Yang Lain

Yang Lain
Ariel dan Aerel


__ADS_3

Setelah aku mengetahui bahwa yang menguntiku adalah gadis basah kuyup yang pernah minta makan, aku menjitaknya. Ia dengan polosnya meminta untuk tinggal sementara bersamaku.


Ia juga sedikit marah dan berkata bahwa aku ceroboh, aku bisa mati kapan saja.


Setelah dia bicara tanpa henti, aku meninggalkannya iapun mengikutiku dan terus memohon untuk numpang bersamaku. Akupun terus menolaknya mentah mentah. Dengan alasan aku juga hidup numpang.


Ia tidak peduli ia terus meyakinkanku untuk mengizinkannya, ia juga bilang bahwa ia tidak bisa sembarangan dilihat orang.


Aku sedikit terkejut mendengarnya akupun sedikit mengajaknya bicara di kafe terdekat. Dan yang benar saja, aku diliatin semua orang dengan tatapan duda. Itu artinya yang mereka lihat hanya aku sendiri.


Pelayanpun hanya bertanya padaku, akupun memesan kopi satu gelas saja karena sebenarnya aku tidak niat makan. Tetapi gadis itu minta makannan, awalnya aku ragu tapi ia bilang "pesankan saja" .


Pelayan tersebut malah mengira aku menghalu ia menyindirku yang bicara sendiri seolah ada wanita didekatku. Jadi benar kalau gadis ini tidak terlihat. Sebelum bicara banyak hal, aku menyuruhnya untuk makan cepat dan bicara di luar saja.

__ADS_1


Setelah selesai makan aku langsung keluar dan kami pergi ke taman untuk berbicara.


Bukannya bicara aku malah bingung apa yang mau dibicarakan, jujur aku jarang berkomunikasi dengan orang apalagi dengan gadis seimut dirinya.


Gadis itu memulai obrolan dengan mengatakan "Jadi bagaimana" ujarnya. "Bagaimana apanya?" tanyaku, ternyata ia tetap ingin numpang bersamaku.


Akupun bertanya apa maksudnya dengan mengikutu kemana - mana?. "karena kau yang terpilih" jawabnya. Aku tidak mengerti apapun yang dibicarakan gadis itu, dari tadi ia berbicara hal yang aneh aneh dan apa maksudnya coba.


Lagi - lagi dia bilang aku yang terpilih, akupun bertanya apa "Terpilih" seperti yang dimaksudnya?. Ia kemudian bercerita "Dunia dimana jauh sekali dari sini lahirlah anak kembar, tetapi salah satu dari mereka tidak mempunyai jasad. Yang artinya hanya roh saja, ia menjalani hidupnya dengan tenang sampai saatnya ada yang mengincarnya".


Ah jadi aku dituntut harus paham dengan ceritanya, akupun bertanya apa hubungannya denganku. Dan lagi - lagi dia bilang karena kau yang terpilih. Aku jengkel dengannya yang terus membual tanpa ku mengerti, akupun bertanya siapa namanya.


"Nama? Berikan aku Nama? Aku mau sebuah nama darimu" ujarnya. Dia bersemangat dan yang benar saja dia tidak diberi nama ketika dia lahir. Tapi aku bingung harus menamainya apa, dia bilang namai saja berdasarkan sesuatu yang aku sukai.

__ADS_1


Aku berpikir tentang lagu yang kusukai, dari artis yang bernama Ariel. Ah tapi itu terlalu mirip dengan namaku tapi sepertinyaaa, dia begitu bersemangat dengan itu.


Aku memutuskan untuk pulang setelah memberinya nama, kali ini Ariel benar - benar memohon untuk tinggal bersamaku. Aku berusaha untuk menjelaskan bahwa aku tidak punya rumah, aku saja tinggal numpang.


Dia bilang bukan masalah baginya, memang bukan masalah baginya tapi masalah bagiku. Aku bertanya dimana rumahnya biar ku antarkan saja dia pulang.


Ariel menangis mendengarku berkata demikian, sepertinya telah terjadi hal buruk di rumahnya atau pada rumahnya. Dia begitu rapuh ketika menangis, akupun memeluknya dan memutuskan untuk membawanya kerumahku.


Tapi apa yang akan mereka katakan ketika aku membawa seorang gadis ke rumah. Ariel menatapku dan berkata "Sudah ku bilang, aku tidak bisa sembarangan dilihat orang, hanya kau", "Yang Terpilih" aku melanjutkan kalimatnya.


Dengan terpaksa aku membawanya kerumahku, ini jadi semakin merepotkan. Seorang gadis yang tiba tiba datang dan memintaku memberinya nama, gadis yang penuh misteri.


Untuk sementara biarkan saja seperti ini, apa aku akan ditangkap polisi jika tiba - tiba Ariel bisa dilihat orang lain. Upssh.. Aku bukan lolikon.

__ADS_1


__ADS_2