Wanita Bernasab Ibu

Wanita Bernasab Ibu
Bab 24


__ADS_3

Reni memikirkan ucapan sang suami. Dia malu sendiri mengingat apa yang di bisikan suaminya dengan jelas.


Apalagi saat ini ada beberapa baju yang di kirim Gala kerumahnya dengan berbagai model. Melihat baju itu yang tipis membuat Reni malu sendiri.


Gala pergi lagi setelah mengantarkan Reni pulang jam makan siang. Dia sengaja mengantarkan istrinya pulang agar bisa istirahat.


Reni udah siap memakai baju yang di kirimkan Gala. Dia sengaja memakai warna hitam. Dia malu sendiri melihat tubuhnya yang menampakkan semua lekuknya.


Ceklek


Ketika mendengar suara pintu terbuka, Reni berlari menuju ranjang. Dia segera menutup tubuhnya dengan selimut dengan rapat. Dengan napas yang ngos-ngosan Reni memejamkan matanya.


Gala memang agak lambat pulang hari ini. Dia sudah menyuruh Reni untuk makan malam di kamar. Dia memang sudah makan malam bersama kliennya.


Randi masuk kekamar mandi dan langsung membersihkan tubuhnya. Setelah mandi, dia memakai baju di dalam kamar mulai malam ini.


Reni yang baru saja mengintip apa yang di lakukan suaminya lansung kaget. Dia tidak sengaja melihat perut suaminya yang berotot. Dia juga melihat suaminya hanya memakai celana pendek tanpa ****** *****.


Gala tersenyum karena tau bahwa istrinya mengintip dirinya yang sedang memakai celana. Tanpa menggunakan baju, dia mendekati ranjang.

__ADS_1


"Udah di buka aja matanya, kau tau kamu menunggu aku." ucap lelaki itu sambil tersenyum.


Gala lansung mencium kening istrinya. Lalu setelah itu lansung menlumat bibir Reni yang terasa manis baginya.


Malam ini dia memperlakukan istrinya dengan lembut. Dia tidak ingin kasar seperti malam itu. Dia berjanji akan melakukan dengan lembut sehingga istrinya tidak trauma.


Setelah melewati malam panjang, barulah mereka beristirahat setelah subuh. Mereka lansung tidur dengan nyenyak karena lelahnya olahraga.


Mama Ami heran kenapa kedua pasangan itu belum turun juga padahal ini sudah pukul 7. 44. Tidak biasanya mereka turun lambat. Apalagi mama Ami cemas jika Reni lambat sarapan pagi.


"Kenapa resah begitu?" tanya suaminya melihat istrinya gelisah di meja makan.


"Ah kamu kayak nggak pernah muda aja, biarkan saja mereka istirahat, maklum pasangan muda."


Momo yang duduk di meja makan hanya menyuap makanannya. Entahlah apa yang dia rasakan saat ini. Melihat kakaknya senang tentu merupakan kebahagiaan baginya.


"Semoga Reni benar cinta sama kak Gala, jika tidak awas saja dia." bathinnya.


Reni membuka matanya dengan lemas. Tubuhnya terasa sakit semua. Badannya juga terasa lemas.

__ADS_1


"Pagi sayang." ucap suaminya dengan lembut sambil tersenyum.


Gala lansung mencium kening Reni. Setelah itu lansung ******* bibir istrinya lagi.


"Jorok tau, aku belum sikat gigi." ucap Reni tidak percaya diri.


"Nggak masalah, Morning kiss." ucap Lelaki itu sambil tersenyum.


"Yuk makan dulu." Gala mengambil mangkok yang telah ada di nakas sebelah ranjangnya.


"Aku mandi dulu bang."


"Kan tadi subuh udah mandi yang, nanti aja mandinya, makan dulu." ucap Gala tidak mau di bantah.


Reni hanya patuh dengan suaminya. Suaminya benar juga, dia tadi udah mandi sebelum tidur. Akan tetapi dia hanya tidak percaya diri di depan Suaminya jika dalam berantakan seperti ini.


Di tempat lain Novia kesal karena tidak di perbolehkan masuk oleh sekertaris Gala. Dia marah karena tidak pernah di perlakukan seperti ini.


Ketika menelpon lelaki itu, namun lelaki itu menolak panggilannya. Dia tidak terima dengan perlakuan Gala kepadanya.

__ADS_1


Novia lansung mengajak Momo untuk bertemu. Dia sangat ingin mendapatkan Gala melalui adiknya Momo.


__ADS_2