Yang Lain

Yang Lain
Ambridge


__ADS_3

Ambridge adalah sebuah kota yang yang begitu besar. Kota ini merupakan kota istimewa yang menanamkan hukum dan budaya sendiri, berbeda dengan hukum di negaranya. Kota ini terletak disebelah timur Leone. Akan tetapi kota ini tidak dijadikan ibu kota Leone karena, banyak pihak yang menolak. Disini terdapat bangunan - bangunan megah menjulang, bagaimana tidak megah bangunan disini didanai Milyarder - Milyarder di seluruh dunia.


Ambridge bisa disebut jendela dunia semua yang kalian cari ada disini, peradaban maju, Teknologi super canggih, kekerasan, pembully-an. Semua ada disini, hal buruk maupun baik. Di kota ini rasanya sudah seperti Neraka, ya meskipun aku tidak tau bagaimana rasanya neraka. Hanya saja disini orang hidup hanya untuk diri sendiri, kepentingan sendiri semuanya egois dengan caranya masing masing. Etika dan budaya pun entah bagaimana, pokoknya tidak bisa dibayangkan.


... ...


...........Emm...........


Oh iya, aku belum cerita asal usulku. Aku kerap dipanggil Aerel, namaku adalah Naomi Aerel. aku adalah anak ke 7 dari 10 bersaudara. Keluarga kami memang bahagia. Tapi bisa dibilang ekonomi keluargaku tergolong rendah. Sebab itulah aku menjadi bahan ejekan di smp ku.


Aku pernah mempunyai teman waktu kecil, ia bernama Ashyeila. Aku tidak yakin bisa menyebutnya teman, karena kami hanya bersama setengah hari saja.


Dia menyebutku perempuan karena namaku. Padahal dia sendiri yang perempuan. Rumah kami bersebelahan, hanya saja berbeda. Sehingga orang tua mereka tidak senang sepertinya, merekapun akhirnya pindah dan mengosongkan rumah besarnya itu.


Lebay banget bukan..


Saat ini aku masih duduk di kelas 3 smp, dan itu akan segera berakhir. Bisa dibilang smpku adalah neraka diatas neraka. Terjadi banyak drama yang selalu melibatkantu.


Ah besok hari kelulusan ya, aku sungguh tidak sabar ingin keluar dari neraka ini. Tidak terasa lamanya 3 tahun,


ehem..


Malahan terasa lama banget. Tadinya Aku berniat untuk masuk sma yang biasa biasa saja. Tapi sepertinya kepala sekolah itu tidak mengizinkannya.


Orang tuaku pun sama, ahh akhirnya aku masuk sma elit lagi dan dengan bea siswa lagi. Ya, sma itu adalah Sahara Landmark Shcool. Aku memutuskan untuk tinggal sendiri dan bekerja sambilan. Aku sudah tidak mau membebani orang tuaku,


Sudahlah besok upacara penerimaan siswa baru..


Alarm berbunyi membangunkanku, aku yang harusnya semangat, malah lesu. entah kenapa ini seperti hari - hari yang sama ketika smp dulu. Sama sama sekolah elit si, gimana ya. "Yosh semua pasti baik baik saja" semangatku.


Akupun siap siap berangkat, untungnya Sahara Shcool dekat banget dengan kosan ku. Aku hanya perlu berjalan kaki selama 15 menit untuk sampai tempat waktu.


Sembari berjalan, aku terus berpikir cara dekat dan punya teman yang akrab. Percaya tidak percaya, aku tidak punya teman sama sekali sewaktu smp dulu.


Ah sudah terlihat, lumayan gede juga sih walaupun dilihat dari jauh.


Sahara Landmark terkenal akan pendidikannya yang sangat membekas, dan bangunannya yang megah, Sahara Landmark juga termasuk sekolah terbaik di Ambridge. Tidak heran semua orang menginginkan masuk sekolah ini.


Ya semua, kecuali aku..


