
Reni nampak sedang bosan karena selalu di rumah menghabiskan waktu. Dia tidak di perbolehkan luar rumah oleh Gala.
Reni duduk sambil ngemil di depan TV. Baginya hari ini sangat membosankan.
Mama Ami nampak baru saja keluar dari kamarnya.Mama Ami nampaknya ingin bepergian.
"Kemana ma?" tanya Reni.
"Ini mau ke arisan, kamu mau ikut?"
"Nggak ma."
Mama Ami melihat bahwa menantunya sedang bosan di rumah. Dia juga paham kenapa Gala tidak mengizinkan wanita itu bepergian karena ia yakin bahwa keluarga Rudi tidak akan terima telah memasukkan menantunya ke penjara.
"Kamu bosan di rumah?"
"Iya ma."
"Pergi ke kantor suami kamu aja, sekalian antar makan siang."
"Tapi ma?"
Mama Ami melihat ada keraguan di mata Reni. Dia paham bahwa belum ada cinta diantara keduanya. Namun sampai kapan ruang tangga mereka seperti ini.
Dulu Ami memang kecewa dengan Reni. Apalagi saat tau bahwa Renu hanya memanfaatkan anaknya. Ia sangat takut jika terjadi kegagalan dalam rumah tangga anaknya seperti dirinya dulu.
"Mama mau tanya, kamu mencintai suami kamu?"
Reni lansung gelagapan saat mendengar pertanyaan seperti itu dari mama mertuanya.
"Aku...aku..."
"Apa kamu mau bercerai dengan suami kamu? Nggak kasihan dengan anak kamu?"
Reni terdiam memikirkan pertanyaan mertuanya. Menurutnya mama mertuanya ada benarnya.
"Jika suami kamu belum nampak usahanya maka kamu yang memulai, bagaimanapun kalian itu sudah sah sebagai suami istri."
"Iya ma."
"Ayo antarkan suami makan siang, jika kamu nggak kelelahan masakin makanan kesukaannya tapi harus dengan bantuan bibi ya."
"Tapi ma."
"Kamu harus mempertahankan suami kamu, apapun kata orang di luar sana, kamu harus tunjukkan bahwa kamu bukan wanita lemah yang bisa di injak-injak."
"Tapi bagaimana dengan Novia ma?"
__ADS_1
Mama Ami lansung membelai tangan Reni. Reni merasakan bahwa mertuanya sudah mulai menyayanginya seperti di awal pernikahan.
"Mama akan lebih senang Gala bersama kamu karena kamu adalah istri sah, mama yakin semua orang akan mendukung istri sah, tapi kamu jangan lemah, tunjukan bahwa suami kamu miliknya, cari perhatian suami kamu."
Reni merasa semangat, akan tetapi dia ingat bahwa dirinya sedeng dalam tahap mendiamkan suaminya.
"Baik ma, aku akan ke sana." Reni merasa tidak enak menolak saran mamanya. Namun ia punya akal lagi.
Mama Ami lansung pergi meninggalkan Reni. Dan Reni lansung memasak di bantu oleh bibi Marni.
Setelah selesai barulah ia berangkat menuju kantor suaminya. Reni belum pernah mengunjungi kantor suaminya itu.
Sesampainya di sana ia bertanya kepada resepsionis dimana letak kantor suaminya. Pegawai Gala masih banyak yang tidak tau bahwa Reni adalah istri bos mereka.
"Pak Gala ada?"
"Ada, sudah ada janji?"
"Saya mau mengantarkan makan siang, boleh tunjukkan di mana ruangannya."
"Maaf, pak Gala tidak menerima makanan dari sembarangan orang, lagian pacarnya di sini, jadi mungkir dia makan siang di luar."
"Pacar? Saya istrinya loh."
Para resepsionis itu nampak memasang wajah bingung. Dia belum mendengar bahwa bosnya telah menikah. Yang mereka tau bosnya berpacaran dengan sahabatnya.
"Antarkan saya ke ruangannya atau saya akan tandai kamu lalu melaporkan kepada suami saya sehingga kamu di pecat " ucap Reni kesal.
Para karyawan yang berdiri di meja resepsionis nampak panik. Salah satu di antara mereka mengantarkan Reni sampai ke depan ruang kerja bosnya.
