
Gala, Zahran, Zayyan dan Azzam telah sampai di tempat yang di sebutkan oleh anggotanya. Mereka melihat bahwa anggotanya sedang kewalahan dalam menangani musuh.
Setelah anak buah Daffin Arkarna ikut membantu, barulah mereka memang jumlah. Dan dalam waktu cepat markas lawan sudah lumpuh total.
Gala masuk ke dalam rumah itu. Dia tidak menemukan siapa - siapa. Dia hanya menemukan sebuah komputer yang memperlihatkan Reni sedang di ikat di sebuah kursi.
"Hallo, keturunan Kusuma." ucapnya sambil tertawa.
Gala tidak mengenal siapa lelaki itu. Dia memakai masker dan topi hitam. Namun dia bukan Claudia.
"Siapa kamu? lepaskan. Istri aku."
"Haha tidak semudah itu, sekarang kamu mau ikut permainan aku, kamu ingin istri kamu hidup?"
Lelaki itu nampak menarik rambut Reni sehingga wanita itu Meringis kesakitan. Gala mengepalkan kepala tinjunya karena tidak terima istrinya di sakiti.
"Aku tidak kenal siapa kamu, apa salah kami sehingga kamu mencuri istri aku?" tanya Gala.
"Kalian memang tidak mengenal aku, tapi aku tau kalian karena keluarga kalian yang telah menghancurkan keluarga aku."
"Kita bisa selesaikan dengan bicara baik - baik." ucap Zahran yang dari tadi diam.
"Anda diam, saya tidak berbicara anda."
Zayyan memberi kode kepada Zahran Abang diam mengikuti instruksi lelaki itu.
"Gara - gara keluarga kalian, papaku di penjara, dan aku ingin keluarga Kusuma juga saling bertengkar satu sama lain." ucap lelaki itu.
"aku sengaja menyuruh papaku menelpon kalian, dan kalian percaya, dan akhirnya kami bisa mengalihkan perhatian kalian, kami berhasil membawa kalian ke sini." ucap lelaki itu dan tidak lama kemudian dia tertawa terbahak bahak.
"Kalian boleh menelpon keluarga kalian yang di rumah."
Ke empat cucu Kusuma menjadi penasaran. Dia tidak paham apa jebakan yang di sediakan.
Azam menelpon ke mamanya karena perasaannya tidak enak. Jika menyangkut Beni, maka ia merasa mamanya yang akan menjadi korbannya lagi.
Bukan ia tidak percaya dengan kemampuan papanya. Akan tetapi papanya juga udah mulai tua. Apalagi jika anak buah Beni banyak.
Gala semakin kaget ketika ponselnya berbunyi. Dia mendengarkan di sana ada papa dan mamanya Azam.
Menurut keterangan bahwa Alan dan Bella pulang kerumahnya. Mereka di kawal oleh beberapa anak buahnya. Namun jumlah pasukan yang banyak menghadang membuat mereka babak belur.
"Kenapa pada nggak becus sih." ucap Zayyan kesal kepada anak buah keluarga Kusuma.
"apa yang kamu Minta? Jangan pernah sakiti mama saya." ucap Azam dengan marah.
__ADS_1
"Jangan menipu, Tante Bella masih ada di rumah dengan penjagaan ketat, dia menipu kita." ucap Zahran akhirnya mendapatkan laporan dari anak buahnya yang di rumah.
Akhirnya mereka sadar bahwa mereka sedang di pecah konsentrasinya.
"Hahaha karena kalian sudah tau baiklah, aku mau Gala Sky menghajar ketiga cucu Kusuma yang sombong itu."
Gala bingung mendengarnya. Di satu sisi istrinya sangat berharga. Namun di satu sisi ketiganya adalah saudara sepupunya.
"Kamu minta apa? Biar aku kabulkan, asan jangan...."
"Tidak ada pilihan ketiga, kamu hanya ada dua pilihan." ucap lelaki itu.
Gala berpikir keras bagaimana caranya agar keduanya tidak ada yang di sakiti. Namun ternyata Zayyan sudah mengatur siasat.
"Jika kamu lebih memilih perempuan itu, maka jangan harap kami memberi kamu ampun." ucap Zayyan lansung memukul Gala.
Gala kaget ketika dia di pukul tiba-tiba oleh Zayyan. Dan tubuhnya jauh terpental dari kamera pengintai.
Di sana sudah ada Alfa sudah datang menggunakan kostum yang sama. Alfa adalah menantu dari keluarga Arkarna. Keluarga Arkarna ada Kusuma adalah sesuatu hal yang tidak bisa di pisahkan. Apalagi Daffin Arkarna adalah menantu keluarga Kusuma.
