
~ Kimi wo omou kimochi ~
( Aku selalu merasakan yang sama sepertimu )
Prolog !
Cinta tidak pernah memilih.
Dia datang ketika kita tidak menyadari.
Hiro Takayama.
Pria asing yang tanpa sengaja menjadi cinta pertamaku.
Cinta yang indah, yang di awali dari kebencian dan berakhir dengan cerita cinta yang manis.
Aku dan Hiro, hanya salah satu pasangan yang memiliki begitu banyak perbedaan.
Apakah cinta pertamaku akan berjalan dengan mulus?
Chafter 1.
Sepertinya hari ini aku akan datang terlambat. 10 menit yang lalu, email untuk interview baru saja aku terima. Andai saja kuotaku tidak habis lebih awal. Mungkin pagi ini aku tidak akan terburu-buru untuk pergi interview. Sudah jam segini ojek online pasti sudah pada sibuk dengan orderan yang menumpuk. Gimana mau kebagian ojek. Utak atik ponsel, berusaha secepat mungkin mendapatkan ojek.
Tulalit tulalit.
Ternyata ponselku berbunyi. Ada WhatsApp dari driver ojek.
__ADS_1
“ Posisi dimana, mba? “ ujarnya.
“ Saya di pinayungan, pak. Dekat polres.” Jawabku.
“ Ok mbak. Otw!” balasnya.
“ Ya !” balasku singkat.
Beberapa kali aku melihat jam di ponselku dan membuka maps untuk sekedar memantau perjalanan driver ojek online ketempatku. Sudah jam 07. 40. Aku gugup sekali. Padahal jam 8 tepat aku harus berada di tempat interview. “ Duh, gimana bisa lolos interview. Jika di awal interview aku sudah melakukan kesalahan dengan datang terlambat . ” Gumamku menggerutu dalam hati.
Ya Allah bantu aku!
Jaket hijau, lengkap dengan atribut, dan menggunakan motor matic baru saja berhenti tepat di depanku. Enggak salah lagi, ini pasti ojek online yang aku tunggu. Tanpa melihat aplikasi ojek, aku langsung naik ke motor dan berkata.
“ Cepat bang. Udah telat nih.”
“ Udah telat begini, Abang masih ngajak aku ngobrol. Jangan ngobrol dulu deh, ayo bang cabut.” Ujarku seolah memerintah nya untuk segera pergi.
“ Maaf mbak, ojek ini saya yang order.”
Ujar seseorang yang tiba-tiba menghadang kepergian ku.Aku membalikkan badanku dan menatap pria yang terasa asing di mataku. Siapa dia? Cakep banget! Apa ini mimpi? Pria ini mirip sekali dengan tokoh komik percintaan di webstoon.
“ Apa perkataanku kurang jelas. Ojek ini, saya yang order. Coba anda lihat di aplikasinya.” Ucap pria itu lagi sambil menunjukkan ponselnya ke arahku.
Aku buru-buru mengambil ponselku didalam tas, lalu dengan cepat membuka aplikasi ojek. MasyaAllah, ini bencana. Drivernya mengcancel orderan ku. Apa-apaan ini. Kesialan apa lagi yang menimpaku. Aku diam tak bisa berkata apa-apa. Jika aku jujur. Aku enggak bakal dapat ojek lagi. Ini benar-benar tidak ingin aku lakukan. Aku harus berbohong jika orderan ku di cancel oleh driver. “ Ya, Allah maafkan aku! Kali ini saja aku berbohong. Memang ini tidak baik. Tapi, tidak ada cara lain.” Gumamku di hati.
“ Maaf neng. Mas ini, yang sudah order lebih dulu. “ kata driver ojek dengan logat sundanya.
__ADS_1
“ Tapi pak. Saya yang lebih dulu naik. Kan enggak apa jika saya yang duluan di antar. Setelah itu bapak bisa jemput orang ini.” Kataku dengan menunjuk kearah pria itu.
“ Aku enggak mau. Aku yang duluan order. Jadi kamu turun sekarang.” Timpal pria itu di sela pembicaraanku dengan driver ojek.
“ Aku mohon sekali ini saja. Tolong kamu mengalah. Aku kan cewek. Jadi kamu harus mengalah.”
“ Apa untungnya aku mengalah. Aku malah telat jika harus menuruti gadis bodoh sepertimu.”
Gadis bodoh!
Doeng...( Kata yang menikam batin).
Apa yang ia katakan benar-benar membuat aku kesal. Aku langsung turun dan mendorong pria itu.
“ Eh, pria asing. Lo bukan orang negara kami. Lo tuh Cuma numpang. Jadi hormatilah orang pribumi seperti kami. “ Ketusku dengan logat sombong seperti anak zaman now.
“ Ya, aku mengerti.” Ujarnya sembari menarikku menjauh dari driver ojek. “ Tapi maaf, kali ini aku tidak ingin mengalah dengan siapa pun. So,,,. Bye. “
Tanpa aku sadari, pria itu pergi begitu saja dengan ojek online yang menjadi harapan terakhirku.
“ Ku bersumpah kau enggak bakal dapat cewek seumur hidupmu.” Teriakku di sela kepergiannya.
Menyebalkan!
Tapi, ini memang salahku. Seharusnya aku tidak bersikap seperti itu kepada orang lain. Jika saja aku lebih cepat membuka email. Mungkin saja aku tidak seperti ini. Penyesalan yang membuatku terpuruk dalam keadaan kalut.
__ADS_1