
Diketahui bahwa kerajaan Eiji merupakan kerajaan paling berpengaruh di Iris. Ia begitu makmur sampai akhirnya tahta jatuh kepada anak bungsunya.
Kala itu terjadi konflik yang sangat kacau di ibu kota, diantaranya banyak pihak yang menolak dengan aturan hidup yang Raja baru tersebut.
Menurut undang undang Eiji, pasal sekian ayat sekian. Manusia adalah raja bagi semua makhluk dan ras, artinya mereka bebas ingin melakukan ras lain seperti apapun terserah mereka.
Sedang di wilayah Eiji terdapat beberapa ras yang manusia perbudak yaitu Elf hiribia, Manusia binatang, Minotaur dan Makhluk langka lainnya yang selalu manusia bunuh seperti tanaman yang kemarin kubunuh.
Eee.. Harusnya tidak kubunuh ya..
Siapa yang akan menyalahkanku disini..
Dan siapa juga yang akan memaafkanku..
Entahlah..
Ras manusia binatang dan Elf biasanya mereka jadikan budak untuk diperjual belikan..
Mereka yang diperbudak tentunya harus menuruti tuannya karena jika tidak, mereka bisa mati kapan saja.
Diketahui sistem perbudakan disini dilakukan dengan membawa jantung si korban. Itulah yang membuat para budak itu terpaksa setia dengan tuannya.
Wsuh..
Disini..
Tempat dimana kami berkumpul untuk melakukan penyerangan..
Walaupun dibutuhkan waktu 5 hari dengan dengan berjalan, untuk sampai di ibu kota. Jika ada Aina, mungkin bisa lebih cepat. Sepertinya sihir teleportasinya lumayan berguna bisa memangkas waktu hingga 4 hari.
Ah tapi bukan itu yang ingin kubicarakan..
Ini tentang penyerangan kami..
Artinya strategi telah dimantapkan om Yasha, dan hari ini, entah tanggal berapa tapi di malam hari ini dimulailah pemberontakan.
Om Yasha merekrut banyak orang di ras yang berbeda, ternyata ia telah menyiapkannya sedari lama.
Rencananya aku tetap tertuju pada si orang yang mengutuk Aina. Aku yang memintanya untuk melakukan ini, om Yasha menyetujuinya tanpa bertanya apapun.
Sementara om Yasha tetap tertuju terhadap kepemimpinan Eiji, yaitu Loid Sergar Raja Eiji itu sendiri.
Menurutku strateginya terlalu default untuk sebuah pemberontakan kerajaan. Tapi mungkin itulah yang terbaik baginya. Ah.. Entahlah..
Ini malah seperti peperangan..
Ya, ini pasti sebuah perang..
Yang pasti, 'Bunuhlah siapapun yang menentang atau bahkan warga sipil sekalipun', itulah yang dikatakan Om Yasha.
Karena bagi Manusia, Ras lain adalah alat. Mungkin pernyataan itu yang membuat om Yasha demikian.
Dengan rasa percaya diri, Zeni memimpin peperangan ini dan menyerbu pasukan yang telah siap di depan pintu masuk.
Sepertinya mereka menyambut kami dengan baik..
Untukku yang tidak memakai kuda, aku berada di barisan tengah bersama pemanah. Sedang barisan belakang diisi para pengguna sihir, tabib kemarin juga ikut dibelakang.
Serangan pertama diluncurkan oleh pemanah dan berjalan dengan mulus.
Ini terlalu mudah..
Tidak mungkin bisa semudah ini bukan..
Benteng setinggi 60 meter itupun dihancurkan sihir ledakan dengan mudah..
Aku yakin ada sesuatu yang direncanakan Loid, tidak mungkin dia hanya mengerahkan beberapa pasukan saja.
Terlebih, dia pasti tahu rencana penyerangan ini. Pasti ia telah menyiapkan sesuatu.
Banyak sekali warga berlarian, tapi ada beberapa dari mereka yang melawan. Dan,
Tiba - tiba langit menjadi terang dan munculah sosok yang sepertinya raja Eiji itu sendiri melayang di udara.
Dan...
Aina..
Woy yang benar saja?!!
Dia membawa Aina!!
Itulah sebabnya ia tidak melakukan perlawanan yang serius tadi.
"Putriku!!" Teriak Om Yasha
Apa yang akan dia lakukan terhadap Aina.
Dia terlalu licik.
__ADS_1
"Hey bodoh, Kurasa kau tidak diajarkan cara menyusun strategi. Aku mendapat hadiah yang luar biasa kali ini" ujarnya.
"Biar ku beri tahu cara berperang" imbuhnya.
Semua melihat ke atas dan tiba - tiba terjadi ledakan besar di tengah ibu kota tersebut hingga barisan depan terkena efek luka bakar dari ledakan tersebut.
Apa yang raja itu pikirkan..
Ia tidak peduli sama sekali dengan nasib penduduk..