"Pergilah bersama bang Daffin." ucap Alfa memberi perintah kepada Gala.
Gala lansung pergi mengendarai mobil menyusul alamat yang di berikan oleh Alfa.
Sedangkan Alfa berlari ke arah Zayyan lansung memukulnya.
Melihat mereka saling saling memukul membuat lelaki itu tertawa senang. Dia berharap ada yang mati di antara mereka agar papanya senang.
"Lihat, suami kamu ternyata lebih mencintai kamu, tapi kamu jangan senang dulu anak haram, kamu pikir papa aku peduli dengan kamu, kamu selamanya anak haram." ucap lelaki itu menatap Reni dengan benci.
Saat lelaki itu hendak duduk, tiba-tiba ada yang menentangnya. Lelaki itu kaget saat melihat Gala sky udah berdiri di sana.
Gala tidak memberi ampun lagi. Dia menendang dan menghajar lelaki itu dengan penuh amarah. Apalagi lelaki itu telah mempermainkan dirinya.
Sedangkan Daffin Arkarna hanya dia berpangku tangan menyaksikan semuanya. Daffin tau alasan lelaki itu menculik Reni. Karena dari semua cucu laki-laki keluarga Kusuma, Gala di anggap paling lemah.
Lelaki itu sudah tidak berdaya lagi. Dia sekilas melihat 4 lelaki yang jauh di sana sambil tertawa menertawakan mereka. Dia juga melihat satu lelaki yang ternyata buka Gala tetapi lelaki lain. Dia menggunakan baju dan gaya yang sama dengan Gala.
Dia mengutuk dirinya sendiri karena telah ceroboh dan bodoh.
Gala melepaskan tangan istrinya. Sedangkan Daffin menyuruh anak buahnya untuk membawa lelaki itu kemarkasnya.
"Sayang kamu nggak apa-apa?"
Reni hanya menangis karena ketakutan. Matanya sudah bengkak karena sejak tadi menangis.
__ADS_1
"Maafkan Abang udah lalai menjaga kamu ya? Abang janji ini hanya sekali terjadi."
"Gala bawa istri kamu ke rumah, dan periksa kehamilan." ucap Daffin.
Gala menganggukkan kepalanya lalu menggendong istrinya menuju mobil. Reni akhirnya tau bahwa dirinya sudah di cintai oleh suaminya.
Dia melihat sendiri bagaimana suaminya mencemaskannya. Reni tersenyum sendiri karena senang akhirnya Gala mencintai dia.
Gala heran sendiri melihat istrinya tersenyum sendiri. Tadi saat ia menyelamatkan adiknya, ia melihat Momo ketakutan di pangkuan suaminya.
"Kamu kenapa senyum - senyum begitu?"
"Nggak ada apa-apa, aku hanya senang aja."
Kening Gala semakin berkerut mendengar jawaban istrinya.
"Dimana - mana korban penculikan itu sedih dan menangis, ini ibu ini malah tersenyum." ucap Gala.
"Hahahaha, makanya kamu peka sedikit." ucap Daffin tertawa di depan membawa mobilnya.
"Aku tersenyum ada tiga hal hari ini." ucap Reni.
"Satu." ucap Gala tidak sabar.
"Karena Abang mencintai aku, abang cemas tadi."
"Pasti, istri Abang."
Daffin tersenyum mendengarkannya.
"Kedua, kapan lagi kita di sopirin oleh Daffin Arkana." ucap Reni membuat senyum di wajah Daffin menghilang.
"Sialan, untung aja ibu hamil." gumam Daffin yang terdengar sampai kebelakang.
"Ketiga?" tanya Gala.
"Jarang - jarang aku melihat bang Daffin tersenyum, tapi sejak tadi tersenyum terus, aku ingin nanti anakku seperti bang Daffin, ganteng, cool, dan pintar."
"Hahahahahaha." tawa Daffin pecah lagi karena ia tau bahwa sebentar lagi akan ada yang mengambek.
"Kok kayak bang Daffin, kan ini Abang produknya, nggak mau ah." jawab Gala kesal.
"Jika di bolehkan nanti, aku ingin memandang bang Daffin selama satu jam."
"Nggak boleh."
__ADS_1
"Nggak boleh menolak keinginan ibu hamil loh." ucap Daffin mengingatkan Gala.
"Udah ah, aku doakan istri abang ngidamnya seperti itu." ucap Gala kesal.