
"Jadi, kau pergi ke Errevvi?" tanya Yori.
"Ya begitulah"
"Hei, hei.. Apa benar disana rumahnya Modern, kudengar manusia - manusia itu hidup dengan segala kemewahan dan difasilitasi berbagai macam, seperti yang Ayahku ucapkan" ujar Yori.
"Apanya yang berbagai macam fasilitas? Dulu sih mungkin saja iya, tetapi untuk saat ini TIDAK"
"Loh kenapa?" tanya Yori.
"Bukankah sudah kukatakan bahwa aku telah meluluh tanahkan Eiji".
"Eh.. Jadi itu benar?" tanya Yori.
"Ya.. Kau tahu! Sebenarnya manusia tidak seburuk yang kau pikirkan, justru sebagian besar penduduk ibu kota Errevvi menginginkan hidup berdampingan dengan semua ras"
"Ya, akupun pernah berpikir demikian" balas Yori.
"Mereka memaksa penduduknya melakukan hal itu"
"Padahal aku belum melakukan perjalanan ke Errevvi, kau menghancurkan rencanaku" ujar Yori.
"Begitu? Kau tidak takut dengan mereka?"
"Bukankah pernah Ku katakan bahwa, Kami Manusia kucing selalu tertindas di kelompok ras manapun. Jadi aku tidak peduli dengan kejamnya manusia seperti yang banyak orang katakan. Lagian manusia tidak seburuk itu kok" ungkapnya.
"Hei berhenti merendahkanmu!! Kamu tahu kenapa kalian selalu tertindas? Itu karena kalian terlalu merendah diri, kalian selalu memandang diri kalian itu lebih buruk daripada ras lain. Kalian bahkan pernah menyesali karena terlahir sebagai manusia Kucing, Benar bukan?!! Jadi berhentilah merendahkanmu"
"Kau!! Pertama kalinya aku mendengar ucapan itu selama aku hidup, kenapa? Kenapa kau begitu baik pada kami? Padahal aku sudah kasar padamu, padahal penduduk desa tidak nyaman dengan kedatanganmu, tapi kenapa kau?" tangis Yori.
"(Memeluk) Maaf, lagi - lagi aku membuatmu menangis. Tetapi kamu harus berubah, atau kamu akan selalu dibawah"
"Aku tahu itu, tapi aku.." Yori mengucapkannya dengan tersedu - sedu.
"Hei sudahlah, Ah mengenai Rumah Modern sebenarnya aku sudah memikirkannya"
"Memikirkannya?" tanya Yori.
"Jadi berhentilah menangis dan mari kembali ke desa"
"Umm" balas Yori.
"Jadi maksudmu memikirkannya itu apa?" tanya Yori.
"Oh, itu mengenai pembangunan di desa Tobago, kurasa desa ini harus melakukan renovasi di semua bidang"
"Jadi kau telah mempunyai biayanya?" tanya Yori.
"Eh Biaya?"
"Jangan - jangan kau melupakan itu" ujar Yori.
"Tentu saja tidak, ini tanpa biaya sedikitpun.. Yah kurasa"
"Pokoknya kumpulkan orang - orang, terutama yang paling kreatif. Mereka harus bekerja keras di sisa umurnya.. (Tawa Jahat)"
__ADS_1
"Kau terlihat mengerikan, namun sebenarnya menyedihkan" ujar Yori.
"Sudahlah, lakukan saja"
"Oke, oke" balas Yori.
Hmm.. Sebenarnya apa si yang aku lakukan? Entahlah.. Kujalani dengan santai saja.
...****************...
"Yosh, semuanya sudah berkumpul. Maaf mengganggu waktu kalian, sebelumnya ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan"
"(mengangguk) Langsung Saja! Dengar Semua, Kami bermaksud untuk melakukan beberapa perbaikan pada semua rumah di desa, selebihnya Aerel silakan" ujar Yori.
