Wanita Bernasab Ibu

Wanita Bernasab Ibu
Bab 20


__ADS_3

Mama Gala tidak banyak bicara di rumah sakit. Sedangkan Bella nampak kuatir dengan kondisi Reni. Bella merasa aneh dengan perubahan adik iparnya itu.


Di ruang tunggu hanya ada Gala, Zahran, Momo, Bella dan mama Gala.


Momo juga ada di sana. Setelah mendengarkan kabar bahwa Reni sedang di rawat, dia ikut menyusul keluarganya ke sana.


Cuma Momo tidak ada bedanya dengan Mamanya. Dia hanya banyak diam. Tidak ada yang di sukainya dari Reni. Dia datang ke sini hanya ingin tau berita detail istri kakaknya itu.


"Kenapa ada Abang Zahran di sana? Apakah ini jebakan Reni?" tanya Momo sudah tidak tahan untuk bertanya.


"Apa maksud kamu berbicara seperti itu mo?" tanya Zahran merasa kepala mendengar ucapan sepupunya.


"Ya semua orang tau bahwa Reni menyukai Abang, dan aneh aja kenapa Abang berkunjung ke sana?"


"Momo sebelum menikah Reni memang pernah dekat dengan aku, Kami juga baik secara memang sudah kenal sejak kecil, jika Reni menyukai aku maka ia tidak akan melepaskan pernikahan kami, waktu kami dekat juga aku yang mengejarnya, jadi stop berpikiran yang tidak-tidak tentang Reni, aku tidak tau apa yang terjadi antara Gala dengan Reni." jawab Zahran.


Bella yang mendengar perdebatan itu menjadi geram sendiri. Dia sangat tau semuanya tapi seolah-olah keponakannya ini seperti tau semuanya.


"Apa yang kamu pikir tentang Reni kakak ipar kamu?' tanya Tante Bella Tante Momo.


"Dia wanita yang tidak tau bersyukur, udah di nikahi oleh Gala Sky tapi masih mengharapkan cinta sepupu suaminya."


"Berita darimana yang kamu dapatkan?"


"Udahlah Bel, nggak usah segitunya bela Reni, Aku sebagai mama Gala juga kesal bisa - bisanya dia memanfaatkan Gala untuk menikahinya hanya untuk kepentingannya." jawab mama Gala yang sejak tadi diam.


Di tempat lain Amar juga menceritakan apa yang terjadi dengan rumag tangga anaknya kepada Alan. Dia juga bercerita tanpa ada yang di kurang - kurangi.


"Jadi itu penyebab Ami mulai tidak menyukai Reni?" tanya Alan.


"Ia, dia merasa di tipu oleh Reni."


"Semua terjadi karena kakak kamu, kakak kamu meminta Gala menikahi Reni, dan Gala setuju."


"Iya, tapi mereka sudah menikah, pernikahan ini harus tetap terjaga karena Gala sendiri juga tidak ingin berpisah dengan Reni."


"Aku setuju dengan itu." ucap Alan.


sedangkan Bella dan Ami masih belum selesai berdebat.


"Kamu tidak tau apa-apa Ami, aku yang tau segalanya, Reni tidak pernah memaksa Gala untuk menikahinya."


"Lalu siapa?"


"Aku, aku yang meminta Gala menikahi Reni, Bahkan Reni tidak tau bahwa Gala tidak mencintainya, Reni taunya Gala sangat mencintainya karena ucapan itu yang di ucapkan Gala kepada Reni, apakah kamu tau tentang itu Ami, apakah kamu tidak bercerita seperti itu Gala sky?" tanya Bella menatap Gala dengan kesal.


Saat seperti ini bisa - bisanya Gala masih diam dan tidak menjelaskan apapun kepada keluarganya.


"Apa kamu di didik seperti ini oleh ayahmu? Sebagai seorang suami kamu harus melindungi istri kamu, kamu menikahinya bukan di paksa, tapi kamu juga menyetujui."