Terlihat gerbang terbuka, aku bergegas berlari. Wow benar benar luar biasa setelah ku teliti ternyata sekolah ini lebih besar daripada yang kuduga. Terlebih muridnya yang banyak.


Eh, tunggu - tunggu, apa aku bisa ya bergaul di sekolah yang semegah ini.


Terdengar bell berbunyi, semua siswa berlarian (termasuk aku) ke dalam aula, untuk upacara.


Luar biasaaa.. Aula seluas ini dipenuhi semua siswa, ternyata memang benar, sekolah ini mempunyai murid yang banyak, bahkan jika dibandingkan dengan smp ku dulu, ini 10 kali lebih banyak.


Upacara pun dimulai.

__ADS_1


Para guru duduk berjajar di samping murid. Terlihat seseorang yang sepertinya adalah pembawa acara.


"Hallo Semua" Ujarnya.


"Cuaca cerah untuk hari ini, secerah semua yang ada disini, terutama siswa baru, selamat datang di lingkungan Sahara wahai juniorku", sepertinya dia adalah ketua osis disini.


"Sebelum lanjut, tidak sopan jika saya belum memperkenalkan nama saya. Saya Alice, sekali lagi selamat bergabung dengan kami wahai juniorku".


Sepertinya dia orang berprestasi disini.


"Baiklah, selanjutnya sambutan dari kepala sekolah kami tercinta, 'Ibu Giana Agatha'dipersilahkan untuk mengisi waktunya".


Eh. Tunggu - tunggu, Giana, jangan jangan Giana yang itu, ah gak mungkin, dia tidak seharusnya berada disini. Mana mungkin kan tiba tiba jadi kepala sekolah disini, tapi eeehhhhhh kok bisa. Tidak tidak tidak.. Mungkin aku salah.. Ini sedikit....


"beri sambutan untuk kepala sekolah tercinta kita".


Ah sepertinya memang. Orang itu lagi, ya dia kepala sekolah di smp ku dulu, sekarang tiba tiba disini. Sebenarnya aku sudah cukup dimanjakannya di smp dulu.


Aku senang dan juga jengkel, karenanya aku semakin sulit dapat teman seakrab. Itu sungguh masa - masa sulitku.


Apa dia kepala sekolah baru disini ya.


Ya semoga saja dia tidak kembali mengusikku disini.


Semua orang bersorak padanya seolah olah sedang menonton piala dunia. Apa dia seharum itu ya namanya disini.


"Selamat pagi anak - anakku" ujar bu Giana.


Eh itu aja?. Tumben dia tidak banyak bicara disini, terakhir kali pidatonya di acara perpisahan, yang bahkan membuat pantatku panas. Sekarang tiba tiba sesingkat itu. Mungkin kosakatanya jatuh dijalan kali ya, ups..


"baiklah selanjutnya, sambutan dari perwakilan siswa siswi baru,".


AH acara pokok, hmm kira kira siapa yang akan jadi perwakilan kali ini ya, semoga yang terpanggil sedang tidak sial.


"saudara Naomi Aerel dari kelas 1-5 dan saudari Alesya Mil dari kelas 1-5, dipersilahkan untuk mengisi waktunya"


Aku ucapkan selamat kepada Nao..


.....Ehh.. ...


Naomi Aerlll... Hey hey hey yang benar saja, aku harus naik ke panggung besar itu? Apa apaan ini, dari sekian banyaknya murid, kenapa harus aku. Perwakilan wanitanya udah naik ya, giliranku, mungkin..


"Kepada saudara yang merasa bernama Naomi Aerel, dipersilahkan menaiki panggung".


Tuh kan gak salah denger, ah, ini pasti kelakuan kepala sekolah itu.


Nanti mau ngomong apa ya di depan sana, ah bodo amat dah..


Kepala sekolah resek, awas aja kau.

__ADS_1


Akupun naik ke panggung besar itu. Orang orang yang duduk disampingku memperhatikanku dengan tajam.


