
"Reni bangun, jangan tinggalkan aku."
Gala membuka matanya. Dia mengedarkan pandangannya sekeliling ruang kerjanya. Dia menghela nafas panjang. Dan melihat jam telah menunjukkan pukul 10 malam.
"Ternyata mimpi." ucapnya berdiri dari kursinya.
Gala tertidur di ruang kerjanya selama dua jam. Karena malas berdebat dengan Reni, dia menghindar ke ruang kerja. Namun saking lelahnya ternyata ia ketiduran.
Gala sky lansung berjalan menuju kamar. Ia tidak sabar untuk bertemu dengan sang istri.
Ketika membuka pintu kamar ia melihat Reni susah tertidur. Ia melihat sudah tidak ada bekas piring nasi lagi.
Gala memeluk istrinya dengan erat. Ia tidak ingin mimpinya menjadi kenyataan. Dia mencium istrinya berkali-kali.
"Maafkan Abang sayang, abang begitu egois." ucapnya.
Reni terbangun karena ciuman bertubi tubi dari sang suami. Gala yang melihat istrinya terbangun merasa bersalah.
"Maaf kamu terganggu." ucap Gala.
"Mas kenapa?" tanya Reni melihat mata sang suami berlinangan air mata.
"Maafkan mas sayang, mungkin mas tadi agak egois, kalau kamu mau makan mie instan, mas akan Carikan."
Reni tersenyum senang mendengar suaminya. Tadinya ia menang sangat ingin makan mie instan. Namun saat ini dia sudah tidak ada keinginan lagi. Baginya kepedulian Gala saja sudah membuatnya senang.
"Kamu tunggu ya, biar mas belikan ke minimarket."
Reni menggelengkan kepalanya. Dia sudah tidak tertarik lagi dengan mie instan tersebut.
Ketika Gala meninggalkan kamar, Reni lansung memakan makanan yang di sediakan oleh suaminya.
"Bang aku udah nggak pengen, aku hanya ingin di peluk kamu." ucap Reni dengan manja.
"Benaran loh, Abang nggak marah, kamu jangan merajuk seperti itu."
"Aku sudah nggak ingin lagi malam ini sayang,kamu aneh de, ada apa?"
"Sayang apapun yang kamu mau akan Abang turuti, apapun itu selagi masih aman." ucap Gala.
"Iya Abang, tapi aku sedang tidak ingin lagi, aku kenyang, malam ini aku hanya ingin Abang peluk." ucap Reni lagi.
Melihat istrinya yang manja kepadanya membuat Gala tersenyum senang. Dia paling senang ketika sang istri bermanja dengannya. Karena sangat langka baginya untuk melihat Reni untuk bermanja-manja kepada siapapun.
Gala mengeratkan pelukannya. Ia juga mencium pipi sang istri berkali - kali. Ia berjanji dalam hatinya akan menjaga sang istri lebih baik lagi.
__ADS_1
Gala memandang istrinya yang sedang memejamkan matanya. Dia melihat bagaimana teduhnya wajah sang istri. Dia beruntung mendapatkan istri secantik Reni.
Bibir merah milik Reni sangat menggodanya malam ini. Kulit putih Reni sungguh mempesona. Ingin rasanya ia melakukan hal yang lebih dari ini. Akan tetapi dia tidak boleh egois. Dia takut ini akan menggangu jam istirahat istrinya.
Reni membuka matanya sambil tersenyum. Dia merasakan bahwa suaminya sedang menatapinya. Mata mereka bertemu.
Reni lansung menarik kepala suaminya sehingga ia bisa langsung mencium bibir sang suami.
Setelah mendapatkan lampu hijau , Gala lansung mengeksekusi sang istri. Dia tidak ingin kehilangan momen indah seperti ini.
Di tempat lain di ruangan kecil berukuran 2 x 3 meter, Beni tampak merasakan sakit di dadanya. Teman - temannya sudah berusaha untuk memanggil penjaga lapas.
Penjaga lapas dan beberapa orang polisi segera membawanya ke RSU. Keluarga Beni juga di hubungi oleh pihak kepolisian.
Beni lansung teringat kesalahan yang ia perbuat selama ini. Dia menyadari semua yang terjadi pada dirinya dan keluarganya karena keegoisan dirinya.
Beni di tangani dengan cepat oleh dokter yang berjaga di malam hari. Tubuh Beni semakin lemas walaupun sudah di berikan infus dan beberapa pertolongan dokter.
Istri Beni lansung menuju rumah sakit setelah mendengar suaminya sakit. Walaupun Beni telah mengkhianati dirinya, namun rasa sayangnya kepada Beni masih besar sehingga masih memaafkan Beni. Sedangkan anak pertamanya bersama Beni juga berada di rumah sakit.
