. Sedangkan Gala kembali ke kamar melewati Reni. Ia malas berdebat dengan Reni dengan keadaan seperti ini yang akan memperburuk masalah. Baginya menikah itu hanya sekali dalam seumur hidup.


"Jika kamu tidak menceraikan aku, maka aku yang akan menggugat kamu." ucap Reni berjalan mendekati lemari. Dia mengambil kopernya lalu memasukkan baju - baju secara asal.


"Mau kemana kamu?" tanya Gala dengan suara baritonnya.


"Aku mau pulang, aku mau cerai dari kamu."


"Kamu begitu karena ingin menikah dengan Zahran, kamu sudah melepaskan dia, Mana mungkin dia mau kembali dengan kamu, kamu taukan bahwa dia sangat mencintai istrinya."


"Perceraian ini tidak ada sangkut pautnya dengan orang lain, ini hanya antara kita berdua."


"Dan satu hal lagi, aku tidak akan menjadi penghalang untuk percintaan kamu dengan Novia."


"Novia?" tanya Gala dengan kening berkerut.


"Iya, kalian kan saling mencintai, jadi setelah kamu lepas dari aku, kamu bisa menikah dengannya."


Gala tertawa dalam hati mendengar ucapan istrinya. Entah kenapa ada kesenangan dalam dirinya saat mendengar wanita itu berbicara seperti itu.


"Apakah dia cemburu?" tanya Gala dalam hati.


Ketika Reni berjalan menuju pintu kamar, Gala dengan cepat mengambil koper itu lalu melemparkannya ke sembarangan arah.


Dia ingin wnaita itu menjadi istrinya dengan utuh malam ini. Gala membawa istrinya ke atas ranjang. Reni memberontak karena kaget dengan apa yang di lakukan oleh Gala.


"Aku tidak akan menceraikan kamu, jangan mimpi kamu." ucap Gala.


Reni mencoba memberontak sekuat tenaganya. Dia tidak ingin melakukan tugasnya dalam keadaan seperti ini.


Pemberontakan Reni membuat Gala semakin marah. Dia merasa Reni menolak dirinya karena lelaki lain. Gala memaksa Reni melakukan hal yang tidak seharusnya dengan paksaan.


Air mata Reni keluar saat tubuh keduanya menyatu. Reni kesakitan saat Gala memperlakukan seperti wanita murahan.


Gala tidak peduli dengan air mata itu. Baginya dia menikmati malam ini.


...****************...


Saat Gala terbangun dia tidak menemukan Reni di sisinya. Gala lansung bangkit untuk mencari keberadaan istrinya. Dia melihat kamar Mandi dalam keadaan kosong.


Gala melihat bahwa koper wanita itu tidak ada di sana. Dia menjambak rambutnya sendiri karena berpikir bahwa wanita itu tidak akan pergi jika ia sudah merebut kehormatannya.


Gala segera masuk ke kamar mandi. Dia harus mencari keberadaan Reni.


Gala mencari istrinya menuju rumahnya. Namun penjagaan di rumah itu terlalu ketat. Dia tau bahwa wanita itu tidak akan Sudi menemuinya.


Gala merasa kehilangan Reni. Dia tidak ingin wanita itu melakukan apa yang ia ucapkan tadi malam.

__ADS_1


"Saya mau bertemu istri saya."


"Maaf kamu tidak di perbolehkan memberi tuan masuk atas perintah nona Reni." ucap salah seorang bodyguard berbadan tegap.


Gala tidak mungkin menyerang beberapa orang yang berdiri berbada tegap. Dia kembali masuk kedalam mobil.


Gala membawa mobilnya menuju rumah Tante Bella. Dia akan meminta pertolongan tantenya.


Bella sangat kaget ketika melihat keponakannya datang dengan kusut. Dia merasakan ada sesuatu yang terjadi.


"Ada apa?"tanya Bella yang duduk di sebelah keponakannya.


"Reni meninggalkan aku Tan, dia tau bahwa aku tidak mencintainya, dia tau bahwa aku hanya berpura-pura."


"Apa?"


Bella dan Gala sangat kaget karena pembicaraan mereka di dengar oleh Alan Adha.


"Kamu hanya berpura-pura mencintai Reni?" tanya Alan berdiri tidak jauh dari mereka.


"Mas salah dengar." ucap Bella mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Mas tidak salah dengar Bella, apa yang kamu sembunyikan dari saya?" tanya suaminya dengan marah.


Mendengar nada bicara suaminya yang meninggi membuat Bella kesal. Gala smekain pusing karena bukan mendapatkan solusi malah menyaksikan Tante dan suaminya adu mulut.


"Kenapa kamu menikahi Reni jika kamu tidak mencintainya? Apa kamu mau mempermainkan keluarga kamu?" tanya Alan kesal ingin menonjol Gala.


"Aku yang menyuruhnya mas." ucap Bella sambil menahan suaminya.


Alan tentu saja kaget mendengar ucapan istrinya.


"Kenapa kamu melakukan hal seperti ini?" tanya Alan dengan lesu.


"Karena aku kasihan melihat Reni dan Dinda, aku hanya ingin Dinda pergi dengan tenang karena sudah melihat anaknya sudah menikah, setelah Dinda pergi setidaknya Reni punya rumah tujuan yaitu suaminya." jawab Balla.


"Kamu salah besar Bella, justru itu akan menghancurkan perasaan Reni." ucap Alan.


"Jadi dimana Reni sekarang? kenapa kamu kesini?" tanya Alan.


"Reni meminta saya untuk bercerai, Padahal saya tidak ingin karena aku hanya ingin dalam hidupku menikah satu kali."


"Bagus jika Reni bercerai dari kamu, dia bisa mendapatkan yang lebih baik dari kamu."


"Mas." ucap Bella semakin kesal dengan suaminya.


"Jika mereka sampai bercerai karena ikut campur tangan kamu, maka aku juga akan pergi dari rumah ini." ancam Bella kepada suaminya.

__ADS_1


Gala dan Alan terdiam mendengar ucapan Bella. Alan kesal sendiri mendengar ancaman dari istrinya. Dia sudah pernah kehilangan Bella dulu, maka untuk di masa tuanya dia tidak ingin wanita itu pergi meninggalkannya.


__ADS_2