Wanita Bernasab Ibu

Wanita Bernasab Ibu
Bertemu Tante Bella


__ADS_3

Gala telah berangkat menuju kantor. Sebelum ke kantor ia menuju rumah tantenya. Ia ingin menemui tantenya untuk meminta saran.


Semenjak ia dan Reni pindah ke rumahnya, Gala mulai memikirkan kekuatiran yang ada di dalam pikirannya. Dia tidak ingin menyakiti hati Reni.


Saat Gala masuk ke rumah tantenya nampak tantenya tersenyum menyambut kedatangan dirinya.


"Hallo, ponakan ganteng bunda apa kabar?"


"Makin kusut aja kamu gala." ucap tantenya lagi sambil tersenyum.


"Ini semua karena tante." jawab Gala sambil duduk di sofa ruang tamu.


"Loh kok karena Tante, emang Tante ngapain coba?"


"Ini semua karena ide Tante, jika Tante sayang sama Reni kenapa nggak Tante suruh Azzam aja yang menikahi Reni dulu." jawab Gala protes.


"Hei jika Azzam nggak berkasus mungkin Reni udah menikah dengan Azzam."


"Mana ada, orang Azzam sibuk mengejar Aya sejak dulu."


"Iya, tapi Tante juga sudah berusaha menjodohkan Azzam dengan Reni, tapi dia malah udah hamilin Shena, jadi Tante bisa apa?"


"Ah jadi aku ini bagaimana Tante? aku mulai tertekan." adu Gala.


"Kenapa kamu harus tertekan?kan kamu bisa biasa aja."


"Tante pikir gampang hidup dalam kepura-puraan, mumet tante."


"Makanya kamu harus belajar mencintai Reni, kalian udah menikah, setelah menikah maka hukumnya wajib loh mencintai pasangan kamu."


"Tante jangan ngarang deh, sejak kapan pula wajib hukumnya."


"Apa alasan kamu tidak bisa mencintai dia?" tanya Tante Bella.


"Karena memang tidak ada rasa."

__ADS_1


"Karena kamu baru beberapa bulan bersama, kalian masih jarang berkomunikasi, coba ajak dia bertukar pikiran, ajak jalan - jalan, jangan terlalu cepat menyerah jika kamu belum berjuang."


"Jika harus mempertahankannya meskipun kamu tidak mencintainya maka itu termasuk mujahadatus nafs yang artinya berjihad dengan dirinya sendiri, dan itu akhlak yang baik. Bisa jadi nantinya kebencian akan berubah sebagai rasa cinta seperti realita yang terjadi. Dan bisa jadi keduanya dikaruniai anak yang sholeh yang akan memberikan manfaat kepada kedua orang tuanya di dunia dan akhirat. Semua itu bisa terjadi kalau kamu mempertahankannya tapi jika tidak ada sesuatu yang membahayakan." ucap Tante Bella dengan panjang.


Gala merasa seperti sedang konsultasi dengan petinggi agama mengenai pernikahannya.


" Namun jika ternyata harus berpisah dan tidak mungkin dipertahankan lagi, maka mempertahankannya tidak lah menjadi suatu kewajiban."


"Sekarang coba sebutkan sama Tante apa yang membuat kamu pusing? Atau apa kekurangan Reni sehingga kamu menyerah dan memilih berpisah?" tanya Tante Bella.


Gala berpikir mencari tau kekurangan Reni. Sampai sejauh ini sebagai suami dia tidak menemukan kesalahan fatal dari Reni.


"Karena tidak ada cinta."


"Umar bin Khatab pernah berkata kepada seorang Lelaki yang ingin menceraikan istrinya karena tidak cinta, apa kata beliau: Apakah setiap rumah tangga itu dibangun oleh rasa cinta ? lalu mana sisi penjagaan dan rasa tanggung jawab untuk menjaga kehormatan ?!! (‘Uyuun Akhyar: 3/18)." Tante Bella berhenti sejenak menatap keponakannya yang hanya diam mendengarkannya.


