
Sudah beberapa bulan Reni menikah dengan Gala. Namun ia belum pernah jalan berduaan dengan suaminya. Ia sangat ingin makan malam romantis berduaan atau makan siang bersama.
Reni melihat suaminya terlalu sibuk sehingga tidak enak untuk berinisiatif sendiri. Namun siang ini ia ingin mengajak sang suami.
Reni mencoba mengirimkan pesan kepada Gala. Ia sebenarnya agak malu untuk memulai terlebih dahulu.
"Kenapa aku harus malu, kan biasa aja harusnya suami istri." ucapnya meyakinkan dirinya sendiri.
Setelah pesan masuk, ia melihat pesannya telah dibaca oleh sang suami. Reni tidak sabar menunggu balasannya.
Reni meloncat kesenangan karena sang suami menyetujui idenya. Dia lansung segera mencari baju yang ada di lemari.
Walaupun agak sedikit lama memilih baju agar terlihat cantik, namun akhirnya dia keluar juga dari kamarnya. Reni mengendarai mobilnya menuju tempat janjian.
Reni sudah sampai duluan di tempat lokasi. Dia menunggu kedatangan Gala. Dia memang berangkat lebih cepat aja dari waktu yang ditentukan.
Sekitar 15 menit sebuah restoran mewah, Reni kaget melihat kedatangan Gala. Reni melihat Gala datang bersama seorang wanita.
"Mungkin sekretarisnya."
Walaupun Reni agak kecewa dia masih mencoba berbesar hati. Reni berpikir bahwa ini hanya makan siang berdua saja. Namun suaminya membawa seorang sekretaris.
"Hai Reni, maaf aku lambat ya."
__ADS_1
"Nggak bang, aku yang datang kecepatan."
"Ren kenalkan ini Novia, maaf tadi pas mau jalan ke sini, jumpa dia, Novia ini Reni."
"Reni." ucap Reni kepala dalam hati.
Suaminya tidak mengenalkannya sebagai istri kepada wanita itu. Dia penasaran siapa wanita yang ada di antara mereka.
"Novia, teman Gala sejak bangku SMA." ucap Novia.
Reni melihat wanita itu dengan seksama. Jika wanita itu satu sekolah dengan suaminya maka mereka juga satu sekolah. Setelah mengingat lebih lama barulah Reni ingat siapa wanita yang bersama suaminya.
Reni agak kesal siapa wanita itu. semua orang di sekolahmu juga tahu bagaimana wanita itu tergila - gila terhadap Gala Sky. Dia heran saja kenapa suaminya maish saja berteman dengan wanita itu.
Merasa kesal dengan suaminya akhirnya Reni berdiri berpamitan ke toilet. Dia tidak ingin emosi di depan umum. Apalagi sampai mempermalukan sang suami.
"Berapa lama?" tanya Novia.
"Saya tidak mengerti." jawab Reni bingung.
"Jangan pura-pura tidak paham dengan pertanyaan saya, berapa lama kamu bersama dengan Gala Sky?"
"Kamu itu ngomong apa sih."
__ADS_1
"Kamu nggak tau juga, Gala Sky hanya terpaksa menikahi kamu karena kasihan, dia dipaksa oleh tante Bella untuk melakukan, kamu pikir Gala mencintai kamu? Ngaca dong."
Reni kaget mendengar ucapan Novia namun dia tidak percaya 100% apa ucapan wanita itu. Akan tetapi dia berpikir kemungkinan besar bisa jadi Tante Bella meminta lelaki itu untuk menikahinya.
"Jika kamu nggak percaya, kamu tanya aja Tante Bella, dan kamu nggak tau kenapa Galla sering pulang di awal pernikahan kamu? Itu karena dia menghindari kamu, dan Gala selalu bersama aku setiap malamnya."
Reni tidak ingin terpengaruh dengan ucapan wanita itu. Dia berjalan meninggalkan wanita itu. Reni berjalan menuju meja tempatnya dengan buru - buru.
Ia melihat semua hidangan sudah tersaji. Dia tau bahwa suaminya telah reservasi tempat sebelum datang.
Gala tersenyum ketika istrinya datang. Tidak lama kemudian Novia juga datang dari arah toilet. Reni memakan makanan yang ada di hadapannya. Ia bersikap seolah - olah tidak terjadi apa - apa.
Reni melihat bagaimana akrabnya mereka. Apalagi setelah selesai makan, wanita itu meminta suaminya mengantarkannya.
Reni tidak langsung pulang kerumahnya. Diabingin bertanya kepada Tante Bella apa yang terjadi.
Sesampai di rumah Tante Bella, dia di sana bertemu dengan Momo adiknya Gala. Selain itu di sana juga ada Zahran dan Zayyan serta Mezzaluna sepupu Gala.
Reni yang terbiasa bertemu dengan mereka, hari ini merasa canggung. Apalagi semenjak ia gagal menikah dengan Zahran. Ia memang biasa - biasa saja namun tetap saja ada kecanggungan di antara keduanya.
Reni hanya terdiam menunggu mereka pulang. Reni merasa risih saat Momo menatapnya. Reni merasakan bahwa aura wanita itu seperti tidak menyukai dirinya.
Reni memang jarang berkomunikasi dengan Momo. Jarak umur mereka juga jauh membuatnya juga tidak terlalu mengenal Momo.
__ADS_1
Setelah lama menunggu, akhirnya satu persatu pada pulang. Yang tinggal di sana hanya Momo
dan tante Bella. Reni akhirnya memutuskan berpamitan pulang.