
Udara pagi hari di Zeinzi begitu segar sehingga terasa masuk ke tubuh. Air sungai juga begitu jernih sehingga terlihat dengan jelas ikan ikan yang... Akan ku boro kalian..
HUAHHWAHH..
"um.. Kau sudah bangun?"
"Manusia?" ujarnya.
"Sudahlah hentikan.. Dan Makanlah.."
"Maaf hanya bisa menyajikanmu ikan bakar"
"Tidak, itu saja cukup" ujarnya.
"Bagaimana keadaan kakimu"
"Eh.. Sudah tidak sakit? (berdiri) Benar!! Kakiku sembuh," ujarnya dengan riang.
"Duduklah lagi, itu belum sembuh total. Kakimu mengalami patah tulang di bagian bawah lutut, meskipun kau sudah bisa berdiri tapi kusarankan untuk tetap beristirahat selama 7 hari"
"Kau yang menyembuhkanku?" tanya-Nya.
"Mm.. Ya begitulah"
"(Duduk) Hei kenapa kau baik sekali kepadaku?" tanya-Nya.
"Aku hanya bersikap biasa saja"
"Meskipun aku tidak mempercayaimu!" ujarnya.
"Aku tahu itu"
"Kau ini siapa sebenarnya? Dari mana kau berasal?" tanya-Nya.
__ADS_1
"Aku Aerel, aku datang dari Eiji untuk mencari kerabatku yang hilang"
"Eiji? Pastinya begitu ya!" ujarnya.
"Apa yang kau pikirkan. Sebenarnya kenapa kau begitu takut kepada Manusia, padahal kau sendiri berwujud manusia"
"M... Hei Aerel, Katakan padaku dengan jelas kenapa kau begitu baik?" ujarnya.
"Bukankah sudah kukatakan!! Terlebih kau seorang gadis, mana mungkin aku menginggalkan seorang gadis yang terluka sendirian. Bukankah menolong sesama itu Normal bagi semua Makhluk"
"Itu benar si.. Tetapi Kau benar - benar berasal dari Eiji, bukan? tanya-Nya.
"Aku tidak berasal dari Eiji namun aku tinggal dengan temanku di hutan Sanji"
"Kalau begitu.. Ku perkenalkan Namaku.. Aku Yuri, aku tinggal di sebuah desa bernama Tobago. Seperti yang kau lihat, aku seorang manusia kucing" ujarnya.
"Ya, ya.. Kenapa tiba - tiba memperkenalkan diri?"
"Bukankah kau sendiri yang memulai.. Tapi hei Aerel, Aku tahu ini sudah terlambat Terima Kasih telah begitu baik padaku" ujarnya.
"Aerel.. bilang kau tadi berkata bahwa kau berasal dari Hutan Sanji, benar begitu?" tanya Yori.
"um, begitulah"
"Di surganya Elf itu? Serius kau tinggal disana? Beruntung banget" tambah Yori.
"Ya, begitulah"
"Kenapa kau dingin begitu?" tanya Yori.
"Pertama.. Aku bukan asli dari hutan sana, Kedua.. Jika disebut beruntung mungkin saja si, tapi ada buntungnya juga. Dan ketiga.. Kenapa sikapmu tiba - tiba berubah secepat ini?"
"Kenapa itu yang kau permasalahkan?" Tanya Yori.
__ADS_1
"Habisnya kemarin kau marah - marah gak jelas, bukan?"
"Kalau itu si.. Maaf.." ujar Yori.
"Eh.."
"Begini Aerel.. Pernahkah kau berpikir bahwa kau adalah orang yang paling tidak beruntung? Jika begitu maka kau akan paham dengan prilaku ku kemarin" ujar Yori.
"Um.."
"Sebenarnya ya, aku terlahir dari ras manusia kucing..." ujar Yori.
"(Memotong pembicaraan) Dilihat pun sudah jelas"
"Dengarlah dulu.. Ras sepertiku adalah ras yang memiliki banyak ancaman. Jika kau berpikir bahwa ancamanku adalah manusia maka kau salah besar, ancamanku lebih dari itu. Artinya Ras manusia kucing adalah santapan semua Ras dalam hal apapun" ujar Yori.
"Itulah mengapa.."
"seperti kejadian yang dialami ayahku dan kakakku, mereka diringkus oleh serigala yang haus akan darah kami" ujar Yori.
"Mengapa kau mengatakan itu padaku? Bisa saja aku benar - benar ancamanmu bukan?"
"Aku sudah tidak peduli meskipun itu benar, aku sudah tidak takut akan semua itu.." ujar Aina.
"(Memeluk Yori) Kau bohong kan? Sebenarnya kau takut akan dunia luar, sebenarnya kau takut akan kehilangan orang - orang yang kau sayang. Dan ketika kau bilang keluargamu dibunuh, sebenarnya kau ingin menangis bukan. Jika begitu menangislah, basahi bajuku dengan Air matamu"
"(Menangis)Kau benar - benar manusia menyabalkan" jerit Yori.
"Hei.. Kau tidak sendiri, meskipun kau tidak percaya padaku. Tapi posisimu sama persis dengan yang ku alami, benar yang kau katakan bahwa hidup itu tidak adil"
"Kau payah.. disaat seperti ini harusnya kau berusaha menghentikan ku menangis" ujar Yori.
"Yah, kau benar.. Aku memang payah"
__ADS_1
Tubuh rapuhnya seolah bisa remuk jika ku peluk terlalu erat, mm.. Biarkan saja tetap seperti ini.