Yang Lain

Yang Lain
Amerin


__ADS_3

Yo semua, kembali lagi bersamaku. Iya aku, Aerel pria payah yang selalu berada dalam masalah. Kali ini aku berada di tempat yang entah dimana, tempat ini begitu segar dan indah.


Tapi sayangnya, sulit sekali bagiku untuk mandi..


Ah.. jika aku mandi aku hanya perlu mencari sungai ..


Masa si di tempat seperti ini tidak ada sungai..


Ya kan..


Jika aku BAB, aku hanya perlu mencari daun yang lembut untuk menyusutnya.


Dikarenakan bajuku hanya satu, yaitu baju yang sedang ku kenakan maka aku haru mencucinya secara rutin.


Sementara aku mencuci bajunya, beserta celana dan celana dalamku. Aku hanya mengenakan daun untuk menutupi tubuhku bagian bawah.


Ya memang tidak bisa menutupi seluruhnya, tapi lumanyan nyaman.


Terkadang aku merasa gatal..


Tetapi itu tidak terlalu buruk daripada aku tidak memakai busana sama sekali.


Tempat ini juga sangat ramah, aku mengira ini adalah hutan Amazon yang sering dibicarakan banyak orang sebagai paru paru dunia dan hutan terbesar.


Ternyata Amazon tidak seburuk yang aku kira.


Aku sudah bisa hidup di tempat sekeras ini berkat "Scout" yang selalu guruku tanamkan padaku.


Jika aku lapar maka aku hanya perlu mencari ikan, itupun jika ada sungai.


Masa iya ditempat seperti ini tidak ada sungai? Pasti ada kan.


Ya kan..


Jika aku haus maka aku bisa meminum air apa saja, seperti dari pohon pisang atau yang lainnya.


Semuanya begitu mudah jika ku jalani tanpa adanya beban, aku hanya bisa berserah diri.


Oh iya, sudah 3 hari sejak Aku datang kesini, dan aku sepertinya sudah terbiasa dengan tempat ini.


Ah waktunya makan siang, aku akan mencari ayam utan saja, lalu aku akan membakarnya. Jika aku dirumah maka aku hanya perlu memakannya saja, karena ibu selalu memasaknya untukku untuk kami.


Ibu..


Apa ibuku baik - baik saja ya..


Dia pasti mengkhawatirkan ku..


Aku pernah membakar pohon - pohon disekitarku ini, berharap ada helikopter atau apalah yang akan melirikku.


Kalau pun ada, aku pasti tidak akan terlihat dari atas..


Hingga saat ini aku tidak menemukan jalan keluar dari hutan ini, tanah lapang juga tidak ku temukan. Bahkan sungai juga tidak kutemukan yang artinya, aku tidak mandi sama sekali setelah beberapa hari.


Aku juga tidak tau bagaimana penampilanku sekarang.

__ADS_1


Normalnya hidung bisa melemah jika sering mencium bebauan, jika tidak aku pasti akan mencium busuknya badanku.


Untuk sementara, aku akan istirahat disini..


Aku terbangun karena aku menyadari ada sesosok yang mendekatiku ia ternyata adalah seorang gadis kecil. Penampilan gadis tersebut begitu sederhana, dan yang penting sepertinya dia tidak bau sepertiku..


Eh apa dia mencium bau tubuhku ya..


Aku menjauhinya, tapi dia bilang bahwa ia telah menyembuhkan tanganku dari gigitan ular.


Aku bertanya kepadanya apa yang dia lakukan untuk menyembuhkanku.


"Dengan Sedikit sihir pemulihan" jawabnya.


Dia bilang sihir, ehh sihir..


Apa di Amazon terdapat segelintir orang yang bisa menggunakan sihir.


"Amazon?" Tanya gadis itu.


Tidak - tidak, mungkin saja ini bukan Amazon.


"Mungkin maksudmu Amerin" ujar gadis itu.


Apa maksudnya Amerin, aku tidak pernah mendengar nama itu sebelumnya. Yang ku tahu hutan sebesar ini mungkin saja Amazon.


"Ini adalah hutan kecil tempat tinggal klan Hiribia" ujarnya.


"Apa maksudmu dengan klan hiribia, lagian hutan sebesar ini kau sebut kecil?" Tanya aku.


"Memangnya apa yang Anda lakukkan di hutan ini sendirian? Apa yang anda cari?" Tanya gadis itu.


Aku bilang bahwa aku sendiri juga tidak tau kenapa aku bisa berada disini, dan aku berharap bisa keluar dari hutan ini.


