Yang Lain

Yang Lain
Perjalanan Dimulai


__ADS_3

Senangnya bisa kembali menghisap Udara segar di Iris. Artinya aku berhasil keluar dari Sel kumuh kemarin.


Dan kemarin kami benar - benar berontak menghabisi beberapa penjaga disana, dan sepertinya tanganku sudah tidak sebersih dulu lagi.


Kami hampir saja tertangkap lagi karena aku tidak bisa menggunakan sihir dan kemampuan bela diriku yang luar biasa itu, tidak begitu berlaku disini.


Yang benar saja penjaga yang terus bermunculan dari seluruh penjuru istana, dan aku yang tidak terbiasa dengan itu.


Seperti ini rasanya jadi buronan..


Jika tidak jadi buronan, mungkin aku akan keliling dulu ibu kota Kerajaan Eiji. Ah cita rasa isekai yang harus dicicipi, tapi sayangnya inilah jadinya.


Tapi syukurlah aku bisa selamat..


Tetapi Aina sepertinya terluka di lengan kanan dan kaki kirinya, pendarahannya begitu serius tapi untungnya sudah berhenti.


Kalau saja aku bisa lebih mahir menggunakan pedang dan ilmu sihir, mungkin hal ini tidak akan terjadi. Ia seperti itu karena melindungiku dari tebasan salah satu prajurit brengsek.


Untuk saat ini akan kubiarkan saja dulu dia istirahat, dia terlalu berat memikul beban untuk seusianya.


Eh, mungkin saja Aina Lebih tua dariku bukan?.


Tetapi benarkah kita sudah aman disini, kenapa sepertinya terlalu mudah melarikan diri jika untuk seukuran kerajaan.


Aina terbangung dari tidur nyenyaknknya dan berkata..


"kita masih harus hati hati dengan penyergapan" ujarnya,


Ia menatap tajam..


"Lagian kau, benar - benar tidak berguna" ujarnya.


Itu memang benar si tapi lagi - lagi dia blak - blakan..


"Kau tidak bisa bela diri dan tidak bisa menggunakan sihir, sebenarnya dari mana sih kau berasal?"sambungnya.


"Pedang jeleknya itu hampir saja melukai dadaku, dan untung saja tanganku hanya tergores sedikit tapi kakiku sepertinya mungkin serius" imbuhnya.


Itu bahkan lebih parah dari luka tembakku..


"Kau tau! Manusia sebenarnya tidak ada yang kuat jika dia tidak memaksa dirinya" ujar Aina.


"Kau belajar hal itu dari mana?"


"Sebenarnya orang tuaku melarangku untuk ini, tapi aku memaksa karena aku tidak mau merepotkan orang lain. Aku ingin mandiri" Ungkapnya.


"Kenapa?"


"kalau itu"(Aina berdiri)"Kau tidak perlu tahu"ujar Aina.


"Lagian ilmu bela diriku ternyata benar - benar tidak berguna disini ya, dan asal kau tau saja ditempat asalku tidak ada Sihir".


"Tempat tanpa sihir?, itu mustahil kau bisa tetap hidup" ujarnya.


"Kenapa kau tidak mengajariku saja?".


Aina terdiam sejenak..


"Heh,, kau serius?" tanya Aina.


"Kenapa tidak"


"Bukan begitu, biasanya orang terlalu gengsi untuk berkata begitu. Tapi kau?" ungkapnya.

__ADS_1


"Jika itu bisa berguna bagiku, kenapa harus gengsi. Lagian ternyata di dunia manapun gengsi itu ada ya"


"Orang bisa saja di bunuh hanya untuk mendapatkan kemampuan dari orang yang mereka bunuh. Kasus seperti itu paling banyak terjadi di Shinto, karena disana banyak sekali orang berbakat" ujar Aina.


Ternyata ada yang seperti itu disini..


"Tetapi hanya Kyoru yang melakukan itu" imbuhnya.


"Kyoru? Apa semacam monster?"


"Tidak, Kyoru merupakan k.."(KETOPRAK.. KETOPRAK)"Sepertinya mereka masih mengejar kita" ujar Aina dengan was - was.


Aku dan Aina berlari dan lagi - lagi Aina membuat jantungku hampir copot, dia mengajakku lompat dari atas tebing tinggi.


Karena sepertinya hal itu sudah biasa bagi Elf seperti dirinya, dan sepertinya para penjaga sialan itu kehilangan jejak kami.


"Ah, sakit.." Teriak Aina.


Pendarahan di kaki kiri Aina sepertinya lebih serius, Aina juga sepertinya kehabisan tenaga untuk menyembuhkannya.


Wajahnya begitu pucat, darah berceceran kemana mana. Aku merobek bajuku dan mengikat kakinya untuk menghentikan pendarahannya.