"Ah.. Ya. Proyek ini bukan sembarangan proyek, ini dibutuhkan kerja sama dan kesadaran semua orang. Kami tidak bisa menjamin bahwa semua bangunan disini akan menjadi mewah, tetapi kami yakin untuk membantu semuanya mempunyai Rumah yang layak"
"Proyek ini tanpa biaya sedikitpun, tetapi jika seorang saja meninggalkan tugasnya maka dapat dipastikan proyek ini gagal"
"Kami tidak memaksa, jika kalian menolakpun tidak masalah bagi kami. Lagipula tidak ada untungnya bagi kami" ujar Yori.
Itu memang benar si, tapi kucing garong ini terlalu blak - blakan sekali.
"Bagaimana? Kalian sanggup?"
"Dengar, mungkin kita ditipu"
"Ditipu? Untuk apa orang seperti Aerel menipu orang sepertimu bukan?"
"Kurasa itu bagus"
"Aku ikut"
Kenapa malah diskusi masing masing?
"Bagaimana?" tanya Yori.
"Lakukan saja yang kau mau, kami ikut denganmu, benar bukan?"
"Ya, Kurasa tidak ada salahnya mecoba"
"Dari pada tidak melakukan apapun"
"Baiklah, Dengar.. Simpel saja, diantara bapak atau ibu semuanya tinggal memilih apa yang disukainya. Pekerjaan berat, membangun, memasak, dan kesenian. Itu semua tergantung keinginan dan Kemauan masing masing"
"Memasak? Apa itu ada hubungannya dengan pembangunan" tanya seorang lelaki.
"Kau tidak suka makan?" tanya Yori.
"Tidak, bukan begitu.. Tapi"
"Jadi Diamlah.." balas Yori.
Sadis banget, setidaknya beri penjelasan kek.. Yah meskipun agak dipaksakan kurasa mereka itu penurut.
"Dengar, buatlah kelompok berdasarkan keinginan masing - masing tersebut" ujar Yori.
__ADS_1
Lagi - lagi dia seenaknya, tapi mereka benar - benar penurut.
(Saling Bicara)
"Pekerjaan berat, menarik juga"
"aku tidak suka memasak, tapi aku tidak sanggup dengan pekerjaan berat. Kurasa aku memilih Kesenian yang sepertinya terdengar menarik"
"Kesenian? Kau juga tertarik Popi?
"Ya, Kurasa tidak ada salahnya mencoba"
"Kira - kira kemampuan memasakku bisa berguna tidak ya?"
"Pembangunan seperti apa yang bisa dilakukan tanpa biaya?"
"Entahlah"
"(berteriak) Hei, ada yang tertarik dengan membangun?"
"Baiklah, semuanya sudah memutuskan untuk memilih?"
"Kalau begitu berkumpulah perkelompok sesuai keinginan yang dipilih" ujar Yori.
"Begitukah?"
(SALING BICARA)
"kalau begitu. Hei kau denganku saja"
"Tidak, aku tidak tertarik dengan kesenian. Itu hanya untuk wanita"
"Kau sudah memutuskan, Dara?"
"Entahlah, aku tidak menyukai semuanya"
"Sudah kubilang, ikutlah denganku"
Mereka malah saling bicara begini. Ah sepertinya ini akan sangat lama, "Yori, kabari aku jika mereka sudah mempunyai pendirian. Aku akan tidur dulu"
"Tunggu, hei kau.. Mana tanggung jawabmu, tunggulah sedikit lagi" ujar Yori.
"Dari tadi mereka malah bicara sendiri - sendiri"
"Ini terlalu mendadak, jadi biarlah" balas Yori.
"Ya sudahlah"
...4 JAM KEMUDIAN...
"Jadi? Sudah saling Memutuskan (Menguap)?" tanya Yori.
Hey tidak sopan..
"Kami bingung jika harus memilih, lebih baik katakan saja apa yang harus kami kerjakan. Nantinya kami akan membiasakan diri dimana yang cocok untuk kami" ujar perwakilan seseorang.
__ADS_1
Jadi inilah hasil dari diskusi selama waktu kurang lebih 4 jam, hanya kalimat ini yang dihasilkannya.
Hadeh..