
Akhir-akhir ini Gala menepati janjinya kepada sang mama. Semenjak malam itu dia selalu pulang sore hari. Tidak pernah ia pulang lewat dari jam 5 sore.
Dan ia juga memperlakukan Reni dengan baik. Dia banyak belajar dari papanya soal mencintai. Papanya begitu mencintai mamanya. Ia melihat dengan mata kepalanya Bagaimana Papanya memperlakukan mamanya seperti ratu.
Walaupun dia belum mencintai Reni namun Ia belajar memperlakukan wanita itu seperti ratu. Dia hanya ingin yang terbaik untuk istrinya.
Gala berjanji akan menjaga Reni dengan baik seperti janjinya kepada mama Reni. Namun Gala masih belum melakukan tugasnya sebagai suami.
Gala tetap pada pendiriannya bahwa akan melakukan itu semua ketika ia mencintai wanita itu. Ia tidak ingin melakukan sebelum ia mencintai istrinya.
Walaupun ia hanya berpura-pura mencintai istrinya, namun ia hanya ingin sekali menikah seumur hidup. Dia tidak ingin rumah tangganya hancur berantakan.
Gala memperlakukan Reni tanpa. berpura-pura. Dia memang senang melakukan apa yang ia bisa untuk wanita itu.
Akhir-akhir ini dia memang sering menghindari Novia. Dia tau bahwa wanita itu memang menyukainya sejak dulu. Namun ia tidak pernah tertarik kepadanya.
Baginya Novia hanya sahabat yang ia jaga. Dia juga ingin menjaga perasaan Reni dan mamanya. Walaupun bagaimanapun mamanya benar, ia bukan lelaki lajang lagi.
"Mungkin benar, tidak ada sahabat antara lelaki dan perempuan." gumam Gala.
Gala bersiap untuk pulang kerumah. Ia merapikan tumpukan kertas di meja kerjanya. Tiba-tiba ia menatap ke arah pintu masuk. Ia melihat pintu ruangannya dibuka tanpa di ketuk.
"Bisa nggak ketik pintu dulu sebelum masuk?" tanya Gala melihat Novia sudah berdiri di ruangannya.
__ADS_1
"Kamu ini aneh deh, biasa aku juga seperti ini masuk ke sini dan selama ini kamu tidak pernah protes." ucap Wanita itu dengan manyun.
Biasa Gala akan menanggapi wanita itu dengan senyuman. Namun hari ini tidak ada senyum yang keluar dari mulutnya.
"Sekarang berbeda, kamu belajar lebih sopan lagi, dan biasakan masuk ke sini ketuk pintu terlebih dahulu." ucap Gala.
Gala melihat bagaimana wajah wanita itu nampak kaget mendengar ucapannya. Gala merasa tidak tega melihat wajah murung sahabatnya. Namun ia harus melakukan untuk yang terbaik.
"Akhir - akhir ini kamu sengaja menghindari aku, apa aku punya salah dari kamu?"
"Kamu nggak pernah punya salah apapun kepadaku." jawab Gala.
"Tapi kenapa kamu menghindari aku?" tanya Novia berjalan semaki dekat.
"Tidak Gala, kamu sengaja menjaga jarak dari aku, why?"
"Karena aku ingin menjaga perasaan wanita lain." jawab Gala akhirnya jujur.
"Kamu punya pacar?" tanya Novia.
Gala menggelengkan kepalanya.
"Lalu jika tidak punya pacar, perasaan siapa yang kamu jaga?" tanya Novia.
__ADS_1
"Aku sudah menikah." jawab Gala mengangkat tangannya. Dia memperlihatkan bahwa ada cincin di jari manisnya.
"Kamu sudah menikah?" tanya Novia nampak syok.
"Ia, maka untuk itu kita tidak boleh terlalu dekat."
"Kenapa tidak boleh? Kita ini hanya sahabat? Bukankah kita sudah berjanji akan tetap bersahabat sampai tua?"
Gala menang ingat janji mereka berdua. Akan tetapi Gala menyadari bahwa tidak ada sahabat yang murni antara lelaki dan perempuan.
"Tidak akan ada persahabatan yang murni antara lelaki dan perempuan, kita tetap akan berteman, tapi kita harus punya privasi masing-masing, maaf Nov aku harus menjaga perasaan istri aku." ucap Gala.
"Baiklah aku mengerti, maaf karena aku tidak tau kamu telah menikah." ucap Novia.
"Terima kasih atas pengertiannya, semoga kamu juga cepat menemukan jodoh kamu."
"Aamiin, baiklah aku pamit dulu." ucap Novia dengan agak kecewa.
Ya Novia memang kecewa karena Gala telah mengakui bahwa dia telah menikah. Novia sebenarnya tau bahwa lelaki itu telah menikah.
Ketika tau bahwa lelaki itu menikah dari orang lain membuat wanita itu meninggalkan Indonesia. Awalnya ia tidak merespon lelaki itu yang terus-menerus menghubunginya.
Namun setelah dua Minggu ia tidak tahan lagi. Dia mulai mengatur strategi agar bisa dekat kembali dengan sahabatnya itu lagi.
__ADS_1