Anak mereka sudah koma berbulan-bulan setelah di hajar di markas Arkarna. Sang istri tidak berani melaporkan kepada polisi karena ia tau berhadapan dengan dua kekuatan besar di negara ini.
"Papa, ini mama."
Beni membuka matanya dengan perlahan ketika mendengar suara istrinya. Dia merasa beruntung mendapatkan istri sebaik itu. Karena istrinya itu hidupnya berubah menjadi lebih baik. Namun dia menyia-nyiakan segalanya karena ambisi di masa lalu.
"Kami sudah memaafkan papa, semoga papa bisa bertaubat."
Beni menangis mendengar ucapan istrinya. Kesalahan dan dosanya te terlalu banyak.
"Ma, papa boleh minta tolong?"
"Apa pa?"
"Tolong pertemukan papa dengan anaknya Dinda, menanntu Amar Kusuma, dia anak papa."
Istrinya sudah tau mengenai Reni dari mulut ke mulut. Walaupun Beni tidak pernah membahas Dinda dan Reni kepadanya.
Begitupun sebaliknya, Reni bahkan tidak pernah mendatangi ayahnya setelah menikah. Wanita itu hanya meminta restu ketika menikah.
Istri Beni juga paham karena Dinda tidak pernah memberi tau anaknya bahwa Beni lah ayah dari sang anaknya.
Pukul 2 dini malam, ponsel Reni berdering. Setelah melakukan dua ronde ritual panas, akhirnya mereka tertidur.
Gala dengan kesal langsung menolak panggilan tersebut.
__ADS_1
"Siapa sih malam - malam begini nelpon."
Reni mendengar ocehan sang suami. Dia juga mendengar ponselnya berbunyi. Namun matanya berat sekali untuk di buka.
Ponsel berbunyi kembali. Gala bamgkit dari tidurnya. Gala melihat ada panggilan dari nomor yang tidak di kenalnya.
"Hallo."
"Hallo, maaf Gala saya menggangu malam - malam, saya istri ayahnya Reni, Ayah Reni sedang sakit dan ingin bertemu Reni."
"Sejak kapan Reni punya ayah? Anda mungkin salah nomor." Gala lansung mematikan ponsel istrinya tanpa aba - aba.
Reni membuka matanya karena mendengar percakapan Gala menerima telpon.
"Ayah sakit?"
"Sejak kapan kamu punya ayah? Dia tidak layak kamu panggil ayah."
"Bang bagaimanapun ayah, dia akan tetap ayah aku, walaupun di nama aku tidak tercantum namanya, akan tetapi tetap saja dia ayah Reni, tolong antarkan Reni bang." ucap Reni memohon.
"Tapi sayang...."
"Aku mohon yang." bujuk Reni.
Melihat istrinya merengek Gala tidak tega hati. Akhirnya dia mengizinkan istrinya bertemu dengan Beni dengan pengawalan beberapa bodyguard.
"Baiklah, mari kita ke sana, aku akan menelepon beberapa bodyguard."
Gala menelpon ketua pengawal agar bisa mengawal kepergian mereka. Sedangkan Reni sedang mandi membersihkan tubuhnya.
Setelah Reni keluar dari kamar mandi, Gala juga membersihkan tubuhnya.
Tidak butuh lama, akhirnya mereka bersiap untuk berangkat ke rumah sakit tempat Beni di rawat.
Beni tersenyum melihat kedatangan Reni. Dia menyadari bahwa terlalu banyak kesalahan yang terjadi pada dirinya terhadap anaknya yang satu ini.
"Maafkan ayah nak, ayah memang bukan ayah terbaik, ayah bahkan tidak pernah memberikan kasih sayang kepada kamu, ayah tidak pernah melindungi kamu layaknya sebagai seorang ayah."
"Iya yah, cepat sehat yah."
Beni menatap Gala Sky suami anaknya. Dia bersyukur karena lelaki ini sangat mencintai anaknya.
"Terima kasih telah mencintai Reni, saya titip Reni kepada kamu, saya yakin kamu lebih pandai menjaga Reni daripada saya."
"Tentunya karena dia wanita yang aku sayani, dan aku tidak akan menyia-nyiakan dia." ucap Gala.
__ADS_1
Reni mengode suami agar berkata baik - baik. Dia tidak ingin Suaminya menyakiti hati ayahnya dengan lisan.
Tidak berapa lama setelah itu, ayah Reni lansung kritis. Semua alat vitalnya menurun. Beni di nyatakan meninggal dunia pukul 5 subuh.