"Jika kamu yang memaksa Gala, maka Tante seperti apa kamu Bella yang tidak memikirkan masa depan Gala?"


"Seburuk apa Reni sehingga tidak memiliki masa depan bersama Gala?" tanya Bella semakin kesal dengan Ami.

__ADS_1


"Jika kamu berpikir Reni terlahir tanpa menikah, itu masa lalu, bahkan kamu juga melihat bahwa Dinda bertaubat." ucap Bella mulai emosi.


Zahran mencoba menenangkan tantenya. Dia tidak kedua tantenya bertengkar seperti ini. Zahran cukup kesal dengan sepupunya itu yang masih tidak becus menjaga keharmonisan keluarganya.


"Dan aku juga dengar cerita, buat apa kamu membongkar aib Dinda kepada anaknya, kamu tau bagaimana sakitnya hati Reni, dia tidak tau apa-apa,tapi kamu mengotorinya."


"Aku tidak sengaja." jawab mama Ami.


"Tante kenapa memojokkan mama aku terus." ucap Momo tidak terima mamanya disalahkan oleh tantenya.


"Kamu jangan kurang ajar sama saya, apa ini yang di ajarkan adik saya kepada kamu?" tanya Bella kepada keponakannya.


Gala memberi kode kepada Momo untuk diam. Gala juga menyesal tidak bisa menyelesaikan masalahnya. Keluarga Kusuma tidak pernah berdebat sampai seperti ini. Di keluarga mereka selalu damai sejak Gala kecil.


"Dinda memang punya masa lalu, tapi kamu juga lupa bahwa kita juga punya aib, di keluarga Kusuma semua orang sama, makanya kamu bisa di terima di keluarga kami." ucap Tante Bella.


Mama Gala tidak bisa menjawab ucapan kakak iparnya.


"Yang harus saya takutkan bukan masa depan Gala, tapi masa depan adik saya dulu ketika menikahi kamu yang statusnya janda, dan umur kamu jauh lebih tua dari Amar, harusnya kamu jauh lebih bijaksana dari kami, karena secara umur kamu lebih tua dari kami." ucap Tante Bella.


"Tante sopan dong sama mama aku, jangan berbicara begitu." ucap Monk tidak tahan dengan tantenya yang merasa di pojokan.


"Ada apa ini?" tanya Amar yang baru datang.


Momo menceritakan semuanya kepada papanya. Amar sangat kaget mendengar cerita anaknya. Amar tidak pernah melihat kakaknya seperti ini.


Alan juga hanya diam mendengar semuanya. Ia setuju dengan sikap istrinya. Dia sangat senang bahwa istrinya sangat membela keponakannya walaupun Reni hanya keponakan jauh.


"Udah Bella." tegur Alan.


"Udah kak, aku minta maaf, semua salah aku sebagai kepada keluarga." ucap Amar tidak ingin masalah ini di perpanjang.


"Pa, mama begitu karena tau siapa yang di sukai bang Gala." jawab Momo.


"Siapa?" tanya Gala bingung.


"Udahlah bang, semua orang juga tau bahwa Abang dan kak Novia saling mencintai." jawab Momo.


"Novia?"


"Keluar pasien." ucap Dokter keluar dari ruang IGD.


"Pasien hanya syok, sekarang pasien sedang hamil, jadi tolong di jaga kondisinya."


Semua yang ada di ruangan itu sangat kaget bercampur senang. Tapi entahlah apa yang di rasakan mama Ami. Dia juga tidak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa ia senang mendengar berita itu.


Gala lansung masuk ke ruang inap VIP. Dia melihat tubuh lemah istrinya terbaring di atas ranjang. Dia sangat senang mengetahui bahwa di dalam perut wanita terbaring itu ada calon bayinya.


"Ren, kita akan punya anak, kamu sehat - sehat ya, aku janji akan menjaga kamu sebaik mungkin." ucap Gala mencium tangan Reni.


