Yang Lain

Yang Lain
Dunia yang Berbeda, Waktu yang berbeda


__ADS_3

Hari ini adalah hari kamis tanggal 35 akhir bulan Mei 1422 kalender Leein.


Terdapat tiga jenis kalender yang dipakai disini yaitu Leein, Guise dan Shinto. Dengan kebanyakan pengguna Leein (termasuk aku) dan Guise sedangkan Shinto hanya dipakai di satu wilayah saja.


Yah, aku sendiri juga sedikit terkejut karena satu tahun disini ternyata lebih lama yaitu 475 hari.


Terlebih seharinya 27 jam 24 menit, sangat berbeda jika dibandingkan dengan Amerin. Jika saja aku tidak ikutan menyerang Eiji, mungkin aku tidak akan tahu waktu dan tanggal.


Mungkin bagi para elf waktu dan tanggal tidak begitu diperlukan sama sekali. Mengingat mereka hidup dengan begitu lama sekali.


Itulah sebabnya mereka tidak memberi tahuku dari awal...


Atau aku sendiri yang tidak bertanya..


Ah tapi dalam obrolan mereka, tidak pernah sekalipun menyebut tanggal dan waktu..


Beberapa kalender di bagian wilayah bisa berbeda, namun tidak ada perubahan yang terlalu signifikan. Seperti kalender Shinto yang kebanyakan memiliki 38 - 39 hari, sedang kalender Leein 39, 40 dan 41.



Aku juga mendapatkan peta dunia yang akan berguna untuk perjalananku hari ini. Dunia ini tiga kali lebih luas daripada bumi, terlebih kebanyakan wilayahnya didominasi hutan dan pegunungan.


Kurang dari dua bulan lamanya aku tinggal disini, kini aku harus melanjutkan perjalananku.


Banyak hal yang membuatku kagum dengan dunia sihir ini, intinya semua bisa dikerjakan dengan sihir menurutku.


Bahkan sihir bisa mengubah takdir om Yahsa.


Dan kini aku menguasai sihir yang telah diajarkan Aina beberapa hari lalu, termasuk teleportasi yang aku inginkan.


Akan tetapi agar dapat bekerja, aku harus tahu tempat yang dituju sebelum aku menggunakannya.


Jadi aku harus tetap berjalan, karena aku juga tidak bisa menunggangi seekor kuda.


Aku juga enggan menerima bantuan tranportasi dari Om Yasha, bantuan berlebih tidak akan membuatku maju tetapi membuatku manja..


Aina juga sepertinya ingin sekali ikut serta dalam perjalananku, tetapi ia harus memimpin Sanji menggantikan Ayahnya.


Aku sebenarnya kesepian..


Tetapi disisi lain, aku lebih menyukai sendiri..


(MATAHARI TERBIT)


Yosh.. Perjalanan panjang akan kumulai..


"Aerel.. Berjanjilah untuk sering mampir kesini" ujar Aina.


"Semua perbekalan sudah siap?" Tanya Om Yasha.


"Menurut ibu, sebaiknya kau memakai kuda" ujar bu Reiko.


"hheeh.."

__ADS_1


"Yah.. Kurasa itulah lelaki" ujar Om Yasha.


"Tidak harus begitu juga kan" ujar Aina.


"Tidak, bukan begitu.. Hanya saja di tempat asal Aerel, Aerel lebih menyukai berjalan kaki sebelum datang ke negeri ini, itu membuat Aerel lebih sehat"


"begitukah? Tapi ini perjalanan jauh, ya meskipun kau bisa berlari cepat. Dan sejak kapan kau peduli kesehatan sedangkan disini kau bangun tepat ketika matahari diatas kepala" ujar Aina.


"Kalau itu si.. Tapi aku benar - benar tidak apa - apa Aina"


"hmm, terselah lah.. Hubungi aku jika terjadi sesuatu" ujar Aina.


"Tapi kasihan Zeni"


"Apa urusanmu dengan itu.. Berangkatlah cepat - cepat" ujar Aina..


"(semua Tertawa)"


"berhati - hatilah" ujar bu Reiko.


"Baiklah aku pamit"


"Ya.. Berjuanglah anak muda" ujar Om Yasha.


"Ya.. Selamat tinggal"


"Menikahlah Aina (Tertawa)"


"BUKAN URUSANMU.. PERGILAH.." bentak Aina.


"Terima kasih anak muda.. Semoga tuhanmu selalu memberkatimu" teriak seseorang.


"Jangan lupa untuk pulang" teriak om Yasha.


"Rumahmu disini Aerel" teriak Aina.


Apa jasaku disini sebesar itu ya..


Apapun itu, kurasa aku mulai menggargai diriku sendiri. Banyak hal yang dapat dipelajari dari kejadian di di Eiji dan Sanji.


Orang akan melakukan apa saja untuk mendapat kepuasan, semetara orang juga akan melakukan apa saja untuk mendapat kebebasan.


Hukum duniawi..


Wshuh...


Gile banget si itu hutan Sanji, di jarak sejauh ini saja masih terlihat pohon - pohonnya, meskipun terlihat kecil sekali.


Oh iya.. Aku juga mendapatkan peta dunia ini, menurut Om Yasha peta ini tidak menggambarkan semua permukaan dunia ini.


Disini terlihat kalau daratan Iris lebih besar daripada Mizisaki, sedang Aina berkata daratan Mizisaki sebagai daratan terluas.


Keakuratan peta ini sepertinya masih sulit untuk dipercaya..

__ADS_1


Peta ini juga hanya menunjukkan ibu kota dan sungai besar saja..


Sedang detail kecilnya tidak tertera disini..


Fyuuh...


Sanji sudah tidak terlihat dari sini, kira kira aku sudah berlari sekitar 150km dengan waktu sekitar 2 jam..


Masih terlalu lambat kecepatan berlariku..


Terlebih aku hanya melihat bisul - bisul hijau sejauh mata memandang.


Lagipula kenapa sih Eiji luas sekali, wilayah yang tidak terurus ini.


Kalau saja aku mempunyai gps dan jam arloji, mungkin tidak akan terlalu sulit.


Dengan menggunakan jam pasir kurasa masih terlalu menjengkelkan bagiku. Terkadang aku mengukur tengah hari dengan tinggi bayanganku.


Kurasa aku akan beristirahat disini..


BRUGHHH


(duduk)


Sekarang sepertinya sudah jam 7 pagi, waktu yang masih sangat panjang.


Pemandanga yang indah, inginnya ku potret jika saja aku punya kamera yang dapat ku pakai di dunia ini.


(membuka tas)


Seseorang harus memperbaiki hal ini..


Peta ini benar - benar tidak menunjukan sungai kecil..


Shinto..


Kurasa jadi tempat yang wajib ku kunjungi..


Namanya mirip jejepangan akan tetapi yang masih mengganjal pikiranku adalah nama - nama orang disini. Nama keluarga Aina nyaris seperti nama orang jepang, dan bahkan semua nama di Eiji seoerti itu.


Tetapi kebanyakan nama negara menggunakan nama berbahasa inggris..


Apa didunia ini masih disebut bahasa inggris ya..


Aku hanya mengira ketika mereka berbicara dalam bahasa yang berbeda tetapi dengan kemampuanku, aku bisa menerjemahkannya.. Begitu..


Mana mungkin lah..


Itu hanya berlaku di anime..


Jelas jelas mereka bicara dalam bahasa inggris..


Mungkin??

__ADS_1


Masih banyak pertanyaan tentang dunia ini..


Ariel kau benar - benar mengujiku..


__ADS_2