"Jika kau berjalan lurus dari sini maka kau akan keluar dari hutan ini, namun janganlah kau kembali ke hutan ini lagi karena kau tidak akan pernah bisa keluar kecuali aku ada disini" ungkapnya.


Akupun lari sesuai arahannya dan ternyata benar hutan ini berujung disana, sayangnya hari sudah gelap. Kukulira aku akan menemukan pemukiman warga, tapi yang ku lihat hanya bukit, jurang yang curam sepanjang mata memandang.


Ah, tapi aku sedikit lega bisa keluar dari hutan Amazon ini, Amerin atau apapun namanya yang jelas hutan yang menjengkelkan.


Aku berbaring di rumput yang lembut sekali, akupun memutuskan untuk bermalam disini.


Eh gadis itu kemana?


Kukira ia mengikutiku..


Dia bisa menggunakan sihir ya, dan segelintir elf hiribia yang ia katakan apa ceritanya bohong ya?..


Amerin..


Bukan nama yang buruk tapi aku lupa menanyakan nama gadis itu sendiri.


Inginnya aku menanyakan namanya kembali, tapi aku tidak boleh masuk ke hutan kecuali jika aku tidak mau keluar lagi dari hutan ini.


Sosoknya begitu misterius..

__ADS_1


Dunia yang bisa sihir dan ada klan elf, apa ini sudah bukan bumi lagi. Mungkin saja aku mati dan aku masuk ke tempat seperti ini, tapi ini jelas bukan surga dan bukan juga neraka.


Isekai.. mungkin ini dunia seperti kebanyakan komik yang aku baca.. ups..


Dunia ini penuh misteri..


Begitu juga Ariel..


Akupun tertidur setelah melalui banyak hal yang tidak ku mengerti disini.


Akupun terbangun dipagi yang begitu cerah, dan semuanya kini terlihat jelas dari sini. Hutan Amerin terletak dibukit yang sangat tinggi, dan perjalananku tanpa tujuan kurasa masih sangat jauh.


Senangnya bisa kembali melihat matahari..


Aku memutuskan untuk berjalan ke Arah barat, dan mencari sumber mata air yang memungkinkan aku menemukan pemukiman warga.


Kini sudah sepuluh hari sejak aku keluar dari hutan Amerin, tetapi pohon besarnya itu masih terlihat dari sini. Wajar saja si, ini dataran rendah sedangkan Amerin berada di atas gunung tinggi.


Sekarang aku juga sudah mandi setelah sekian lama..


Air disini begitu bersih dan segar sekali, rasanya aku tidak akan sakit meskipun aku meminumnnya tanpa memasaknya.


Ah aku benar - benar telah berbaur dengan Alam..


Tapi sepertinya didalam hutan Amerin lebih aman jika dibandingkan dengan disini. Terkadang disini muncul hewan buas yang siap memangsaku kapan saja, makhluk aneh berwujud lendir pun bermunculan dimana - mana.


Untuk saat ini aku akan bertahan hidup saja, sampai aku menemukan petunjuk dimana aku berada. Aku belum mempunyai kekuatan apapun untuk melawan monster - monster aneh seperti mereka.


Ah, begitu menakutkan jika aku membahasnya terus menerus..


Jika aku terus berada disini, mungkin aku juga sepertinya tidak akan naik kelas karena tidak mengikuti semua mata pelajaran ujian.


Kurasa ini lebih baik, kehidupanku disini begitu damai daripada di Ambridge.


Ternyata memang, ini bukan bumi..


Aku bersandar dibawah pohon dengan melihat langit yang cerah di malam hari..


"KETOPRAK".. "KETOPRAK"


Ketika bulan purnama sedang terang terangnya, aku mendengar suara Kuda berlarian dan aku memutuskan untuk melihatnya lebih dekat.


Mereka terlihat seperti kesatria, memakai jirah yang lengkap dengan pedang ditangannya. Jumlahnya begitu banyak sampai sampai aku tidak bisa mendengarnya.


Suaranya semakin berisik...


Inginnya aku bicara kepada mereka, tetapi sepertinya bukan saat yang tepat untuk itu. Mereka terlihat seperti ingin melakukan penyerangan, tetapi aku tidak tau apa itu.


Senjata yang dia bawa terlalu kuno jika untuk berperang..


Mereka bisa hancur dalam sekejap jika Rudal Balistik mengenai pasukannya..


Eh aku juga kena dong..


Aku akan melihat saja jangan sampai dia melihatku, bisa - bisa aku ditangkap mereka.

__ADS_1


Dan dengan kebetulan sekali mereka istirahat di tempat dekat aku berada.


__ADS_2