
Gala sky sedang terduduk di ruang tengah bersama dengan Reni. Reni tidak tau apa penyebab ia dikumpulkan satu keluarga.
Mama Ami tampak mondar - mandir memegang suatu foto. Nampak dari wajahnya amarah yang mau meledak.
Reni juga menatap Momo memandangnya dengan emosi. Reni tau bahwa adik iparnya itu sangat tidak menyukainya.
"Ada apa ma?" tanya Papanya Gala.
"Entahlah pa, entah apa yang terjadi dengan keluarga kita, entah karma apa yang terjadi."
"Ada apa ini sebenarnya ma?" papa Gala semakin bingung.
"Aku bingung bagaimana memulainya pa, aku terlanjur sayang sama Reni, tapi apa yang dia perbuat."
Gala, Reni dan Papanya semakin bingung dengan jawaban mamanya.
"Menantu kamu ini hanya memanfaatkan Gala, dan dia mencintai Zahran pa."
"Mencintai Zahran?" tanya papa Amar lagi.
"Iya, dia mencintai Zahran." ucap mama Ami menunjuk Reni dengan marah.
"Tidak mungkin ma, Reni sendiri yang membatalkan pernikahan mereka, jadi itu mustahil." jawab papanya Gala.
Gala masih terdiam mendengarkan kemana arah pembicaraan mamanya. Dia juga baru tau bahwa Reni masih mencintai sepupunya Zahran.
"Papa nggak tau apa-apa, mama udah dapat buktinya, Reni benarkan kamu masih mencintai Zahran?" tanya mama mertuanya.
"Ma, mama tau darimana info seperti ini?"tanya Reni memastikan mertuanya dapat info dari mana.
__ADS_1
"Kamu tidka perlu tau, yang perlu kamu hanya jawab pertanyaan saya, Apakah sekarang kamu masih mencintai Zahran? Kamu tau siapa Zahran dan apa hubungannya dengan Gala?" ucap mama Ami semakin emosi menunjuk Reni.
suasana semakin tegang sehingga Papanya Gala menenangkan istrinya. Namun mama Ami tetap saja tidka terima anaknya di mainkan."
"Ma tenang." ucap Gala.
"Ma, aku benar tidak ada rasa lagi kepada Zahran, jika Aku tidak bisa melupakan dia maka aku tidak akan membatalkan pernikahan itu, benarkan bang?" tabya Reni tersenyum kepada Gala.
Melihat Reni tersenyum membuat memahami semakin emosi. Dia merasa menantunya sedang mencemooh dirinya.
"Kamu menantu kurang ajar, nggak tau sopan santun, bisa - bisanya kamu menertawakan saya." ucap mama Ami lansung berdiri dan memukulkan apa yang ada di tangannya.
Reni sungguh ketakutan melihat Mama mertuanya marah. Dia tidak bermaksud untuk menertawai mertuanya. Dia hanya mencoba mencairkan suasana dengan tersenyum kepada suaminya.
Reni hanya pasrah ketika beberapa lembar kertas hampir saja mendarat di wajahnya. Untungnya Gala melindungi dirinya dari kertas tersebut.
"Dia wajar mendapatkan semua itu pa, orang tua lagi bicara dia malah tersenyum mencemeeh, masa nggak tau ada." ucap Momo yang dari tadi diam.
"Mo." tegur Rey menegur istrinya.
Bagi Rey, ia paham betul istrinya yang masih labil. Dia dan istrinya memang agak jauh berbeda secara umur.
"Gala ajari istri kamu sopan santun, jika nggak bisa di ajari kamu ceraikan saja dia." ucap mamanya.
"Astaghfirullah mama, ngomong apa kamu ini? Gala bawa masuk istri kamu." ucap papanya agak emosi kepada mama Gala.
Gala membawa istrinya menuju kamarnya. Sedangkan Reni sudah tidak bisa menahan air matanya. Dia sakit hati sekali mendengar ucapan mama mertuanya.
"Sabar, nggak usah di lawan, mama itu udah tua, umurnya saja sudah enam puluhan, jangan di masukkan kedalam hati."
__ADS_1
Gala agak paham bahwa mamanya lebih sulit mengontrol emosinya daripada Papanya. Dia juga tahu bahwa mamanya jauh lebih tua dari Papanya secara umur.
"Apa benar yang tanyakan mama?" tanya Gala membuka pembicaraan ketika ia dan Reni sudah duduk di atas ranjang.
"Harusnya aku yang bertanya, kenapa kamu jahat sekali."
"Aku jahat? aku ngapain?"
"Kamu berbohong, kamu menikahiku bukan karena cinta." ucap Reni membuatk Gala semakin kaget. Dia tidak tahu dari mana istrinya itu mendapatkan info tersebut.
"Jadi karena itu kamu berpaling? kamu mau balas dendam." ucap Gala.
"Balas dendam apa? Kamu yang jahat sama aku, kamu bohongi aku, kenapa malah menyalahkan aku." ucap Reni mulai emosi. Reni sudah tidak tahan lagi menahan yang ada di dadanya.
"Kenapa kamu lakukan itu? Karena kasihan?"tanya Reni.
"Itu tidak penting sekarang, yang penting adalah kita bisa memulai hidup baru."
"Memulai hidup baeu sementara kamu mencintai wanita lain?" tanya Reni tertawa mencemooh.
"Mencintai siapa?" tanya Gala bingung. Dia memang belum mencintai Reni, namun ia juga tidak punya wanita lain yang dicintainya.
"Tidka perlu berbohong,aku tidak mau mendengarkan penjelasan apapun dari kamu."ucap Reni lalu berjalan menuju kamar mandi.
Dia tidak sanggup untuk mendengar jawaban yang keluar dari mulut suaminya. Dia cukup sakit hati mengetahui bahwa ini rasa kasihan. Apalagi dengan tuduhan mama mertuanya.
"Kita belum selesai bicara."
"Aku tidak peduli." ucap Reni membanting pintu kamar mandi dengan keras.
__ADS_1