"Ini bohong kan?" ujar Pemanah disampingku.
"Kita bisa mati begitu saja jika sihir itu mengenai kita" imbuhnya.
Situasi menegangkan bagi semuanya, beberapa dari para elf mentalnya mulai turun.
Mulai bermunculan prajurit dengan jumlah sekitar 3 kali lipatnya jumlah kami.
Tiba tiba om Yasha berlari disamping kobaran api dan terbang ke arah Raja itu.
Entah kemampuan apa yang digunakan om Yasha.
Tapi ia dihadang oleh..
Ya, dia ninja yang mengutuk Aina..
Kurasa inilah puncak peperangannya.
"Bertahan atau mati" teriak Zeni.
"Lampiaskan Emosi Kalian disini" ujar Zeni.
Pemanah mengangkat busurnya..
'SERANG!!!!'
Situasi yang sangat menegangkan, aku tidak pernah merasa segairah ini. Biar ku hunuskan pedangku disini.
Ariel, mungkin ini tidak ada hubungannya denganmu..
Maaf telah menunda mencarimu..
Tapi aku tidak akan mati disini.
Pertempuran darah sang sangat luar biasa.
Ini terlalu mudah..
Mereka menggunakan jirah namun terlalu tipis bagi pedangku.
Entah berapa nyawa yang telah ku habisi namun mereka seperti tiada habisnya.
"ARGHH,, KYAAA... " itu derdengar dari arah para penyihir.
Kurasa mereka mulai menerobos bagian belakang..
"Tetaplah di posisi masing masing, sisanya biar ku urus"
Aku melompat setengah sadar dan mendarat tepat di bagian penyihir.
'SHHH'
Suara pedang yang sangat nyaring di telinga, darah yang berlumuran dimana - mana.
Kurasa semua mulai kehilangan tenaganya.
Aku dikelilingi prajurit yang sepertinya lebih kuat dari yang tadi. Entah mereka yang kuat atau aku yang sudah terkuras habis tenagaku.
Semua penyihir juga telah terkuras tenaganya, namun prajurit Eiji masih belum surut.
"Aerel, jaga kesadaranmu" Teriak Zeni.
Hebat juga dia bisa memperhatikanku sejauh itu, suaranya begitu keras.
Aaa..
Kurasa tanganku akan putus dengan itu..
Biar ku balas..
GBHHRUUH..
Apa itu yang jatuh?.
Ah kurasa aku kehilangan kesadaranku.
"Aerel?"
Indah sekali..
__ADS_1
"Aerel?"
Lihatlah, Ambridge lebih tenang hari ini.
"AEREL, BANGUNLAH"
Teriakan wanita yang sangat keras..
"Ariel kau kah itu?"
"Ya benar, kau Ariel"
"Sudah kuduga kau masih berada di Ambridge"
"Bukan ini yang harusnya kau lihat" ujar Ariel
"Kau harus bangun, kau harus menyelamatkanku" imbuhnya.
"Apa Maksudmu?"
"Bangunlah dulu, pegang pedangmu angkat ke atas dan tebas ke arah jarum jam 12, lihatlah hasilnya" ujarnya.
"Lalu kau akan selamat?"
"(Tersenyum)"
"Baiklah, pinjamkan aku kekuatanmu"
Ah apa ini..
Oh aku baru saja pingsan..
Semua prajurit tadi terpapar, dan pedangku tepat berada di leher Ninja pengutuk itu.
HIIHH...
Kepalanya terlepas..
Berapa lama aku tertidur? banyak sekali mayat disini.
Banyak orang yang terluka tapi masih hidup, sedang para prajurit semuanya terkapar tanpa luka.
Dan..
Sepertinya tidak asing wajahnya..
Om Yasha?
Apa yang terjadi!!
Dia terluka parah sehingga aku tidak yakin dia masih bernyawa atau tidak.
"Menyingkirlah. Biar ku periksa!" ujar Tabib.
Orang tua ini hebat bisa tetap segar setelah berperang.
Ah zeni juga terlihat baik - baik saja.
"Apa yang terjadi dengan paman?" tanya Zeni.
"Dia sudah kehilangan nyawanya" ujar Tabib.
"Serius kau" bentak Zeni.
"Tenanglah"
"Dia menerima Serangan yang begitu kuat dari ninja itu, dan tidak bisa menahannya" ujar Tabib.
"Sialan" marah Zeni.
"Aina?"
"Benar Aina masih bersama Raja sialan itu" ujar Zeni.
"Biar kubereskan orang itu" imbuhnya.
"Biar kubantu"
"Bukankah tenagamu belum pulih?" tanya Zeni.
"Sepenuhnya pulih"
"Baiklah" ujrnya.
Aku dan Zeni mencari raja itu ke istananya.
Aina akan terkejut jika mengetahui soal Ayahnya.
Tapi yang terpenting Aina harus selamat terlebih dahulu.
__ADS_1