Reni membuka matanya dengan perlahan. Dia lansung kaget ketika tangannya di pegang oleh lelaki.


"Lepaskan saya, jangan perkosa saya." ucap wanita itu ketakutan.

__ADS_1


Gala kaget melihat bagaimana takutnya istrinya. Dia lansung berdiri dan mencoba memeluk istrinya yang duduk.


"Hey ini Abang, kamu sudah aman, jangan takut lagi." ucap Gala.


Reni kaget saat melihat yang berdiri di sana adalah suaminya bukan lelaki bejat yang bernama Wijin.


"Kamu tenang ya, aku akan menjaga kamu." ucap Gala memeluk Reni yang sudah tidak memberontak lagi.


Reni merasa tenang saat dalam pelukan suaminya. Walaupun ia sedang marah kepada suaminya namun kali ini dia membiarkan sang suami memeluknya. Dia mencium aroma tubuh suaminya yang wangi memabukkan baginya.


Gala senang karena Reni diam seperti ini. Dia berharap setelah ini bisa menjaga dan membuka hatinya untuk Reni.


...****************...


Reni telah pulang dari rumah sakit. Sebelum pulang terjadi perdebatan. Alan ingin Reni di bawa pulang ke rumahnya. Alan tidak ingin Reni stres di rumah Amar.Namun Amar tidak setuju dengan itu karena Reni adalah menantunya.


Gala juga tidak setuju sebagai suami. Walaupun mamanya juga masih diam, tapi Gala berjanji pada dirinya sendiri akan menjaga Reni dari siapapun meskipun itu mamanya.


Benar saja, gala menjaga Reni dengan baik. Gala bahkan tidak berangkat ke kantor. Dia mengerjakan pekerjaannya dari rumah.


Mamanya melihat perubahan sikap anaknya. Dia juga tidak ingin membuat anaknya stress karena ulahnya. Apalagi suaminya telah menasehati dirinya.


Gala melihat mamanya sedang di dapur membuatkan sarapan. Gala juga ingin mengambil bubur yabg telah di siapkan oleh Bi Marni.


"Ma, Bu Marni kemana ya?" tanya Gala karena tidak menemukan Bi Marni serta bubur yang ia pesan kepada bi Marni.


"Bi Marni ke pasar, kamu cari bubur? Ini masih belum masak, sebentar lagi." jawab mamanya.


Gala kaget mendengar jawaban dari mamanya. Dia senang karena mamanya mulai peduli lagi dengan Reni.


"Makasih ma, Gala berharap mama baik lagi sama Reni." ucap Gala memeluk mamanya.


"Awas ah, ganggu aja, emang kamu pikir mama ibu mertua kejam seperti di sinetron, kamu pikir mama ibu jahat sekali."


"Ohw tentu tidak, mamaku adalah wanita terbaik, aku yang salah karena tidak bisa berdiri di antara mama dan Reni." ucap Gala.


"Maafkan mama ya, tapi kamu harus mulai mencintai Reni, kamu harus tinggalkan Novia."


"Kenapa mama bilang Novia lagi, aku tidak pernah menyukai Novia ma." jawab Gala menjelaskan.


"Kamu tidak menyukai Novia? Tapi Momo kata kamu sangat menyukai Novia." ucap Mamanya.


"Jadi anak itu biangnya?"


"kamu jangan marahi adik kamu, dia pasti punya alasan."


"Iya." jawab Gala tersenyum melihat kekuatiran mamanya. Dia kembali mencium pipi mamanya sambil memeluk wanita itu.


"Aku akan mempertahankan rumah tangga ku ma, mama tenang saja ma, aku sangat bahagia sekarang ma karena akan menjadi ayah."


"Iya sayang, jaga Reni dengan baik ya."


Gala tersenyum senang. Papa Gala yang akan ikut sarapan juga senang melihat pemandangan di dapur. Dia melihat dan mendengar percakapan istrinya dan anaknya.

__ADS_1


__ADS_2