Wanita Bernasab Ibu

Wanita Bernasab Ibu
Bab 30


__ADS_3

Gala mendorong istrinya masuk keruangan persalinan. Ruangan ini memang khusus untuk keluarga Kusuma dan kerabatnya.


Saat Reni mau di bawa ke ruang bersalin, dia memegang tangan suaminya dengan erat. Reni menangis karena tidak tahan dengan sakitnya.


"Sakit bang." ucapnya meringis.


"Tahan ya sayang." ucap Gala.


Gala melihat betapa sakitnya istrinya. Dia juga tidak tahan melihat istrinya kesakitan seperti itu. Ingin rasanya dia yang merasakannya agar istrinya tidak kesakitan seperti itu.


Setelah satu jam kemudian, Reni nampak lemas tertidur. Ia kehabisan energinya untuk mengejan. Anaknya sudah terlahir dengan sempurna.


Gala mencium kening istrinya untuk memberikan semangat untuk sang istri.


"Sayang terima kasih, aku sangat mencintaimu, aku takut kehilanganmu." ucap Gala menangis.


Melihat perjuangan istrinya membuat ia sadar. Istrinya rela mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan anaknya. Gala pun menyesali bahwa tadi tidak membiarkan istrinya untuk menghabiskan mie buatannya.


"Mas aku capek, aku ingin tidur sebentar."


"Ya sayang, tidurlah." Gala ucap Gala mencium kening istrinya sekali lagi. Dia juga mengelus sang istri agar merasakan kenyamanan.

__ADS_1


Gala melihat sang Istri tertidur dengan tenang. Dia tersenyum saat memandang betapa cantiknya istrinya.


Gala melihat perawat membawa anaknya masuk ke ruangannya. Dia tersenyum melihat betapa lucunya bayi miliknya.


"Anak bapak tampan Sekali." ucap perawat.


"Bapak mau gendong?"


Gala sangat ingin menggendong sang anak. akan tetapi dia juga takut menggendong bayinya karena ia tahu bahwa tukang sang bayi masih lunak.


Perawat paham akan ketakutan Gala. Karena ini bukan pertama kali ia bertemu dengan lelaki yang baru menjadi seorang ayah.


"Tenang aja pak, yang penting bapak pegangnya seperti ini."ucapkan memberi contoh kepada Gala


Tidak lama kemudian pintu ruangan terbuka lagi. Mama dan papanya telah sampai. Perawat memberi hormat kepada Amar yang pernah menjadi Presdir mereka.


Mama Gala menggendong cucunya dengan senang. Walaupun ini bukan cucu pertama, tapi rasanya sangat senang karena akhirnya dia mendapatkan cucu lagi dari anak pertamanya.


Perawat memeriksa Reni. Perawat merasa ada yang aneh karena denyut nadi Reni melemah.


Perawat segera memanggil dokter karena darurat. Melihat perawat memanggil dokter membuat Gala dan orang tuanya bingung.Dokter segera berlari keruangan tersebut. Saat dokter memeriksa Reni, namun sang dokter terdiam.

__ADS_1


"Innalilahi wa innailaihi Raji'un." tubuh dokter melemah karena ini menyangkut karirnya.


Dia merasa tidak melakukan kesalahan apa - apa. Tadi kondisi pasiennya masih stabil.


Amar merasa ada sesuatu yang terjadi dengan menantunya. Dia mendekat dan memeriksa denyut nadi sang menantu.


"Innalilahi wa innailaihi Raji'un." ucap Gala shock mengetahui bahwa menantunya sudah tidak ada lagi.


"Ada apa ini pa?" tanya Gala mendekat ke ranjang istrinya setelah meletakkan anaknya.


"Istri kamu sudah pergi meninggalkan kita semua, kamu harus sabar ya." ucap Amar memeluk anaknya.


Mama Gala yang mendengar ucapan suami lansung menangis memeluk anaknya. Tubuhnya lemas saat mengetahui sang anak kehilangan istrinya.


Gala terdiam beberapa saat memandang istrinya tidur dengan tenang.


"Nggak pa, dia hanya tidur, Reni bilang tadi dia hanya tidur sebentar." ucap Gala percaya ucapan istrinya.


"Terima semua dengan ikhlas ya nak, ini sudah takdir Allah, kamu harus bisa menerima." papanya mencoba menenangkan sang anak.


Gala memegang sang istri yang sudah tidak berdaya. Dia menyesal di akhir hidup sang istri namun tidak bisa mengabulkan permintaan sang istri.

__ADS_1


"Sayang bangun, kamu boleh makan mie instan, aku nggak akan larang lagi, tapi kamu jangan tinggalkan aku sayang." ucap Gala memeluk sang istri


Sang istri hanya terbujur kaku di atas ranjang. Gala tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Gala mendekati Reni lalu memeluk tubuh istrinya. Dia hanya berharap ada keajaiban untuk dirinya. Dia tidak siap kehilangan Reni.


__ADS_2