Yang Lain

Yang Lain
EIJI


__ADS_3

Halo Semua, kembali lagi bersama saya Aerel..


Setelah melalui banyak hal kini aku mendapati tempat yang berbeda dari kemarin, Ini memang tak sebagus hotel tetapi disini gratis. Dan biar ku jelaskan.


Jika aku Ingin makan maka aku harus menunggu sampai ada orang yang memberiku makan. Pelayanannya pria sangar yang siap membantingku kapan saja, harusnya itu tidak boleh padahal aku selaku pelanggan.


Jika aku ingin berak maka aku harus izin kepada si om - om sangar tadi, sungguh serba guna sekali ya si om - om itu. Udah gitu di wcnya di tungguin lagi.


Dan jika aku ingin mandi, ah sayangnya untuk saat ini Fitur tersebut belum terbuka.


Tau artinya kan..


Artinya kemarin aku ditangkap hanya karena dianggap mencurigakan, padahal aku terlalu kucel untuk sekelas mata - mata.


Dan kejadian kemarin bukan main, tujuan mereka ternyata adalah hujan Amerin tersebut. Tepatnya Elf yang ada didalam hutan tersebut, beneran ada Elf disini loh.


Tepat disampingku seorang Elf yang mereka jadikan sandera, aku tidak tau untuk apa itu karena kita belum berbicara sama sekali.


Dia sepertinya masih syok atas kejadian kemarin yang menimpanya. Yang benar saja, sebagian hutan Amerin dibakar oleh mereka dan ada beberapa elf yang dibunuh mereka.


Dengan itu aku menyadari bahwa berada disini sama bahayanya dengan berada di Ambrige.


Rasanya aku ingin menolongnya tetapi aku tidak punya kekuatan untuk itu.


Ujiannya terlalu berat untuknya..


Aku paham betul perasaanya..


Inginnya aku bertanya tentang loli yang kemarin membantuku, tapi sepertinya dia tidak mau bicara untuk saat ini.


Hmm.. Elf Hiribia..


Hey, dia benar - benar Elf bukan?


Tidak, itu pertanyaan yang tidak tepat untuk saat ini, maksudku seorang elf berada di dekatku satu jeruji denganku.


"Berhenti melihatku" ujar elf itu, sepertinya ia sebal.


"Dari tadi kau terus melihatku, lagian bagian mana yang kau lihat?" sambungnya.


Mendengarnya, aku menjawab dengan sedikit bingung memilih kosakata yang tepat.


"Iya, uh, hanya saja, kau benar benar elf? .. Upss maaf" aku keceplosan, itu tidak sopan untuk sekelas pertanyaan.

__ADS_1


"Tidak, itu memang pertanyaan yang pas jika pertama kali melihatku" ungkapnya.


"kau tidak marah?" tanyaku.


"Untuk apa aku marah kepada orang yang nasibnya sama denganku" ujarnya.


Ya itu memang benar si, tapi terlalu blak - blakan..


Ah iya, loli yang kemarin gimana kabarnya ya, mumpung dia sudah bisa bicara biar kutanyakan saja.


"A.. Nona Elf". "Panggil saja Aina" ujarnya, ia memotong ucapanku.


"Aina, aku ingin cer..". "Langsung saja ke intinya" bantahnya lagi.


Gila galak banget, ah itu wajar si untuk saat ini.


"Jadi gini, kemarin di hutan Amerin aku bertemu gadis kecil, tetapi dia sepertinya bukan elf karena telinga kalian berbeda. Dia menolongku keluar dari Amerin dan aku ingin bertanya sekarang dia ada dimana?" jelasku. Tapi Aina sepertinya tidak mengerti yang aku maksud.


"Mana aku tahu, Amerin lah gadis kecil lah apa - apaan itu?" ujar Aina.


"Heh, bukankan kau berasal dari hutan Amerin" tanya aku.


"Hutan itu bernama Sanji, seenaknya saja kau mengganti nama" ungkapnya.


"gadis mana yang kau maksud?" tanya Aina.


"Ah baiklah, jadi kemarin aku nyasar di hutan Ame.. Eh.. Sanji, lalu aku bertemu gadis yang menuntunku" .


"Aku paham, kau bertemu dengannya?" Aina terlihat semangat dan memotong omonganku.


"Ya aku bertemu, tapi aku lupa menanyakan namanya"


"Tidak, kau tidak lupa. Amerin adalah pribadinya sendiri, bukan hutan yang kau maksud, tidak tidak.. Aemerin adalah hutan termasuk dirinya" ungkapnya.