"Silahkan Bu, saya nggak tau jika pak Gala masih rapat atau udah selesai, ibu boleh tunggu di dalam.
Reni membuka pintu ruangan suaminya.
Ceklek
Gala nampak kaget ketika melihat Reni datang ke kantornya. Dia juga tidak menyangka bahwa wanita itu akan datang dengan sebuah rantang di tangannya.
Gala melihat begitu emosinya wajah Reni ketika melihat Novia sedang d memeluknya. Novia tiba-tiba memeluk Gala saat Gala mengusirnya pergi. Gala mencoba mendorong wanita itu namun Reni sudah membuka pintu ruangannya. Gala merubah pikirannya membalas pelukan Novia.
"Apa reaksinya jika tau aku memeluk Novia?" pikir Gala.
Gala sangat terkejut dengan apa yang di lakukan oleh istrinya. Istrinya melempar rantang yang ada di tangannya ke tubuh Novia.
"Minggir kamu perempuan pelakor, perempuan gatal."
"Aduh panas."
__ADS_1
Novia meringis kesakitan karena tiba - tiba sebuah rantang melayang ke tubuhnya dengan keras. Belum lagi tumpahan SOP yang panas mengenai tubuhnya.
"Panas api neraka lebih panas dari kuah sop itu, sekali lagi kamu mencoba menggoda suami aku maka aku akan rebus kamu."
Gala tersenyum senang melihat istrinya semarah itu. Dia tau bahwa Reni cemburu melihatnya dengan Novia.
"Istri kamu gila ya G, wajar jika kamu nggak mencintai dia." ujar Novia.
"Iya, berani lagi kamu mendekati suami aku, aku tusuk kamu pakai pisau, aku rusak wajah cantik kamu itu." ucap Reni.
Gala semakin tersenyum mendengar istrinya mengancam Novia. Dia senang melihat Reni seperti ini.
Reni semakin kesal dengan suaminya karena hanya diam.
"Harusnya dia yang mengejar aku, jika aku begini maka dia akan besar kepala." bathin Reni.
Gala melihat wajah istrinya seperti memikirkan sesuatu. Gala bangkit dari ruang kerjanya karena malas menjelaskan kepada wanita itu.
"Dasar suami nggak tau diri, awas aja dia berani selingkuh, aku potong kelaminnya sebelum cerai." gumam Reni kesal namun di dengar oleh Gala.
Gala tetap berlalu keluar menuju lobi perusahaannya sambil tersenyum mendengar omelan wanitanya. Entah mengapa dia senang melihat istrinya seperti itu.
Reni mengekor kemana suaminya pergi. Sedangkan Novia juga meninggalkan ruangan Gala dengan wajah kesal.
Gala berdiri di depan ruang resepsionis. Pegawai resepsionis nampak takut jika bosnya marah.
"Hafal wajah istriku, dan setelah itu jangan biarkan wanita lain masuk ke ruanganku termasuk Novia, dia bisa saja membuat kalian seperti Novia." ucap Gala mengintimidasi.
"Baik pak."
Gala menarik tangan sang istri menuju mobilnya. Dia malas banyak bicara. Dia hanya membawa sang istri pulang kerumah.
Reni yang melihat itu jalan pulang merasa kesal. Dia sedang bosan berada di rumah saat ini.
"Aku nggak mau pulang."
"Siapa yang bertanya kepada kamu? Dan siapa yang mengizinkan kamu keluar rumah?"
"Aku di suruh mama mengantarkan makanan." ucap Reni malu mengakuinya.
"Kenapa kamu melempar Novia dengan rantang? kan bahaya jika kulitnya melepuh, gimana Novia seksikan?" tanya Gala tersenyum mengangkat satu alisnya.
"Biasa aja, nggak ada yang menarik dari dia."
"Ah masa? Tapi di banding kamu dia jauh lebih seksi, coba jelaskan bagian tubuh mana yang menarik dari diri kamu?" tanya Gala.
Reni menjadi kesal lalu mencubit sang suami. Gala meringis kesakitan ketika tangannya di cubit. Walaupun sedikit sakit namun lelaki itu senang karena saat ini Reni tidak mual di dekatnya.
__ADS_1