"beri tepuk tangan kepada kedua murid terpilih".


Waktu itu semuanya benar benar bersorak, dan entah momen apa ini. Udah gitu, ditambah seorang wanita anggun berdiri tepat disampingku. Aku sendiri bingung apa yang harus aku katakan di depan ribuan teman, senior dan guruku ini.


Ditengah kebingungan tersebut wanita disampingku memegang tanganku dan berkata, "Tenanglah, dan ucapkanlah hal yang hanya ingin kau ucapkan".


Masalahnya aku tidak tau apa yang ingin aku ucapkan, hush tapi tenanglah diriku. Ini bukan masalah bagiku.


'Baik, selamat pagi teman - teman, senior ku semua, dan para guru yang terhormat. Terimakasih telah memberikan waktunya kepada kami (aslinya aku males banget). Terima kasih telah menerima kami yang belum sempurna ini di sekolah yang sangat kami impikan ini (aslinya gua gak ngarep). Mohon bimbingan dan kerja sama untuk kedepannya. Karena kami percaya dengan terdaftarnya kami disini, maka terbukalah jalan menuju hari yang lebih cerah. Kami sadar bahwa kami masih memiliki banyak kekurangan, karena itu kami mohon untuk bimbingannya agar kami menjadi pribadi yang lebih baik. Mari kita saling mengisi, mari kita saling melengkapi kekurangan kita. Sekian Terima kasih" .


Aku mengakhirinya tanpa basa basi, yah semoga saja tadi tidak terlalu buruk.


Ya wajar saja si, ini pengalaman pertamaku.


Tiba tiba semua bersorak begitu heboh..


Ketika aku tawari wanita di sampingku untuk bicara, dia menolak dan berkata "kau sendiri saja sepertinya sudah cukup". Ucapnya.


Aku pun turun dari panggung besar itu dan kembali duduk ke kursiku, orang - orang melambaikan tangan dan berkata "boleh juga lu" ujarnya. Aku menjawabnya dengan senyuman jengekel.


Untungnya aku tidak berkata yang aneh - aneh..


Tanganku tadi bergetar.. Dan,


Upacara pun berakhir tepat jam 8. Semua murid pun kembali ke kelas masing masing.


Dan momen tak terduga dikelaspun terjadi. Aku ditunjuk sebagai ketua kelas oleh guruku sendiri, apa maksudnya ini? Banyak siswa yang masih berpotensi, kenapa harus aku.


Yah memang belum terjadi apa apa, aku hanya akan menduga, dengan tiba tibanya aku terpilih. Akan ada orang yang membenciku.


Benar bukan?..


Hm kejadian smp pun pasti terulang..


Seseorang wanita yang duduk di paling depan berkata "selamat atas terpilihnya secara tiba tiba, semoga semua berjalan dengan baik 'Naomi'" ucapnya.


Aku pun duduk ke kursi, dan tiba tiba sesorang yang duduk disampingku berbisik "berhati - hatilah"..


Aku seperti pernah mengalami ini sebelumnya, apa maksud ucapannya. Kurang lebih seperti yang telah kupikirkan sebelumnya.


Di waktu istirahat tiba, ketika aku membereskan buku ke dalam tas, seorang lelaki menghampiriku bersama kedua temanya dibelakangnya.


Mereka terlihat membenciku, hm dan ternyata memang..


Huh.. "Oy, jangan kira kau bisa senang sebagai ketua kelas, sedikitpun kau tidak pantas untuk itu, cih,, sia sia saja kita bicara."Woy semua, siapapun yang berteman dengan anak busuk ini kalian semua akan kita beri pelajaran". Tegasnya.


Mereka pergi dan semua orang dikelas melihat ke arahku, mereka kemudian menunduk dan lari dariku. Huh.. Sudah kuduga akan seperti ini, magnet masalah selalu menempel pada diriku.

__ADS_1


Baiklah akan ku ulangi lagi..


__ADS_2