Aku tidak mengerti sedikitpun yang dibicarakannya tetapi sekarang ia bersemangat sekali.


"Tapi apa tujuan sebenarnya kerajaan ini membakar hutan itu dan menyanderamu? " tanyaku.


"Tujuannya sudah jelas sekali Amerin itu sendiri. Ia merupakan gadis kecil yang pernah diurus oleh pemimpin Elf hiribia pertama. Legenda mengatakan bahwa ia merupakan anak yang hilang dari kerajaan EIJI 450 tahun yang lalu. Karena terkadang sosoknya muncul di hutan Sanji, maka mereka terus meneror kami hingga saat ini" ungkap Aina.


Apa manusia disini umurnya begitu lama ya..


"Tetapi itu mustahil, jika Amerin merupakan Anak dari kerajaan ini mungkin ia sudah meninggal sejak lama. Tetapi kemarin kau menemukannya bukan" sambungnya.

__ADS_1


"Ah entahlah, dan kau, siapa namamu?" tanya Aina.


"Ya, Aku biasa dipanggil Aerel"


"Biar kutebak, kau berasal dari tempat yang sangat jauh dari sini kan, aku yakin kau berasal dari utara, orang - orang disana memang mirip sepertimu" Imbuhnya.


"Itu memang benar si tapi sedikit salah, aku sebenarnya mungkin dari dunia yang berbeda"


"Dunia yang berbeda, maksudmu?" Tanya Aina.


"aku juga tidak begitu percaya si, tetapi coba sebutkan nama tempat atau nama semua negara".


"Oke, disini kita berada di benua Iris, dan sekarang kita berada di kerajaan Eiji, dan sebelah utara yang tadi ku maksud adalah benua hisiki yaitu benua yang sangat makmur dengan penduduk sama sebertimu, disana ada sebuah kerajaan bernama Hisinagari yang dipimpin oleh raja muda bernama Hinoto" ungkapnya.


"Sepertinya semua nama di utara berawalan abjad 'H' ya".


"Disebelah barat ada sebuah benua yang dijuluki sebagai daratan terluas yaitu Mizisaki , disana merupakan tempat yang banyak dituju oleh orang yang ingin menuntut ilmu. Terdapat Pemerintahan yang terbagi menjadi 3 kerajaan yaitu ReLand, WereLand dan Shinto " sambung Aina.


Lah,, kenapa namanya Shinto..


Hm tempat menarik untuk dituju..


Mungkin Mizisaki jendela dunia di sini, dan sama halnya seperti ambridge. Apa disini harus pakai paspor ya jika ingin berpindah tempat, kurasa sepertinya tidak.


"Dibutuhkan waktu sekitar 3 bulan 24 hari untuk sampai ke sana, dengan seekor kuda tercepat di Iris" sambung Aina.


Ah ternyata memang ini dunia yang berbeda, transportasi disini masih sangat lambat jika dibandingkan dengan Bumi.


Mendengar aku berkata demikian, Aina bersemangat dan bertanya banyak hal. Ia juga berkata kalau aku bisa menolong Amerin dari kekejian pemerintahan Eiji.


"Jika kau terpanggil ke dunia ini, itu artinya ada alasan yang harus menguatkannya. Kau tidak bisa sembarangan terpanggil jika tidak ada yang memanggilmu kesini, kau tau kira - kira siapa dia? apa Amerin tersebut?" tanya Aina.


Akupun menceritakan sosok Ariel padanya, tanggapannya begitu serius dan bersemangat. Menurutnya Ariel adalah alasanku bersada disini, maka aku harus mencarinya.


Aku dan Aina menyusun Rencana untuk keluar dari sel dan mencari sosok Ariel dan membantunya menyelamatkan Amerin tersebut.


"Permisi" Aina memanggil penjaga.


"Sudah yang ke 5 kalinya hari ini, harusnya kau sudah dibunuh dari awal" ujar si penjaga.


"Aku mohon sekali, jika tidak maka aku akan berak disini" ujar Aina.


Sementara aku pura - pura tidur dan menunggu sampai penjaga itu membuka pintu selnya. Akupun langsung melempar tanah ke matanya, dan Menghajarnya lalu kami pun keluar daei sel.

__ADS_1


Akan tetapi penjaga diluar lebih banyak yang berkeliaran.


__ADS_2