"Maksudnya adalah: Bersabarlah atas masalah yang disebabkan oleh teman dan keluarga karena kondisi semua orang dengan keluarga dan teman-temannya seperti kondisi kamu juga, dan bisa jadi suatu kaum bisa berkumpul satu sama lain namun tidak saling menyetujui satu sama lain, tidak saling mencintai, akan tetapi karena kebutuhan masing-masing dari mereka lah yang menjadikan mereka bertemu."


Gala sedikit kagum dengan nasihat tantenya. Selaij kagum kepada papanya, ia juga kagum dengan Tante Bella. Kenapa ia mencari Tante Bella bukan papanya? Karena papanya tidak tau kalau ini adalah rencana Tante Bella.


"Nah Tante harap kamu bisa mencoba belajar mencintai Reni, dan sebagai suami kamu harus tau apa gak istri kamu."


"Memberi mahar, memberikan tempat tinggal, makan dan pakaian, memberikan pendidikan, menggauli istri dengan baik, menjaga istri dari dosa, serta wajib memberikan kasih sayang."


"Bagaimana cara menumbuhkan kasih sayang Tan? Aku sudah mencoba namun nggak bisa." jawab Gala semakin frustasi.


"Tadi sudah Tante jelasin panjang lebar, masih saja kamu nggak paham." Tante Bella mulai kesal.


"Sayang ada Gala."


Keduanya nampak kaget karena melihat Alan Adha berdiri di ruang tengah.


Ya Bella baru ingat bahwa suaminya masih berada di rumah. Suaminya memang sering berada di rumah daripada di kantor. Suaminya hanya sesekali ke kantor untuk meminta laporan.


"Nampaknya serius amat sampai nggak sadar aku di sini." ucap Alan mendekati istrinya.

__ADS_1


"Oh ini aku lagi membimbing Gala membina rumah tangga mas, maklum dia Baru sebulan menikah, Amar pasti menasehati dia namun sebagai Tante aku juga ingin menasehati agar keponakan kita langgeng rumah tangganya." jawab Bella.


"Iya, sering - sering dengerin nasehat orang tua, pesan om apapun yang terjadi selesaikan berdua jangan terlalu banyak orang lain tau, jika sudah tidak sanggup baru meminta pendapat ke orang terdekat." ucap Alan Adha.


"Iya om."


"Harusnya bawa Reni ke sini tadi, biar dia agak refreshing sedikit." ucap Alan lagi.


"Maaf om, tadi nggak sengaja mau kesini, nanti kapan - kapan aku ajak Reni ke sini." jawab Gala dengan sopan.


"Iya lain kali sering aja dia bawa ke sini."


"Iya om, Tante aku kayaknya pamit dulu deh, sebentar lagi mau pergi meeting."


Gala berpamitan kepada om dan tantenya. Setelah mendengarkan ceramah panjang dari tantenya, Gala memutuskan tidak akan menyentuh Reni sampai ia yakin bahwa ia mencintai Reni.


Hari berlalu begitu cepat. Gala sky nampak melamun di meja kerjanya. Sejak tadi sore tidak ada yang bisa ia kerjakan. Akan tetapi dia malas untuk pulang. Dia takut jika Reni bertanya macam-macam.


Gala akan pulang ketika Reni susah tertidur. Dengan begitu makan wanita itu tidak akan mencurigai dirinya.


Pintu terbuka memperlihatkan sekretarisnya Eby. Eby nampak bingung ketika melihat bos dan sahabatnya itu belum pulang.


"Kenapa nggak pulang bos?"


"Kamu jika ingin pulang, pulang saja, aku lagi ingin di sini." jawab Gala agak kesal.


"Yah bos, mau Samapi kapan istri cantiknya di abaikan, nanti bos di tinggalkan baru tau rasa." ucap Eby lansung mendapatkan lemparan beberapa pena.


Eby lansung meninggalkan ruangan Gala dengan tersenyum. Dia tidak habis pikir dengan sahabatnya itu.


"Aku pulang ketika sudah pukul 10 ke atas saja, mau ngapain ya Sekarang?" tanya Gala bingung sendiri.


Ayo pembaca kasih ide apa yang akan di lakukan Gala Sky di kantornya di malam hari.


Selamat menikmati, jangan lupa like, komen dan faforitkan. Terima kasih 🙏♥️

__ADS_1


__ADS_2