Kupikir aku harus menyembuhkannya dengan lidah buaya, tapi aku tidak menemukannya disini. Aku terlalu panik untuk berpikir, tapi terlalu lama jika harus merebus daun sirih.


Lalu aku memilih nekat untuk melibas lebah membawa madunya dan yemplung ke sungai di dekatnya.


Aku meninggalkan madu tersebut dibungkus dengan robekan bajuku, jika tidak seperti itu lebah akan menggulungnya kembali.


Akupun berhasil membawakan madu dan daun singkong yang mungkin bisa menyembuhkannya.


Aku membersihkan lukanya..


"Apa yang kau lakukan?" tanya aina dengan suara kecilnya..


"Biar aku atasi, aku mungkin tidak bisa sihir tetapi aku bisa mengatasinya dengan cara ini"


"Adt.. Pelan - pelan saja" ujar Aina.


"Ini tidak akan lama"


"Kau bercanda dengan ilmu doktermu? , tapi kau sepertinya terlihat serius" ujar Aina.


"Kau yang bercanda sok kuat, padahal kau takut"


"Bukan begitu.. Lagian, ini juga karena aku melindungimu" ungkapnya


"Aku juga berterima kasih untuk itu, tapi tolong jangan kau paksakan hanya untuk menolong orang yang baru kau kenal"


"Aku tidak peduli, karena aku yang memilih demikian" ujar Aina.


"Kau ini"


"Terima kasih"


Aku menutupnya dengan daun singkong yang sudah ku bubukkan dan mengikatnya dengan potongan bajuku.


"Ehh,, ah ya, sama - sama" balas Aina dengan nada sedikit malu.


"Hey, wajahmu memerah"


"Eh,, tidak, kau sendiri yang membawa suasana" ujar Aina.


"ah,, ya.. Aku juga berterima kasih karena kau sudah peduli dengan orang yang baru kau kenal juga" imbuhnya.

__ADS_1


"Itu sudah menjadi tugasku"


"kau tidak mengerti ternyata" ujarnya.


"Apa yang kau maksud"


"Bukan apa - apa" Jawab Aina.


Aku berdiri dan berniat membawakannya air putih yang ada di sungai tadi.


"Tunggu kau mau kemana?" tanya Aina


"Kau haus?"


"Sedikit," jawab Aina.


Akupun pergi membawakannya Air putih dengan cangkir dari kayu bambu.


"Hey, Airnya Dingin.. Tidak kau masak?" Tanya Aina.


"Tidak, emang kenapa?"


"Malah nanya balik, kau tidak belajar tentang virus?" tanya balik Aina.


"Tidak, bukan begitu. Kukira disini tidak ada virus, kemarin - kemarin selama aku sendiri, aku minum dari sungai itu tanpa dimasak"


"Kau serius?" tanya Aina.


"Ya, sekitar seminggu kurang, aku hanya minum dari sungai itu".


"Kau aneh, biasanya orang akan sakit perut jika meminumnya" ujar Aina.


umum sekali, sama seperti ditempatku.


"Tapi kau bisa sehat, padahal meminumnya dalam beberapa hari. Apa itu kemampuan tersembunyi mu" ujar Aina


"Eh, Maksudmu?"


"Ya, ada segelintir orang yang mempunyai kemampuan seperti menetralkan virus atau racun seteleah ia memakannya" ujar Aina.


"Sebenarnya aku bisa, tapi harus ku beri sihir, sedangkan kau dengan begitu sengaja langsung meminumnya. Itu memang benar - benar kemapuan yang berguna" ujar Aina.


"Tapi dari mana asalnya?"


"Aku tidak yakin tapi mungkin Ariel lah yang memberimu kemampuan tersebut" Ungkapnya.


Benar, kemungkinan Ariel yang memberiku skil ini.


"Hey, bawakan Air putih yang matang utukku, jangan bengong begitu"


"Kau bisa bersamaku dan membantu menemukan Ariel?"


"Kau tidak cukup memohon, untuk sekelas minta bantuan" ujar Aina.


"Tapi kau harus membantuku menghancurkan EIJI" ujar Aina.


"Kau berniat Berontak?"


"Ya, memang itulah tujuanku mendalami ilmu sihir. Aku juga belum tau gimana kabarnya hutan Sanji Sekarang" Ujar Aina.


"Besok mau kesana?"


"Kau tidak peka. bahkan lukaku belum sembuh tapi aku akan merepotkanmu" ujar Aina.

__ADS_1


"Kau bersemangat sekali ya"


Sepertinya ini akan semakin mendebarkan. Aku akan menemukanmu wahai sosok yang mengganggu ketenanganku.


__ADS_2